
Selesai makan malam, Bella pun langsung memilih untuk keluar dari Apartemen nya dan membuat Annabella pun langsung menghampiri nya.
"Ibu mau ke mana,? bukan kah ibu yang sedang tidak enak badan nya. Ibu lebih baik tidur saja yaa istirahat."
Tangan Annabella seperti menahan kepergian ibu nya.
"Hmmmmm, sayaaaaang ada benda penting yang harus ibu bawa di dalam mobil. Setelah itu ibu pasti akan beristirahat."
Bella pun mengabaikan perkataan Annabella, dia pergi ke luar Apartemen.
Annabella semakin mencurigai ibu nya.
"Seperti nya ibu mau mengambil kertas yang ibu bicarakan di telephone itu, bagaimana aku bisa tahu isi kertas tersebut yaa. Padahal aku berencana untuk masuk ke dalam mobil ibu."
Annabella pun menutup rapat pintu masuk dan berjalan menuju ke kamar nya, tapi tiba-tiba saja terdengar suara deringan handphone milik ibu nya di kamar.
"Bagaimana ya, apakah aku jawab saja panggilan telephone itu. Tapi aku takut ketahuan Ibu dan aku tidak bisa membongkar rahasia yang ibu sembunyikan kepada ku."
Annabella pun memilih untuk diam di depan kamar ibu nya.
__ADS_1
"Lebih baik aku lihat siapa yang menelephone dan setelah itu aku simpan nomber handphone, dan aku bisa mengetahui siapa dia."
Dengan penuh hati-hati Annabella pun masuk ke dalam kamar ibu nya, dia mencari Handphone milik ibu nya.
Dan ternyata handphone tersebut ada di dekat bantal, telephone tersebut terus saja berdering kencang.
Sehingga Annabella pun bisa menemukan nya dan melihat siapa yang menelephone ibu nya.
"Ardika, apa ini yang ada di foto bersama dengan Ibu."
Annabella dengan sangat cepat sekali dia mengambil handphone nya dan mencatat nomber handphone tersebut.
Annabella pun segera pergi dari kamar ibu nya, dia pun menutup rapat kembali kamar tersebut.
"Aku akan menunggu ibu di sofa, aku ingin sekali mengetahui nya."
Annabella menyimpan nomor telepon tersebut dan memberi nama Boy.
"Aku harus sering memegang handphone ku ini, aku tidak mau ibu mengetahui jika aku menyimpan nomor handphone kekasih ibu."
__ADS_1
Ketika Annabella yang sedang menunggu kedatangan ibu nya, Bella masih mencari di mana dia menyimpan keras tersebut.
"Ahhhhhhh, sialan. Di mana yaa aku menyimpan nya kenapa aku bisa lupa seperti ini yaa."
Bella terus saja mencari kertas tersebut sampai kepala nya merasa pusing.
"Yaa Tuhan, kenapa aku bisa ceroboh seperti ini sih. Di mana yaa aku simpan kertas putih itu."
Bella sampai membongkar isi mobil nya tetapi keras tersebut tidak ada.
"Oke Bella, kamu harus tenang yaa tenang jangan seperti ini yaa. Tarik nafas panjang dan mencoba untuk menenangkan pikiran kamu."
Bella tetap saja tidak menemukan kertas tersebut, dia pun merasa sangat menyerah sekali.
"Apakah aku menyimpan nya di dalam tas yaa, aku tidak menyimpan dalam mobil. Aku memasukkan ke dalam tas."
Bella pun langsung keluar dari mobil nya dan berlari menuju ke Apartemen nya kembali.
Tapi ketika Bella mau menuju ke Apartemen nya dia seperti melihat seorang yang memperhatikan nya.
__ADS_1
Memakai baju jas hitam celana hitam dan juga kaca mata hitam, dan paling aneh dia memakai payung berwarna hitam sedangkan tidak sedang turun hujan apalagi di malam hari.