
Elsha menangis dan dia langsung berlari menuju ke kamar nya.
Rendy pun merasa sangat binggung sekali dia harus pergi ke mana Annabella atau Istri nya.
Dan Rendy pun memilih untuk masuk ke dalam kamar Annabella.
Rendy melihat Annabella yang sedang memegang pensil dan seperti hendak melukis.
"Annabella, apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua."
Rendy menghampiri Annabella dan Annabella pun melemparkan pensil yang di pegang.
"Aku tidak suka dengan sikap Ibu Elsha, dia yang mengambil hasil lukisan ku dan memberikan kepada Jackson. Untuk apa dia melakukan hal tersebut, sudah tahu Jackson itu adalah mantan suami ku. Kenapa dia selalu ingin mengetahui apa pun yang aku lakukan."
Annabella berteriak-teriak kencang dia seperti melampiaskan kekesalannya.
"Ibu kamu merasa kamu seperti melindungi kasus mu ini Nak, padahal kamu sendiri yang menjadi korban nya."
Rendy mencoba untuk menenangkan perasaan Annabella.
__ADS_1
"Ya, aku tidak mau membahas lagi tentang masalah ini. Aku korban nya dan aku sudah tidak mau mempermasalahkan ini lalu kenapa dia yang begitu sangat semangat sekali untuk melaporkan, padahal aku yang sebagian korban sudah tidak mau membahas nya lagi."
Rendy tidak pernah melihat Annabella yang begitu sangat emosional sekali dia pun memegang tangan Annabella.
"Aku mohon ya, Ayah bilang dengan istri Ayah. Jangan lagi ikut campur dalam permasalahan ku. Karena aku tidak suka dengan sikap nya yang terlalu berlebih-lebihan seperti itu."
Annabella menangis di hadapan Rendy dan Rendy merasa jika Annabella butuh waktu untuk menyendiri.
"Baiklah Sayaaaaang, maafkan apa yang sudah di lakukan oleh ibu mu yaa. Sekarang lebih baik kamu istrirahat yaa Nak."
Rendy memilih untuk keluar dari kamar Annabella dia menutup rapat pintu kamar Annabella.
Rendy merasa sangat binggung sekali ketika Annabella yang harus bertengkar dengan istri nya.
Annabella menagis dan terus-menerus menangis.
"Walaupun dia adalah wanita yang jahat tapi dia tetap ibu kandung ku, dia yang melahirkan ku. Aku memang belum tentu semua rahasia yang Ibu sembunyikan kepada ku tapi dengan melihat teror gunting dengan tinta merah pekat aku seperti mengetahui jika ibu itu pernah melakukan apa."
Annabella mengambil handphone nya, dia mengirimkan pesan kepada ibu nya.
__ADS_1
*Ibu aku sayang ibu walaupun apa pun yang pernah ibu lakukan, aku ingin ibu selalu menjaga diri ibu. Aku yang mungkin tidak bisa bersama dengan ibu di hari-hari tapi percayalah aku selalu menginginkan ibu bisa melindungi diri ibu di mana pun ibu berada.,*
Annabella mengirimkan pesan tersebut dengan penuh tangisan.
Bella yang membaca pesan dari Annabella dia pun langsung menagis.
"Anak ku sayang, seperti dia sudah mengetahui kejahatan ibu nya. Annabella ibu berharap kamu juga bisa menjaga diri mu baik-baik."
Bella memilih untuk tidak membalas pesan dari Annabella dia hanya memandangi wajah Annabella dan mencium foto Annabella.
Ardika melihat rasa cinta yang besar dari Annabella untuk Bella ibu nya.
"Walaupun dulu kau meninggalkan nya di saat dia masih kecil demi untuk menikah dengan Reymon tapi Annabella tumbuh menjadi wanita yang tulus hati begitu sangat tulus sekali kepada mu."
Bella pun merasakan hal yang sama.
"Ardika harus kah kita pergi dari Apartemen, kita pergi ke luar kota untuk menjalankan kehidupan yang baru."
Bella seperti ini melupakan balas dendam kepada lelaki misterius tersebut.
__ADS_1
"Tidak Bella, kita harus menghabisi nyawa lelaki misterius tersebut setelah itu kita baru bisa pergi dari Apartemen ini dengan tenang."
Bella pun memilih untuk diam dan terpaksa mengikuti apa yang di katakan oleh Ardika.