
Bella merasa sangat ketakutan sekali dia langsung memikirkan Kelvin yang di aniaya oleh Ardika.
"Kenapa harus aku yang mendapatkan surat itu, sedang kan orang yang membuat Kelvin seperti itu adalah Ardika. Dan apakah mungkin bahkan Kelvin masih hidup dengan luka yang begitu sangat banyak sekali."
Bella mulai tidak bisa mengendalikan emosi dan pikiran nya.
"Bella, kamu harus tenang yaa. Berpikir positif dan tenang. Kamu jangan dulu bertindak lebih baik aku mengatakan ini semua kepada Ardika."
Bella dengan tangan yang masih sangat bergetar dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ardika.
"Ayolah, jawab telephone nya. Jangan seperti ini membuat aku ketakutan sekali."
Bella terus saja mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ardika.
"Kenapa dia tidak menjawab panggilan telephone ku yaa, apa jangan-jangan Ardika di bunuh oleh Kelvin."
Bella pun seketika langsung menangis di dalam mobil nya.
__ADS_1
"Apakah ini yang akan mengantarkan aku ke dalam jeruji besi, tapi tidak melakukan nya. Aku hanya saksi saja Ardika yang melakukan nya."
Bella benar-benar tidak merasa tenang dia terus saja menghubungi nomer handphone Ardika.
"Lebih baik aku coba untuk mengirimkan pesan saja, yakin jika Ardika masih hidup."
*Ardika, aku ingin sekali bertemu dengan mu. Aku mendapatkan surat teror yang sangat mengerikan sekali seperti di tulis dari darah yang sangat segar.*
"Semoga saja Ardika bisa langsung membaca pesan dari ku, yakin berpikir positif Bella jika Ardika masih hidup dan dia sedang sibuk saja."
Bella terus saja memandangi handphone nya dan tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang.
"Apasih Mas Rendy, dia telephone terus aku. Bukan tadi dia sudah telephone di saat aku sedang kebingungan seperti ini."
Bella memilih untuk mengabaikan panggilan telephone dari Rendy dia hanya fokus menuggu Ardika yang menelephone nya.
"Aku juga harus menyelesaikan perceraian ku dengan Reymon besok, tapi sekarang aku malah mendapat teror misterius seperti ini. Jangan sampai ini menjadi kendala aku untuk menunda perpisahan bersama dengan Reymon."
__ADS_1
Bella pun juga memikirkan Annabella yang dia tinggal sendiri di Apartemen, Bella yang pergi tanpa sepengetahuan Annabella.
"Astaga, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Annabella di Apartemen. Ahhhh kenapa aku jadi seperti ini selalu saja memikirkan hal yang negatif terhadap segala nya."
Bella merasa sangat kebingungan sekali dia yang tidak tahu di mana tempat tinggal Ardika sekarang.
Bella pun memilih untuk keluar kembali dari mobil nya, dan dia melihat Robby asisten pribadi Jackson yang turun dari mobil nya dan menuju ke dalam cafe tersebut.
"Robby, sungguh sangat kebetulan sekali dia ada di sini."
Bella pun langsung berpikir jika Robby yang melakukan ini semua untuk nya, hanya untuk membuat nya ketakutan.
"Pada saat di kebun teh itu Robby pun ada di sana, tapi dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dan apakah aku harus mencurigai dia yang mencoba untuk membuat mental ku ini lemah."
Bella pun memilih untuk menghampiri Robby yang sedang duduk menunggu pesanan datang.
Kedatangan Bella membuat Robby pun langsung terkejut karena dia merasa Bella yang tidak pernah mau mengobrol dengan nya.
__ADS_1
Robby hanya bisa tersenyum manis sambil memandangi wajah Bella yang seperti ini duduk di samping kursi nya.