
Jackson terus saja memperhatikan Bella, ketika yang mendekorasi rumah datang.
Bella terlihat sangat sibuk sekali dan Jackson pun akhirnya menghampiri Bella.
Walaupun tidak mengatakan apa-apa, tapi Jackson membantu untuk mendekorasi ruangan tersebut.
Jackson merasa jika ini pasti membuat Jessica sangat senang sekali karena Jessica yang menyukai warna pink.
Bella melirikan mata nya kepada Jackson, dia melihat Jackson sudah mulai bisa berdekatan dengan nya.
Bella sangat tidak sabar sekali ketika nanti dia bertemu dengan Putri cantik nya.
Bella memberikan susu coklat hangat untuk Jackson, dan Jackson pun mengambil nya dan langsung menghabiskan nya.
"Semoga saja kekasih mu menyukai apa yang sudah kita rencanakan ini, semoga saja bisa menjadi pendamping hidup mu."
Bella meninggalkan Jackson ketika sudah berkata seperti itu.
"Semoga saja Papa menyukai Jessica."
Jackson pun merasa sangat ngantuk berat dia memilih untuk tidur.
"Jangan sampai aku kesiangan, karena aku mempunyai jadwal pemotretan bersama dengan Jessica."
Melihat Jackson menutup rapat pintu kamar nya, Bella memilih untuk memberitahu Jessica.
__ADS_1
"Aku harus memberitahu Jessi, jangan sampai dia belum mempersiapkan diri nya."
Bella memilih untuk menelephone Jessica di dalam mobil nya, dia merasa itu adalah tempat yang sangat aman sekali.
"Semoga saja Jessica sedang berada di dalam kamar nya, sehingga dia bisa bebas untuk menjawab panggilan telephone dari aku."
Jessica yang sedang mengobrol dengan ibu nya dia melihat handphone nya bergetar dan melihat jika Ibu kandung nya yang sedang menelephone.
Jessica pun terpaksa harus masuk ke dalam kamar nya.
"Buu, aku ke kamar dulu yaa. Ada panggilan telephone masuk."
Elsha merasa jika panggilan telephone itu dari Jackson.
"Seperti nya panggilan telephone itu dari Jackson, yasudahlah biarkan saja mereka berdua menjalankan hubungan mereka."
***Hallo Buuu, ada apa yaa Buu. Malam-malam begini ibu telephon.
*Jessi sayaaaaang, ibu hanya ingin memberitahu kamu. Besok Jackson berniat untuk mengajak kamu ke rumah ini, ibu ingin kamu sudah mempersiapkan diri agar besok kamu tidak terkejut ketika Jackson datang ke rumah.*
*Bertemu dengan Ibu saja,? aku harus bagaimana Buu. Aku belum siap jika harus bertemu dengan Papa nya Jackson.*
*Jessi sayaaaaang, semakin cepat kamu bertemu dengan keluarga Jackson. Maka semakin cepat pula kita berdua bisa bersama, Ibu sangat merindukan sekali kamu sayaaaaang.*
*Yasudah Buu, kalau begitu aku persiapkan dulu baju yang akan aku pakai besok. Terimakasih banyak yaa ibu sudah mau memberitahu aku.*
__ADS_1
*Iyaa sayaaaaang, ibu akan selalu membantu kamu untuk mempercepat hubungan kamu dengan Jackson.*
*Yasudah yaa buuu, aku sekarang mempersiapkan baju dan langsung tidur.*
*Iya sayang, good night mimpi indah**.
Jessica mengakhiri panggilan telephone nya.
Jessica terlihat sangat kebingungan sekali pakaian apa yang akan dia pakai.
"Bagaimana jika Papa Jackson tidak mau menerima kehadiran kuu, dia tidak suka dengan ku dan dia langsung menolak aku dekat dengan Jackson."
Jessica merasa ingin terlalu cepat untuk nya, hubungan mereka berdua baru hitungan jari.
"Hubungan belum saja satu bulan, tapi Jackson kenapa begitu sangat yakin sekali dengan kuu. Mungkin dia yakin tapi Papa nya belum tentu bisa menerima kehadiran kuu."
Jessica membuka pintu lemari baju nya, dia melihat baju mana yang akan dia pakai.
"Ahhhhhhh, untung saja Ibu memberitahu aku. Coba kalau tidak ini sangat dadakan sekali loh dan pasti membuat aku marah-marah kepada Jackson."
Jessica terus saja memilih mana baju yang akan dia pakai.
"Ahhhhhhh, aku sangat binggung sekali."
__ADS_1
Jessica pun memilih untuk membaringkan tubuh nya di atas kasur yang penuh dengan tumpukan baju-baju yang dia keluarkan.