
Annabella keluar dari kamar nya karena memang sudah menjelang makan malam.
Annabella tidak melihat adanya makanan di meja makan dan dia juga melihat pintu kamar ibu nya yang masih tertutup.
"Apakah ibu memang masih tidur,? tidak seperti biasa nya dia berlama-lama di dalam kamar."
Annabella pun memilih untuk memasak sendiri makanan untuk makan malam mereka dia tidak mau menggangu ibu nya.
Bella masih saja menunggu kabar dari Ardika, dia terus saja memandangi layar handphone nya.
"Ahhhhhhh, kenapa dia belum juga memberikan aku kabar."
Bella pun merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Ardika kepada nya.
"Oke, lebih baik sekarang aku coba untuk menghubungi nya lagi."
Bella pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ardika yang aktif.
Dan akhirnya panggilan telephone itu pun menyambung dan mendapatkan respon dari Ardika.
*Hallo Bella, ada apa kamu menelephone ku. Aku sedang melihat sesuatu yang sangat penting.*
*Ardika, aku sekarang sangat ketakutan sekali. Aku mendapatkan surat ancaman.*
*Surat ancaman dari siapa Bella, kamu jangan berpikiran seperti itu.*
__ADS_1
*Aku mendapatkan surat yang di tulis oleh tinta merah pekat dan aku rasa itu seperti darah dan tertulis dengan huruf kapital bahkan Aku masih hidup.*
*Bella, kamu jangan panik dulu yaa. Sekarang kamu simpan baik-baik surat itu yaa.*
*Iyaa Ardika aku simpan di dalam mobil.*
*Yasudah kamu tenang yaa, besok siang kita ketemu di Restoran biasa.*
*Iya Ardika, besok aku juga akan menyerahkan berkas perceraian ku kepada Reymon.*
*Yasudah, aku lanjutkan pekerjaan ku yaa.*
Ardika pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
Tampa sepengetahuan Bella ternyata Annabella mendengar kan pembicaraan mereka berdua.
Annabella pun langsung mengetuk pintu kamar Ibu nya dan menyuruh nya untuk segera makan.
"Buu, ayo keluar aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita berdua."
Bella mendengar suara Annabella dia pun langsung membuka pintu kamar nya.
Annabella memperhatikan wajah ibu nya yang sangat pucat sekali.
"Ibu kenapa,? apakah ibu sakit. Wajah ibu sangat pucat sekali."
__ADS_1
Annabella memandangi wajah ibu nya sambil memegang tangan nya.
"Ibu, sedikit tidak enak badan saja sayaaaaang. Dan ibu juga tidak bermake-up."
Bella pun langsung menarik tangan Annabella untuk menuju ke tempat makan.
"Wahh, ini kamu yang memasak nya sayaaaaang. Terimakasih banyak yaa sayaaaaang maafkan ibu yang merepotkan kamu."
Bella dan Annabella pun menarik kursi dan mereka duduk berhadapan.
"Bu, besok kan hari ibu untuk menyelesaikan kasus perceraian ibu. Tapi kondisi ibu seperti ini apakah ibu masih ingin melanjutkan nya."
Bella pun menghela nafas panjang sambil tersenyum manis kepada Annabella.
"Ibu tetap ingin berpisah dengan Om Reymon, walaupun Ibu sakit. Ibu akan memaksa nya sayaaaaang."
Annabella pun tidak mau mengganggu nafsu makan ibu nya, dia pun melanjutkan makan nya.
Annabella melihat ibu nya yang seperti banyak memikirkan beban, dia juga ingin tahu apa tulisan kertas yang ibu nya bicara di telephone.
"Annabella, sangat enak sekali masakan kamu Nak. Kamu hebat bisa masak se enak ini."
Annabella tersenyum bahagia ketika ibu nya yang memuji masakan nya.
"Terimakasih banyak ibu, aku belajar dari internet saja."
__ADS_1
Annabella dan Bella menyelesaikan makan malam nya bersama.