Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (133)


__ADS_3

Bella tidak menyangka jika Kelvin berani melakukan itu semua kepada putri nya.


*Plaaaakkkkkkk, Plaaaakkkkkkk*


Bella menampar Kelvin berkali-kali sambil menangis di hadapan hadapan Kelvin.


"Tega sekali kamu menyentuh anak kuuu, melecehkan dia. Kamu kurang ajar sekali yaa."


Kelvin menundukkan kepalanya dia tidak berani untuk menatap wajah Bella.


"Kelvin kamu membuat ku malu sekali, kita datang ke sini untuk menjaga Annabella tapi kamu berani sekali melecehkan Annabella.'


Ardika begitu sangat emosional sekali dia sudah tidak tahan ingin melampaui kekesalannya terhadap Kelvin.


Ardika menyuruh orang yang membantu Annabella untuk pergi, karena dia ingin sekali menyiksa Kelvin tanpa sepengetahuan orang lain.


Melihat orang tersebut sudah pergi akhirnya Ardika pun langsung menyeret Kelvin dan menghabisi nyawa Kelvin di hadapan Bella.


Bella begitu sangat terkejut sekali ketika Ardika sampai melakukan hal tersebut.

__ADS_1


"Ardika kau gila,???? kenapa sampai harus menghabisi nyawa Kelvin. Ini hanya membuat permasalahan besar saja."


Bella melihat kondisi Kelvin yang sudah tidak bernyawa dan Bella pun begitu sangat panik sekali karena di luar kendali nya.


"Bagaimana ini jangan sampai ada orang yang tahu, ini di luar rencana kita berdua."


Ardika pun membawa Kelvin yang sudah tidak bernyawa dan dia melihat ada sungai di depan nya.


"Kita buang saja jasad di aliran sungai itu, setelah itu kita bisa langsung pergi."


Bella hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Ardika dia begitu sangat ketakutan sekali.


Ardika dengan begitu sangat kejam nya dia melemparkan jasad tersebut ke aliran sungai.


Bella terus saja memandangi tubuh Kelvin yang di bawa oleh arus sungai yang lumayan besar.


"Maafkan aku Kelvin, semua karena kelakuan mu sendiri. Kamu membuat putri menjadi trauma seperti itu ketika dia yang baru sembuh dari permasalahan pernikahan nya."


Ardika menarik tangan Bella untuk segera pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Bella pun menangis apa yang harus dia katakan kepada Rendy dan Elsha dengan kondisi Annabella yang seperti ini.


"Ardika, aku takut untuk kembali ke Jakarta. Aku gagal untuk menjaga Annabella. Aku sangat bersalah sekali dengan hal ini dan aku takut Annabella akan mengalami despresi berat karena hal ini."


Ardika tidak pernah melihat Bella yang begitu sangat ketakutan sekali seperti ini, padahal Bella yang pernah membuat Sesilia meninggal tapi tidak seperti ini.


Robby pun memilih untuk menghampiri tempat kejadian tersebut tapi dia tidak melihat siapa pun.


"Kenapa tidak ada siapapun di sini, kemana mereka. Apakah lelaki itu kabur melarikan diri."


Robby pun lebih memilih untuk kembali menghampiri Annabella dan Annabella yang masih saja menagis histeris sambil memegang tubuh nya.


"Lebih baik aku pergi saja dan memberitahu kepada Tuan Jackson, dia harus mengetahui semuanya."


Robby memilih untuk kembali ke dalam mobil nya dia pun memilih untuk langsung pergi dia tidak mau membicarakan tentang ini di telephone.


Ketika Robby pergi, Bella datang dan melihat Annabella yang masih duduk di tanah menangis sambil memegang tubuh nya.


Bella tidak kuasa melihat itu semua, dia pun mencoba untuk menghampiri Annabella secara perlahan-lahan.

__ADS_1


"Sayaaaaang, ini ibu Nak. Kamu jangan seperti yaa sayaaaaang. Maafkan ibu yaa sayang maafkan ibuu."


Annabella menepis tangan Bella dia tidak mau di sentuh oleh Bella.


__ADS_2