
Annabella bisa di pastikan untuk pulang dia pun tersenyum manis kepada ibu nya.
"Bu, kita pulang aku sudah tidak mau lagi untuk berada di tempat ini."
Annabella yang sudah di periksa dan di lepas infusan nya.
"Iyaa sayaaaaang, jangan sampai kita harus masuk lagi ke rumah sakit ini yang terakhir kali yaa sayang."
Setelah bersiap-siap untuk pulang, Elsha memegang erat tangan Annabella dia melihat suami yang sedang mengurus administrasi milik Annabella.
"Sayang, ayo kita masuk ke mobil. Supir sudah menunggu kita di sana."
Rendy hanya bisa melihat Annabella dari kejauhan dia begitu sangat merindukan Annabella.
"Ayah ingin sekali memeluk mu sayaaaaang, tapi Ayah juga tidak mau membuat kamu histeris berteriak-teriak membuat kamu tidak nyaman saat bertemu dengan Ayah."
Rendy pun memilih untuk menunggu Annabella masuk ke dalam mobil nya, baru dia keluar dari Rumah Sakit.
Elsha membalikkan badan nya dia melihat suami nya yang berada di belakang mobil nya.
__ADS_1
Elsha merasa sangat sedih sekali ketika suami nya tidak bisa bersama dengan dirinya.
"Annabella, apakah kamu tidak merindukan Ayah ?."
Elsha mencoba untuk membuat Annabella ingatan nya kembali untuk mengingat Ayah nya kembang.
Tapi Annabella memilih untuk diam saja dia seperti mengabaikan ucapan dari Ayah nya.
"Ayah, yang sering mengantar kamu di saat pemotretan. Ayah yang selalu ada untuk kamu di saat kamu sedih dan Ayah yang melindungi kamu di saat kamu terluka."
Elsha memperlihatkan foto-foto kebersamaan Annabella dengan Ayah nya, dan Annabella pun hanya melirik nya saja.
Annabella menyuruh Elsha untuk tidak memperlihatkan foto-foto itu kepada nya, rasa sakit hati dengan Jackson dan di tambah dengan kasus pelecehan ini membuat Annabella semakin tidak mau berdekatan dengan lelaki.
"Tidak sayang, ini Ayah mu bukan orang-orang pernah membuat kamu terluka bukan sayaaaaang. Ayah sangat baik sekali sayaaaaang."
Elsha yang terus mencoba untuk meyakinkan Annabella.
"Tidak Buu, aku tetap tidak mauuuu. Jangan sampai dia masuk ke rumah kita, aku tidak suka berdekatan dengan lelaki."
__ADS_1
Elsha merasa sangat sedih sekali dia tidak tahu harus berkata lagi, Elsha pun hanya bisa mengandalkan Psikiater untuk bisa membuat Annabella seperti dulu lagi.
"Iyaa sayaaaaang, tenang saja Rumah kita pasti aman kok sayang tidak akan ada lelaki yang masuk ke dalam rumah kita."
Elsha harus membuat Annabella merasa sangat tenang ketika dia berada di rumah nya.
Dan akhirnya mereka pun sampai di depan rumah mereka, Annabella pun langsung membuka pintu mobil nya. Karena dia melihat bunga-bunga yang layu tidak terurus.
"Oh, kasihan sekali kalian tidak ada yang menyiram jadi nya kalian layu begini yaa."
Annabella pun langsung berlari untuk mengambil tempat untuk menyiram bunga-bunga tersebut.
Elsha pun hanya membiarkan Annabella melakukan apa yang ingin dia lakukan.
"Selama itu tidak membahayakan dan Anna merasa senang apapun itu tidak apa-apa."
Elsha memandangi pegawai nya untuk mengambil barang-barang yang ada di bagasi mobil.
Elsha tidak mau membiarkan Annabella sendirian, dia harus selalu bersama dengan Annabella.
__ADS_1
Elsha pun mencoba untuk membantu Annabella.