
Bella dan Ardika sampai di Apartemen mereka, Bella menginginkan Reymon mengalami hal yang sama dengan Jackson.
"Aku sudah sangat mual sekali untuk tinggal di sana, aku sudah sangat bosan dengan topeng ku yang menjadi istri yang baik. Aku melihat perlakuan Jackson terhadap Jessica sangat tidak baik sehingga aku ingin secepatnya menyelesaikan permainan ku ini."
Bella terlihat sangat serius sekali mengatakan hal tersebut kepada Ardika.
"Kau ingin membunuh Reymon,? apakah tidak terlalu cepat. Di saat sekarang Jackson yang masih terbaring di Rumah Sakit."
Bella terdiam ketika mendengar perkataan Ardika.
"Jessica terlihat sangat mencintai Jackson, seharusnya kamu pikirkan hal itu. Jika Jackson mengetahui semuanya dia pasti akan membalas dendam kepada Jessica. Sekarang lebih baik kamu buat Jessica dan Jackson berpisah baru kamu pikirkan bagaimana cara menyingkirkan Reymon."
Ardika dan Bella pun merasa sangat tertantang sekali.
"Aku tidak mengerti apa yang membuat Jackson berubah sikap nya kepada Jessica, padahal sebelumnya dia sangat mencintai Jessica dan itu akan mempermudah aku untuk membuat Jackson merasa kehilangan Jessica tapi ternyata semua menjadi terbalik tidak seperti yang aku bayangkan."
Bella merasa jika memisahkan Jessica dengan Jackson itu adalah hal yang sangat berat sekali.
__ADS_1
"Sudahlah Bella, bersikap baik seperti dulu saja. Sebelum kita membahas tentang rencana kita ke depan nya seperti apa."
Ardika pun semakin yakin jika Bella akan bisa bersama dengan nya, dia bisa memiliki Bella seutuhnya.
***
Ke adaan di rumah sakit, Jessica begitu sabar sekali menghadapi sikap Jackson kepada nya.
Jackson yang sudah mencoba untuk bersikap dingin tapi Jessica masih bisa sabar.
"Jessica, lebih baik kamu pulang saja. Aku tidak mau di temani oleh kamu."
"Kamu tidak mau di temani oleh aku,??? aku itu adalah istri kamu Jackson. Lalu kamu ingin di temani oleh siapa?."
Jessica mulai emosional dengan perkataan Jackson.
"Aku ingin sendiri, aku ingin menyendiri. Aku mohon kamu mengerti keinginan ku dan jangan selalu bertanya kenapa dan kenapa hanya membuat ku pusing."
__ADS_1
Jessica menghampiri Jackson dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu tidak nyaman dengan kehadiran ku,? aku hanya membuat mu pusing?. Lalu kamu tidak mau lagi melihat wajah kuu."
Jackson tidak berani menatap wajah Jessica.
"Pergi Jessica Pergi sekarang juga."
Terdengar suara Jackson yang begitu sangat keras sekali sehingga membuat Robby langsung masuk ke dalam ruangan.
"Ada apa dengan kalian berdua, suara terdengar sangat kencang sekali ke luar."
Robby melihat Jessica menagis tersedu-sedu.
"Jackson sudah tidak mau aku untuk menemani nya, apa salah aku ingin menemani suami ku yang sekarang sedang sakit. Tapi kenapa dia menyuruh ku untuk pergi,? apakah ada perempuan lain yang dia tunggu-tunggu untuk datang menemani nya."
Robby merasa sangat tidak tega melihat Jessica yang terus menerus menangis sedang Jackson memilih untuk tidak menatap wajah Jessica.
__ADS_1
"Nona, maafkan apa yang sudah di katakan oleh Tuan Jackson. Mungkin kecelakaan ini membuat nya teringat dengan Almarhum Mama nya, karena ternyata kematian Ibu Sesilia itu bukan karena kecelakaan melainkan pembuatan berencana yang sangat tragis sekali."
Jessica pun langsung terdiam ketika mendengar hal tersebut, dia pun langsung menatap wajah Jackson yang memang terlihat sangat sedih sekali.