Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (218)


__ADS_3

Ketika Annabella yang menjadi tinggal bersama dengan Lucas dan Ibu nya.


Bella baru saja sadar dari tidurnya, Bella seketika langsung terkejut ketika ketika melihat ada kertas putih di sebelah bantal nya.


Bella pun langsung membaca tulisan kertas putih tersebut.


"Annabella, dia sedang dalam kondisi bahaya. Tidak aku harus pergi ke Apartemen itu."


Annabella pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dia pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi.


"Annabella, maafkan ibu yaa sayang."


Suara penyesalan Bella yang merasa jika Annabella yang harus menanggung semua nya.


Bella pun memilih untuk menunggu taksi karena mobil nya yang di pakai oleh Annabella.


"Aku sangat ketakutan sekali, aku takut nyawa di bayar dengan nyawa. Dan mereka mengincar Annabella untuk mereka habisi nyawa nya."


Bella pun akhirnya menemukan naik naik, Bella menuju ke Apartemen tersebut.

__ADS_1


"Aku yakin Annabella pasti sudah pergi dari Apartemen itu dan aku memang harus pergi dari Apartemen itu. Mencari keberadaan yang aman untuk aku dan juga Annabella."


Bella akhirnya sampai di depan gedung Apartemen nya dan langsung berjalan cepat menuju ke Apartemen nya.


Ketika berada di dalam lift dia melihat ada lelaki berjas putih dengan masker hitam yang menutupi wajah nya.


Bella begitu sangat ketakutan sekali dia pun ingin segera keluar dari lift tersebut, Bella terus saja menundukan kepalanya dia tidak berani untuk menatap wajah lelaki tersebut.


Tapi ternyata lelaki tersebut lebih dulu keluar dari lift tersebut dan menjatuhkan kertas di hadapan Bella.


Seketika Bella juga langsung mengetahui jika lelaki tersebut adalah yang menyebarkan teror misterius terhadap nya.


Bella pun langsung mengambil kertas putih tersebut dan menggenggam erat kertas putih tersebut.


"Dia lagi-lagi meneror ku kembali, Astaga tidak habis-habisnya di seperti ini kepada ku."


Bella pun akhirnya keluar dari lift dan berjalan menuju ke kamar Apartemen nya, Bella menekan tombol bell.


Sehingga Ardika mengetahui kedatangan nya dan Ardika pun melihat dari ternyata itu adalah kedatangan Bella.

__ADS_1


Ardika langsung membuka pintu tersebut dan Bella dengan penuh emosional dia berteriak-teriak kencang di dalam Apartemen sambil melemparkan kertas putih di tangan nya.


Ardika langsung mengambil kertas putih tersebut dan dia juga membaca tulisan.


*KAMU HARUS MEMBAYAR NYAWA DI BALAS DENGAN NYAWA.*


Ardika langsung merobek kertas putih tersebut dan dia semakin ingin tahu siapa orang di balik ini semua nya.


"Siapa yang berani melakukan nya, dia maksud adalah nyawa Kelvin atau nyawa Sesilia karena kita berdua yang melakukan itu semua nya."


Bella menghampiri Ardika dan dia pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari kekasihnya tersebut.


"Apakah ini adalah teror dari keluarga Jackson kepada ku, tapi dia tidak mungkin melakukan hal ini karena Annabella yang seperti nya mereka incar. Jackson tidak mungkin melakukan nya karena Jackson masih mencintai Annabella."


Ardika pun langsung berpikir bahwa ini adalah kasus pembunuhan Kelvin.


"Jika ini adalah kasus pembunuhan Kelvin, lalu siapa yang melakukan nya ini. Karena kakek tua itu tidak mungkin mampu untuk membayar orang untuk menghabisi nyawa kita."


Ardika dan Bella pun langsung terdiam dan memikirkan nya, Bella berjalan menuju ke kamar nya dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat sprei nya yang penuh dengan darah.

__ADS_1


__ADS_2