
~~Keesokan harinya ~~
Jessica terbangun dari tidur lelap nya, dia melihat Jackson yang masih terlelap tidur.
"Lebih baik aku tidak menggangu tidur nya Jackson, aku mandi duluan saja."
Jessica bersiap-siap untuk mandi sebelum dia membuka pintu kamar mandi nya dia mendengar suara keran air yang mengalir.
"Apa semalam Jackson ke kamar mandi yaa, dan lupa untuk menutup keran air."
Jessica pun langsung membuka pintu kamar mandi tersebut.
Tapi dia melihat air keran yang tertutup dan lantai kamar mandi yang kering.
"Aneh sekali ini yaa, yasudahlah lebih baik aku langsung mandi saja."
Ketika air shower mengalir ke tubuh Jessica dan dia memejamkan mata nya.
Jessica seperti merasakan ada seseorang di depan nya dan seperti memperhatikan nya.
Jessica langsung membuka mata nya tapi di hadapan nya tidak ada siapapun.
Jessica pun lebih memilih untuk menghentikan mandi nya.
Dia tidak mau berlama-lama di dalam kamar mandi tersebut.
Jessica keluar dari kamar mandi dan Jackson melihat Jessica seperti ketakutan sekali.
"Jessi, kamu kenapa ? kamu seperti ketakutan sekali sih."
Jessica tidak mungkin mengatakan nya karena semua seperti halusinasi saja.
"Tadi di kamar mandi ada kecoa aku takut sekali dan memilih untuk menyudahi mandi kuu."
Jackson pun langsung masuk ke dalam kamar mandi tersebut tapi dia tidak menemukan apapun di sana.
"Tidak mungkin ada kecoa di sini, ada apa dengan Jessica."
Jessica memilih untuk langsung keluar dari kamar nya, dia memilih untuk menunggu Jackson di meja makan.
Reymon melihat Jessica yang rambut nya masih basah dan belum ber make up.
Bella langsung menghampiri Jessica dia merasa Jessica sedang mengalami sesuatu.
"Jessi, kamu kenapa? kamu baik-baik saja kan?."
Jessica tidak mungkin mengungkapkan semua di hadapan Ibu nya karena ada suami nya di sana.
"Aku terburu-buru Mam, karena hari ini adalah jadwal pemotretan aku. Setelah aku cuti nikah kemarin."
Jackson berjalan menuju ke tempat sarapan.
__ADS_1
"Hmmmmm, Jackson. Hari ini adalah hari pertama kamu berkerja di perusahaan Papa dan hari ini juga Jessi pertama untuk pemotretan. Bagaimana kalau Mama saja yang menemani Jessi, Mama ingin semakin dekat dengan Jessica."
Jessica pun melirik ke arah Jackson, dia berharap agar Jackson mau mengijinkan nya.
"Ide yang sangat bagus sekali, Jackson kamu pergi bersama dengan Papa dan Mama pergi bersama dengan Jessica. Ini sangat menarik sekali kan, karena Jessica juga harus bisa dekat dengan Mama."
Jackson pun akhirnya mengikuti apa yang di inginkan oleh Bella.
"Baiklah, kamu hati-hati yaa sayaaaaang."
Jessica pun bisa bernafas lega dia bisa menceritakan semuanya kepada Ibu nya.
"Terimakasih yaa Jackson."
Jessica tersenyum manis kepada suaminya tersebut.
Handphone Jackson bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Robby.
Jackson pun langsung membaca pesan tersebut.
****Tuan Jackson, sekarang saya berniat untuk mencari cctv pada kejadian sebelum kecelakaan Ibu Sesilia. Tapi pastikan Bu Bella tidak ada di rumah ini.*
*Kamu tenang saja, Mama Bella hari ini mengatakan Jessica ke lokasi pemotretan. Itu pasti akan lama sekali.*
*Baiklah saya akan datang setelah Bu Bella pergi dari rumah***.*
Jessica memperhatikan wajah Jackson yang terlihat sangat serius sekali.
Jackson pun langsung memasukkan handphone nya ke saku celana nya.
"Ini ada pesan dari seseorang yang menawarkan untuk jadi model pemotretan, dan aku mencoba untuk menjelaskan semuanya penolakan tapi sedikit sopan."
Jessica seketika langsung percaya tapi Bella seperti mencurigai Jackson.
Bella tidak mau jika Jackson menghianati Jessica karena wanita lain.
"Jessica, sebaiknya kita pergi sekarang saja yaa. Takut di jalan nanti macet dan kamu telat."
Jessica dan Bella pun berpamitan dengan suami mereka masing-masing.
Reymon pun tersenyum manis ketika melihat keakraban mereka berdua.
"Papa tidak menyangka sekali jika Jessica dan Mama bisa seperti ibu dan anak seperti itu, bukan menantu dan mertua."
Jackson pun memprihatinkan mereka berdua dan menang merasa sangat banyak sekali kesamaan.
"Yasudahlah Papa, lebih baik sekarang kita langsung pergi saja ke kantor. Aku sudah bersemangat sekali untuk berkerja."
Jackson dan Reymon pun bersiap-siap untuk pergi.
Ketika di dalam mobil Jackson mengeluarkan handphone nya.
__ADS_1
*Segera cari cctv tersebut, kita semua sudah meninggalkan rumah.*
Membaca pesan singkat dari Jackson, Robby pun bersiap untuk mencari rekaman cctv tersebut.
*Baiklah, saya segera pergi.*
Reymon memperhatikan Jackson yang memang terlihat serius sekali ketika melihat handphone nya.
"Jackson, apa yang sebenarnya kamu rencanakan. Kamu bisa membohongi isteri mu tapi tidak untuk Papa. Sikap kamu seperti ini bisa membuat Jessica berpikir negatif terhadap kamu , jika bisa berpikir kamu sedang mengirimkan pesan dengan wanita lain."
Jackson pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Papa nya.
"Aku sedang membalas pesan dengan Robby, aku tidak mungkin menghianati Jessica pernikahan kita saja baru hitungan jari."
Jackson memilih untuk menonaktifkan handphone agar dia bisa lebih fokus ketika berada di kantor.
***
Bella melihat Jessica yang sepanjang perjalanan hanya terdiam dan melamun saja.
Jessica belum bercerita kepada Ibu nya.
"Jessi, kamu kenapa sayang. Jangan seperti ini membuat Ibu hawatir sekali kamu hanya diam dan melamun saja."
Jessica meneteskan air mata nya.
"Buuuu, apa salah kuu yaa. Padahal sebelumnya aku belum pernah bertemu dengan Mama nya Jackson. Tapi kenapa dia seperti mengganggu kuu di rumah itu dan membuat aku sangat tidak nyaman sekali untuk tinggal bersama dengan Jackson."
Apa yang di pikiran oleh Bella ternyata benar, Jessica dia bayang-bayang kan arwah Sesilia.
"Jessica, bagaimana jika kamu meminta kepada Jackson untuk honeymoon bersama. Dan kalian berdua bisa bermalam berdua di Apartemen atau di hotel."
Jessica hanya bisa terdiam saja karena Jackson tidak mungkin mau di saat dia yang sekarang sedang sibuk dengan pekerjaan baru nya.
Jessica pun memilih untuk menyisir rambut nya dan memakai make up nya.
"Aku tidak boleh terlihat sedih seperti ini, aku harus terlihat ceria dan cantik di depan para penggemar kuu."
Bella membantu Jessica untuk merapikan rambut dan make up nya.
"Kamu cantik sekali sayaaaaang."
Bella memuji kecantikan Jessica.
Jessica pun keluar dari mobil nya ketika para penggemar nya.
Bella terus saja memperhatikan Jessica dia memilih untuk diam di dalam mobil saja.
"Jessica, anak ku sayang. Kamu begitu sangat cantik sekali Nak. Kamu begitu sangat banyak sekali yang menyukai muu, lebih baik Jessica terus saja menjadi seorang model. Agar dia mempunyai kesibukan sendiri."
__ADS_1
Bella pun keluar dari mobil nya, dia melihat Jessica yang mulai melakukan pemotretan nya.