Crisis World XX

Crisis World XX
Chap. 111 : Misi di Nagoya


__ADS_3

Akhir-akhir ini, virus Idol telah menyebar di seluruh antero Jepang. Banyak grup-grup dance dan Idol yang bermunculan layaknya buih-buih di lautan. Tapi dari sekian banyak grup Idol dan dance yang menjamur tersebut, ada sebuah grup yang paling di kenal banyak orang.


Di sebuah Studio Dance di kota Nagoya, bangunan itu sedang di sewa dan tidak bisa dimasuki oleh orang lain selain penyewanya. Dan yang menyewanya adalah grup Idol paling terkenal di Jepang, Rainbow Cookies.


Grup yang terdiri dari lima orang personil dan menjadi fenomena di seluruh Jepang karena ketenaran serta kecantikannya membuat mereka dengan mudah menempati tangga teratas dari seluruh grup Idol di Jepang.


"Satu, dua, tiga, empat! Satu, dua, tiga, empat!"


Kali ini seperti biasa mereka sedang latihan koreografi oleh pelatih tari mereka. Selain kecantikan yang mereka miliki, keluwesan mereka saat menari serta suara yang ceria dan dapat menarik hati siapapun yang dapat mendengarnya menjadi nilai tambah dari diri mereka.


Wajah mereka berlima menunjukkan kalau mereka serius dan tidak main-main ketika sedang latihan menunjukkan betapa tingginya profesionalitas mereka.


Pelatih tari mereka menepuk tangannya sesuai irama dan diikuti dengan gerakan kombinasi yang akan mereka lakukan di atas panggung sambil membawakan lagu original mereka.


"Satu, dua, tiga! Lalu berkumpul dan ...."


Mereka telah mencapai bagian akhir dari latihan menari mereka. Tarian-tarian intens yang mereka lakukan di awal sampai ke tengah lagu, di tutup dengan sebuah gerakan indah dan pada saat bagian terakhir, mereka semua berkumpul di tengah lalu menutup pertunjukan mereka.


"... Selesai!"


Tepuk tangan kekaguman diberikan oleh pelatih tari mereka berkat anak-anak latihnya yang sangat baik menjalankan instruksi yang ia berikan.


"Kalian hebat seperti biasanya, setelah ini kalian boleh istirahat dan langsung pulang ke dorm. Mobil kalian akan datang sebentar lagi."


"Baik~" Pelatih tari mereka kemudian berjalan keluar dari sana.


"Waah! Akhirnya selesai juga! Tubuhku lelah sekali."


"Terima kasih atas kerja kerasnya."


Mereka semua tampak kelelahan dan tubuh mereka penuh keringat dan semuanya terduduk bersandar di dinding kecuali satu orang yang memberikan mereka semua air mineral untuk menghilangkan rasa lelah mereka. Orang itu adalah Koyomi Arisu.


"Terima kasih, Arisu-chan. Seperti biasa kau nampak tidak kelelahan sama sekali."


"Nn? Mana ada, tentu saja aku sama kelelahannya dengan kalian. Lihat ini keringatku jatuh." Arisu menunjukkan sebutir keringat yang berada di tengkuk di bawah rambut pendek coklatnya.


"Keringatmu cuma itu doang? Itu sama saja kau tidak kelelahan."


"Benar tuh, apa kau punya rahasia supaya staminamu bagus begitu?"


"Rahasia?"


Teman-teman mereka bertanya pada Arisu. Tapi mereka semua yang hanya orang biasa tidak akan pernah tahu rahasia sebenarnya, karena Arisu adalah seorang Exception. Tentu saja ia memiliki daya tahan yang lebih tinggi dari manusia biasa.


Dan ia tidak ingin teman-teman Rainbow Cookies kesayangannya mengetahui rahasia besarnya ini. Jadi dia sebisa mungkin mengelak dengan jawaban yang dapat mereka percaya.


"Mungkin karena aku lebih muda dari kalian semua. Benar. Itu rahasianya!"


"Kau ini tidak pernah ingat umur ya, Arisu-chan?" Orang yang bicara seperti itu adalah Usagi Pecola. Dia memiliki rambut berwarna putih dengan gradasi biru muda di bagian satu kepang kecilnya di bagian poni kirinya.


"Pecola-chan benar, apa kau tidak lihat yang paling muda kondisinya sedang seperti apa." Lalu dia adalah Oniri Ayamy. Dengan rambut merah muda bergelombang yang ia uraikan.


Ia menunjuk ke arah dua member mereka yang paling muda yang sedang kelelahan dan hampir menghabiskan masing-masing satu botol air mineral.


"Aku malah merasa tersindir dengan kata-katamu, Arisu-senpai."


"Aku juga."


Mereka adalah duo termuda di Rainbow Cookies—Aderia Ria dan Akai Edna. Masing-masing berusia 16 dan 17 tahun, tapi talentanya dalam bernyanyi dan menari tidak perlu diragukan lagi. Meskipun masalah mereka adalah mereka mudah lelah.


Ria-chan memiliki warna rambut berwarna hijau kalem dengan panjang sedikit melewati bahu dan memiliki tipe rambut ikal. Sementara Edna-chan memiliki rambut berwarna merah terang membuatnya tampil sangat mencolok dan menjadi pusat perhatian di Rainbow Cookies.


"Baiklah, baiklah, maafkan aku. Saat kita pulang aku traktir makan, deh. Apa kalian mau memaafkanku?"


"Wah! Benarkah?!"


"Hadeh ... pakai cara curang yang tidak bisa aku tolak."


Dan dengan mudahnya mereka memaafkan Arisu hanya dengan sebuah traktiran makan, tapi siapa yang tidak tergoda dengan hal menggiurkan seperti itu.


"Eh~ Tentu saja kau akan mentraktir kami juga, kan?"


"Kalian yang sudah kepala dua bayar sendiri."


Wajah senang Pecola dan Ayamy seketika runtuh mendengar kalau mereka harus bayar sendiri. Tapi saat mereka berlima baru ingin pergi dari studio dance itu, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Arisu.


"Ano ... maaf mengganggu kesenangan kalian. Tapi Koyomi-san, bisa anda kesini sebentar?"

__ADS_1


Arisu kemudian menghampiri laki-laki dengan suit lengkap dan kacamata hitam yang terlihat garang itu. "Ada apa?" tanya Arisu.


"Maaf sebelumnya, tapi kami terpaksa harus memecat seluruh bodyguard yang sudah kami rekrut."


"Hah?! Kenapa tiba-tiba seperti itu? Konsernya tinggal seminggu lagi, lho!"


"Aku tahu itu, Nona. Tapi setelah kami melakukan pemeriksaan lebih dalam, kami mendapat bukti kalau mereka semua merupakan fans dari Rainbow Cookies."


Meskipun sempat marah, tapi Arisu langsung melunak karena alasan yang diberikan oleh orang itu cukup jelas. Persyaratan yang diminta oleh Arisu sebenarnya hanya dua. Yang pertama adalah mereka harus seorang Exception, dan yang kedua mereka tidak boleh seseorang yang mengidolakan Rainbow Cookies.


"Begitu. Tapi kau sudah menemukan penggantinya, kan?"


"So-soal itu ... ano ... sa-sayangnya ...."


"Kau masih belum menemukannya?" Tatapan Arisu langsung kembali marah dan membuat laki-laki itu ketakutan.


"Ma-maaf, Nona! Akan segera kami carikan penggantinya secepatnya!"


"Kalau begitu lakukan dengan cepat."


"Ba-baik!"


Arisu yang tadinya semangat langsung lemas dan mood-nya jadi sedikit rusak. Ia kemudian berbalik dan berniat untuk kembali ke teman-temannya. Tapi laki-laki tadi menemukan sebuah tanah kotor di bagian belakang bajunya dan ia ingin membersihkannya.


"Maaf, Nona ...."


"Hn?"


Ziing... Braak...


Tapi tiba-tiba laki-laki itu langsung terpental jauh dan berhenti saat menabrak tembok ketika ia ingin menyentuh Arisu. Arisu yang sempat bingung tapi langsung mengerti dengan apa yang terjadi. Ia hanya menghela nafas dan tidak membantu laki-laki tadi.


"Arisu-senpai! Apa yang terjadi?! Apa kau baik-baik saja?!" Tapi suara tadi cukup keras sehingga dapat terdengar dari dalam dan menarik perhatian yang lainnya.


"Oh itu, dia hanya terpeleset saja, kok."


Mereka berempat melihat ke arah laki-laki tadi yang masih menempel di tembok.


"Apa dia benar-benar ...."


"... Hanya terpeleset?" ucap Ayamy yang kemudian dilanjutkan oleh Pekora dengan nada bingung.


Tilulilut... Tilulilut...


Tiba-tiba teleponnya berdering dan membuatnya bingung karena waktu sudah cukup malam. Pada akhirnya, ia pun mengangkatnya.


"Halo?"


"Aoda! Pengawalmu tidak becus, tau! Padahal aku hanya memberikannya satu tugas saja, tapi dia tidak bisa melakukannya!"


Dan telinga Aoda langsung disambut dengan teriakan dari Arisu membuatnya harus menjauhkan teleponnya sedikit dari telinga dan tanpa basa basi langsung menutupnya. Tapi beberapa detik kemudian, teleponnya kembali berdering.


"Bisa kau jangan teriak-teriak di telingaku?"


"Habisnya ...."


"Hah ... memangnya kenapa dengan pasukan bodyguard yang aku rekomendasikan kemarin?"


"Mereka ketahuan mengidolakan Rainbow Cookies. Apa kau tidak bisa mencarikan yang lain?"


"Maaf saja, tapi itu sudah rekomendasiku yang terakhir. Aku sudah tidak tahu orang lain lagi, lagipula persyaratanmu kenapa harus begitu coba?"


"Aku harus menjaga keselamatan teman-temanku, mereka ini hanya orang biasa jadi aku ingin memastikan kalau mereka aman."


"Tapi sayangnya aku sudah tidak punya rekomendasi lagi."


"Ayolah! Kau ini pemimpin White Cloud, kan? Pasti koneksimu luas. Apa kau cuma bisa bertarung doang sampai mengurusi hal yang seperti ini saja tidak bisa?"


"Oi." Aoda merespon datar ucapan Arisu.


"Makanya aku meminta bantuanmu. Kau akan membantu, kan? Okey, sudah diputuskan. Baiklah, sudah malam, bye bye!"


Bahkan sebelum Aoda memberikan jawabannya, Arisu sudah menutup teleponnya dan menganggap kalau Aoda akan menerima permintaannya seenaknya.


"Perempuan itu benar-benar seenaknya," gumam Aoda.


Tapi Aoda terdiam sebentar. Ia benar-benar sudah tidak memiliki orang yang ia ketahui yang bisa direkomendasikan menjadi bodyguard Rainbow Cookies—setidaknya di kota ini. Ia memutar otaknya untuk mengingat siapa saja Exception yang ia kenal.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, kalau tidak salah mereka harusnya bisa, kan?"


Organisasi yang baru-baru ini dicabut posisinya dari anggota Kuni no Hashira. Seharusnya mereka bersedia karena setelah dicabut, keuangan mereka seharusnya mengalami masalah. Setelah mencari di antara berkas-berkas berantakan di atas mejanya, akhirnya ia menemukan nomor yang bisa dihubungi.


"Black Rain. Aku harap kau bisa mengurus perempuan berisik itu."


**


Sementara itu di Kyoto, di dalam ruangan yang gelap dan hanya diterangi oleh cahaya dari layar komputer. Terdapat seseorang dengan kantung mata yang besar dan wajah yang lelah.


Di sampingnya juga terdapat beberapa minuman berenergi yang sudah kosong menunjukkan kalau orang itu sudah berada di depan layar dalam waktu yang cukup lama.


Orang itu adalah pemimpin Black Rain yang baru, Ishikawa Kyoujuro. Meskipun telah lama berada di depan layar, tapi ia masih belum menemukan misi yang cocok untuk Black Rain. Bahkan selama ia menjadi pemimpin, mereka belum sekali pun mengerjakan misi.


"Hah ...." Ia pun memutuskan untuk beristirahat sebentar dan menyandarkan punggungnya di kepala kursi.


"Benar-benar tidak ada satu pun yang cocok untuk kami," gumamnya. Memang ia menemukan beberapa pekerjaan, tapi itu tidak memerlukan tenaga seorang Exception, yang ia temukan hanyalah pekerjaan untuk manusia biasa.


"... Lagipula waktu itu kenapa aku tidak kabur saja, ya? Kenapa aku malah menjadi pemimpin mereka."


Ishikawa-san malah bingung sendiri dengan keputusannya waktu itu. Tapi kemudian ia mengingat kenangannya ketika bersama dengan Iraya dan yang lainnya.


Ujung bibirnya sedikit naik ketika mengingat itu. Di sini meskipun kadang merepotkan, tapi hidupnya tidak membosankan sama sekali. Lagipula setelah dua temannya di bunuh oleh Oita-san waktu itu, ia sudah tidak punya teman yang bisa dipercaya lagi.


Jadi setidaknya ia tidak menyesal telah memilih Black Rain ini. Ishikawa-san kemudian menepuk kedua pipinya dan semangatnya sudah kembali.


"Yosh! Semangat, semangat! Pekerjaan, pekerjaan, datanglah padaku!"


Kriing... Kriing...


Saat ia ingin kembali mencari, tiba-tiba teleponnya berdering karena ada yang meneleponnya. Ishikawa-san kemudian mengangkatnya.


"Halo?"


"Halo, apa aku sedang berbicara dengan orang dari Black Rain? Aku adalah Mushino Aoda dari White Cloud."


Orang yang meneleponnya adalah Aoda. Ishikawa-san mengingat suara ini saat ia berada di Turnamen The One.


"Ah benar, aku pemimpin pengganti Murasaki Oita. Namaku Ishikawa Kyoujuro."


"Jadi dia benar-benar sudah meninggal, ya? Aku kira itu hanya rumor saja."


"Ya aku juga berharap begitu, tapi sayangnya itu bukan rumor belaka."


"Jadi, apa setelah ditinggal Oita dan keluar dari posisi Kuni no Hashira, kalian masih baik-baik saja?"


"Beberapa anggota kami ada yang melakukan pekerjaan sampingan dan sebagainya. Tapi itu tetap tidak sebanding dengan uang yang diterima saat masih menjadi anggota Kuni no Hashira."


"Kebetulan sekali. Apa kalian menerima pekerjaan sebagai seorang bodyguard orang terkenal?"


"Bodyguard? Tentu saja kami akan terima!"


"Kalau begitu akan aku jelaskan detailnya besok saat kalian datang ke kantorku di Nagoya. Pastikan kalian datang pagi, ya?"


"Ba-baik! Terima kasih banyak, Mushino-san!"


"Oh iya, satu hal lagi untuk memastikan pekerjaan ini bisa kalian lakukan."


"Hn? Apa itu?"


"Apa kalian tahu soal Rainbow Cookies?"


Ishikawa-san terdiam dan berpikir sebentar. Aoda tiba-tiba menanyakan pertanyaan aneh yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kali ini.


"Ap-Apa aku harus membawa kue saat aku berkunjung ke sana?"


"Bagus. Kalau begitu pekerjaan ini bisa berjalan. Sampai nanti di kantorku."


"Ba-baik."


Meskipun ditutup dengan obrolan yang aneh, tapi pembicaraan mereka kini telah selesai. Ishikawa-san yang sudah menutup teleponnya masih belum bisa menghilangkan senyuman di wajahnya. Akhirnya misi pertama mereka telah tiba.


"Akhirnya—Uwooh!"


Gubraak...


Saking senangnya, ia tidak sengaja terjatuh dari kursinya ke belakang dan menjatuhkan seluruh minuman kaleng berenergi di mejanya.

__ADS_1


"Aww."


Bersambung


__ADS_2