Crisis World XX

Crisis World XX
Chap. 25 : Kerusuhan Dimulai


__ADS_3

Hari ini, rencana balas dendam milik Iraya akan dijalankan. Dan mereka menunggu waktu yang tepat untuk membuat Hasuki-san menyesali perbuatannya.


Kami berdua sudah sampai di kelas dan kelas sudah dalam kondisi yang ramai karena sebentar lagi jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Seperti biasa bangku tempat duduk Hasuki-san adalah tempat yang paling ramai.


Aku yang duduk dari bangku ku mencoba memperhatikan Hasuki-san. Ia masih memasang ekspresi yang biasa ia tunjukkan di sekolah. Padahal kalau sedang berbicara denganku, ekspresinya sangat berlawanan.


Aku kemudian memperhatikan tempat duduk Herlin. Ia sedang mengeluarkan buku-buku dari dalam tasnya dan memasukkannya ke dalam kolong meja. Selagi perhatian para anak perempuan teralihkan ke Hasuki-san, aku pun mengambil kesempatan itu untuk menghampiri Herlin.


"Nee, Herlin … apakah rencananya aman?"


"Tenang saja, aku sudah menempatkan mereka pada posisinya masing-masing. Aku hanya tinggal menyuruh mereka bergerak, maka semuanya akan langsung bergerak."


"Hebat … seperti pawang hewan."


"Aku tidak tau apakah itu pujian atau hinaan, jadi hentikan saja."


Aku sedikit terkekeh dengan balasan Herlin lalu kembali melirik ke arah Hasuki-san yang sedang asyik mengobrol. Aku kemudian berbicara kepada Herlin.


"Nee, menurutmu kapan kita akan melakukan rencananya?"


"Sekarang."


"Serius?! Tapi kalau sekarang itu sedikit …."


"Aku bercanda. Waktu penyerangannya akan kuserahkan kepadamu."


Bercandanya tidak lucu! Dan juga aku tidak tau apakah dia sedang bercanda atau sedang serius. Wajahnya sama saja!


"Kalau bisa, aku ingin melakukannya saat Hasuki-san sedang sendirian. Jadi para Beast itu tidak ikut menyerang mereka dan jadi salah sasaran."


"Permintaanmu merepotkan juga, ya? Tapi karena aku bilang kalau kau yang mengatur waktunya, aku jadi tidak bisa protes terlalu banyak. Jadi aku akan menunggu sampai saat itu."


"Maaf merepotkanmu dan juga terima kasih, Herlin!"


Dan setelah obrolan kecil itu, bel jam pelajaran pertama berbunyi dan guru masuk ke dalam kelas. Tidak ada hal spesial yang terjadi selama jam pelajaran berlangsung.


**


Sementara itu, para Lizard yang dikendalikan Herlin sedang bersembunyi di pohon-pohon di sekitar sekolah. Mereka semua menempel pada batang-batang pohon dengan cakar pada kaki dan tangan mereka. Meskipun banyak orang-orang berlalu lalang, tapi tidak ada yang menyadari kehadirannya berkat kemampuan kamuflasenya yang sangat baik dan sedikit bantuan dari Herlin.


Saat pelajaran berlangsung, aku mencoba memikirkan cara lain untuk membuat Hasuki-san menjadi menyesal selain rencana ini. Berbagai rencana terlintas di kepalaku sampai membuatku tidak fokus dengan penjelasan guru—meskipun itu sudah menjadi hal yang biasa, sih.


Tapi semua rencana lain yang berada di benakku hanyalah sebuah rencana khayalan yang tidak akan pernah terjadi. Karena rencana sebenarnya akan dimulai sebentar lagi.


Teng… Teng… Teng…


Bel istirahat telah berbunyi dan guru juga sudah keluar dari kelas. Situasi kelas mulai ramai dan tujuanku saat ini hanya tertuju pada Hasuki-san. Ia mengeluarkan kotak bento nya.


Tapi kemudian ia seperti kebingungan mencari sesuatu, padahal teman-temannya yang lain sudah mengatur meja dan siap untuk makan bersama.


Hasuki-san pun kemudian berdiri dan bermaksud untuk keluar kelas. Tapi ditanyai oleh temannya.


"Chifu-san, mau pergi kemana?"


"Aku lupa bawa minum hari ini, jadi aku akan membelinya sebentar."


"Begitu ya. Cepat kembali, ya."


"Aku akan segera kembali."


Hasuki-san keluar kelas. Ini kesempatan bagus! Aku menengok kearah Herlin dan menganggukkan kepalaku sekali yang dibalas juga olehnya. Kemudian ia berdiri dari bangkunya dan berjalan keluar kelas untuk menjalankan rencananya.


Sementara aku hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk beraksi. Pertama-tama, kita urus yang dikelas dulu. Lalu setelah itu baru pertunjukan utamanya. Tanpa sadar ujung bibirku terangkat yang kemudian disadari oleh Kudou.


"Ada apa? Apa ada yang lucu?"


"Hn? Ahh tidak ada, aku hanya berpikir kalau dunia lucu juga. Itu saja."


"Apa? Aku tidak mengerti."


**


Sementara itu, Herlin sedang berjalan menuju ke atap sekolah untuk menjalankan rencananya. Saat sudah sampai, ia kemudian berdiri di pinggir atap dan setelah itu menggumamkan sesuatu.


"Bergeraklah."


Swuuushh… Swuuushh… Swuuushh…


Setelah mengatakan hal itu, sebanyak sepuluh Lizard seketika melesat dengan cepat menyebar menyerang orang-orang di area sekolah.


Karena dekat dengan tempatnya bersembunyi sebelumnya, area lapangan adalah yang paling pertama didatangi oleh mereka. Para murid yang sedang memakan makan siangnya langsung berlari kocar-kacir karena melihat makhluk aneh yang mengerikan.


Tapi meski begitu, kecepatan para Lizard itu melebihi kecepatan manusia biasa sehingga mereka dapat menyusul dan menyerang dengan mudah. Kekacauan besar terjadi di area lapangan yang membuat mereka berlarian ke dalam gedung sekolah.


Herlin yang menyaksikan kekacauan yang ia buat hanya diam saja dan tidak berbuat apa-apa. Ia sudah menyuruh para Lizard itu untuk tidak membunuh para murid sekolah. Ini juga merupakan permintaan Iraya yang merepotkan baginya. Herlin hanya menghela nafas berat dan kemudian bergumam.


"Kenapa aku mau disuruh-suruh seperti ini olehnya, sih?"


"Tapi ya …. Tujuanku yang sebenarnya bukan hanya membantu Iraya. Aku punya tujuan lain."


Di tempat lain, seorang guru berlari ke arah ruang informasi untuk menginformasikan ke seluruh orang yang ada di dalam area sekolah. Dengan nafas terengah-engah, ia kemudian menyampaikannya.


"Untuk semua murid yang ada di sekolah! Diharap untuk tetap berada di dalam kelas! Karena kekerasan terjadi di area sekolah. Sekali lagi, dimohon untuk tetap berada di dalam kelas! Dan …. Ahh—?"


Saat guru itu sedang menginformasikan kekacauan ini, tiba-tiba seekor Lizard telah berada di belakangnya. Lizard itu kemudian menyerang guru tadi dan suara teriakannya dapat terdengar ke seluruh penjuru sekolah dari speaker yang ia gunakan sebelumnya.


Beberapa Lizard sudah masuk ke dalam gedung sekolah. Ia mulai menyerang kearah guru-guru dan murid-murid yang sedang berlindung di dalam kelas.

__ADS_1


"Sialan! Apa yang sebenarnya terjadi?!"


"Mana kutahu!"


"Tahan terus! Pokoknya jangan sampai mereka bisa masuk kesini!"


"Baik!"


Salah satu kelas yaitu kelas 12-A menjadi salah satu kelas yang diserang oleh Lizard. Orang yang mencoba menahannya, yaitu orang yang dihajar Iraya sebelumnya. Bersama dengan teman-teman kelasnya yang lain. Dengan sekuat tenaga mencoba menahan pintu.


Sementara itu di area lapangan sekolah, dua ekor Lizard sedang mengelilingi seorang perempuan yang terlihat santai dan tidak ketakutan sama sekali. Ia kemudian menggumam sambil sedikit menahan tawa.


"Benar-benar merepotkan."


**


Di kelasku, setelah pengumuman yang diberikan guru tadi. Suasana kelas menjadi panik. Ada siswi yang menangis, ada yang meringkuk ketakutan ingin pulang, dan ada juga yang bingung harus melakukan apa.


Sementara aku hanya diam saja melihat kekacauan di kelas ini. Bukannya aku tidak peduli dengan mereka, tapi mereka sudah mengucilkanku waktu itu. Jadi untuk saat ini kubiarkan saja mereka menikmati rasa takut ini. Dan tiba-tiba, Kudou dan Hira menghampiriku.


"Iraya! Apa yang harus kita lakukan?!" tanya Kudou dengan panik.


"Tenang saja! Selama kita berada di dalam kelas, kita pasti akan baik-baik saja. Bukankah itu yang guru katakan barusan tadi?"


"Kau … kenapa kau bisa setenang ini? Kita sedang diserang, loh!"


"Aku tau, aku tau. Makanya kita tidak boleh panik, yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu dan berharap—"


Brak…


Ucapanku terpotong karena pintu yang tiba-tiba ingin di dobrak. Padahal kami sudah mengunci pintunya, tapi kekuatannya bisa sampai untuk menghancurkan pintu. Boleh juga.


"Ba-Bagaimana ini …?"


"Makhluk itu akan masuk kesini …."


Anak-anak kelas lain perlahan mundur menjauhi pintu yang sudah tampak tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Sementara aku mulai bangun dari tempat dudukku dan menunggu di dekat pintu itu.


"O-Oi Iraya! Apa yang kau lakukan?!"


"Cepat menjauh dari sana, Satou-kun!"


Mereka mengkhawatirkanku. Tapi aku rasa itu sudah naluri alamiah mereka saja, mungkin? Aku kemudian menengok kearah mereka dan tersenyum santai untuk menenangkannya.


"Tidak apa, tidak apa. Aku bisa mengatasi ini."


Braaakkk…


Pintu tadi akhirnya hancur dan seekor Lizard masuk ke dalam kelas. Aku menyeringai menyambut kedatangan Lizard itu. Tapi makhluk itu tidak bergeming dan sudah siap untuk melesat kearahku.


"Majulah, kadal!"


Swuushh…


Lizard itu melesat kearahku. Tapi aku bisa menebak gerakannya dengan mudah. Aku pun menendangnya saat sedang di udara sehingga ia menabrak papan tulis dengan keras dan hampir menghancurkannya. Seketika Lizard itu mati.


Braakkhh…


Yosh! Sesuai dengan perkiraanku! Aku kemudian melihat kearah teman-temanku. Suasana kelas menjadi hening dan canggung. Wajah mereka terlihat putus asa dan sudah kehilangan harapan. Aku kemudian mencairkannya dengan tersenyum sambil berpose 'peace' kepada mereka.


"Wo—Woahhhh …!!!"


Teriakan mereka pecah setelah sadar kalau aku telah membunuh Lizard itu. Para anak laki-laki kemudian berlari kearahku dan memelukku. Karena banyak dari mereka yang memelukku, aku tidak bisa menahan keseimbanganku dan akhirnya terjatuh.


"Kau hebat sekali, Satou-kun!"


"Syukurlah."


"Aku benar-benar telah salah menilaimu!"


"A-Aku tahu, aku tahu! Jadi sekarang kumohon lepaskan—wooo …! Haah!! To-Tolong aku tidak bisa berna—bluurpp …."


"Ka-Kalian semua terlalu berlebihan!!"


Setelah aku berbicara seperti itu, mereka semua akhirnya berdiri dan melakukan dogeza lalu meminta maaf kepadaku. Tapi walaupun begitu, aku sudah kembali diterima disini. Yang aku terima saat ini adalah senyuman hangat dari teman-teman kelasku dan bukanlah tatapan kebencian lagi.


Meski begitu, masih ada satu orang lagi yang harus aku yakinkan disini. Tapi sayangnya dia tidak ada disini, jadi aku memutuskan untuk pergi keluar kelas.


"Kalau begitu, aku akan keluar sebentar."


"Ehh~?!! Kau mau kemana?!"


"Tetaplah disini untuk sementara waktu!"


"Benar tuh, benar tuh! Tetaplah disini sampai suasananya mereda."


"Ada sesuatu yang harus kulakukan. Tenang saja! Selama kalian tidak keluar kelas, tidak akan ada yang terjadi. Saat ini kelas kuserahkan kepada kalian ya, Kudou, Hira juga!"


"Eh …? Kami?" Ucap mereka bersamaan.


Aku pun pergi keluar kelas. Di perjalanan, aku melihat ke area lapangan sekolah. Suasananya begitu kacau dan tidak terkendali. Tapi aku melihat pemandangan aneh, yaitu dua Lizard yang telah mati di tengah lapangan.


"Apa-apaan itu?"


Aku kemudian merubah fokusku. Lalu aku melihat dua orang siswi yang sedang dipojokkan oleh seekor Lizard. Aku kemudian menghampiri mereka dengan cepat.


"Oi! Kenapa kau tidak coba melawanku?"

__ADS_1


Di kuku tangannya sudah terdapat darah yg cukup banyak. Berarti dia sudah menyerang beberapa orang. Pandangan Lizard itu kemudian berubah mengarah kepadaku.


Aku memasang kuda-kuda menyerang untuk melawannya, sepertinya yang satu ini cukup kuat. Dia kemudian melesat, tapi kearah kiri. Apa yang dia lakukan? Setelah dia menyentuh tembok, dia langsung melesat dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi dan berhasil melukai pipi kiriku.


Swuushh… Slaashh…


Aku memegang pipiku yang tergores dan mengomentari kelincahannya.


"Kau hebat juga ya, Sekarang aku akan serius!"


Dia kemudian melesat kearahku dengan pola yang sama. Bagus! Ternyata gerakannya mudah ditebak. Sekarang aku akan mengenainya! Aku kemudian memfokuskan aura di tangan kananku dan bersiap untuk memukulnya.


Zwuushh… Wuuushh…


Saat aku coba menyerangnya, tiba-tiba ada hembusan angin yang sangat kencang datang dari belakangku, membuat Lizard itu terpental jauh dan mati seketika karena menabrak dinding dengan keras.


Aku menengok ke belakang untuk melihat orang yang melakukan hal itu. Tapi dia langsung pergi begitu saja tanpa memberikan sepatah kata pun.


Aku juga belum sempat melihat wajahnya, tapi yang pasti aku bisa melihat rambut panjang hitamnya yang terkibar saat ia pergi sebelumnya. Apa ada Exception lain di sekolah ini? Aku memutuskan untuk memikirkan hal itu nanti dan menghampiri dua perempuan tadi.


"Kalian tidak apa? Jangan berkeliaran di lorong pada saat seperti ini. Apa kalian tidak dengar pengumumannya?"


"Ma-Maafkan kami."


"Pokoknya untuk sekarang masuk ke dalam kelas dan jangan keluar sampai keadaannya kondusif, paham?"


Mereka pun langsung berlari menuju kelasnya. Sementara aku mengeluarkan ponselku dan mencoba mengirim pesan kepada seseorang. Setelah mendapat balasan darinya aku tersenyum dan langsung pergi kearah yang dia beritahukan.


"Jadi dia ke atap, ya? Baiklah …!"


**


*Beberapa Saat Sebelumnya*


Hasuki Chifu POV


Aku pergi keluar kelas untuk membeli minuman kalengan di Vending Machine karena lupa membawa minuman. Orang-orang tidak berguna itu … para pelayanku lupa membekaliku minuman. Aku akan menghukumnya saat sampai rumah nanti.


Aku berjalan menuju Vending Machine yang berada di lorong dekat jalan menuju ke atap sekolah. Saat aku memasukkan uangku dan ingin memilih minuman apa yang ingin kubeli, tiba-tiba lingkungan sekolah menjadi berisik.


"Ada apa, sih? Kenapa tiba-tiba jadi berisik sekali."


"Untuk semua murid yang ada di sekolah! Diharap untuk tetap berada di dalam kelas! Karena kekerasan terjadi di area sekolah. Sekali lagi, dimohon untuk tetap berada di dalam kelas! Dan …. Ahh—?"


Tiba-tiba terdengar sebuah pengumuman dari seorang guru di ruang informasi. Aku mencoba untuk melihat keluar jendela. Dan yang aku lihat ada beberapa makhluk aneh yang mengejar para murid di bawah.


"Ma-Makhluk apa itu …? Eh …?!"


Meski aku masih bingung dengan makhluk yang mengejar murid lain dibawah. Tapi aku tidak memikirkannya terlalu lama. Karena makhluk yang sama dengan yang dibawah sedang berdiri di sampingku.


Aku mencoba untuk tenang dan tidak berteriak meskipun aku sangat ketakutan saat ini. Aku berjalan mundur dan makhluk itu juga mengikuti pergerakanku.


"Ja-Jangan mendekat …."


Tapi makhluk itu tidak mengerti dengan ucapanku dan malah melompat kearahku.


Swuushh…


"Kyaaa …!!"


Beruntung aku masih bisa menghindarinya. Tapi tidak berhenti sampai disitu, dia kembali melompat ke arahku yang masih dalam keadaan terjatuh. Tapi secara aneh aku masih bisa menghindarinya.


Aku menempel di dinding karena semua jalan ke bawah sudah dihalangi oleh makluk itu. Aku melihat ke sekelilingku dan menemukan sebuah tangga yang digunakan untuk naik ke atap.


"Tidak ada pilihan lain," gumamku.


Saat makhluk itu melompat kearahku, aku berhasil menghindarinya dan kemudian berlari ke arah tangga tadi. Makhluk itu tidak membiarkanku begitu saja dan terus mengejarku yang sedang naik ke atas tangga.


Aku berhasil naik keatas dan segera menutup pintu agar makhluk itu tidak bisa naik kesini. Aku kemudian mengganjal pintu itu dengan sapu yang tidak sengaja kutemukan disini.


"Semoga ini bisa menghalanginya."


Braakk… Braakk…


Aku yang kelelahan sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk beristirahat oleh makhluk itu. Ia berusaha untuk masuk dengan cara mendobrak pintu.


Aku menjauh dari pintu itu. Tapi tidak ada jalan keluar dari sini. Aku baru menyadarinya, kalau aku berlari ke arah jalan buntu. Pintu yang didobrak berkali-kali itupun akhirnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


Braakk…


Makhluk tersebut berhasil menerobos masuk. Aku hanya bisa diam sambil menyandar ke pinggiran tembok. Aku ingin berteriak minta tolong, tapi suaraku seperti tertahan oleh sesuatu. Jadi satu hal yang bisa kulakukan saat ini adalah berharap dan melirih.


"Kumohon … siapa saja … tolong aku …."


Aku tidak bisa menahan air mata yang keluar dari mataku. Aku akan mati disini. Itu adalah hal yang terbayang di kepalaku saat ini. Aku sudah tidak memiliki tenaga lagi, sudah tidak ada jalan keluar lagi. Aku mengingat kembali hal-hal yang telah kulakukan sebelumnya.


Lalu setelah mengingat hal itu, aku yang masih menjatuhkan air mata tersenyum pahit.


"Aah … mungkin ini adalah bayaran yang harus kuterima."


Aku telah berbuat jahat kepada banyak orang. Aku hanyalah orang jahat. Tidak heran jika kematianku akan seperti ini. Tapi hal paling jahat yang pernah kulakukan adalah memfitnahnya dan menghancurkan kehidupannya, kehidupan Satou-kun.


"Andaikan aku bisa meminta maaf kepadamu sebelum mati …, maafkan aku, Satou-kun …."


Makhluk itu kemudian melesat dan bersiap menusukku dengan cakarnya yang tajam. Aku kemudian menutup mata dengan pasrah dan sudah siap menerima hal ini.


Craasshh…

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2