Crisis World XX

Crisis World XX
Chap. 42 : Rapat Pemimpin Kuni no Hashira


__ADS_3

Murasaki Oita dan Kurayami Ryuzaki berjalan ke tempat lain, berada di satu lantai di atas arena pertandingan. Mereka berdua berjalan dalam diam ke arah sebuah pintu berwarna coklat dan memasukinya.


Di dalam, beberapa orang terlihat duduk di kursi dengan meja panjang yang biasa digunakan dalam rapat kantor. Suasana dan tekanan yang berbeda saat memasuki ruangan ini membuktikan kalau orang-orang di depannya bukanlah orang sembarangan.


"Lama sekali, Oita! Kau yang menentukan pertemuan ini, kan?! Tapi malah kau yang terlambat!" Salah satu dari mereka menegur Oita-san, meskipun ada Ryuzaki juga yang terlambat.


"Maaf, ada beberapa urusan yang membuatku terlambat tadi."


Padahal itu adalah sebuah kebohongan. Sebelumnya ia hanya mengurus Herlin yang bersikap berlebihan pada Iraya, selain itu tidak ada hal penting lainnya.


Oita-san berjalan menuju salah satu kursi kosong yang memang sudah disiapkan dan duduk di sana — Ryuzaki juga melakukan hal yang sama. Dia kemudian mengaitkan jari-jarinya dan menopangnya dengan siku sebelum berbicara.


"Terima kasih sudah datang atas undanganku, Para Ketua dari Kuni no Hashira."


Orang-orang di sini adalah para pemimpin organisasi Exception terbesar di Jepang yang beroperasi di empat daerah berbeda. Dan Oita-san juga menjadi salah satu dari bagiannya.


"Kurayami Ryuzaki dari Red Flame, Tokyo."


"Yukimura Ren dari Yellow Thunder, Osaka."


"Mushino Aoda dari White Cloud, Nagoya."


"Dan aku ... Murasaki Oita dari Black Rain, Kyoto. Kali ini aku akan membahas tentang pembentukan aliansi untuk menghancurkan Ayakashi Corp."


Oita-san menyebutkan satu-satu nama mereka dan tujuannya dia mengadakan pertemuan ini. Yang tentu saja menghancurkan hal paling merepotkan, Ayakashi Corp.


Dia sadar kalau dirinya sendiri saja masih kurang untuk menghancurkan Ayakashi Corp. maka dari itulah ia memutuskan untuk membentuk aliansi dengan organisasi lainnya.


"Menghancurkan Ayakashi Corp.? Apa aku tidak salah dengar Oita?"


Salah satu dari mereka bertanya lagi. Memastikan kalau pendengarannya masih baik-baik saja, karena ini tentu saja hal yang tidak kecil. "Benar sekali. Pendengaranmu masih baik-baik saja kok, Mushino."


Yang bertanya adalah Mushino Aoda, laki-laki yang berumur pertengahan 20an dengan kacamata hitam dan memakai jaket panjang jenis Trench Coat berwarna biru pudar. Dia merupakan pemimpin dari organisasi Exception yang beroperasi di Nagoya, White Cloud.


"Apa yang membuatmu berpikir untuk menghancurkan Ayakashi Corp.? Itu adalah hal yang cukup ambisius bahkan jika itu keluar dari mulut orang sepertimu."


Kemudian ada Yukimura Ren, dengan perawakan yang lebih tua dari Oita-san dengan tubuhnya yang besar dan berotot solid. Memiliki rambut merah yang menyala membuatnya dengan mudah menjadi pusat perhatian orang-orang. Banyak yang juga mengenalnya dengan sikap tempramental miliknya.


"Aku mengerti perasaan mereka berdua. Selain kejadian mengerikan tujuh tahun lalu, tidak ada hal besar lagi yang mereka lakukan kepada kita." Ryuzaki menambahkan.


Oita-san mengerti hal itu. Dalam beberapa tahun terakhir, memang tidak ada kejadian besar yang terjadi. Kedamaian ini membuat seakan para Exception dan organisasi Kuni no Hashira menjadi seperti tidak dibutuhkan.


Mungkin yang bisa menjadi sorotan paling besar adalah tragedi peledakan sebuah mall di daerah Kyoto. Tapi itu bahkan tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya berdampak pada kerugian material. Jadi Oita-san bisa mengerti kenapa mereka ragu dengan rencana pembentukan aliansi ini.


Tapi ada sesuatu yang mereka tidak tahu, tapi Oita-san tahu sekarang.


"Aku tahu. Tapi aku yakin kalau mereka sedang melakukan sesuatu yang besar, meskipun masih belum terlihat di permukaan. Kejadian tujuh tahun lalu memang berdampak sangat besar pada pihak kita, tapi mereka juga merasakan hal yang sama," ucap Oita-san.


"Sama dengan kita, mereka perlahan sudah mulai memulihkan kekuatannya. Dan jika kalian sudah menyadarinya, Ayakashi Corp. kini memiliki beberapa cabang perusahaan di daerah yang berbeda," lanjutnya.


"Aku tahu soal hal itu. Orang-orang milikku sudah menyelidikinya dan menemukan kalau sebuah gedung penelitian yang mencurigakan berdiri di daerah pinggiran Tokyo," ucap Ryuzaki.


"Dan bukan hanya Tokyo, kalian juga tahu kalau di Nagoya dan Osaka juga memiliki tempat seperti itu, kan? Bahkan di tempatku juga sama. Apa kalian menyadari sesuatu yang janggal dari itu semua?"


Ruangan ini seketika menjadi hening karena semuanya terdiam sejenak untuk berpikir. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyadari hal janggal tersebut, dan Mushino yang mewakili empat kepala yang ada di sini untuk mengucapkannya.


"Gedung penelitian mereka berada di daerah organisasi besar Kuni no Hashira?"


Oita-san mengangguk. "Benar sekali."


"Tapi membangun tempat penelitian di dekat tempat organisasi kita masing-masing? Bukankah itu sama dengan cari mati?" gumam Yukimura.


"Jika kita lihat secara kasar, memang terlihat seperti itu. Tapi aku yakin mereka tidak sebodoh itu."


Oita-san kemudian menyandarkan dirinya pada kepala kursi dan menengok ke arah pintu untuk mempersilahkan seseorang masuk. "Kau sudah boleh masuk."


Lalu pintu pun terbuka dan seseorang masuk. Sosok yang tidak asing, seseorang yang hidupnya saat ini ada di tangan Oita-san — Ishikawa Kyujiro.


Sebelumnya Ishikawa-san ditugaskan oleh Oita-san untuk memata-matai kegiatan Ayakashi Corp. dan dia kembali dengan laporan di tangannya. Ishikawa-san berjalan mendekat, tapi dia tidak ikut duduk — Kursinya hanya empat soalnya.


"Perkenalkan ..., dia adalah Ishikawa Kyujiro. Anggota baru Black Rain."


"Halo." Sapa singkat Ishikawa-san kepada semua yang ada di sini.


Tapi Yukimura memandangi Ishikawa dengan tatapan mengejek, sementara Ryuzaki dan Mushino hanya memandangnya dengan bosan.


"Jadi, apa yang akan orang ini laporkan? Bukan sesuatu yang remeh, kan?" ucap Yukimura.


Setelah diberi izin oleh Oita-san, Ishikawa-san kemudian mulai berbicara. "Mereka melakukan sebuah penelitian untuk menciptakan makhluk-makhluk terkuat dari ras tertentu," ucap Ishikawa.


Setelah mendengar laporannya, ketiga orang itu menjadi lebih serius dan sikap santainya langsung menghilang. Jika sikap mereka seperti itu, berarti ini adalah informasi yang tak pernah mereka ketahui.


Ayakashi Corp. di anggap hama oleh Kuni no Hashira karena dia suka merekrut seorang yang kuat dari dunia bawah yang disebut 'Assassin'. Dunia bawah adalah tempat semua kriminal dan perdagangan ilegal terjadi, mulai dari penjualan budak, obat-obatan, sampai nyawa seseorang.


Para Assassin biasa ditugaskan untuk mengincar nyawa seseorang dan mendapat bayaran setelahnya. Dan Ayakashi Corp. memberikan apa yang para 'Assasin' inginkan. Uang dan darah.


Tapi kini pembicaraan mereka kembali pada makhluk buatan yang diinformasikan oleh Ishikawa-san.


"Sebuah makhluk buatan? Apa kau bercanda?! Maksudku ..., apa itu bisa dilakukan?"


"Mungkin saja bisa."


"Hn?"


"Ya, itu bukan sesuatu yang mustahil. Hanya saja hampir tidak pernah ada yang melakukannya karena tingkat kesuksesannya rendah serta pengeluaran yang tidak sedikit."

__ADS_1


Wajah ketiganya berubah menjadi serius, dan Oita-san kemudian melengkapi penjelasan Ishikawa. "Akhir-akhir ini, yang melakukan penyerangan di kota adalah makhluk-makhluk yang tidak kita kenal jenisnya, kan? Contohnya adalah di kota ku."


"Itu memang benar. Dari yang ku dengar, orang-orang tiba-tiba pingsan di tengah jalan. Pelakunya adalah segerombolan makhluk kerdil yang tidak teridentifikasi jenisnya," ucap Ryuzaki.


"Jadi kau mau bilang kalau Ayakashi Corp. sedang melakukan eksperimen dengan para The Beast dan menciptakan makhluk terkuat?" tanya Yukimura.


Oita-san kembali mengangguk. "Tapi bukan hanya itu yang ku khawatirkan ...." Kekhawatiran Oita-san belum berakhir sampai di situ, karena masih ada yang membuatnya gelisah. Sampai tanpa sadar senyuman miris tercipta.


"Ada apa? Apa ada sesuatu lagi?"


"Mereka juga sedang mengembangkan eksperimen terhadap para The Spirit."


"The Spirit? Makhluk penjaga alam itu?"


"Ya, itu juga salah satu alasanku mengadakan pertemuan ini. Aku merasa kalau kita tidak melakukan sesuatu dari seseorang, kejadian yang merepotkan akan terjadi."


"Tunggu ...."


Ryuzaki tiba-tiba memotong ucapan Oita-san. Tatapannya saat ini penuh kecurigaan, karena ia tahu sesuatu tentang The Spirit yang ia yakin kalau tidak akan semudah itu mengendalikannya.


"... Aku tidak mengerti kenapa kau bisa menyimpulkan begitu, tapi The Spirit bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikendalikan."


Hening. Suasana tiba-tiba menegang ketika Ryuzaki berbicara seperti itu. Oita-san sadar kalau Ryuzaki adalah orang yang lebih ahli dalam hal ini daripada dirinya. Tapi dia cukup tenang, karena ia punya bukti.


"Satou Iraya. Kau kenal dia?"


"Bocah laki-laki anggota baru Black Rain itu? Ada apa dengannya?"


"Dia memilikinya .... The Spirit hasil eksperimen Ayakashi Corp. di dalam tubuhnya."


"A-Apa?!"


Ketiganya terkejut ketika Oita-san bilang begitu. Tentu saja karena keberadaan Spirit di dalam tubuh Iraya adalah sebuah rahasia yang selama ini ingin ia simpan sendiri.


"Hah ... tadinya aku ingin merahasiakan hal itu. Tapi karena kita akan beraliansi, aku harus mengorbankan informasi itu agar kalian mempercayaiku."


"I-itu tidak mungkin! The Spirit adalah makhluk yang tidak mudah mempercayai seseorang dan memberikan kekuatannya begitu saja kepada sembarangan orang! Tapi kenapa bocah sepertinya bisa terlihat normal?!"


"Kau sepertinya tahu banyak soal itu. Tapi setahuku tidak pernah terjadi apapun padanya, tuh."


"Bagaimana bisa?!"


"Entahlah, aku belum bertanya padanya. Memangnya apa yang kau maksud terlihat 'normal'?"


"Jika The Spirit masuk ke dalam tubuhmu, maka kau akan merasakan sensasi terbakar di dalam tubuh sampai kau terpanggang hidup-hidup jika tidak segera dikeluarkan. Aku pernah mencoba dan hampir pingsan karenanya."


Setelah mendengar penjelasan dari Ryuzaki, Oita-san bisa sedikit mengerti soal ketegangannya. Meskipun ia sendiri belum tahu kenapa Iraya tidak mengalami hal-hal yang disebutkan oleh Ryuzaki barusan.


"Jadi begitu. Akan ku tanya padanya setelah turnamen ini, aku tidak ingin mengganggu konsentrasinya dalam menjalani turnamen ini."


Akhirnya perselisihan tadi bisa sedikit mereda. Walaupun mereka berempat masih belum mendapatkan hasil dari pertemuan ini. Jadi sekali lagi, Yukimura menegaskan pertanyaannya.


"Yang aku inginkan dari perjanjian ini adalah kita akan membantu satu sama lain. Mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, dan jika salah satu dari kita kesulitan, kita sama-sama siap untuk membantu," jelasnya.


Yang diinginkan oleh Oita-san sebenarnya sangat sederhana. Karena trauma tujuh tahun lalu masih terbayang di kepalanya dengan jelas, makanya kini ia ingin mempersiapkannya sematang mungkin.


"... Aku tidak bisa menjawab sekarang." Ryuzaki berkomentar. "Jika yang kau katakan benar, maka aku akan memprioritaskan kotaku."


"Ryuzaki benar."


"Aku juga setuju. Terlebih kau juga salah satu pemimpin Kuni no Hashira, menjadi pemimpin sama saja dengan kami percaya bahwa kekuatanmu cukup untuk menjaga kotamu sendiri."


Yukimura dan Mushino juga merespon. Dan itu membuat Oita-san tersenyum tipis. Tentu saja tidak akan semudah itu, pikirnya.


Dengan hasil yang masih ambigu tersebut, Oita-san memutuskan untuk menunda pertemuan ini dan akan melakukannya di lain waktu.


Jadi dia kini berdiri dan berjalan keluar dari ruangan rapat dalam diam — diikuti oleh Ishikawa-san. Tapi sebelum keluar, Ryuzaki memanggilnya.


"Oi, Oita."


"Hn?"


"Bukannya kami tidak ingin membantu, tapi kota kami masing-masing adalah hal yang menjadi prioritas kami."


"Tentu saja." Oita-san menjawab. "Aku saja yang bodoh karena meminta bantuan kalian." Juga bergumam sangat kecil yang terbawa angin dan tidak terdengar oleh siapapun.


Setelah itu, ia keluar dari ruangan itu.


**


Satou Iraya PoV


Kami sedang menonton pertandingan kedua yang sudah berjalan dari tadi. Dan yah ... mungkin saja, kami sudah tahu pemenangnya. Oukami Yuu masih terlihat segar, sementara lawannya menyerang dengan serangan yang brutal tapi tidak terarah, membuatnya kini kehabisan nafas dan terengah-engah lebih cepat.


"Sepertinya dia akan kalah," ujarku.


Oukami Yuu menciptakan Katana yang menjadi senjatanya saat ini dan lawannya menggunakan kemampuan angin — kemungkinan besar dia seorang Elemental tipe angin.


Dengan putus asa, perempuan itu membuat sebuah pusaran angin yang ia lancarkan dengan tanpa tujuan. Sia-sia, seolah tanpa rencana. Oukami dengan mudah hanya menghalangi mata supaya serangan tadi tidak mengenainya.


"Hahaha! Hanya itu?! Begitu saja?! Kenapa orang lemah sepertimu bisa ikut turnamen ini?! Menyerah saja sana!"


Wah ... dia memprovokasinya. Apa dia benar-benar tidak punya rasa malu karena mengejek lawan yang sudah jelas-jelas lebih lemah darinya? Bicara tentang sifat paling menyebalkan yang bisa dimiliki seseorang.


Dan berkat Oukami, penonton juga ikut menyoraki perempuan itu. Mereka mengejeknya lemah, tidak layak berada di sini, dan kata-kata menghina lainnya. Dan sepertinya itu mengenainya tepat di jantungnya.

__ADS_1


Perempuan itu berhenti memasang kuda-kuda dan berdiri diam sambil menundukkan kepala. Apa semangat bertarungnya sudah menghilang? Mungkin saja sebentar lagi dia akan menyerah.


Atau itu yang ku kira sebelumnya.


Setelah beberapa saat, perempuan itu mengangkat kepalanya dan sedikit bisa melihat ekspresinya. Dia tidak menerima semua ejekan yang diberikan kepadanya dan amarah terlukis di wajahnya.


"Tidak .... Aku tidak akan menyerah!"


Selaras dengan teriakannya, angin kencang entah dari mana tiba-tiba berhembus di sekitarnya. Rambut hitam panjang miliknya berkibar dan raut wajahnya semakin terlihat jelas.


Tunggu. Apa aku familiar dengan wajahnya? Seperti pernah melihatnya di suatu tempat.


"Semangatnya boleh juga."


"Tapi semangat saja tidak cukup," balas Herlin.


Oukami menanggapi itu dengan seringai di wajahnya. Dia kemudian melesat dan mempersempit jarak di antara keduanya. Kemudian menebaskan pedangnya secara horizontal, mengincar lehernya.


Tapi dia masih bisa menghindarinya, dan tanpa jeda mengarahkan tendangan ke wajah Oukami. Meskipun masih terlalu pendek dan tidak sampai, tapi aku perlu memuji rencana serangan baliknya.


"Apa?!"


Oukami terkejut — aku juga, sih. Karena dari tendangan yang tidak sampai tadi tercipta hembusan angin kencang dan mendorong Oukami mundur jauh ke belakang. Selain itu, beberapa sayatan segar tercipta di wajah Oukami.


"He-hebat."


"Aku bisa melakukan yang lebih hebat dari itu." Herlin tiba-tiba menanggapiku.


"Kenapa kau selalu membandingkan dirimu dengan siapapun, sih?" tanyaku datar.


Kembali ke pertarungan, perempuan itu — Kurobane Mei memusatkan udara di kedua telapak kakinya yang bergerak berputar dan mengangkatnya tubuhnya tinggi.


Mitsu dan penonton yang melihat itu terkejut dan secara spontan berbalik mendukungnya karena dia melakukan hal yang keren.


"D-DIA TERBAAANG ...!!!"


"WOOAAAAHHH !!!"


Mitsu dan penonton yang menyambut fenomena yang terjadi di arena itu berteriak seperti orang yang kegirangan. Tapi kali ini aku tak terlalu tertarik dengan hal itu, aku kembali melirik Herlin untuk memeriksa reaksinya.


Seakan tahu apa yang aku inginkan, Herlin kemudian berbicara. "Aku juga bisa melakukan yang lebih hebat dari itu."


"Entah kenapa aku bisa menebak kata-kata itu."


Kurobane Mei terbang cukup tinggi sampai Oukami tidak bisa menjangkaunya, dan dia hanya berdiri di udara diam sambil menatap Oukami.


"Oi turun kau, dasar penakut! Turun dan lawan aku!"


"Aku akan menang! Apapun yang terjadi!"


Kurobane Mei melesat membiarkan gravitasi membantunya turun dengan cepat dan menyerang Oukami lalu kembali lagi keatas. Sementara Oukami tidak cukup cepat untuk memilih di antara menyerang, menahan, atau menghindar.


Serangan yang sama terus dilancarkan Kurobane Mei tanpa ampun. Meski repetitif, tapi jika itu efektif ya kenapa tidak, kan? Mungkin itu pemikirannya.


Sekarang apa yang akan dilakukan oleh orang menyebalkan ini?


"Apa?"


Aku terkejut ketika dia tiba-tiba menghilangkan Katana nya. Semuanya juga terlihat bingung karena sikap aneh yang dilakukan Oukami.


"Sekarang ..., majulah kucing penakut!" Diiringi seringai di wajah Oukami.


"Tch! Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, tapi itu tidak ada gunanya!"


Aku juga tidak mengerti pemikiran Oukami, tapi mungkin saja dia memiliki rencana lain. Oukami bahkan berjalan mundur sampai di ujung batas arena. Sementara Kurobane Mei menciptakan bor angin di salah satu tangannya dan kembali melesat.


Pergerakannya juga lebih cepat dari sebelumnya. Apa dia kembali terprovokasi? Tapi Oukami kini tidak bersenjata, jadi mungkin saja dia punya kesempatan. Keadaannya bisa saja berbalik pada detik-detik terakhir ini.


"Perempuan itu akan kalah." Herlin tiba-tiba bicara.


"Eh?"


Dan ketika Kurobane Mei menyerang, Oukami dapat menghindarinya pada sepersekian detik terakhir. Lalu dengan cepat menendang perut Kurobane Mei dengan lutut, membuatnya kehilangan keseimbangan dan kemudian jatuh tersungkur.


Secara bersamaan, darah juga keluar dari mulutnya saat perutnya ditendang. Dan kini ia hanya terbaring di lantai sambil memegangi perutnya, lalu Oukami menghampirinya.


"Kau tidak akan bisa menang jika perasaanmu lebih besar daripada akalmu."


"S-sialan kau ...."


Dan pertarungan itu di akhiri dengan Oukami menendang Kurobane Mei keluar dari arena yang membuatnya memenangi pertandingan ini.


"Kurobane Mei keluar dari arena, pemenangnya Oukami Yuu!"


"WOOAAAAHHH !!!"


"Sungguh pertandingan yang luar biasa! Awalnya kita kira kalau Kurobane Mei bisa mengembalikan keadaan, tapi Oukami Yuu membuktikan kalau kita salah! Jadi, Silahkan sambut pemenang pertandingan kedua ... Oukami Yuu!"


Baiklah. Dia kalah. Itu memang sudah sesuai perkiraanku dari awal. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku dari awal saat melihatnya. Aku merasa kalau kami pernah bertemu.


Jika bertemu dengan seseorang, aku bisa langsung mengingat setidaknya wajah atau namanya. Tapi dalam kasus ini, itu tidak terjadi. Jadi kemungkinan kalau pertemuan kami singkat atau hanya sekelebat saja. Aku mencoba menemukannya dan membongkar isi kepalaku untuk mengingat siapa perempuan itu sebenarnya. Sampai pada akhirnya, aku berhasil.


"Ternyata memang dia."


"Ada apa?" tanya Herlin.

__ADS_1


"Sepertinya ... aku kenal perempuan yang baru saja kalah itu."


Bersambung


__ADS_2