Diam-diam Menikah Dengan Aktor

Diam-diam Menikah Dengan Aktor
Menyebutkan Status


__ADS_3

****


Kala itu ketika pulang sekolah.


“Nay, ikut yuk.” Tia mulai merengek lagi tentang ajakannya pergi ke meet and greet Reynand.


“Malas, serius mending gue pulang. Tidur, belajar, nonton TV.” Nayla menjelaskan alasan ketidak tertarikannya.


“Aduh Nay, hidup itu nggak usah terlalu serius. Seneng-seneng kek sesekali. Emang Lo nggak penasaran sama muka gantengnya Reynand.” Suci mulai histeris dengan ucapannya sendiri.


“Nggak tuh.” Nayla mengangkat bahu tidak tertarik.


“awas Lo ya kalau ketemu pasti lo histeris dan langsung minta poto.” Tia terlihat mengancam.


“Nggak juga.” Nayla menjawab dengan santainya.


“Lo kayak pernah ketemu dia aja.” Tia menyenggol bahu Nayla.


“Emang!" Kembali menjawab dengan santainya.


“Dimana? Lo pasti ngehalu juga kan kayak nih anak.” Suci menoyor kepala Tia.


“Duh Lo main toyor-toyor aja pala gue.” Tia memegang kepalanya kesal.


“Duh Nay plis ya ikut, entar gue bayarin gocar sama makan.” Suci kembali memohon.


“Iya Nay, Lo nolak mulu kalau diajak pergi.” Tia menyahuti.


Tak berapa lama Riko nongol diantara mereka.


“Duh nih anak, dimana ada Lo pasti dia ngintil deh Nay.” Tia terlihat kesal.


“Ye emang napa. Nayla aja nggak masalah.” Riko menanggapi Tia tidak kalah sinisnya.


“Kita hari ini mau pergi ke Meet and greetnya Reynand. Lo nggak usah ikut.” Sewot Suci kepada Riko.


Nayla sudah tidak perduli dengan kegaduhan kedua temannya dan Riko. Terserah mereka mau apa, mau ribut, mau berantem terserah Nayla tidak perduli. Ia benar-benar malas dan merasa bodoh amat saat itu. Ia hanya memikirkan tentang tidur siang yang nyaman diatas kasur.

__ADS_1


“Nay, Nay, gocarnya udah nyampe. Cepet-cepet naik awas Lo nolak.” Tia langsung menarik Nayla memaksa gadis itu masuk kedalam mobil sementara itu Suci mendorong tubuhnya dari belakang.


Nayla pasrah. Sementara itu Riko menatap kesal gocar yang pergi melewati dirinya.


Sedari turun dari gocar tadi, Tia tidak melepaskan pegangan tangannya dari Nayla. Tentu saja temannya itu tidak Ia ingin Ia tiba-tiba kabur entah kemana. Padahal siapa juga kan yang mau kabur kalau sudah ada ditempat ini.


Digendung itu disepanjang koridor terlihat sangat berkharisma laki-laki dipoto tersebut. Dengan mata yang tajam dan hidungnya yang mancung serta rahang yang tegas. Wajah yang membuat para wanita menjerit kala melihatnya. Suami Nayla itu terlihat sangat-sangat tampan.


Nayla yang tadinya menolak, medadak terpaku dengan pemandangan yang ada didepannya. Reynand yang biasanya terlihat dingin rupanya dapat meladeni para fansnya dengan sangat ramah.


“Ih ya ampun Nay, sumpah ganteng banget. Pegangin gue oy, pegangin.” Tia mulai sok-sok an mau pingsan.


“Gila calon imam gue, sangat, sangat kharismatik.” Suci tidak kalah histerisnya.


Nayla bergidik mendengar ocehan kedua sahabatnya itu, membuat Ia serasa ingin muntah saja saja saat.


“Yuk ah, kita kesana.” Tia berlari melewati Nayla dan Tia.


“Duh tungguin gue yak.” Suci mengejar Tia yang sudah lebih dulu berlari meninggalkan mereka berdua.


Kedua teman Nayla sudah menghambur, meninggalkan dirinya sendiri didekat pintu masuk.


Nayla celingak, celinguk mencari sumber suara.


“Hai.”


Nayla mendadak kaget, jantungnya serasa mau copot saat itu karena tiba-tiba saja Dion muncul didepannya.


“Nggak kesana, ikut temen-temen kamu?"


Nayla menggelengkan kepalanya.


“Kenapa? Udah bosan ya ketemu Reynand dirumah? Aku bilangin ya.” Dion sok-sok an mengancam bercanda.


Nayla sontak menoleh kearah Dion.


“Eh nggak, enggak. Bukan gitu.” Nayla agak takut dengan ancaman Dion.

__ADS_1


Melihat sikap Nayla sontak membuat Dion menahan tawanya.


“Tuh bisa ngomong. Dari tadi ditanyain diem aja.”


Nayla tersenyum.


“Eh senyum lagi.” Dion memperhatikan wajah cantik Nayla.


“Maaf.” Nayla memasang wajah bersalah.


“Kok minta maaf emang kamu ada salah.”


“Nggak sih.” Nayla terkekeh. Namun tak lama Ia kembali merubah raut wajahnya.


Nayla kembali menoleh kearah kerumunan.


“Beda banget sikapnya dengan dirumah. Lebih ramah.” Nayla memalingkan wajahnya saat tiba-tiba Reynand melihat kearahnya.


“Kenapa?”


Nayla menggeleng.


“Nggak mau nemuin suaminya?”


Nayla gelapan. Bisa-bisanya Dion menyebutkan statusnya dengan jelas ditempat itu. Bagaimana kalau tiba-tiba ada orang yang dengar.


“Aku mau ketoilet.” Nayla mencoba mencari alasan. Ia pun pergi berlalu meninggalkan Dion.


Sementara itu sepasang mata itu terus mengikuti gerak-gerik tubuhnya. Reynand, Ia tersadar dari tatapannya akan Nayla, kala seorang fans menyadarkan dirinya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2