
****
Saat itu sepulang sekolah. Nayla tengah berjalan bersama Suci menuju pintu gerbang. kedua sekawanan itu sudah terlihat lelah dengan kegiatan hari ini.
“Nay.” Suci menempel ketubuh Nayla.
“Apaan?”
“Gue masih penasaran soal Lo sama Reynand.” Suci berbisik.
Nayla celingak-celinguk disekitarnya memastikan keadaan kalau ada yang mendengar perkataan Suci barusan.
“Jangan dibahas lagi kenapa? Kan udah dijelasin waktu dirumah Lo.” Nayla balik berbisik ditelinga Suci.
“Lo tau nggak waktu itu gue ngerasa kayak lagi mimpi. Terus karena yang ngobrol didepan gue itu cowok ganteng gue nggak bisa fokus karena pandangan mata gue terlalu silau. Jadi pas si Reynand ngejelasin soal kalian gue nggak denger.”
Nayla menghentikan langkahnya. Kemudian menatap Suci.
“Plis Nay, gue mau dengar semua ceritanya secara detail. Gue ikut keapartemen Lo ya.” Suci memohon.
“Bukan apartemen gue.”
“Ya apartemen kalian.” Suci merangkul Nayla sembari mengedip-ngedipkan mata. Berharap sahabatnya itu menyetujui permintaannya.
“Tapi Ci.”
“Pliss Nay. Gue penasaran banget.”
“Terus si Tia mana? Nanti kalau dia mau ikut gimana?” Mata Nayla mencari-cari.
“Tia udah balik duluan. Ada urusan keluarga.”
Nayla terdiam sejenak. mencoba untuk berpikir. Sebenarnya dia agak sedikit ragu untuk mengajak Suci keapartemen. Tapi, sepertinya Ia bisa mempercayai sahabatnya itu.
“ya udah. Lo boleh keapartemen. Tapi entar sore Lo pulang ya.”
“Iya ngapain juga gue nginep. Tapi, beneran, gue boleh ke apartemen Lo?”
Nayla mengangguk.
“Serius.”
“Iya.”
Drrt…. Drrt…. Sebuah pesan masuk diponsel Nayla. Gadis itu segera merogoh ponsel didalam tasnya.
*ABANG*
*Nay, hari ini Saya pergi keluar kota. Kemungkinan pulangnya besok malam*
Raut wajah Nayla tiba-tiba langsung berubah. Ia menatap layar ponsel tersebut dengan perasaan kecewa.
“Kenapa nggak bilang tadi pagi sih.”
“Ci Lo sekalian nginap ya.”
__ADS_1
“Serius. Entar Lo nggak bisa kelonan lagi sama….”
Nayla segera menutup mulut ember Suci.
“Gue sendirian diapartemen malam ini.”
Sekitar 20 menit kemudian. Nayla dan Suci akhirnya sampai diapartemen. Keduanya pun masuk. Kekaguman Suci akan apartemen mewah yang kini jadi tempat tinggal sahabatnya itu tak bisa dielakkan. Matanya berkeliling mengedarkan pandangan sambil terus mengikuti langkah Nayla. Sampai akhirnya mereka pun masuk kedalam kamar.
“Ini kamar Lo sama Reynand?” Suci mulai menduduki kasur dan menepuk-nepuknya. Sangat empuk.Gadis itu terlihat senang.
“Nggak. kamar dia disana.” Menunujuk kamar yang berhadapan dengan kamarnya.
“Ha jadi Lo berdua nggak satu kamar?!”
Nayla menggeleng sembari melepaskan seragamnya. Rasa gerahnya pun menghilang.
“Lah kok bisa gitu?”
“Ya bisa dong.” Nayla membuka lemari dan mencari pakaiannya.
“Ya karena memang dia minta pisah kamarkan dari awal.” Bersungut dalam hati sembari memakai baju santainya.
“Ih aneh banget. Udah nikah kok pisah kamar.”
Nayla hanya mengangkat kedua bahunya.
“Kalau gitu kalian belum malam pertama dong. Apa jangan-jangan udah? Kalian cuma pisah kamar tapi sebenarnya udah ngelakuin….” Perkataan Suci terpotong tatkala tiba-tiba sahabtanya itu memberikan tatapan membunuh.
“Apa?!” Nayla melototkan matanya kearah Suci.
“Ngelakuin apa?!” Nayla masih melotot.
“Aduh santai aja kali reaksinya.”
“Lagian Lo kepo banget jadi orang.”
“Ya wajar dong gue kepo. Secara ini hal yang tidak biasa. Sahabat terbaik gue diam-diam menikah dengan seorang reynand Anugrah.” Raut wajah Suci terlihat antusias.
Nayla terdiam.
“Pokoknya hari ini Lo harus certain semuanya sampai tuntas.”
Nayla masih terdiam. Tangannya sibuk membereskan seragam sekolahnya yang berserakan dilantai.
“Nay.”
“Apaan sih. Lo nggak lihat gue lagi sibuk.” Nayla menoleh kesal.
“Ceritain ke gue. Sumpah ya gue penasaran banget.”
“Iya entar habis kita makan malam.”
Saat itu setelah makan malam. Kedua gadis itu kembali kekamar. Keduanya tak henti-henti bercanda sedari tadi. Ada saja yang membuat mereka berdua terpingkal-pingkal. Sampai akhirnya mereka berdua pun terbaring lelah diatas kasur dan Nayla mulai menceritakan semuanya. Awal mula kenapa Ia bisa menikah dengan Reynand.
Drrt…. Drrt… panggilan masuk diponsel Nayla.
__ADS_1
“Hallo.”
“Kenapa kamu nggak balas pesan dari Saya.”
“Ha emang aku belum balas ya.”
“Maaf tadi belum sampat balas. Suci. Aduh Lo bisa diam dulu nggak. Nanti gue kasih tau.” Nayla menjawab sambil mendorong Suci yang terus menempel padanya ingin ikut mendengar.
“Kamu ngomong sama siapa?”
“Sama temen.”
“Teman kamu? Siapa? Kamu ajak keapartemen?”
Nayla terdiam, Ia merasa bersalah karena tidak sempat meminta izin kepada Reynand kalau Ia mengajak Suci untuk menginap dengannya.
“Abang tadi aku belum sempat izin buat ajak teman aku keapartemen. Bolehkan teman aku nginap disini semalam, Abang kenal kok sama dia. Waktu aku sakit abang jemput aku dirumahnya dia.”
~
Reynand masih belum melepaskan senyum walau telah menutup panggilannya. Gadis itu makin cerewet rupanya. Ia kembali menikmati kesendiriannya disisi ruangan. Menepi dari keramaian. Sementara yang lainnya tengah sibuk menikmati acara, bercengkrama dan tertawa ria.
Tak berapa lama seorang gadis cantik nan langsing bertubuh tinggi semampai bak model berjalan mendekat kearahnya. Dengan pakaian minim yang memperlihatkan sebagian tubuhnya gadis itu terlihat membawa dua gelas minuman.
“Sendirian aja? Mana manager kesayangan Lo?” Gadis itu menyerahkan segelas minuman dan duduk dihadapan Reynand.
Reynand menatap gadis cantik dihadapannya itu menelisik. Ia sedikit menyunggingkan senyumnya. Sepertinya Ia dapat menerka apa yang diinginkan oleh gadis itu.
“Lo masih sibuk aja ya sekarang.” Gadis itu terlihat mengembangkan senyumnya. Tak berapa lama Ia terlihat mengarahkan ponselnya kearah Reynand.
Dengan segera Reynand menepis tangan yang sedang memegang ponsel tersebut.
Wanita itu merasa kesal. Namun Ia berusaha untuk memasang senyum diwajahnya. Laki-laki dihadapnnya itu, seorang Reynand Anugrah yang tidak akan pernah terima jika ada yang mengusik dirinya. Seorang aktor yang jauh dari terpaan gosip. Seharusnya gadis itu menyadarinya. Bahkan orang ini tidak akan mempan walau digoda dengan tubuh seksinya. Orang yang ada dihadapnnya itu bukanlah artis yang suka menebar sensasi. Padahal jika Ia bisa menjadikan orang dihadapannya itu pengisi sosial medianya, Ia bisa sedikit mendapat banyak perhatian dari banyak orang.
“Apa sifat pelit Lo itu nggak bisa berubah?” Gadis itu sedikit menekan bagian tubuhnya. Membuat belahan dadanya yang terbuka lebar semakin terlihat jelas. Sepertinya Ia sengaja.
Reynand kembali menyunggingkan bibirnya.
“Maksud Lo apa Selena Laura?” Reynand tersenyum simpul. Walaupun sebenarnya Ia tau apa maksud gadis yang ada dihadapannya itu.
“Nggak ada salahnya kan Lo nolong gue sesekali. Gue cuma minta Lo masuk di story gue."
Reynand mendengus dibalik senyumnya, sudah Ia duga. Kenapa semua orang mendekatinya hanya untuk hal ini. Ini sebabnya Ia lebih memilih untuk menghindar dari orang-orang yang hanya ingin memakai namanya untuk lebih dikenal. Dirinya benar-benar lelah menghadapi orang-orang semacam Selena. Wanita itu, seorang artis dengan sejuta sensasi dihidupnya. Seseorang yang rela melakukan segala cara agar Ia bisa terus eksis didunia hiburan.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1