Diam-diam Menikah Dengan Aktor

Diam-diam Menikah Dengan Aktor
Kewajiban Istri


__ADS_3

****


Malam itu Reynand menunggu Nayla diluar kamar. Tadi gadis itu hanya mengatakan bahwa dia tidak apa-apa. Namun Reynand merasa tidak yakin. Apalagi tadi Ia merasa Mami seperti menudingnya.


“Sering-sering ngajak dia ngobrol. Orangnya saja lebih sering didalam kamar.”


Berselang beberapa menit kemudian. Yang ditunggu-tunggu pun keluar dari kamar. Gadis itu sedikit terkejut melihat Reynand didepan kamarnya.


Nayla menatap Reynand dengan bingung karena Laki-laki dihadapannya itu sedang menatapnya serius.


“Kamu benar nggak apa-apa? Tadi kamu kayak habis nangis?”


"Iya aku nggak apa-apa." Nayla mengangguk. Kemudian Ia segera berlalu meninggalkan Reynand menuju dapur.


“Abang mau makan?” nayla menoleh kebelakang karena Ia tahu Reynand tengah mengikutinya.


Reynand mengangguk.


Dari lemari dapur Nayla mengeluarkan dua kotak makanan yang dibawakan oleh Mami. Makanan itu belum sempat Ia keluarkan dari tempatnya tadi.


Nayla menaruh makanan tersebut kedalam piring. Menyusunnya rapi diatas meja. Tak lupa Ia menyiapkan dua buah piring untuk mereka berdua.


Dengan hati-hati Reynand mendudukan dirinya dikursi. Memperhatikan Nayla yang sedang menyiapkan makan malam. Sampai akhirnya gadis itupun duduk berhadapan dengannya.


“Abang mau ini?" Nayla menawarkan lauk yang ditunjukkan.


Reynand mengangguk saat Nayla menawarkan setiap lauk yang ada. Ia tertegun. Nayla mengambilkan piring dan mewadahi makanan untuknya. Tidak seperti biasanya. Tentunya sangat aneh. Karena sepertinya memang baru kali ini mereka makan dalam satu meja sejak tinggal diapartemen.


Dengan berusaha tersenyum gadis itu menyerahkan piring yang sudah terisi dengan nasi dan lauk pauk itu kepada Reynand. Ia meletakkannya. Sangat hati-hati.


Masih dengan tatapannya. Reynand menerima makanan yang diberikan Nayla. Gadis itu benar-benar berbeda hari ini.


“Kamu, bener nggak apa-apa?” Reynand masih memperhatikan raut wajah Nayla.


Gadis itu mengangguk. Ia tersenyum menatap Reynand sebelum menyendokkan makanan kemulutnya.


“Abang kalau mau apa-apa bilang aja.” Berbicara sebelum memasukkan suapan selanjutnya.

__ADS_1


“Maksudnya?” suapan Reynad terhenti. Ia menatap Nayla dengan heran.


“Mau apa-apa?” Reynand mengulang pertanyaannya. Ucapan Nayla terdengar sangat ambigu baginya.


Nayla meletakkan garpu dan sendok yang Ia pegang keatas piring miliknya. Ia terlihat berpikir sejenak. Kemudian berusaha menatap Reynand. Sebenarnya Ia agak gugup karena Reynand sedang melihatnya serius saat itu.


“Maksudnya. Kalau Abang mau aku ngelakuin sesuatu untuk Abang bilang aja. Seperti minta buatin minum atau minta ambilin sesuatu gitu.” Nayla mengakhiri ucapannya dengan segera menundukkan kepala kembali mengambil sendok dan garpu. Entah kenapa barusan Ia malu sendiri. Ia merasa seperti baru saja menasehati Reynand.


“Heem.” Artinya Reynand mengiyakan. Sepertinya tadi Ia salah mengira maksud pekertaan Nayla yang sebelumnya. Memangnya dia mau apa dari gadis itu.


“Mami aku udah laksanakan apa yang Mami ajarin tadi. Aku akan coba jadi istri sungguhan untuk dia. Walaupun ini rasanya aneh dan menggelikan saat melakukannya.”


“Kamu juga kalau ada sesuatu atau butuh apa-apa jangan sungkan.” Reynand berbicara cukup halus dan hati-hati.


Nayla tersenyum mengiyakan. Ia memperhatikan cara bicara Reynand padanya mulai agak berubah.


Ia ingat pesan Mami saat dikamar tadi siang. Dia harus memperlakukan Reynand sebagai suami. Tapi apa dia bisa. Keadaan ini benar-benar membuat Ia merasa sangat aneh.


“Nayla kewajiban istri itu banyak. Ada hak Reynand terhadap kamu yang nantinya harus kamu penuhi. Dan kamu jangan sampai menolaknya.” Mami menjelaskan kewajiban istri kepada suami secara detail. Sebelumnya Mami memang belum sempat memberitahukan hal tersebut kepada Nayla.


Namun saat itu ingatan Nayla masih tak bisa luput dari pesan-pesan Mami tadi siang.


“Jika suatu hari nanti suami kamu minta kamu tidur satu kamar dengannya jangan sampai kamu menolak. Untuk saat ini Reynand mungkin belum belum memintanya. Tapi tidak tahu nanti. Kamu tahu, tidak baik bagi orang yang sudah menikah terlalu lama tidur terpisah.” Mami memberitahukan segalanya tadi. Rupanya Mami benar-benar merasa bersalah karena membiarkan Putrinya menikah tanpa pengetahuan apa-apa.


Nayla bergidik sendiri dimeja makan. Ia melirik kearah Reynand yang sedang serius pada makanannya. Apa benar laki-laki itu akan melakukannya. Bagimana kalau laki-laki itu tiba-tiba meminta mereka untuk tidur dikamar yang sama. Lag-lagi Ia merasa geli sendiri jika hal tersebut benar-benar terjadi.


Kala itu mereka berdua telah selesai makan malam. Nayla tengah mengelap meja makan dan membereskan piring kotor bekas mereka makan tadi. Lalu membawa piring kotor itu ke wastafel untuk mencucinya.


“Sini biar aku yang susun.” Reynand mengambil piring yang baru selesai dilap oleh Nayla.


Reynand membantu Nayla menyusun piring sampai selesai. Namun tidak dengan Nayla. Gadis itu mengambil serbet wastafel. Kemudian mengelap bagian atas wastafel yang basah sampai bersih dan kering.


Sementara itu Reynand masih berdiri dibelakang Nayla. Gadis itu sepertinya tidak terlihat gugup lagi saat diperhatikan oleh dirinya.


“Habis ini mau ngapain?” Reynand masih berdiri diposisinya.


“Palingan baca buku.” Nayla mengelap tangannya dengan serbet. Gadis itu benar-benar cekatan.

__ADS_1


“Memang suka banget baca buku?”


“He em.” Nayla mengangguk.


“Suka baca buku apa saja?”


“Banyak.” Menjawab singkat.


“Saya ada banyak jenis buku kalau kamu mau baca.”


Reynand menatap Nayla, memastikan apakah Ia mau buku yang Ia tawarkan atau tidak.


“I-iya aku mau.” Mengangguk.


Saat itu pertama kalinya Nayla masuk kedalam kamar Reynand. Kamar yang luas juga sangat bersih dan rapi. Ia agak gugup sebenarnya. Dia hanya berdua dengan Reynand didalam kamar. Namun Ia tetap berusaha untuk terlihat santai dan bersikap hati-hati. Ia kembali teringat pesan Mami tadi siang.


Ia mengikuti Reynand masuk kesebuah ruangan yang ada didalam kamar itu.


“Silahkan. Mau buku yang mana?” Reynand memperlihatkan rak buku miliknya.


Nayla terkagum. Reynand benar-benar mengoleksi semua jenis buku. Bukunya lumayan banyak. Ia mulai melihat-lihat. Buku tersebut tersusun sangat rapi. Disusun sesuai jenis dan ukurannya. Bahkan buku berbahasa asing sekali pun ada. Nayla kembali tertegun, Ia tidak menyangka seorang Reynand ternyata juga suka membaca.


Sementar Nayla melihat-lihat. Reynand meninggalkan gadis itu sendirian didalam perpustakaan pribadinya. Mencoba untuk memberikan ruang dan kenyamanan di ruangan favoritnya.


*


*


*


*


*


*


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2