Diam-diam Menikah Dengan Aktor

Diam-diam Menikah Dengan Aktor
Dengan Wanita Lain?


__ADS_3

****


Reynand memasuki apartemennya, setelah tadi dia menuju kesana mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Rasanya dia akan jadi gila jika terus-terusan ada dirumah.


Kondisi apartemen tidak berubah setelah terakhir dia dan Nayla tinggalkan. Dia ingin saat itu mereka berdua masih canggung dan kikuk satu sama lain. Nayla sangat pendiam dan selalu mengurung diri dikamar. Bahkan untuk mengatakan sesuatu padanya pun gadis itu merasa sungkan.


Sekarang saja dia menjadi lebih cerewet dan galak. Reynand tersenyum mengingat itu. Baru-baru ini mereka menjadi sangat dekat.


Mengingat kedekatan mereka, sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan rumah sekarang. Tapi mau bagaimana lagi. Ini semua demi dia menjaga dan melindungi gadis itu. Benar-benar keadaan yang menyiksa.


Reynand berbaring disofa, kepalanya benar-benar pusing. Akhir-akhir ini sepertinya dia memang banyak pikiran. Belum lagi urusannya dengan pihak manajeman dan sang direktur.


Tak lama, dia mendengar bel apartemennya berbunyi. Lantas Reynand beranjak


Siapa yang bertamu dengannya?


Dan saat pintu itu dibuka.


“Selena!” Ucapnya terkejut dengan wajah datar.


“Hai Rey….” Wanita cantik itu tampak tersenyum sumringah. Tampilannya sangat minim dengan dress tidur bagian dada sangat rendah dengan panjang jauh diatas lutut. Ia pun langsung melengos masuk dan duduk disofa.


“Gue nggak nyangka ternyata gue tinggal deketan sama lo.” Ucap gadis itu santai.


Reynand masih menatap wanita yang sedang mengoceh itu dengan bingung.


“Sejak kapan lo pindah sini?”


“Em, satu minggu yang lalu. Orang-orang bilang lo tinggal disini. Tapi, mereka bilang sudah satu minggu lebih lo nggak pulang. Lo kemana?”


“Lo nggak perlu tau.” Ucapnya ketus.


“Gitu amat si lo ngejawabnya. Padahal gue udah seneng banget bisa tinggal dekat sama lo.” ucapnya sembari menyilangkan kakinya. Membuat paha mulusnya semakin terekspos.


“Udah ngomongnya. Kalau udah mending lo keluar deh, gue butuh istirahat.” Ujarnya dengan wajah malas.


Gadis itu bergeming. Susah sekali menaklukan laki-laki dihadapannya ini.


“Lo kok berdiri gitu si Rey. Duduk dong, jangan sungkan. ini kan apartemen lo.” Candanya. Lantas wanita itu menarik tangan Reynand. Sehingga Reynand pun terhempas duduk disampingnya.


“Parfum lo nyengat banget si.” Ujar Reynand tidak suka.


“Ya iya lah. Gue kan sengaja, buat ketemu lo.” Ujarnya tersenyum genit.


“Gue nggak suka.”


“Oh iya.” Selena semakin mendekatkan diri. Membuat Reynand berusaha munjauh.


“Lo kok tegang gitu si Rey.” Menatap Reynand dengan seksama. Ia sengaja menunduk memperlihatkan kedua belahannya yang menggoda.


“Apaan!” mengalihkan pandangan.


Astaga, Reynand serasa diuji. Selena benar-benar mengujinya.


“Rey….” Ujarnya lembut berbisik ditelinga. Tangan itu kini menelusuri wajah pria itu dengan lembut sementara tangan satunya lagi berada diatas paha Reynand


“Lo mau apa?”

__ADS_1


~


Nayla tidak benar-benar menikmati makan malam yang seharusnya dia lakukan bersama Reynand. Dia hanya menusuk-nusuk hidangan itu penuh emosi, tanpa belas kasih.


Laki-laki itu meninggalkannya setelah apa yang mereka lakukan tadi?


Sebenarnya apa yang salah?


Tapi, itu tadi sungguh sangat aneh baginya. Jadi, kalau dia tidak mengehentikannya tadi, apa yang akan mereka lakukan setelah itu?


Hh, menyebalkan!


Awas saja kalau dia pulang, Nayla ingin mencercanya habis-habisan. Dia butuh penjelasan atas semua ini.


“Nay, kok nggak dimakan?” Tanya Mama yang menghentikan langkahnya setelah mondar-mandir dihadapannya sedari tadi.


Nayla bergeming. Pikirannya masih jauh melanglang buana.


“Sebenarnya Reynad tadi kenapa ya, kamu tau nggak kenapa?”


“Em.... Nayla juga nggak tau Ma.” Lebih tepatnya Nayla tidak ingin menceritakan semuanya secara rinci. Karena itu tidak mungkin, kan.


“Mama khawatir loh Nay, tadi dia buru-buru terus bawa mobilnya ngebut. Mana ini malam lagi. Mama khawatir.” Mama terlihat cemas dan gelisah.


Jangankan Mama, dia saja bingung kenapa Reynand seperti itu.


Aneh!


Orang aneh!


“Padahal dia belum makan malam. Mama telpon aja apa ya?”


Nayla tanpa sadar mengangguk dengan sorot mata penuh harap.


Ha?


Kenapa dia jadi sesenang ini? Seharusnya dia kan yang menghubungi laki-laki itu. Secara dia istrinya. Dasar! Dianya saja yang gengsi.


“Halo, Rey!” Mama berseru sekaligus men-speaker suara ponselnya agar Nayla juga bisa mendengar.


“Hem, iya….” Sahutnya diseberang.


“Kamu dimana? Mama khawatir soalnya kam….” Perkataan Mama terputus saat mendengar suara perempuan dari ponselnya.


“Rey, susunya yang ini aja ya. Soalnya lebih enak.”


“Yang sebelah itu aja deh. Gue suka yang ini soalnya.” Suara Reynand juga berbicara.


Seketika suasana dimeja makan itu mendadak hening.


“Gue maunya yang ini-iiiiii, du-uuuuh sa-kiiiit. Lo tu hati-hati dong!" Suara wanita itu berteriak.


“R-rey, kamu lagi sama siapa?” wajah Mama langsung berubah pias. Astaga, anaknya sedang bersama wanita lain. Apa-apaan si Reynand itu?


“Maaf deh sini sini gue pegang….” Rupanya Reynand tidak fokus mendengarkan Mama. Dia malah sibuk berbicara dengan perempuan disana.


“Duh, jangan ditekan, tambah sakit…” Tambah perempuan itu lagi

__ADS_1


“Rey, kamu…. Lagi sama siapa!?” Suara Mama meninggi.


Dan seketika itu juga sambungan dengan Reynand terputus.


Mama tersentak. Reynand memutus panggilannya.


Tiba-tiba suasana dimeja makan itu menegang. Mama dapat melihat wajah Nayla yang langsung berubah pias, matanya mengerling kesana kemari. Seperti menerka-nerka sesuatu. Nayla mendengar itu. Ya, tuhan. Ingin sekali Mama memarahi anak laki-lakinya itu sekarang.


Mama pun kembali mencoba menelepon Reynand. Ini tidak bisa dibiarkan, Reynad sudah beristri. Bisa-bisanya dia malah sedang berduaan dengan wanita lain.


Namun, setelah berkali-kali Mama berusaha menyambungkan telepon kembali, rupanya nomor tersebut sekarang malah tidak aktif.


Astaga sebegitu tidak inginnya Reynand diganggu sampai dia menonaktifkan ponselnya. Benar-benar anak kurang ajar. Demi wanita lain dia tega memutus sambungan telepon dari ibunya.


Sementara itu Nayla sudah berubah lesu dan lemas. Dia seperti tidak ada pijakan saat ini. Hatinya berdenyut dengan sangat kuat. Apa itu tadi? Setelah apa yang mereka lakukan tadi dan setelah meninggalkannya dalam keadaan bingung dikamar. Sekarang dia malah berduaan dengan wanita lain.


Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa percakapan mereka terdengar sangat intim?


Nayla tidak suka perasaan ini, dadanya menjadi sesak dan dia seperti tidak ingin melakukan apa-apa.


Menikah dengan Reynand rupanya tidak mudah. Perasaannya selalu diuji dan terombang-ambing.


“Nay….” Mama mendekati Nayla dengan perasaan tidak enak.


Duh, Mama tidak tahu harus mengatakan apa. Jangankan Nayla, dirinya saja kesal mendengar suara wanita itu tadi.


“Nay, kamu….”


“Ma, sepertinya aku mau balik kekamar sekarang.” ujarnya lesu.


“I-iya sayang. Kamu pasti capek dan butuh istrahat.”


Jelas saja, tadi siang menantunya itu ikut dirinya melakukan banyak kegiatan. Ditambah lagi sekarang dia dibuat seperti ini oleh Reynand.


“Nanti Mama akan coba hubungi lagi si Reynand. Biar nanti Mama yang kasih dia pelajaran.” Mama mengelus punggung Nayla pelan berusaha menenangkan.


Nayla hanya mengangguk lesu. Dia pun segera melangkah kembali menuju kamar. Meninggalkan Mama yang memandangnya dengan iba.


Sementara itu Mama tertunduk dalam. Reynand benar-benar membuat masalah. Bagaimana kalau Mami Miska tahu? Bisa rusak persahabatan mereka.


Bukan itu saja, bagaimana kalau Kakek juga tahu?


Benar-benar tidak bisa dimaafkan.


*


*


*


*


Hai Readers!


Note : Buat kalian semua yang merasa cerita ini rasanya amat sangat membosankan, alurnya terlalu lambat, atau para karakter dari tokohnya tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, saya mohon maaf.


Saya hanya berniat menghibur dengan menyalurkan hobi saya dan tidak berniat untuk membuat kalian seperti itu. Dan, juga saya memang masih baru bejar dalam menulis novel. Jika kalian suka silahkan dilanjutkan membaca, komen dan juga likenya dong heheh. Jika kalian tidak suka dengan apa yang saya tuangkan di novel ini boleh diskip 🙏

__ADS_1


__ADS_2