Diam-diam Menikah Dengan Aktor

Diam-diam Menikah Dengan Aktor
Ingin Memberikan Kakek Cicit


__ADS_3

****


Nayla sepertinya mengenali suara tersebut. Itu seperti suara Romeo. Dengan segera tanpa sadar dirinya belum memakai baju Nayla segera membuka pintu.


“Romeo.” Wajah Nayla terlihat begitu sumringah.


“Kakak?” Doeng! Romeo terkejut melihat keadaan Nayla yang hanya memakai handuk dengan Reynand dibelakangnya. Romeo segera berpaling dia lupa kalau sekarang kakaknya adalah wanita yang sudah menikah.


“Kamu kesini sama Mami?” Nayla hendak menghampiri Romeo. Dilihatnya Mami ada dibelakang. Dengan segera dia memeluk Mami erat.


“Mami, kangen.”


“Iya Mami juga kangen. Tapi sebaiknya kamu pakai baju dulu Nayla.” Mami Misaka tersentak. Putinya itu tidak memakai baju. Mami Miska pun perlahan mendorong Nayla kemudian berlalu menarik tangan Romeo untuk ikut bersamanya. Dia benar-benar datang disaat yang tidak tepat.


“Kakak aku kebawah dulu ya.” Romeo meninggalkan Nayla yang memandangnya dengan kebingungan.


“Kenapa?” Nayla hendak mengejar Romeo dan Mami Miska. Namun dia segera sadar dengan keadaannya hanya bebalut handuk. Dia pun berbalik. Saat dilihat Reynand ada dibelakangnya Nayla langsung melempar tatap tajam.


Kenapa? Sorot mata Reynand penuh tanya. Dia pun berjalan mengikuti langkah Nayla.


“Abang bisa keluar dulu nggak!” Menyentak saat berbalik tiba-tiba.


“Hmmm… Baik. Baik.” Reynand pun mengalah. Dia segera keluar dari kamar. Nayla mendadak jadi emosi dengan perlakuaannya apalagi jika dia sentuh. Kenapa ya? Reynand terus menerka-nerka.


Nayla segera menutup pintu kamar. Dia terduduk diatas sofa. Mengigit ujung handuknya. Jadi, apa yang dia takutkan akan segera terjadi. Tidak, Nayla menggelengkan kepalanya. Dirinya belum siap. Dia belum siap dengan semua ini.


Flash back


Jadi saat itu, ketika saat masih dihotel. Nayla yang baru selesai mandi dengan handuk yang masih terlilit dikepala segera meraih ponselnya yang masih dicharger diatas meja. Dia mendengus kenapa Suci tidak mencabut chargeran ponselnya semalaman. Namun segera dia lupakan hal itu. Ada sesuatu yang lebih penting. Sesuatu yang membuat dia begitu penasaran. Semalam, apa yang dilakukan oleh Reynand padanya. Daripada dia terus penasaran akan hal tersebut. Lebih baik dia mencari tahu lewat internet.


Nayla pun segera mengetikan Kata Kunci : Kenapa lelaki ngin menyentuh tubuh wanita?


Ya, kata kunci itulah yang keluar dalam kepalanya saat itu. Dan seketika timbulah banyak artikel yang keluar.

__ADS_1


*Apa yang sebenarnya yang pria pikirkan tentang tubuh wanita?- Health Liputan 10.com


*Makna sentuhan Pria. – Blog para cecan narsis.


*Alasan pria menyentuh p*yud*r* wanita. – kepo banget.com


Hati-hati dan dengan perasaan gugup Nayla perlahan mengklik artikel yang nomor tiga dan…. Beberapa saat kemudian, dia berkeringat setelah membaca semua artikel-artikel itu. apa? Jadi, jangan-jangan semalam Reynand menginginkan itu. pada tubuhnya? Nayla memeluk erat tubuhnya sendiri. Menggelengkan kepala dan memekik seketika. Membuat Suci yang sedang minum kaget dan langsung menyemburkan air dalam mulutnya.


Reynand terlihat lesu menuruni tangga. Kenapa dia jadi tidak bersamangat begini? Dia merasa sakit hati saat ditolak dan diusir dari kamar tadi. Nayla benar-benar tega. Gadis itu berubah. Padahal dulu saat dia sakit gadis itu sampai memaksa dan menariknya agar bisa ditemani tidur dan minta dipeluk.


Dengan pikiran yang masih melayang dia pun segera menuju keruang makan.


“Reynand, Nayla mana?” tanya Mami Miska.


“Reynand kamu ditanyain.” Mama Adel menyahut.


Reynand tersadar dari pikirannya yang melanglang buana. Dia tidak sadar bahwa ada keberadaan Mami Miska.


“Eh, Mi.” Reynand mendekat yang langsung disambut pelukan oleh Mami Miska.


“Itu dia baru selesai mandi. Aku disuruh duluan.” Mencoba tersenyum. Tidak mungkin kan dia bilang kalau diusir dari kamar.


“Romeo, kamu juga datang.” Reynand mengelus kepala Romeo pelan dan duduk disampingnya.


Romeo mendelik. Memang kakak iparnya itu tidak sadar kalau tadi yang memanggil Nayla dengan keras dan mengganggu mereka berduaan didalam kamar adalah dirinya. Sial, Romeo yang polos jadi berpikir yang tidak-tidak tentang kakaknya.


“Maafkan aku kak Nayla.” Romeo


Tak berapa lama, Nayla akhirnya bergabung diantara mereka. Melihat semua orang menunggunya Nayla merasa bersalah. Memang siapa dirinya? Orang penting? Nayla, Nayla kenapa si kamu membiarkan Kakek menunggu. Orang yang paling dihormati dan disegani dirumah ini.


“Itu dia cucuku sudah datang.” Kakek menyambut Nayla dengan sumringah.


Reynand memandang Kakek kesal. Kenapa hanya kepada Nayla, kakek bersikap seperti itu? cucuku? Memang dia juga bukan cucu kakek? Kakek saja tidak pernah seperti itu padanya.

__ADS_1


“Kakek.” Nayla menyalami Kakek. Kemudian setelah itu dia duduk diantara mereka. Lebih tepatnya disamping Romeo. Dia mendaratkan cubitan kecil dipipi adiknya itu.


“Bagaimana Nayla kegiatan study tour-nya. Apakah lancar?”


“Iya kek.” Jawab Nayla singkat.


“Apakah Reynand memperlakukan kamu dengan baik?”


“Ah, itu. tentu saja.” Kenapa Kakek banyak tanya begini ya. Dia paling tidak suka jika ada orang yang terlalu banyak menanyainya. Bagaimana kalau dia salah menjawab. Pasalnya dia bukanlah orang yang pandai mengrangkai kata-kata.


“Bagus, kakek harap memang benar seperti itu.” Sorot matanya lurus tertuju kepada Reynand. Membuat laki-laki itu seolah-olah penuh banyak tuduhan.


“Oh iya, apa kalian sudah punya kabar bagus?” Mama Adel yang terlalu kepo dan cerewet mulai memancing.


“Maksud Mama?” Reynand menerka-nerka arah pembicaraan Mama Adel.


“Iya, seperti…. ingin memberikan Kakek cucu.” Mama Adel tersenyum sumringah pandangannya beralih pada kakek. Memancing reaksi ayahnya itu.


Nayla dan Reynand terdiam. Kenapa harus membahas hal itu disaat seperti ini. apa tidak ada bahan obrolan lain. Kenapa sangat suka sekali menjebak dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama sekali tidak ingin mereka jawab.


“Masalah itu. kalian tidak perlu buru-buru. Nikmatilah dulu waktu berdua. Kalian masih sama-sama muda dan kakek tidak memaksakan kalian harus memberikan kakek cucu sekarang.” timpal Kakek.


Semuanya bernafas lega. Kecuali Mama Adel yang penuh harap dan Romeo yang masih kurang mengerti tentang pembahasan ini.


Nayla memandang kakek berbinar-binar seolah-olah ingin mengucapkan banyak ribuan terimakasih. Kalau dulu dia sangat membenci kakek karena perjodohannya dengan Reynand. Sekarang dia malah ingin segera berlari dan memeluk kakek dengan erat.


“Tapi, bukan berarti kakek tidak mengharapkan untuk memiliki cicit. Kalau pun sudah ada sekarang pun kakek tidak masalah.” Kakek mengakhiri ucapannya dengan tawa yang keras. Membuat semua orang yang ada dimeja itu langsung menoleh dengan heran.


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2