Diam-diam Menikah Dengan Aktor

Diam-diam Menikah Dengan Aktor
Selalu Membuat Khawatir


__ADS_3

****


Keesokannya, sekitar pukul 5 sore dibandara. Semua murid-murid telah berkumpul untuk keberangkatan study tour. Sekitar 30 menit lagi mereka akan berangkat pergi study tour kebali.


Sementar itu Nayla terduduk lesu disebuah kursi taman sekolah. Kebiasaan buruknya, semalam Ia kembali tidak bisa tidur karena terlalu banyak memikirkan sesuatu. Ia hanya memperhatikan teman-temanya lalu alang dan terlihat begitu antusias.


“Nay.” Riko tiba-tiba datang dan duduk didekat Nayla.


“Rik.” Langsung bersandar dibahu Riko dengan lesu.


“Kurang tidur lagi?” membelai rambut Nayla.


“Hemm.”


“Eh ngapain Lo nempel-nempel ke Nayla.” Suci tiba-tiba datang segera duduk ditengah Riko dan dan Nayla.


“Apaan sih Lo, Nayla itu ngantuk dia cuma mau nyender dibahu gue.” Riko mendengus kesal.


“Udah, Nayla nyender dibahu gue aja. Lo pergi sana hus… hus…” suci mengusir Riko


~


Saat itu diapartemen. Tidak seperti biasanya Reynand sudah selesai dari kegiatan syutingnya. Tadi Ia telah mampir ke restoran dan tokoh kue untuk diberikan kepada Nayla. Ia belum bertemu gadis itu hari ini. Semalam Ia ingat dirinya memarahi gadis itu. Dia benar-benar merasa bersalah. Dirinya benar-benar lelah saat itu. Namun dia sadar, seharusnya dirinya tidak tersulut emosi.


Dia menuju kekamar Nayla. Sepi tidak ada suara. Lampunya juga mati. Apa mungkin Ia tidur?


“Nay.” Reynand mencoba memanggil.


Tidak ada sahutan.


“Nayla.”

__ADS_1


Masih tidak ada sahutan.


“Nayla kamu didalam? Tolong keluar sebentar.” Masih juga tidak ada sahutan Walaupun telah menggedor-gedor beberapa kali.


Deg! Kenapa dia tidak menyahut? Apa jangan-jangan Ia belum pulang? Tapi, ini sudah sore.


Beberapa saat kemudian Reynand mencoba membuka kamar Nayla. Benar saja tidak ada orang disana. Mendadak Ia menjadi khawatir.


Ia pun akhirnya mencoba untuk menghubungi nomor ponsel gadis itu berkali-kali Nayla. Tidak ada jawaban, nomor itu sibuk.


“Nayla, kamu dimana?”


Deg! Deg! Jantungnya semakin berdebar-debar. Apa mungkin Nayla sedang ada dirumah temannya? Reynand menghusap wajahnya kasar. Gadis itu kembali membuatnya kalang kabut.


Apa Ia harus kerumah Mami? Tapi nanti apa yang akan Mami katakana padanya? Reynand mulai ragu-ragu. Ia pun mencoba berpikir kembali.


Akhirnya setelah beberapa saat menimbang-nimbang, dirinya pun memutuskan untuk pergi kerumah Mami.


Reynand pun memacu kendaraan kerumah Mami. Diperjalanan dia masih terus berusaha untuk menghubungi Nayla. Namun masih tidak ada jawaban. Benar-benar membuatnya tidak sabar untuk sampai kerumah Mami.


“Iya. Bang Reynand.” Romeo yang membuka pintu sedikit terkejut dan merasa heran dengan kedatangan Reynand.


“Kamu bersama siapa dirumah?” Lansung to the point mewanti-wanti jika nantinya Ia harus berhadapan dengan Mami.


“Sendirian aja.”


“Ha? Seirus?” Langsung dag dig dug karena seseorang yang diharapkan ada disana malah tidak ada.


“Iya. Abang mau masuk?"


"Nggak Saya diluar saja."

__ADS_1


"Terus, Abang ngapain kesini?”


Reynand terdiam. Sesaat Ia sedikit ragu untuk bertanya.


“Tadi Nayla kesini nggak?"


“Oh Kakak. Tadi siang si kak Nayla kesini.”


“Terus dimana dia sekarang?"


“Habis dari sini kak Nayla langsung pergi lagi berangkat kebandara.”


“Kebandara?!”


Romeo mengangguk.


“Ngapain!?”


“Memangnya Abang nggak tau kalau hari ini Kak Nayla berangkat study tour kebali."


“Kebali!?” Reynand terkejut bagai disambar petir.


“Iya.”


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2