
****
Deg! Reynand terkejut. Ia merasa seperti sedang kedapatan mencuri. Perlahan Ia berbalik kebelakang. Gadis itu sudah terbangun rupanya.
“Abang udah pulang!?” Nayla terkesiap. Iya segera mendudukan tubuhnya. Menatap Reynand dengan penuh tanya. Apa yang sedang dilakukan laki-laki itu padanya? Dan kenapa seragamnya berserakan dilantai? Nayla melirik tubuhnya, Ia hanya mengenakan pakaian dalam sekarang. Ia pun kembali menatap Reynand penuh curiga.
Reynand sebenarnya ingin bersikap santai dan menjelaskan semuanya kepada Nayla. Namun tiba-tiba Ia merasa gugup karena Nayla menatapnya penuh curiga. Jantungnya berdegup kencang. Ia seperti tertuduh.
“Na-Na-Nayla i-ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Saya hanya mencoba mengganti pakaian kamu itu saja. Percayalah saya tidak berniat untuk melakukan hal yang bukan-bukan. Tadi kamu tertidur disofa….” Reynand tidak melanjutkan ucapannya, karena gadis itu perlahan mulai bersikap biasa saja sekarang.
Nayla terbengong mendengar penjelasan Reynand. Tentu saja, siapa yang tidak terkejut saat bangun ada seorang lelaki didalam kamar dengan baju seragam berserakan dilantai dan hanya menyisakan baju dalam ditubuhnya. Walaupun laki-laki itu adalah suaminya, tapi hubungan mereka kan tidak seperti itu.
Nayla pun mulai mengumpulkan kesadarannya. Kenapa juga laki-laki itu sepanik ini kalau tidak berniat melakukan hal buruk? Beberapa saat kemudian dengan masih setengah sadar beringsut Nayla turun dari ranjangnya. Tubuhnya sedikit sempoyongan.
“Aku mau mandi dulu.” Spontan tanpa sadar membuka thanktop yang sedang Ia kenakan.
Reynand terkesiap. Sontak saja laki-laki itu berpaling, wajahnya bersemu merah.
“Nayla kalau mau ganti baju tunggu saya keluar dulu dong.” Reynand segera berlalu keluar. Dalam hatinya tidak habis pikir dengan apa yang baru saja yang dilakukan oleh Nayla didepannya. Kenapa gadis itu sangat berani sekarang? Akhir-akhir ini selalu saja ada serangan yang membuat jantungnya berdebar-debar.
Nayla tersadar, Ia segera menutupi dadanya. Tanpa sadar melepaskan baju didepan laki-laki dengan santai. Kenapa Ia jadi cerboh begini?
Sementara itu didalam kamarnya Reynand mendadak pusing. Ia heran sendiri dengan sikap Nayla. Gadis yang awalnya pemalu itu kini mulai berani membuka baju didepannya. Atau apa mungkin ini karena kesalahannya tadi? Ya, tadi dia sendiri yang terlebih dahulu membuka pakaian gadis itu. Tapi, dia tidak berniat untuk melepas semuanya. Ia hanya berniat untuk mengganti baju luarnya saja.
Reynand mengusap wajahnya kasar. Sepertinya Ia juga harus mandi untuk menenangkan pikiran.
Sekitar 30 menit kemudian. Sekarang pukul setengah 8. Reynand telah rapi dengan pakaian casualnya. Baru saja Dion menelpon bahwa Ia sebentar lagi akan sampai menjemput. Ia harus pergi sekarang. Ada sebuah acara Live di TV yang menunggunya.
“Abang, mau kemana lagi?” Bertanya dengan raut wajah kecewa.
Melihat Nayla tiba-tiba ada didepan pintu kamarnya membuat Reynand sedikit terkejut.
“Oh, Iya saya lupa bilang ke kamu. Kalau malam ini saya harus kestudio TV.”
__ADS_1
“Aku ikut ya. Aku bosan.” Wajahnya terlihat memohon.
“Tapi, nanti takutnya kamu juga bosan menunggu saya disana.” Memasang jam ditangan.
Nayla menggelengkan kepalanya mantap.
“Abang ya, aku ikut.” Masih mecoba memohon.
Reynand menghembuskan nafasnya kasar.
“Ya udah, tapi janji nanti kamu nggak keluar dari mobil. Kemungkinan saya cuma 30 menit disana.”
Nayla menganggukkan kepalanya setuju. Gadis itu pun bergegas kembali kekamar mengganti pakaiannya.
Reynand dan Nayla pun turun menggunakan lift. Dibawah sudah ada Dion yang menunggu didalam mobil.
“Hai Nayla.” Dion menyapa Nayla dengan ramah setelah Ia membukakan pintu mobil untuk gadis itu.
Reynand terdiam mendengar panggilan Nayla untuk Dion. Ini agak sedikit tidak adil baginya. Kenapa Dion dipanggil Kakak sedangkan dia dipanggil Abang. Kenapa harus dibeda-bedakan?
“Abang.” Nayla menyenderkan kepalanya kebahu Reynand, tak lama gadis itu juga memeluk tubhnya.
“Nayla.” Reynand menatap Nayla heran. Kenapa gadis ini sangat berani sekarang?
Nayla makin mengeratkan pelukannya. Gadis itu benar-benar berubah jadi gadis agresif.
Tak berapa lama mereka pun sampai. Sesuai janjinya dengan reynand tadi Nayla pun akhirnya menunggu didalam mobil. Sementara Reynand dan Dion masuk kedalam studio.
Selama menunggu Reynand selesai Nayla tak henti-henti memegangi perutnya. Entah kenapa perutnya terasa sakit. Ah, Ia ingat dirinya memang belum makan dari tadi pagi. 20 menit, 30 menit berlalu Reynand belum juga keluar. Perut Nayla semakin kruyuk kruyuk meminta makan.
Ia ingat padahal tadi Reynand bilang hanya 30 menit. Tapi kenapa begitu lama.
Akhrinya setelah 1 jam menunggu keluarlah Reynand yang digeromboli oleh para wartawan. Terlihat seorang gadis cantik tengah menggelayuti tangannya.
__ADS_1
Gerombolan wartawan yang mengikuti mereka membuat Reynand agak kesulitan untuk melangkah.
“Jadi bisa dijelaskan seperti apa hubungan kalian?” tanya seorang wartawan sembari mundur karena Reynand tidak berhenti melangkah.
“Apa benar kalian menjalin hubungan yang serius.” Tanya wartawan lainnya.
Sementara itu Airin, wanita yang dari tadi menggelayuti Reynand terus menebar senyumnya bangga, karena sedang berada disisi aktor terkenal.
“Nggak kita cuma temenan aja.” Reynand mencoba menjelaskan. Namun para wartawan sepertinya belum puas akan jawaban Reynand. Padahal Ia sudah ingin masuk kedalam mobilnya yang berada tepat dibelakannya.
Namun tiba-tiba…. bugh!! Airin terjatuh dan terduduk. Sontak saja hal tersebut membuat wartawan semakin menyorotinya. Dengan segera Reynand membantunya bangkit.
“Lo kenapa?” Reyannd bertanya dengan heran.
“Tadi kayak ada yang dorong gue dari belakang?” Airin meringis memegangi lutunya.
Reynand menoleh kebelakang. Ia menatap mobilnya. Sedikit menaruh curiga.
Sementara itu dari dalam mobil Nayla tak hentinya tertawa lebar. Ia merasa sangat senang karena telah memberi pelajaran wanita ganjen. Ya, dia mneyebut Airin wanita ganjen karena terus menepel kepada Reynand.
“Rasain mangkanya jangan keganjenan.” Memperhatikan Airin yang meringis karena ulahnya dari dalam mobil. Tapi, melihat Airin meringis kenapa Ia merasa sangat jahat ya?
*
*
*
*
*
*
__ADS_1