
****
Jadi disinilah dia, masih menunggu sendirian diruangan tersebut. Menunggu dan duduk disofa seperti yang ia lakukan setiap kali diundang diacara-acara tv seperti ini, sebenarnya tidak Reynand sukai. Itu membosankan, seperti banyak menghabiskan waktunya.
Namun, karena tadi dia juga menghadiri acara jumpa fans disalah satu mall ibu kota. Dan, juga acara tersebut berlangsung cukup lama dengan fans yang membludak. Maka itu cukup menguras tenaga untuk menyapa seluruh fansnya itu. Sudah seharian ini berkegiatan, ia ingin sekali segera kembali kerumah.
Tadinya dia berencana untuk pulang kerumah terlebih dahulu sebelum kesini. Namun karena waktunya sudah mepet, maka ia urungkan saja.
Sesungguhnya ia ingin segera mandi dan berbaring dikasur yang empuk. Ingin memeluk....
"Rey...."
Suara centil itu membuyarkan lamunan Reynand. Kemudian dengan cepat menghempas duduk disebelahnya.
Reynand menoleh.
Aish, Selena.
Pasti perempuan cerewet ini akan menganggu waktu tenangnya.
"Kita belum breafing?" Gadis itu menyilangkan kaki jenjangnya sesaat setelah menbenahi tatanan rok mini super ketat itu.
Reynand mengangkat bahunya.
Lalu mengeluarkan bedak dari dalam tas, melirik sejenak. "Lo, lesu amat." kemudian gadis itu bercermin memperbaiki penampilan.
"Em...."
Kesal karena hanya dijawab dengan deheman gadis cantik itu mencibir.
"Eh, Rey. Soal gosip lo sama Airin...."
Dan, rasa penasaran wanita itu mampu mengalihkan perhatian Reynand. Ia sedikit menoleh dengan tatapan tidak suka.
Ia tau tatapan tidak suka itu, kemudian sedikit berdehem .... "Gue cuma penasaran aja, bener gak sih lo berdua ada hubungan." Berbicara santai sembari masih bercermin memperhatikan tampilannya.
"Kayaknya lo berdua gak cocok, deh."
Merasa kesal karena diabaikan maka perempuan itu dengan sengaja menjatuhkan bedaknya tepat didepan Reynand.
"Rey, ambilin...." ucapnya centil.
Mendengus kesal Reynand pun berusaha meraih benda yang terjatuh tersebut. Hingga.... Selena menjatuhkan kakinya sebelum ia sempat beranjak. Dan, ya, wajahnya pun tidak sengaja tertoleh menghadap paha mulus itu.
Reynand menghela nafas "Sengaja banget si, lo."
"Habisnya gue ngomong, lo malah cuekin. Sok ganteng tau gak!" Selena bersungut.
"Rey...."
"Em...."
"Menurut lo, gue gimana?"
Kesal karena tidak ada sahutan ia mencubit lengan itu " Ih, Rey."
"Apaan si lo?" Sedikit meringis dan mengusap lengannya.
"Menurut lo, gue gimana?"
__ADS_1
"Apa?!"
"Lo.... gak tertarik gitu?" Senyumnya mengembang penuh makna.
"Gue...." Dan, selena dengan beraninya mengusik pangkal paha Reynand hampir menuju senjatanya.
"Lo...." Ya, Reynand sedikit terkesiap. Astaga, untung saja imannya kuat. Kalau tidak mungkin sudah dia makan wanita ini. Sabar Rey, ingat istri. Tuh, kan mengingat kata istri dia ingin segera cepat pulang.
"Gue bisa kok Rey, jadi pacar yang baik...."
"Sel, gue gak butuh pacar...." kenapa? Karena dia sudah punya istri.
Selena memberengut, kemudian.... "Pulang nanti bareng ya. Em, lo kok nggak ada diapartemen lo, beberapa hari ini? Lo dimana?" Lagi-lagi jari lentiknya kembali bergriliya hampir menghampiri pusat sensitif itu.
Reynand menghembuskan nafas kasar. Selena benar-benar ingin mengujinya.
"Rey...." Kini dia berucap manja.
"Astaga.... lo berisik tau."
"Jadi, mau kan. Kalau lo gak butuh pacar, gue mau kok jadi istri lo." Ucapnya penuh harap.
Astaga, Reynand hanya bisa menggeleng. Entah Selena ini berbicara serius atau tidak dia tidak terlalu perduli. Tapi tidak bisa kah tangannya itu dikondisikan. Jangan sampai ada sesuatu yang terbangun disaat seperti ini. Bisa-bisa nanti dia pulang sebelum acara dimulai.
~
Suasana pun tenang ketika sorak-sorai dan tepuk tangan itu selesai. Baiklah seorang Reynand memang mampu membuat semua wanita berteriak histeris.
Host : Apa kabar Reynand? Makin ganteng aja. Kemarin kamu sempat heboh loh. (Lalu ucapannya diakhiri dengan gelak tawa)
Reynand: Kabar baik. ( Dia tidak ingin terlalu banyak bicara. Hindari saja sesuatu yang bisa menimbulkan sejuta pertanyaan lainnya)
Host : Jadi, itu bener. Kamu punya hubungan sama Airin? Kalian memang pernah main film bareng, kan? Jadi ceritanya cinlok, nih. (Rasa penasaran yang membumbung tinggi)
Reynand : Nggak kita cuma temenan aja. (Jawabnya sesantai mungkin dengan sikap penuh ketenangan )
Host : Oh, iya. Tapi yang kabarnya kalian makan malam waktu itu. (Sang host mulai memancing)
Reynand benar-benar kesal, kenapa harus dibahas diacara on air seperti ini.
Host : Semuanya pasti tahukan? Gimana menurut kalian Reynand sama Airin. Cocok nggak?? (Menanyai penonton, sembari memancing reaksi)
Sontak saja pertanyaan tersebut ditanggapi berbeda oleh para penonton yang sebagian besar wanita itu.
"Cocok!!"
"Nggak!!"
Suara nyaring teriakan penonton tersebut benar-benar memekak ditelinga Reynand.
Baiklah Reynand rasa dia telah mendatangi acara salah.
Astaga, gosip, gosip.
Host : Kita ada buktinya,nih. Mari kita lihat potonya.
Sontak saja poto yang terpampang dilayar besar itu kembali menarik perhatian penonton. Poto saat ia dan Airin sedang makan malam, dimana poto tersebut sempat diunggah oleh Airin beberapa saat yang lalu diakun media sosialnya.
Lebih tepatnya ia yakin mereka mengambil poto itu dari media sosial Airin lengkap dengan bukti caption yang ada.
__ADS_1
Reynand tidak tahu bagaimana cara mereka mendapatkan poto tersebut. Yang ia tahu Airin sudah menghapusnya setelah ia paksa waktu itu.
Entahlah, Reynand sudah tidak tau harus bagaimana lagi. Dalam hati ia menggeram, dasar host ember.
Host : Oh, iya Reynand. Kita juga ada kejutan nih, buat kamu.
Apalagi ini?
Dan, seketika mata Reynand membelalak melihat kejutan yang dimaksud. Seseorang datang melalui pintu masuk. Gadis dengan membawa bunga itu....
Airin!!!!
Host : Oke, kita break iklan dulu sebentar, setelah itu baru kita lanjut lagi. Kalian penasaran, bukan. Tentang kedekatan Reynand dan Airin. Tetap diacara Happy Show.
Beberapa saat kemudian....
"Rey, plis. Lo masih ada dua sesi lagi setelah ini." Seorang staf wanita stasiun tv itu mencoba menghentikan Reynand yang terburu-buru meninggalkan acara tersebut.
"Kalian bisa kasih alasan apapun. Bilang aja kalau gue ada urusan mendadak." Ucapnya dengan langkah terburu-buru.
"Rey, tolong dong, kerjasamanya." Salah satu staf laki-laki ikut menyusul.
Mendengus kesal. Reynand pun menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Kenapa lo gak konfirmasi dulu sama gue, untuk ngebahas hal kayak gitu tadi. Terus kejutan? Kejutan apa...." Lalu mata itu tak sengaja melirik Airin yang berdiri menatapnya dari kejauhan. Argh, Reynand benar-benar tidak habis pikir. Sudahlah dia pusing sendiri.
"Rey, tolong. Paling nggak lo selesain acara ini dulu." Staf wanita itu terus memohon.
"Sori, gue gak bisa." Lalu berbalik kembali dan meneruskan langkahnya cepat.
"Reynand!"
"Rey, tunggu!"
Reynand tahu betul suara nyaring yang sedang memanggilnya itu. Maka dia harus meneruskan langkahnya.
Haritano dan putrinya sama saja. Dia benar-benar geli dengan kedua anak dan ayah itu.
Setelah penawaran Haritano yang menurutnya tidak masuk akal itu dia tolak beberapa hari yang lalu, rupanya tidak membuat putrinya itu jera.
Mencintai putrinya? Gila! Ayah dan anak sama saja.
Padahal dia sudah berusaha mengabaikan. Dan, malam ini orang-orang malah mengaturnya untuk bertemu gadis itu, dalih-dalih memberinya sebuah kejutan. Kejutan yang tepatnya malah membuatnya ia terkejut.
Menghidupkan mesin mobilnya dengan segera, lantas dia pun secepat mungkin meninggalkan tempat tersebut.
Argh, Reynand rasanya ingin sekali berteriak kencang, membelah ibu kota.
*
*
*
*
Gimana menurut kalian part kali ini?
Maafkan kesalahan penulisan yang ada.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komen.
Happy Readingđź’“