
Visual baru!
Nayla--> *(^•_•^)* Reynand--> (~_ •)
Kimi no Kimi no - Kimi no toriko ni natte shimaeba kitto
°*°
°*°
°*°
°*°
Hari ini, entah kenapa Nayla agak merasa bosan. Jadi, siang tadi pada pukul sepuluh pagi dia sudah pulang hari ini dia memiliki tiga mata kuliah, karena hanya memiliki dua mata kuliah yang harus dihadiri, sementara satu mata kuliah lagi diganti pada hari lain karena dosen yang mengajar sedang berhalangan hadir.
Jadi beginlah dia tengah tergolek diatas kasur sambil sesekali mengelus-elus perutnya yang semakin membesar. Sesekali ia meringis pelan karena gerakan janin didalam perutnya terasa sangat lincah. Tapi, kata Beta itu bukan masalah, karena itu berarti tandanya janin yang ada didalam perutnya sehat.
"Seneng banget sih dek, kenapa sih? Kok bisa kesenengan didalam perut. Gerak-gerak terus." Gumamnya pada anak didalam perut sembari elus-elus gemas. "Tau aja Mamanya lagi bosan, mau hibur Mama ya? Makin gak sabar nunggu kamu lahir. Sehat-sehat ya sayang didalam perut."
Karena terus merasa bosan berasa didalam kamar, maka calon ibu muda tersebut beranjak dan turun dari ranjang. Ia kemudian keluar menuju pintu kamar dan kemudian menuruni tangga hendak ke dapur berniat ikut menyiapkan makan siang untuk anggota keluarga.
"Haha iya, senang ya Mis sebentar lagi kita punya cucu."
"Iya Del, jadi nenek deh akhirnya kita."
"Nenek gaul."
Mendengar suara obrolan dan gelak tawa dari dapur, Nayla pun langsung bergegas melangkah menuju kesana.
Sepersekian detik kemudian ia melihat Mama Adel dan Mami Miska yang tengah memotong buah dan menyiapkan makan siang pun langsung menoleh kearahnya.
"Eh, bumil turun juga rupanya." seru Mami Miska yang langsung meletakkan pisau buah ditangannya keatas meja lalu mengelap tangannya dengan tissue.
"Mami dari kapan disini? Mami nggak kerja?" Tanya Nayla yang langsung menghampiri dan memeluk Maminya.
"Belum lama. Mami ambil cuti sehari." Jawab Mami sembari membalas pelukan putrinya dan cepika-cepiki.
"Romeo, gak diajak?"
"Romeo masih sekolah. Gimana? Kamu sehat kan? Janin kamu sehat?" Calon nenek itu pun langsung menurunkan tangannya dan membungkuk untuk mengelus-elus perut gendut sang anak.
"Kemarin sewaktu periksa sama mbak Beta semua hasilnya baik, adeknya sehat, cuman jenis kelaminnya masih belum bisa diketahui." jelas Nayla.
Mami Miska pun mangut mendengar itu. "Gak apa-apa yang penting kamu dan calon anak kamu sehat." ujarnya tersenyum.
__ADS_1
"Gimana Mis, gak sabar kan punya cucu?" timpal Mama Adel yang saat itu tengah menyusun makanan diatas meja. "Dulu aja kamu ragu-ragu buat punya cucu." sindirnya kemudian.
"Lagu lama gak usah diingat deh, Del." sahutnya mengerling kearah Mama Adel. "Itu kan, dulu. Sekarang ya beda."
"Kamu gak ada rencana untuk berhenti bekerja?" Mama Adel mulai lagi. "Gak ada niatan gitu buat pindah kesini, enak loh Mis nanti waktu Nayla lahiran aku bisa puas-puas main sama cucu."
"Pulang kerja nantinya aku juga bisa puas-puas main sama cucu. Kamu tenang aja kalau perlu nanti Nayla sama Rey aku ajak pindah kerumah aku, biar aku bisa puas-puasin main sama cucu." sambar Mami Miska tak mau kalah. Ia lalu kembali menatap perut gendut sang anak. "Iya dek ya, nanti kalau nenek kangen, nenek culik kamu dari sini biar nenek kamu yang satu itu tau rasa."
Melihat hal tersebut Mama Adel pun mengerling dan mencebik. "Gak bisa, jangan main culik-culik. Cucu aku ini." usapnya menggeser pelan Mami Miska dari Nayla. "Iya, cucu nenek ya." Mama Adel menatap perut itu mengajak berkomunikasi dengan suara dibuat seperti anak kecil. "Cucunya nenek cepetan lahir ya, biar nenek bisa gendong, timang-timang cucu."
"Waduh, udah cocok banget Del. Kamu ngomong udah kayak nenek-nenek" Ledek Mami Miska.
Nayla hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah dua calon nenek ini. Cucunya belum lahir pun sudah diperebutkan.
Belum lahir aja udah jadi rebutan nak. Gimana kalau udah lahir nanti. Bisa heboh deh kedua nenek kamu. Ini aja udah rempong.
Saat itu disela-sela makan siang keluarga. Kakek yang tadinya ada kesibukan lainnya dikolam ikan belakang rumah kini juga telah bergabung bersama mereka. Lagaknya mendadak tidak disibukkan oleh aktivitas sebagai pemimpin perusahaan masih belum terbiasa bagi kakek. Jadi kakek terus-terusan mencari kesibukan.
Akan tetapi sebagai pemilik dari perusahaan yang kini telah dipimpin oleh cucunya tentunya kakek masih mengawasi segala macam gerak-gerik dari jalannya perusahaan yang ia bangun tersebut.
Tiba-tiba ditengah kegiatan makan siang tersebut, sosok Reynand hadir diantara mereka. Laki-laki itu terlihat mendekat sembari melonggarkan dasi dari kerah bajunya.
Disaat semua mata tertuju menyambut kehadiranhya dengan tersenyum sumringah Reynand pun langsung menggeser kursi kosong dan membawanya disamping Nayla.
"Hai calon ibu dari anak-anakku! Gimana kamu senang kan aku tiba-tiba ada disini?"
Ngegombalnya langsung to the point ya!
"Kamu gak kangen sama aku?" tanya Reynand lagi. Mana ekspresi seorang istri yang merasa senang melihat suaminya?
Mata Nayla membulat sembari sesekali melihat kearah semua orang yang ada dimeja. Ia pun memberi isyarat kepada suaminya untuk tidak menebar gombal, rayuan dan juga keromantisan untuk saat ini.
Kakek yang melihat hal tersebut berdehem. "Kenapa kamu pulang? Soal perusahaan gimana kalau kamu disini." tegur kakek yang membuat suasana tiba-tiba jadi serius.
"Aku titip kerjaan sama bang Aldi kek sebentar." Jawab Reynand dengan hati-hati.
Mama Adel yang tahu suasana jadi seram langsung membuka suara. "Iya, kamu kenapa pulang?"
"Kangen masakan rumah...." lirih Reynand pelan.
Mama Adel mengernyit. Iya apa?
"Jangan kambing hitamkan masakan rumah, bilang saja kalau kamu kangen istri." celetuk kakek kemudian yang membuat suasana semakin tegang.
Lalu hening!
__ADS_1
Tapi kakek sepertinya sadar suasana tiba-tiba serius akibat ulahnya. "Gak apa-apa sekali-sekali makan siang dirumah demi bertemu istri, kakek dulu juga pernah muda jadi tau rasanya." tambah kakek.
Reynand menarik nafas lega. Ia lalu menatap Nayla. "Kakek kadang nyeremin ya."
Nayla yang mendengar bisikan itu langsung mencubit pinggang Reynand pelan dan melotot. "Hati-hati kalau ngomong, nanti kakek dengar."
"Iya, sayang." Ujarnya meringis. "Senang kan aku ada disini." bisiknya lagi.
Tersipu-sipu menahan rasa senangnya, Nayla pun langsung mengangguk kemudian sembari piring dan mengambilkan nasi untuk Reynand. Kalau tidak ada orang pasti mereka sudah bermanja ria saat ini.
"Adek senang?" menatap perut Nayla.
"Senang ayah." cicit Nayla dengan pelan menirukan suara bayi. "Senang banget ketemu ayah tukang gombal." ujarnya santai.
Reynand terkekeh mendengar itu. "Tukang gombal? Tapi bisa bikin Mama kamu jatuh cinta." bisik Reynand lagi.
Nayla hanya bisa tersenyum menanggapi itu punya suami ekspresif memang begini ya, selalu saja berhasil membuatnya berbunga-bunga.
Dia jadi penasaran nantinya anak mereka kepribadiannya lebih mirip siapa?
••••
Beberapa saat kemudian setelah acara makan siang itu, di dapur.
"Perasaan Reynand waktu tahu perihal hubungan kamu dengan Joeshua bagaimana?" Tanya Mami Miska penasaran.
Mendengar perkataan tersebut Mama menunduk. "Dia kayaknya kecewa berat. Ini sudah kedua kalinya dia melihat ibunya seperti ini." Mama Adel menghela nafas berat, lalu mendongak. "Tapi, untungnya hal itu nggak lama. Malamnya dia langsung bicara sama aku seperti biasa, karena kebetulan sepertinya dia ada masalah dengan...."
Ucapan itu tiba-tiba terhenti oleh Nayla yang saat itu seketika masuk kedalam dapur.
•
•
•
•
Sebelum cerita ini mencapai puncak gemilang cahaya, mari kita simak kerempongan para calon nenek terlebih dahulu.
Mau buat yang konflik yang berat-berat tapi nanti takutnya pusing sendiri.
Maafkan kalau part kali ini agak terasa aneh. Buat yang udah kasih like, vote and komen thank you😘
__ADS_1
Happy Reading gengs!