
"Kenapa kulit kami menjadi seperti ini?" tanya Ray keheranan. "Lapisan atmosfer di bumi ini sudah terlalu tipis dan tidak bisa menahan paparan radiasi dari matahari," ujar Zass.
Ray dan Ralph hanya saling tatap,mereka tidak mengerti apa yang Zass katakan. "Ehm, singkatnya..... bumi kami ini mudah terbakar oleh sinar matahari," ujar Zass.
"Tapi kami tidak melihat ada matahari di sini, langit tampak sangat gelap, tidak ada matahari," ujar Ralph.
"Anggap saja langit di bumi kita ini membuat sinar matahai menyebar ke segala hamparan, namun karena langitnya terlalu tipis, sinar yang disebar tidak merata, dan membuat langit tampak seperti itu. Sebaiknya tidak perlu menanyakan hal yang tidak akan kalian mengerti," ujar Zass mulai kesal. Zwan pun tertawa melihat ekspresi suaminya.
"Ngomong-ngomong, kalian berasal dari mana?" tanya Zwan. "Kami dari bumi Gordon," ujar Ray. "Hmm, Gordon ya? Bumi gersang yang dipenuhi pertumpahan darah itu. Sepertinya tempat kalian masih jauh dari kata modern," ujar Zass.
"Abaikan semua hal tentang peradaban apalah itu! Apakah di sini ada benda pusaka terkuat di dunia?" tanya Ray penasaran.
"Benda pusaka? Mana ada hal konyol seperti itu di tempat ini!" ujar Zwan sambil tertawa. "Aku tidak mengerti apa yang membuat kalian berpikir hal ini lucu, tapi aku butuh senjata yang dapat membantuku mengalahkan Warden, ia akan membantai semua manusia ras iblis di dunia ini secara tidak adil!" ujar Ray.
"Sebaiknya kita hentikan pembicaraan ini! Kami tidak terlibat dengan konflik kalian. Tidak ada kata perang di bumi kami! Sebaiknya kau tidak membawa pencemaran di bumiku! Segeralah pulang atau kami akan menahan kalian b3rdua di sini untuk selamanya," ujar Zass, ia mulai waspada.
"Hei, Hei! Tunggu dulu! Maksudmu... kau tidak peduli kalau orang-orang tak bersalah di luar sana mati dengan cara yang tidak adil?" tanya Ray.
"Baiklah tuan Dark Warden. Jika kau membicarakan masalah tentang tidak adil, mari kita dengarkan! Aku punya satu pertanyaan sederhana untukmu. Berapa rata-rata usia manusia di bumimu itu?" tanya Zass.
__ADS_1
"Untuk manusia biasa dan ras iblis biasa hanya sekitar 50 sampai 80 tahun, bahkan usia Dark Warden sepertiku mungkin hanya bertahan hingga berusia 60 tahun ke bawah," ujar Ray murung.
"Luar biasa sekali! Kalian hidup sangat lama, namun seolah masih kurang cukup. Dengar baik-baik, anak muda! Kau ingin tahu seperti apa itu mati yang tidak adil?" tanya Zass.
Ray dan Ralph tampak penasaran dengan apa yang hendak Zass katakan.
"Hidup tak lebih dari empat tahun, meninggal setelah bereproduksi. Ya! Itu adalah kami! Inilah yang disebut mati secara tidak adil! Kalian menikmati hidup kalian selama belasan tahun, bahkan puluhan tahun, namun kalian pikir kalian akan mati secara tidak adil? Mana yang lebih tidak adil? Setelah lahir kami mulai dipacu untuk berpikir, tidak ada masa muda yang bisa kami gunakan untuk bermain-main dan bercanda. Waktu kami habis digunakan untuk bertahan hidup selama empat tahun yang menyiksa ini. Kalian masih mau mengadukan perihal kematian yang tidak adil?" tanya Zass, ia sudah enggan berbicara dengan dua orang itu lalu pergi begitu saja.
Ray dan Ralph terdiam seketika, mereka benar-benar tidak tahu kehidupan di bumi yang dipenuhi teknologi canggih itu.
"Maafkan suamiku, ia selalu sensitif jika membicarakan mengenai kehidupan. Sebentar lagi ia menginjak usia lima tahun, namun ia masih belum ingin memiliki anak, karena ia tahu setelah itu ia pasti meninggal sebelum anaknya sempat lahir ke dunia ini," ujar Zwan.
"Be.. begitukah? Apakah pria di sini langsung meninggal setelah berhubungan seperti itu?" tanya Ray. "Benar sekali. Bukan berarti ia takut mati, ia hanya khawatir tidak bisa melihat wajah anaknya setelah lahir. Meskipun hal itu memang sudah lumrah di bumi ini karena sang ayah pasti meninggal sebelum anaknya terlahir," ujar Zwan.
"Sang ibu juga akan meninggal setelah anak dilahirkan. Bayi yang baru lahir akan dikirim ke bangsal pengasuhan. Robot pengasuh yang akan menghidupi mereka hingga mereka sudah bisa berpikir secara mandiri," ujar Zwan.
Ralph tidak bisa membayangkan kehidupan pahit yang ada di bumi itu. Ray juga ikut terdiam, ia tidak tahu harus merespon apa saat menghadapi kenyataan ini.
"Aku tidak menganggap bahwa hidup kami ini tidak adil, memang beginilah keadaan kami dari dulu. Zass menjadi sentimental setelah beberapa kali mengunjungi antar bumi lainnya," ujar Zwan.
__ADS_1
"Kuharap tidak ada orang di sini yang pergi ke bumi lainnya dan mengetahui kenyataan pahit ini," ujar Ralph.
"Menurutku hal itu tidak akan terjadi karena suamiku langsung menutup semua akses ke antar bumi lainnya. Justru kehadiran kalian yang secara tiba-tiba ini sangatlah mengejutkan. Padahal seharusnya tidak perlu ada orang antar bumi lainnya yang datang ke sini. Tempat ini terlalu berbahaya untuk kalian," ujar Zwan.
"Terima kasih atas peringatannya, tapi kami juga tetap tidak bisa tinggal diam menyangkut masalah Warden ini. Tidak ada jaminan kalau orang itu tidak akan datang ke sini juga," ujar Ray.
Zwan berkerut dahi, ia juga tidak ingin sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi di buminya. "Hm. mengenai benda pusaka yang kalian cari itu, sebenarnya tidak ada di sini. Tapi ada satu teknologi yang mungkin bisa membantu kalian. Sayangnya benda itu telah dibuang ke wilayah Kesesatan Abadi," ujar Zwan.
"Kesesatan Abadi? Tempat seperti apa itu? Kenapa namanya sangat mengerikan?" tanya Ralph.
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu pula dengan keberadaan bumi-bumi yang kita tinggali. Setiap bumi memiliki satu atau lebih cacat fisik yang tak bisa diganggu gugat. Ada yang berupa citra ruang palsu, pusat medan magnet, badai yang tak pernah berhenti, pusaran air yang melenyapkan semua benda yang melaluinya, hamparan yang selalu tersambar petir, lubang cacing yang menghentikan waktu, gerbang yang dapat melemparmu ke antah berantah, bahkan ada gerbang yang bisa membawamu ke bumi lainnya. Bumi ini juga memiliki cacat seperti itu, dimana semua aktivitas fisika, reaksi kimia, sihir, dan aktivitas biologi akan lenyap," ujar Zwan.
"Kenapa benda pusaka hebat di lempar ke sana?" tanya Ralph. "Itu adalah lubang hitam yang kami gunakan untuk membuang sampah yang tidak digunakan lagi, termasuk benda berbahaya itu. Setelah dinyatakan produk cacat, benda itu dibuang ke sana. mungkin dalam beberapa tahun lagi benda itu akan lenyap masuk ke dalam lubang Kesesatan Abadi," ujar Zwan.
"Baiklah, sudah kuputuskan! Aku akan mengambil kembali benda pusaka itu!" ujar Ray bertekad.
"Tapi ingat! Di wilayah Kesesatan Abadi terdapat tanda batas wilayah yang ditentukan dengan garis. Jika kalian tidak menemukan benda itu di wilayah bergaris hijau, sebaiknya kalian menyerah!" ujar Zwan tegas.
"Kenapa?" tanya Ray. "Wilayah selanjutnya setelah garis hijau adalah garis merah. Terdapat banyak glitch di sana, dalam beberapa menit, lubang hitam mirip Kesesatan Abadi akan muncul dan menelan apa saja yang di sekitarnya! Meskipun tidak sebesar dan sekuat lubang Kesesatan Abadi, lubang itu dapat menghasilkan angin yang mencabik-cabik apa saja yang ada di sekitarnya dan itu tidak bisa dihindari atau di tahan! Kalian bisa saja lenyap seketika!" Zwan memperingatkan.
__ADS_1
"Baiklah, kami hanya akan pergi ke wilayah hijau saja!" ujar Ray. "Meskipun begitu, kalian juga tetap harus berhati-hati di wilayah hijau! Meskipun teknologi yang akan kalian dapatkan itu sangat menjanjikan, resikonya terlalu besar. Kalau kalian adalah orang yang gegabah, aku sarankan lebih baik tidak usah mencari benda itu! Kalian bisa mencari hal yang kalian inginkan di dunia lain!" ujar Zwan.
"Tenang saja! Kami tidak segegabah itu! Asal kau tahu saja, usia kami ini 15 tahun loh! Lebih tua dari kalian!" ujar Ray dengan lagaknya. Ia dan Ralph pun pergi setelah Zwan memberikan petunjuk mengenai benda pusaka itu.