
"Aku tunggu di mobil," kata seorang pemuda yang sedari tadi berdiri di belakang nya. Perempuan di depannya masih terdiam, dia masih berjongkok memegang batu nisan di depannya. Ada empat gundukan tanah baru, yang tak lain adalah makam kedua orang tuanya dan mertuanya. Dia masih menangis, dan tidak lagi tau apa yang harus dia lakukan.
"Jangan terlalu lama, sepertinya hujan akan turun." Kata pemuda itu lagi, tanpa melihat lagi dia meninggal perempuan itu sendiri.
Sepi, sunyi ,hanya ada udara dan isakan perempuan itu yang semakin terdengar keras. Dia tak mengatakan apapun hanya berkali - kali menghapus air matanya yang semakin tak terbendung. Terakhir dia mengatupkan kedua telapak tangannya dan terdengar doa-doa dari kedua bibir nya.
Tidak berselang lama, perempuan itu beranjak pergi dari pemakaman tersebut , menghampiri satu mobil yang tidak jauh tempat tersebut.
Tok tok tok
Dia mengetuk kaca mobil tersebut. Tidak lama kaca itu terbuka dan terlihat pemuda tadi sudah menunggu. Tanpa basa-basi dia mengulur kan tangan nya dan membukakan pintu untuk perempuan tersebut.
__ADS_1
"Maaf, aku lama mas," kata perempuan tersebut. Lelaki tersebut hanya terdiam dan mengisyaratkan untuk segera masuk.
Mobil melaju menyusuri jalanan. Jalanan sepi, mungkin itu juga di rasakan oleh dua insan tersebut.
***
" Zahwa ," panggil pemuda itu. Namanya Zahwa perempuan yang baru saja ia nikahi. Perempuan pilihannya orang tuanya, yang baru saja meninggal dunia bersamaan dengan kedua orang tua Zahwa yang tak lain juga mertuanya.
"Mas Hanan, memanggilku, apa ada yang mas perlukan?," tanya Zahwa agak ragu karena panggilan itu terdengar samar, dan mungkin itu pertama kalinya pemuda di depannya memanggil namanya.
"Oh, terima kasih mas, maaf merepotkan," kata Zahwa.
__ADS_1
"Hari ini kamu istirahat saja, biar aku saja yang masak. "
"Mas saja yang istirahat, dari kemarin mas belum istirahat, karena harus mengurusi pemakaman bapak ibu," bantah Zahwa, walaupun dia juga terlihat letih tapi dia juga tidak akan membuat suami nya itu repot untuk dirinya lagi.
"Ok! kita pesan makanan saja." Kata hanan akhirnya, dia juga tidak ingin membuat nya repot, terlebih melihat dirinya letih.
"Baiklah," balas zahwa.
Keduanya akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak. Zahwa setelah menyegarkan badannya terlihat ingin berbaring di kasurnya , tapi tampak ragu karena Hanan sudah terlebih dahulu tertidur di sana. Meskipun mereka sudah menikah tapi hari ini adalah hari pertama mereka tinggal satu rumah dan bahkan satu kamar. Akhirnya dia urungkan niat nya untuk berbaring di kasur dan beralih pada sofa panjang yang ada di dekat jendela kamar tersebut.
Kecelakaan orang tua nya, pernikahan yang secara tiba-tiba dan kematian kedua orangtuanya. Semua berlangsung begitu cepat, terkadang membuat Zahwa menganggap bahwa ini semua hanya mimpi belaka. Tapi tidak,semuanya nyata. Di depannya kini tertidur laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya. Laki-laki yang sebelumnya sama sekali tidak di kenalnya, dan bahkan pertama kali bertemu saat mereka melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
Kecelakaan yang di alami orang tuanya dan mertuanya, yang tak lain adalah orang tua Hanan. Membuat ke empat nya mengalami kritis beberapa hari di rumah sakit. Saat itu ayah Hanan lah yang masih sepenuhnya sadar , meminta Zahwa dan Hanan untuk segera menikah. Tanpa tahu apa alasannya, apa dan bagaimana? mereka berdua akhirnya menikah. Mungkin saat itu yang di fikirannya adalah membuat orang tua mereka bahagia.
Hingga pada akhirnya pernikahan mereka berdua menjadi amanah terakhir orang tua mereka.