Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
episode 17


__ADS_3

Sebenarnya ada apa? Kau terlihat kesal dan terlihat buru-buru meninggalkan resto . " Tanya zahwa.


" Aku bertemu dengan orang gila ! " Jawab Bella dengan kesal .


" He, orang gila ? " Zahwa semakin binggung.


Setahu dia resto itu memang sangat menjaga  pelanggan nya. Tetapi kenapa sampai ada orang gila? .


" Aku bertemu dengan lelaki . Dia mengatakan pengemar novel ku di web " Terang Bella . Dia harus menjelaskan , meskipun akan mengesalkan.


" Bukan nya seharusnya senang ya ? " Tanya Zahwa.


" Hah, dia terlalu menyeramkan " kata Bella menakuti.


" He, apa dia tinggal hitam dan berjenggot lebat ? " Tanya Zahwa. Menggambar lelaki yang baru saja di temui Bella.


" Mungkin seperti itu. Pokoknya dia menyeramkan " jawab Bella. Dia membuat Zahwa ketakutan.


Zahwa semakin bergidik . Dan berkata bahwa dia beruntung belum sempat masuk dan bertemu dengan lelaki itu.


Bella tersenyum. Sebenarnya dia terlihat masih lugu.


Mobil memasuki halaman kampus. Zahwa baru tersadar ketika memasuki gerbang kampus yang dulu pernah dia tempati.


Mobil Bella langsung parkiran belakang . Di sana juga terdapat deretan warung .


Banyak mahasiswa yang sedang makan atau sekedar nongkrong.


" Aku kangen nasi goreng pak Jay " kata Bella . Seperti menjawab rasa penasaran Zahwa .


" Ok juga . Lagipula lama kita tidak kesini " balas Zahwa.


Setelah keluar dari mobil mereka berjalan ke arah salah satu warung yang berada di paling ujung .


Di sana terlihat warung dengan nambor besar bertuliskan nasi goreng pak jay.


" Pak nasi goreng spesial 2 porsi dan es jeruk 2 " Pesan Bella kepada salah satu pegawai di sana.


Mereka duduk di salah satu bangku di warung tersebut.


" Jadi , apa yang ingin kamu ceritakan ?" Tanya Bella .


" Soal kakak ipar ku , yang dulu pernah aku ceritakan . Ternyata dia benar mas Surya " jawab Zahwa .


" Apa ! " Sontak Bella . Dia terlihat kaget.


" Bagaimana menurut mu ?" Tanya Zahwa . Dia terlihat binggung.


" Sebelum nya apa suami mu tahu soal ini ?" Tanya Bella


Zahwa menggeleng kan kepala.


" Sebaiknya jangan kasih tahu , jika dia mengetahui nya pasti dia akan sangat marah "


" Aku juga berfikir begitu , tapi mas Surya ? Aku tidak tahu bagaimana dia nanti nya "


" Setelah mengetahui ini semua, bagaimana sikap Surya terhadap mu ? Apa dia patah hati dan membenci mu ? Dan menyalahkan mu ?" Tanya Bella beruntun.


" Tidak . Tapi wajar jika dia kecewa dan patah hati. Aku pun juga merasakan nya. Tapi dia tidak berubah , dia tetap baik. Bahkan dia sudah mengganggap aku adik iparnya. Walaupun kadang dia masih mengingat kan , kalau dia mencintai ku " jawab Zahwa.


Bella terlihat berfikir sejenak. Beberapa saat setelah itu pesanan mereka datang . Dan mereka mulai menikmatinya.


" Nasi goreng ini masih sama seperti dulu . Walaupun bukan pak Jay yang memasak. " Kata Bella tergiur dengan rasa nasi goreng tersebut.


Zahwa terlihat menyetujui nya. Sesaat mereka melupakan pembicaraannya tadi.


" Tapi ngomong-ngomong apa pak Jay sudah tidak bekerja ? " Tanya Zahwa.


" Beliau ada di rumah kak. Terkadang juga masih datang ke sini ," jawab salah satu pegawai perempuan . Dia sebagai kasir di warung tersebut.


" Oh , tapi beliau sehat kan ? " Tanya Bella. 


" Sehat kak , bahkan bulan lalu beliau baru saja umroh " jawab perempuan itu.


" Alhamdulillah " kata Zahwa dan Bella bersamaan .


Pak Jay salah satu pemilik warung di kampus tersebut . Sebelum Bella dan Zahwa masuk kampus , beliau sudah ada di sana.


Nasi goreng nya paling legendaris di kampus tersebut.


" Kita balik ke topik pembicaraan , setelah ini apa yang kamu lakukan ?, Surya sepertinya sudah ikhlas kamu menikah dengan adiknya " kata Bella


" Aku fikir begitu , tetapi kemarin dia terbawa emosi karena mas Hanan bersikap tidak baik terhadap ku. Sebenarnya tidak masalah , hanya salah faham saja. Tapi mas Surya melebihkan kan dan marah kepada mas Hanan. " Cerita Zahwa .


Mengingat apa yang terjadi kemarin sebenarnya dia tidak tega dengan Surya. Apalagi Surya seperti itu karena membelanya.


" Bagaimana dengan dirimu ? Apa kau sudah tidak mencintainya ?" Tanya Bella.

__ADS_1


" Mana mungkin , itu akan sulit. Apalagi kita tinggal satu rumah. Tapi aku juga tidak bisa lupa status ku Sekarang. " Jawab Zahwa .


" Hmm , menjadi kan adik sebagai suami . Dan kakak sebagai kekasih . Boleh juga " ledek Bella .


" Apa-apaan kau ini. Aku juga tidak menginginkan hal seperti itu. " Sangkal Zahwa.


" Tapi bagaimana perasaan mu terhadap Hanan ? " Tanya Bella lagi.


" Tidak tahu , tapi yang pasti aku jengkel dengan dirinya " jawab Zahwa emosi.


" Kenapa ? " Tanya Bella lagi . Zahwa tidak sadar bahwa Bella sedang mencari atau menguji perasaan sepupunya itu.


Zahwa mulai menceritakan soal Hanan. Mulai dia yang menurut nya menyebalkan. Kejadian dia harus turun di mobil , Sampai tadi malam yang dia menangisi hanya karena dia tidak mengabari saat sedang pergi.


Zahwa menceritakan dengan mimik kesal dan marah , tapi dia terlihat antusias.


" Hmm,,, aku penasaran dengan suamimu itu. Kapan-kapan ajak dia saat kita bertemu " kata Bella.


" Ah , aku tidak akan menjanjikan itu " sanggah Bella.


" Tapi Zahwa , terkadang kita tidak tahu kapan cinta itu datang dan kapan cinta itu telah pergi " kata Bella tiba-tiba.


" Maksud mu ? " Tanya Zahwa binggung.


Belum sempat Bella menjawab sering ponsel Zahwa berbunyi . Zahwa melihat siapa yang menelepon nya.


" Mas Hanan , kenapa dia menelpon ? " Batin Zahwa ,


" Siapa ?" Tanya Bella ingin tahu.


" Baru saja di omongin . Dia sudah nongol . " jawab Zahwa dengan memperlihatkan layar ponselnya dengan nama suaminya.


" Hahaha coba kau tekan pengeras suara , " kata Bella .


" Untuk apa ?" Tanya Zahwa .


" Sudahlah , cepat keburu mati nanti " seru Bella .


Baru saja mau Zahwa jawab. Panggilan terputus. Zahwa meletakkan lagi ponselnya.


" Kau tidak telpon balik ? Mungkin ada yang penting " kata Bella


" Tidak , mungkin lagi iseng saja . Lagi pula sepertinya aku sama sekali tidak penting bagi dirinya " tolak Zahwa .


Baru beberapa detik , panggilan di ponselnya Zahwa berbunyi . Nama Hanan tertera di layar ponselnya.


" Cepat angkat !," Seru Bella .


" Hai kau dimana ? Kenapa tidak mengangkat telpon ku . Aku menemukan mobil mu di depan resto . Tapi kau tidak ada di resto itu . Jangan membuat ku susah . Kau di mana ? Kau baik-baik saja kan ? Dan lagi kenapa kau diam . Cepat jawab? Atau aku akan ke tempat mu. Di mana kamu  ?, He .. kenapa diam jawab. " Teriak Hanan dari balik telpon.


Zahwa geleng-geleng kepala dan Bella menahan tawa.


" Bagaimana aku bisa jawab. Kau seperti ibu sedang memarahi anaknya . Aku tidak bisa berbicara kalau kau sedang bicara . Dan lagi kenapa kau bisa tahu dimana mobil ku . Iya aku memang meninggalkan mobilku. Aku sedang di tempat lain . Aku akan pulang setelah urusan ku selesai . Bye " Jawab Zahwa tidak kalah emosinya. Dan langsung menutup telponnya .


" He, kenapa kau menutup nya . Dia mengkhawatirkan mu . Ayo telpon balik dan bicara baik-baik dengan dirinya " kata Bella .


Tidak habis fikir dengan pasangan suami istri itu.


" Tidak kak . Kau lihat sendiri kan dia seperti apa . Telpon bukanya menanyakan yang baik-baik malah marah-marah tidak jelas. Dia itu berbeda sekali dengan kakak nya " kesal Zahwa .


Bella tertawa geli melihat geli.


" Kita sudah terlalu lama disini , ayo kita pergi " ajak Bella .


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama , mereka keluar dari warung tersebut.


" Tapi Zahwa , jika kalian seperti itu terus bagaimana kalian menjalani rumah tangga kalian ? "


" Untuk saat ini aku hanya menjalaninya , dan entah seperti apa nanti aku juga tidak tahu "


" Pernikah bukanlah mainan Zahwa . Kita harus memiliki tujuan di dalam nya. Dan setiap tujuan itu yang pasti ada dalam pernikahan adalah memiliki keturunan. Apa kalian memikirkan itu ?" Tanya Bella.


Zahwa terdiam . Memikirkan perkataan sepupunya itu.


Tujuan ?


Dia sama sekali tidak memikirkan hal seperti itu dalam pernikahannya . Dia menikah dengan terpaksa dan tanpa mengerti apapun . Bagaimana dia bisa mengerti tujuan pernikahannyah itu apa ?


" Jika saja aku bisa memilih kak , aku akan memilih mas Surya menjadi suami ku. Kau sendiri tahu , bagaimana aku mengaguminya dari dulu. Entah sejak kapan perasaan itu muncul , aku saja sampai tidak tahu. Tapi saat itu aku hanya berharap kepadanya , membayangkan dia akan menjadi bagian hidup ku. Setiap hari aku berdoa dia yang di kirim kan tuhan untuk menjadi jodoh ku."


" Kekaguman terhadap nya terkadang melewati batas nya kak . Bahkan saat dia jauh dari ku , aku masih saja tidak sekali pun berpaling. Aku tetap merindukan dia. Berharap ada sedikit kabar darinya untuk ku. "


" Tapi jika mas Surya bukanlah takdir ku . Aku berharap aku dan dia di pertemukan kepada mereka yang baik untuk masing-masing dari kita. Dan aku berharap mereka bukan salah satu dari kita , keluarga, tetangga dan siapapun yang bisa aku lihat. Biarkan kita tidak lagi bertemu , biarkan kita menjalani kehidupan kita tanpa mengetahui satu sama lain. Mungkin itu karena aku terlalu mencintai nya. Aku takut jika hati ku akan sakit dan sulit aku kendalikan. "


" Entahlah kak, kenapa cinta itu ada. Jika pada akhirnya kita juga tidak bisa bersama. Kenapa harus ada cinta di antara kita."


" Tapi , meskipun begitu . Aku tidak pernah menyesal mencintainya. " Terang Zahwa , tanpa terasa air matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


Bella, dia merasa bersalah , karena pertanyaannya Zahwa menjadi sedih. Seharusnya dia tahu bahwa pertanyaan itu sangatlah sensitif untuk Zahwa.


" Maaf Zahwa , aku tidak bermaksud untuk membuat mu sedih " kata Bella dia  mengelus-elus punggung sepupu nya itu. Berfikir sedikit memberikan ketenangan untuk dirinya.


" Tidak , aku senang kamu menanyakan nya. Sekarang aku tahu bahkan menikah pun harus punya tujuan dan aku akan memikirkan itu "  Ujar Zahwa , dia menghapus air matanya dan mencoba tersenyum di hadapan sepupunya itu.


" Zahwa , banyak sekali alasan seseorang menikah . Ada yang karena mereka saling mencintai , ada kalanya karena untuk saling menguntungkan satu sama lain , ada karena di jodohkan , dan ada kalanya karena takdir . Dan aku berdoa kau salah satu yang terakhir. " Kata Bella


" Kenapa begitu ? Mungkin aku salah satu dari orang yang di jodohkan " sanggah Zahwa.


" Tidak Zahwa . Apa kau tidak curiga tentang perjodohan mu dengan Hanan. Tanpa ada kabar , atau alasan yang tepat kamu di jodohkan dan harus menikah saat itu juga. Padahal kalian tidak saling kenal . Dan orang tua kalian , jika memang sebelumnya mereka sudah saling kenal pasti mereka akan menikahkan kamu dengan Surya bukan hanan " Terang Bella .


" Aduh kak, kau membuat ku pusing " keluh Zahwa .


Banyak sekali pertanyaan dalam benak nya sekarang .


" Kau harus mencari jawabannya Zahwa , pasti ada yang salah. " Seru Bella . Seperti dia bersemangat , seperti deteksi yang menemukan kasus .


" Baiklah aku akan mencari tahu , tapi kak sejak tadi kau menanyai ku. Aku lebih curiga dengan mu ," kata Zahwa dengan memicingkan matanya.


" Curiga ? Kenapa?" Tanya Bella .


" Kau tidak sedang mencari bahan tulisan novel mu kan?" Tanya Zahwa penuh curiga


Bella kaget , dia terlihat tertegun sebentar. Dan kemudian melepas tawa.


" Hahahaha. Ketahuan ya " katanya .


Zahwa cemberut , ternyata dia hanya menjadi salah satu uji coba nya.


" Keterlaluan " umpat Zahwa . Dia kesal.


" Aku manusia Zahwa . Aku tidak bisa membuat banyak kisah dalam setiap kehidupan , karena itu aku harus mencari satu persatu. Termasuk kisah kehidupan mu. " Kata Bella membela dirinya.


" Sudahlah , "


Zahwa terlihat marah . Dan berjalan cepat meninggalkan sepupunya.


" Kau mau kemana? Ayo kita pulang . Apa kau lupa kau kesini bersama ku " teriak Bella.


Zahwa kembali. Sedikit memarahi Bella dan mengumpatnya. Dan beberapa saat mereka sudah kembali tertawa.


Tanpa sadar mereka sudah menghabiskan banyak waktu . Berbincang panjang lebar tanpa terasa mereka sudah berjalan mengelilingi kampus .


" Kita pulang ?" Ajak Bella


" Baiklah , antar aku ke resto tadi. Mobil ku masih di sana "


" Ok "


Mobil kembali berjalan ke luar pekarangan kampus. Mulai menapaki jalanan.


" Kau tadi bilang , bahwa seseorang menikah salah satunya karena takdir , dan kau berdoa aku menjadi salah satunya . Apa maksud nya ? Bukankah setiap jodoh adalah takdir ?" Tanya Zahwa . Di masih penasaran dengan ucapan Bella.


" Iya kau benar. Tetapi menikah karena takdir berbeda , seperti dirimu bertemu dan kemudian bersama. Tanpa alasan apapun kalian terikat satu sama lain " jawab Bella .


" Aku masih belum mengerti , jangan menjelaskan dengan kata terlalu seperti itu " ucap Zahwa kesal .


" Hahaha. Kau akan mengerti kalau sudah waktunya. Sekarang , seperti katamu. Kau jalani saja " kata Bella . Malah membuat Zahwa merasa kesal karena tidak menemukan penjelasan.


Beberapa saat setelah itu mereka sudah kembali ke resto ,pertama mereka bertemu tadi. Tetapi Zahwa tidak menemukan mobil nya .


Dia sangat khawatir , bagaimana bisa mobilnya bisa hilang begitu saja.


" Nyonya apa pemilik mobil jazz merah?" Tanya salah satu satpam .


" Iya pak. Tadi saya ikut parkir disini. Dan saya juga menitipkan nya pada  satpam pada shiff pagi " jawab Zahwa .


Dia terlihat binggung.


" Oh iya . Tadi ada seorang pria , dia mengaku suami nyonya . Dia mengatakan akan membawa mobi itu pulang "  jelas satpam itu.


" Hah suami , apa mas hanan ? Dia menyebutkan namanya pak ?" Tanya Zahwa


" Saya kurang tahu nyonya. Saya hanya di beritahu kalau nanti ada yang mencari mobil jazz merah untuk menyampaikan kalau mobil sudah ada di rumah . Begitu " kata satpam tersebut.


Zahwa mencari ponselnya dan segera menelepon.


" Assalamualaikum , mas Hanan ! Mas , mobil ku hilang . Apa kau yang mengambil nya ?"  Tanya Zahwa setelah panggilnya terjawab.


" Kau kira aku pencurian. Masih untung aku membawanya pulang." Jawab Hanan di balik telpon.


" Aku tadi khawatir mencari nya , lagipula kenapa kamu tidak bilang kalau mengambil mobilnya." Kata Zahwa . Menyalahkan suaminya.


" Aku mau memberi tahu mu, tapi kau tadi langsung menutup telpon ku " balas Hanan.


Zahwa teringat , karena kesal dia langsung menutup telpon dari Hanan.

__ADS_1


" Aku antar kamu pulang saja, lagi pula aku belum tahu rumah mu yang sekarang " tawar Bella .


Zahwa mengangguk, tanpa menghiraukan ponsel nya yang masih tersambung dengan panggilan tadi , dia langsung memasukkan lagi ke dalam tas.


__ADS_2