Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 13


__ADS_3

" Turun "


" Apa ? " Tanya Zahwa , dia meyakinkan apa yang barusan dia dengar.


" Turun " kata Hanan lagi . Zahwa celingak-celinguk melihat jalanan yang padat dengan kendaraan. Mobil mereka berhenti di tepi jalan.


" Kenapa ? , Apa ada yang ketinggalan ? " Tanya Zahwa .


" Pergilah , aku akan terlambat " kata Hanan sedikit menekan.


Zahwa terdiam , dan keluar dari mobil . Sesat mobil itu sudah melaju dengan cepat dan meninggalkan Zahwa seorang diri.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang. " Kata Zahwa , tanpa terasa air matanya keluar.


Ramainya jalanan dan riuh nya suara orang-orang disekitarnya tidak lagi menjadikan dia bising. Mungkin karena hatinya yang terlampau sepi.


" Zahwa ? " teriak seseorang , Zahwa menoleh arah suara tersebut.


"Mas Surya , kenapa ada di sini? " Tanya Zahwa. Di tersadar bahwa sedari tadi dia berjalan tanpa arah tujuan.


" Itu tidak penting. Ayo kita duduk dulu " kata Surya. Dia menggandeng tangan Zahwa , membawanya pada bangku kosong di tepian jalan tersebut. Zahwa masih terdiam.


Sejenak mereka terdiam .


" Apapun yang terjadi , biarkan terjadi . Sekarang kamu adik ipar ku, jadi aku mohon jangan menghindari ku. Hanan , dia terlalu peka . " Kata Surya akhirnya.


" Iya . Aku tahu posisi ku "


Entah mengapa hati nya terasa sakit mendengar perkataan itu. Seperti membalikkan tangan kah perasaan mereka , ketika satu sisi tidak dapat mengambil maka satu sisi nya akan menggantikan nya.


" Jadi bolehkah aku melihat senyummu , adik ku ? " Tanya Surya , dia berjongkok di depan Zahwa dengan senyum manisnya .

__ADS_1


" Untuk ? " Tanya Zahwa.


" Untuk ku , terutama untuk dirimu sendiri " Jawab Surya.


Zahwa tersenyum , mungkin hanya dia yang bisa membuat nya merasakan bahagia.


" Baiklah , sebagai tanda pergantian status kita. Boleh kah aku mengajak mu jalan-jalan " Ajak Surya dengan riang.


Zahwa berfikir sejenak.


" Hari ini lupakan Hanan , dia tidak bisa di andalkan " kata Surya .


Tanpa berfikir lagi Zahwa mengangguk . Berjalan menyusuri jalanan kota.


" Darimana kamu tahu aku disini ? " Tanya Zahwa


" Aku mantan kekasih mu , jadi insting ku tentang mu masih sedikit berfungsi. " Kata Surya ngawur. Tapi itu membuat Zahwa tertawa lepas.


" Ohh , baiklah . Kamu memang yang terbaik " kata Zahwa.


Tanpa tersadar , Zahwa sudah  terbawa suasana. Dia terlihat gembira, memainkan satu demi satu permainan di sana . Sesekali mengajak Surya untuk berduel dengannya.  Setelah lelah mereka duduk dan memasan es krim. Dan kemudian kembali berjalan , berbelanja dan membeli keperluan untuk mereka.


Langkah Zahwa terhenti tiba-tiba. Matanya tertuju pada toko perhiasan.


" Ada apa ? Apa kamu ingin beli perhiasan ? " Tanya Surya , menyadari Zahwa yang terpaku melihat toko perhiasan.


" Sebelum mas kembali , aku dan mas Hanan pergi ke toko itu. Dia memesan sepasang cincin . Untuk mu "


" Oh. Iya , aku menyuruh nya. Ku Fikir setelah kembali aku akan segera memberikan mu kejutan dan melamar mu " kata Surya. Dia tersenyum , sedikit terpaksa dan seperti menyembunyikan sesuatu.


" He, saat itu aku sempat iri pada diriku sendiri. "

__ADS_1


" Kok bisa ? "


" Aku iri , saat itu aku merasa wanita yang akan kamu lamar sangat beruntung .   Mas Hanan juga bercerita , bahwa kamar mu sudah kamu desain sesuai selera kekasih mu. Aku berfikir , kamu benar-benar mencintainya " Terang Zahwa . Rasa tak menentu itu. kembali dia rasakan.


"Aku memang mencintai mu " kata Surya , dia menatap Zahwa lekat.  Tatapan yang selalu dia berikan kepada Zahwa saja . Begitu yakin , seakan mata itu ikut berbicara bahwa hanya dirinya yang di cintainya.


Kedua terdiam , terlebih Zahwa . Jika dulu  dia akan berbicara dengan lantang membalas pernyataan  laki-laki di depannya tersebut, tapi sekarang berbeda. Walaupun dia ingin tapi itu semua seakan tiada artinya lagi.


" Bagaimana jika aku tidak melupakan mu ? Bagaimana jika sepanjang hidup ku , ketika aku bertemu dengan seseorang yang baru, aku tidak akan pernah jatuh cinta pada mereka , karena mereka bukan diri mu ? "


" Bahkan nabi Muhammad yang cintanya lebih besar di berikan 


Kepada sayyidah Khotijah ,di banding istri-istrinya yang lain. Sekali pun setelah  beliau telah tiada . Yang kemudian di protes oleh Dewi Aisyah.  "


" Sebagaimana jawaban nabi , dia hanya berdoa " Ya tuhan ku , jangan kau siksa aku dengan sesuatu yang Engkau miliki , sedang aku tidak memiliki nya "


" Urusan keadilan hati , Kanjeng nabi saja tidak mampu . Apalagi aku ? "  Batin Surya.


" Aku harus berbicara apa ? " Tanya Zahwa dengan tatapan kosong.


" Sudah ,lupakan . Ayo kita lanjutkan , kamu mau pergi kemana lagi ? " Tanya Surya mengalihkan suasana.


Dreett


Hanan


Jika sudah selesai cepatlah kalian pulang


Isi chat dari Hanan . Surya menghela nafas dia memasukkan kembali ponselnya dalam saku celananya.


" Kita pulang , mas Hanan sebentar lagi pasti akan pulang " jawab Zahwa.

__ADS_1


" Baiklah " 


Taksi membawa mereka berdua. Meninggal pusat perbelanjaan itu. Keduanya terdiam terpaut dengan fikiran masing-masing terlebih suasana hati.


__ADS_2