
" Turun "
" Apa ? " Tanya Zahwa , dia meyakinkan apa yang barusan dia dengar.
" Turun " kata Hanan lagi . Zahwa celingak-celinguk melihat jalanan yang padat dengan kendaraan. Mobil mereka berhenti di tepi jalan.
" Kenapa ? , Apa ada yang ketinggalan ? " Tanya Zahwa .
" Pergilah , aku akan terlambat " kata Hanan sedikit menekan.
Zahwa terdiam , dan keluar dari mobil . Sesat mobil itu sudah melaju dengan cepat dan meninggalkan Zahwa seorang diri.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang. " Kata Zahwa , tanpa terasa air matanya keluar.
Ramainya jalanan dan riuh nya suara orang-orang disekitarnya tidak lagi menjadikan dia bising. Mungkin karena hatinya yang terlampau sepi.
" Zahwa ? " teriak seseorang , Zahwa menoleh arah suara tersebut.
"Mas Surya , kenapa ada di sini? " Tanya Zahwa. Di tersadar bahwa sedari tadi dia berjalan tanpa arah tujuan.
" Itu tidak penting. Ayo kita duduk dulu " kata Surya. Dia menggandeng tangan Zahwa , membawanya pada bangku kosong di tepian jalan tersebut. Zahwa masih terdiam.
Sejenak mereka terdiam .
" Apapun yang terjadi , biarkan terjadi . Sekarang kamu adik ipar ku, jadi aku mohon jangan menghindari ku. Hanan , dia terlalu peka . " Kata Surya akhirnya.
" Iya . Aku tahu posisi ku "
Entah mengapa hati nya terasa sakit mendengar perkataan itu. Seperti membalikkan tangan kah perasaan mereka , ketika satu sisi tidak dapat mengambil maka satu sisi nya akan menggantikan nya.
" Jadi bolehkah aku melihat senyummu , adik ku ? " Tanya Surya , dia berjongkok di depan Zahwa dengan senyum manisnya .
__ADS_1
" Untuk ? " Tanya Zahwa.
" Untuk ku , terutama untuk dirimu sendiri " Jawab Surya.
Zahwa tersenyum , mungkin hanya dia yang bisa membuat nya merasakan bahagia.
" Baiklah , sebagai tanda pergantian status kita. Boleh kah aku mengajak mu jalan-jalan " Ajak Surya dengan riang.
Zahwa berfikir sejenak.
" Hari ini lupakan Hanan , dia tidak bisa di andalkan " kata Surya .
Tanpa berfikir lagi Zahwa mengangguk . Berjalan menyusuri jalanan kota.
" Darimana kamu tahu aku disini ? " Tanya Zahwa
" Aku mantan kekasih mu , jadi insting ku tentang mu masih sedikit berfungsi. " Kata Surya ngawur. Tapi itu membuat Zahwa tertawa lepas.
" Ohh , baiklah . Kamu memang yang terbaik " kata Zahwa.
Tanpa tersadar , Zahwa sudah terbawa suasana. Dia terlihat gembira, memainkan satu demi satu permainan di sana . Sesekali mengajak Surya untuk berduel dengannya. Setelah lelah mereka duduk dan memasan es krim. Dan kemudian kembali berjalan , berbelanja dan membeli keperluan untuk mereka.
Langkah Zahwa terhenti tiba-tiba. Matanya tertuju pada toko perhiasan.
" Ada apa ? Apa kamu ingin beli perhiasan ? " Tanya Surya , menyadari Zahwa yang terpaku melihat toko perhiasan.
" Sebelum mas kembali , aku dan mas Hanan pergi ke toko itu. Dia memesan sepasang cincin . Untuk mu "
" Oh. Iya , aku menyuruh nya. Ku Fikir setelah kembali aku akan segera memberikan mu kejutan dan melamar mu " kata Surya. Dia tersenyum , sedikit terpaksa dan seperti menyembunyikan sesuatu.
" He, saat itu aku sempat iri pada diriku sendiri. "
__ADS_1
" Kok bisa ? "
" Aku iri , saat itu aku merasa wanita yang akan kamu lamar sangat beruntung . Mas Hanan juga bercerita , bahwa kamar mu sudah kamu desain sesuai selera kekasih mu. Aku berfikir , kamu benar-benar mencintainya " Terang Zahwa . Rasa tak menentu itu. kembali dia rasakan.
"Aku memang mencintai mu " kata Surya , dia menatap Zahwa lekat. Tatapan yang selalu dia berikan kepada Zahwa saja . Begitu yakin , seakan mata itu ikut berbicara bahwa hanya dirinya yang di cintainya.
Kedua terdiam , terlebih Zahwa . Jika dulu dia akan berbicara dengan lantang membalas pernyataan laki-laki di depannya tersebut, tapi sekarang berbeda. Walaupun dia ingin tapi itu semua seakan tiada artinya lagi.
" Bagaimana jika aku tidak melupakan mu ? Bagaimana jika sepanjang hidup ku , ketika aku bertemu dengan seseorang yang baru, aku tidak akan pernah jatuh cinta pada mereka , karena mereka bukan diri mu ? "
" Bahkan nabi Muhammad yang cintanya lebih besar di berikan
Kepada sayyidah Khotijah ,di banding istri-istrinya yang lain. Sekali pun setelah beliau telah tiada . Yang kemudian di protes oleh Dewi Aisyah. "
" Sebagaimana jawaban nabi , dia hanya berdoa " Ya tuhan ku , jangan kau siksa aku dengan sesuatu yang Engkau miliki , sedang aku tidak memiliki nya "
" Urusan keadilan hati , Kanjeng nabi saja tidak mampu . Apalagi aku ? " Batin Surya.
" Aku harus berbicara apa ? " Tanya Zahwa dengan tatapan kosong.
" Sudah ,lupakan . Ayo kita lanjutkan , kamu mau pergi kemana lagi ? " Tanya Surya mengalihkan suasana.
Dreett
Hanan
Jika sudah selesai cepatlah kalian pulang
Isi chat dari Hanan . Surya menghela nafas dia memasukkan kembali ponselnya dalam saku celananya.
" Kita pulang , mas Hanan sebentar lagi pasti akan pulang " jawab Zahwa.
__ADS_1
" Baiklah "
Taksi membawa mereka berdua. Meninggal pusat perbelanjaan itu. Keduanya terdiam terpaut dengan fikiran masing-masing terlebih suasana hati.