Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 32


__ADS_3

Laki-laki itu sudah di ambang pintu. Dia terlihat membawa beberapa papar bag ukuran besar. Zahwa semakin penasaran dan tidak sabar untuk menerima nya.


"Apa kamu temannya mas hanan?" tanya Zahwa. Setelah dia sudah berada di depan laki-laki tersebut.


"Iya, nama ku Alfin. Kau Zahwa?" Tanya Alfin menebak.


"Iya , silahkan masuk," kata Zahwa mempersilahkan.


Alfian membawa papar bag itu masuk ke dalam. Zahwa mempersilahkan untuk duduk dan menunggu minuman.


"Aku kesini untuk memberikan ini," kata Alfin dengan menyerahkan papar bag itu kepada Zahwa.


"Terima kasih," balas Zahwa.


"Aku tidak tahu jika Hanan sudah menikah. Jadi maaf jika aku tidak menghadiri pernikahan kalian. Terakhir aku bertemu dengan dirinya, dia juga tidak membicarakan pernikahan kalian." Terang Alfin


"Tidak apa-apa. Lagipula kita tidak mengadakan pesta atau sejenisnya," kata Zahwa.


Perbintangan mereka terhenti sebentar saat bik asih datang membawa minuman dan Snack.


"Aku mengira Hanan akan lama untuk menikah . Karena selama ini dia tidak pernah terlihat bersama perempuan mana pun. Tapi ternyata malah duluan menikah dari teman-temannya," kata Alfin


"Benar kah? Saya juga baru mengenal mas hanan setelah kami menikah," kata Zahwa. Seakan tidak percaya juga ketika Alfian mengatakan Hanan tidak pernah bersama perempuan lain.


"Kalian di jodohkan?" Tanya Alfin pemasaran.


"Saya tidak bisa ceritakan. Mungkin nanti mas Hanan bisa menceritakan kepada anda. Takut salah, dan berbeda dari versi mas Hanan nantinya," kata Zahwa mencari aman.


"Tapi aku lihat kalian memiliki kebiasaan yang sama," kata Alfin


"Benarkah?"


"Iya. Benar kata orang. Jodoh itu cermin diri kita," kata Alfin.


Dia melihat Zahwa memiliki sifat yang sama dengan Hanan. Dia tidak terlalu suka saat orang membicarakan dirinya. Selalu berfikir panjang dalam memutuskan sesuatu.  Terlihat saat dia tidak ingin menceritakan pernikahan mereka yang mungkin masih menjadi rahasia dia antara ke duanya.


"Syukurlah. Jika ada orang yang beranggapan begitu," balas Zahwa.


"Aku sudah menyelesaikan tugas ku. Kalau begitu aku permisi dulu. Jangan sungkan jika butuh busana atau keperluan fashion lainya, kamu bisa hubungi aku," kata Alfin.


"Baiklah , apa ini baju?" Tanya Zahwa, mendengar penjelasan Alfian tentang fashion, sudah di duga bahwa isi papar bag itu adalah baju atau semacamnya.

__ADS_1


"Benar, tapi mungkin kamu akan lebih  menyukai surat yang di selipkan di dalamnya," kata Alfin.


Zahwa semakin penasaran. Tidak sabar ingin membukanya.


"Assalamualaikum, aku tidak akan lama-lama lagi" kata Alfin. Dia sudah merasa di campakkan , karena Zahwa terlihat tidak sabar membuka papar bag itu.


"Waalaikumsalam..." balas Zahwa. Dia sudah tidak perduli lagi dengan kepergian Alfin.


Dia segera bergegas membawa papar bag itu ke dalam kamarnya. Sampai di kamar dia langsung membukanya. Sebuah gaun hitam, beserta hijabnya. Zahwa memandang takjub gaun di depannya itu. Dia tidak percaya bahwa Hanan mempunyai selera yang bagus.


Ada sepucuk surat di bawah gaun hitam itu. Zahwa langsung membukanya. Penasaran apa isi surat tersebut.


[Assalamu'alaikum


Jika membaca surat ini berarti kamu sudah menerima gaun hitam itu. Aku tidak mengetahui selera mu , sama halnya aku juga belum bisa mengerti sepenuhnya dirimu].


[Jangan marah jika tidak cocok . Lain kali kamu bisa membeli sesuai selera mu. Tapi karena aku menyukai gaun ini, aku membelinya untukmu. Jangan terlalu percaya diri dulu, belum berarti aku sudah mencintai mu]


[Aku hanya ingin memastikan saat kamu menjadi istri ku. Kamu tidak akan pernah kekurangan apapun dan bisa mendapatkan apapun yang kamu mau. Tapi aku meminta satu saja, jangan lagi memberikan hak mu kepada siapa pun itu. Termasuk orang yang kau cintai]


[Kita bukan Ali dan Fatimah yang sebelumnya sudah memiliki cinta dalam hatinya , menyimpan nya dalam diam  sebelum pernikahan]


[Pernikahan ini benar atau tidak kita pun tidak tahu. Tapi , aku berharap kita menjadi Hanan dan Zahwa yang selalu bisa mengerti meskipun sedang bertengkar sekalipun.]


[Wassalamu'alaikum ...]


[TTD]


[Hanan]


Isi surat itu membuat Zahwa terharu. Tidak menyangka jika Hanan akan bisa seromantis ini. Membayangkan bagaimana sikap dinginnya pada waktu pertama kali mereka bertemu. Bagaimana cara dia selalu menggoda nya dan bahkan suka sekali membuat nya marah. Walaupun begitu , dia tidak pernah sekalipun menolak permintaannya jika itu adalah hal yang bisa membuatnya bahagia.


Entah harus bersyukur atau bersalah. Bersyukur karena dia memiliki suami yang bisa mengerti dirinya , meskipun suaminya secara terang-terangan mengatakan belum mencintainya. Bersalah, karena sampai saat ini ia menyembunyikan hubungannya dengan Surya. Bahkan masih mencintainya.


Zahwa membuka papar bag lainnya. Dia menemukan satu set gamis lagi tapi tidak sebagus gaun pertama. Mungkin untuk acara nanti malam dan satu high heels. Ada satu surat kecil dalam kotak high heels itu.


[Kamu akan terlihat agak tinggi jika memakai high heels ini.]


Isi surat kecil itu.


"Baru saja aku terharu< tapi dia sudah membuat ku menyesalinya," Kata Zahwa.

__ADS_1


**Cling


[Mas hanan


Jika kamu suka apa yang aku kirim kan. Pakai salah satu nya untuk acara nanti malam]


Baru saja Hanan mengirim pesan singkat lagi untuk Zahwa. Membuat Zahwa bingung menentukan pilihan di antara ke dua gamis tersebut.


"Non, maaf mengganggu. Ini ada yang ketinggalan " kata bik asih. Dia membawa satu papar bag ke dalam kamar Zahwa.


"Untuk saya bik?" Tanya Zahwa.


"Iya, ini baju dari mas Surya." Jawab bik asih.


"Buat elena mungkin," kata Zahwa tidak percaya


"Mbak elena juga menerimanya. Ini memang untuk non Zahwa. Kurir yang mengantarkan tadi seperti itu" jelas bik asih


Dengan ragu zahwa menerima papar bag itu. Dan melihat isi di dalamnya.


"Gamis dan juga jilbab," kata Zahwa


"Mungkin mas Surya tidak enak karena hanya memberikan hadiah saja pada mbak elena. Karena itulah dia juga memberikan itu untuk, Non, " Kata bik asih.


Zahwa hanya tersenyum simpul menanggapinya . Selang beberapa saat bik asih permisi untuk kembali bekerja.


"Ada surat juga di dalamnya," batin Zahwa saat menemukan sepucuk surat di dalamnya.


[*Assalamualaikum..


Zahwa aku minta maaf . Ketika tanpa sengaja aku menyakiti hatimu. Tidak seharusnya aku memberikan gaun dan semua barang kemarin untuk elena . Tapi saat itu aku berfikir tidak lagi mungkin aku memberikan barang-barang itu untuk mu . Karena Hanan akan mencurigai kita.]


[Sebagai gantinya, aku membeli gamis ini khusus untuk mu. Semoga kamu menyukainya, jika mungkin pakailah untuk acara nanti malam. Jika kamu memakai nya itu berarti kamu sudah memaafkan aku]


[Wassalamu'alaikum]


[TTD]


[Surya]


Isi surat tersebut membuat Zahwa menjadi bingung. Harus memutuskan untuk memakai gamis yang mana dan pemberian siapa.

__ADS_1


Yang pertama dari suami yang belum ia cintai dan juga belum mencintainya atau yang ke dua dari kakak iparnya yang sudah pasti masih sangat ia cintai pun sebaliknya.


__ADS_2