
" Zahwa , setelah hari ini. Aku harap kamu tidak menghindar , atau bersikap lain lagi. " Kata Surya sebelum mereka masuk rumah.
Zahwa mengangguk. Di rasa mungkin ini lah yang seharusnya terjadi.
" Hanan sudah pulang , cepat temui dia " ujar Surya.
" Baiklah , aku juga ingin memberikan pelajaran karena telah meninggalkan aku " kata Zahwa , teringat perilaku Hanan tadi pagi , membuat hati nya geram.
" Aku suka itu dari mu , jangan lagi takut dengannya " kata Surya setengah memberikan semangat.
Zahwa yang beberapa waktu telah kehilangan jati dirinya. Kini dia bisa merasakan lagi , jiwa dan hatinya.
Walaupun pada akhirnya nya , tetap orang yang sama yang menjadikan dia kembali pada dirinya sendiri .
" Pada akhirnya , aku bersyukur . Kamu tidak terlalu jauh dari hidup ku " batin Zahwa setelah Surya berjalan membelakangi nya , menyisakan punggung yang semakin meninggalkannya.
Zahwa berjalan menuju kamarnya. Dan menemukan Hanan sedang duduk bersandar di sofa dengan buku di tangannya.
Dia tidak bertanya apalagi berbicara setelah melihat Zahwa datang. Zahwa melempar belanjaan nya ke atas kasur.
" Hari ini aku belanja , tapi kartu kredit ku tidak aku bawa. Jadi aku menyuruh pegawai di sana untuk mengantarkan tagihannya kepada mu " kata Zahwa enteng.
Baru setelah itu Hanan melihat nya . Beberapa belanja tergeletak begitu saja.
" Berapa tagihannya ? " Tanya Hanan. Seperti nya cara Zahwa mencari perhatian kurang membuatnya kesal.
" Sekitar 5 juta ," jawab Zahwa . Dia berlagak santai.
" Ok , aku potong dari uang bulanan mu " kata Hanan benar-benar santai. Dan kembali membaca bukunya.
Zahwa terheran , kedua tangannya bertengkar pada pinggang. Suaminya benar-benar tidak berperasaan.
" Kau benar-benar " dia mulai mengomel. Menghampiri Hanan , merebut buku yang dia baca.
" Apa kamu tidak tau menurunkan seorang wanita di tengah jalan adalah perbuatan yang ceroboh . Jika ada sesuatu kepada dirinya bagaimana ? Apa kamu bisa bertanggung jawab. Apa kamu tidak pernah berprilaku sedikit lebih baik. "
Zahwa mengomel terus. Mengatakan banyak hal , dan apa , bagaimana seorang lelaki seharusnya.
Hanan hanya mendengarkan , dan menatap nya saja. Tanpa expedisi.
" Kenapa diam ? Apa kamu mulai bersalah ? " Tanya Zahwa dengan keras.
Hanan berdiri dari tempat duduknya. Dan menghadap Zahwa . Menghela nafas panjang .
" Udah ngomelnya ? Jika ada lagi kamu bisa meneruskan nanti . Aku mau mandi dulu " kata Hanan cuek . Dan beranjak dari tempat nya . Melangkah ke kamar mandi .
Zahwa semakin geram karena merasa tidak di anggap . Dan tanpa berfikir panjang dia berlari ingin memukul Hanan.
Bruuukkkk
Hanan terjatuh tersungkur di dalam kamar mandi.
" Hay , apa-apa an ini ? Kau menindih ku " grutu Hanan kesal , Zahwa ternyata dia ikut terjatuh . Di atas punggung Hanan.
" Maaf-maaf aku reflex " kata Zahwa , dia mencoba bangun dari punggung Hanan.
__ADS_1
" Ternyata kau gila seperti ini . Dan kau baru menunjukkan sifat asli mu baru hari ini " seru hanan. Dia mencoba bangun juga setelah Zahwa sudah tidak menimpanya.
" Apa kau bilang ? Gila ? Kau yang gila ! " Bentak Zahwa marah . Kedua tangannya sudah bertengger di pinggangnya, seakan siap memakan mangsanya.
" Kau " Balas Hanan tidak kalah kerasnya.
" Kau , dasar gila ! " Seru Zahwa lagi.
" Sudahlah , berurusan dengan mau lama-lama aku bisa gila . Cepat keluar !" Usir Hanan . Kepalanya terasa pening menghadapi Zahwa .
" Kau yang keluar . Aku yang mandi duluan " kata Zahwa .
Beberapa menit yang lalu dia berencana ingin membuat suaminya itu jengkel dan marah. Itu balasan untuk dirinya karena telah meninggalkannya di jalanan.
" Nyonya Zahwa , aku tidak ingin berdebat dengan mu. Tolong keluar dan saya ingin mandi " kata Hanan menahan emosinya.
" Tidak , kau yang keluar " kata Zahwa dengan membuang muka. Dia keras kepala.
" Baiklah , jika itu mau mu." Kata Hanan. Dia berjalan kearah pintu kamar mandi . Zahwa tersenyum menang.
Tapi , bukannya keluar . Hanan malah menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
" Baik . Ayo kita mandi , mungkin yang kau maksud kan seperti ini " kata Hanan kemudian.
Zahwa tercekat , dia menelan ludah nya berkali-kali.
" Kau gila ya , ok aku akan keluar. Tapi jangan mendekat " kata Zahwa ketakutan. Hanan berjalan berlahan ke arah Zahwa , Zahwa terus mundur menghindari Hanan.
" Kenapa ? Bukan nya tadi ingin mandi ?" Tanya Hanan . Dia semakin mendekati Zahwa . Zahwa terpojok dia di sudah batas tembok.
" Kau ingin menggoda ku . Lakukanlah?" Tantang Hanan. Dia menatap Zahwa lekat.
" Aku harus pergi , aku ingin menyiapkan makan malam " kata Zahwa mencari alasan.
" Ada bik asih , " balas hanan
" Aku harus membereskan belanjaan ku"
" Biar nanti aku bantu. "
" Itu tidak perlu . Kau mandi saja dan aku akan pergi " kata Zahwa . Dia mulai gelisah. Hanan semakin mendekatkan wajahnya , dan dia memalingkan wajahnya. Menutup rapat-rapat matanya. Dia semakin menekan tubuhnya ke belakang.
Byuuurrr.
Air dari shower keluar . Tanpa sadar dia sudah menekan tombol shower . Zahwa membuka matanya.
" Kau ! " Geram Hanan. Reflek dia langsung menjauh dari air shower tersebut . Tetapi bagian tubuhnya yang atas sudah terlanjur basah.
" Maaf , aku tidak sengaja . " Kata Zahwa menyesal. Dia sendiri juga terkena imbasnya.
Tapi dirinya sendiri terlihat sudah basah oleh air .
Hanan tidak menggubris nya dan langsung keluar dari kamar mandi.
Zahwa bernafas lega. Pada akhirnya dia yang mendapat kamar mandinya. Sudah terlanjur basah , akhirnya memutuskan untuk mandi sekali.
__ADS_1
Setelah mandi , dia baru teringat . Kalau dirinya tidak membawa baju ganti. Dan bajunya basah tersiram tadi. Hanya handuk yang tersisa.
" Aku harap mas Hanan tidak ada di kamar. " Kata Zahwa memohon.
Zahwa melilitkan handuk pada tubuhnya . Setidaknya bisa menutupi sebagian tubuhnya.
" Aman " kata Zahwa setelah melihat tidak ada seorang pun di kamar nya . Dia berlahan keluar dari kamar mandi . Dengan menggenakan handuk saja.
Dia berjalan ke arah lemari dan mengambil bajunya.
Klik
Pintu kamar terbuka .Zahwa langsung menoleh ke arah pintu.
" Haaaa " teriak Zahwa keras . Hanan terkejut mendapati Zahwa hanya memakai handuk.
Zahwa langsung berlari ke arah kranjang dan menyelimuti tubuhnya yang terbuka oleh bad cover.
" Ada apa ! " Seru Surya , dia mendengar teriakkan Zahwa dan langsung berlari ke kamar mereka.
Hanan yang mengetahui kedatangan kakak nya langsung menutup pintu , dan menyisakan sedikit terbuka tapi di tahanan nya .
" Ada apa Hanan ? " Tanya Surya lagi setelah sampai di depan kamar mereka. Dia terlihat khawatir.
" Tidak apa-apa kak. Tenang saja " jawab Hanan. Dengan senyum simpul , seperti menyembunyikan sesuatu.
" Aku mendengar Zahwa berteriak , apa dia baik- baik saja ? " Tanya Surya .
" Iya dia baik-baik saja. Dia berteriak karena ada cicak . Biarkan , aku akan mengusir nya " Kata Hanan.
" Biar aku masuk melihat keadaannya . " Kata Surya dia seakan tahu kalau adiknya itu sedang berbohong.
" Tidak perlu " bantah Hanan.
" Kenapa ? Apa kau menyakiti nya ?" Tanya Surya curiga. Dia terlihat khawatir.
" Aku tidak akan melakukan itu. " Kata Hanan meyakinkan.
" Sebenarnya dia sedang dalam keadaan tidak boleh dilihat oleh banyak orang. " Kata Hanan , dengan mata berkedip.
Surya tertegun , dia sudah tidak lagi bertanya sesuatu dan langsung pergi. Hanan segera menutup pintu kamarnya.
Surya menoleh , mendengar pintu tertutup. Rasa cemburu itu datang.
" Sebenarnya mereka sudah di tahap yang mana dalam menjalin hubungan suami istri. Begitu cepat kah ? " Batin Surya.
Baru beberapa hari yang lalu Hanan mengatakan kalau dia biasa saja dengan Zahwa. Dan tidak terlihat tertarik dengan Zahwa .
Sampai tadi pagi pun , Hanan masih mengizinkan istri untuk menghabiskan waktu dengan dirinya.
Tapi , kejadian barusan seakan memberi tahu kan bahwa mereka memang sudah menjalani hubungan suami istri.
Sulit baginya jik harus melihat kejadian demi kejadian seperti ini berkali-kali. Dia harus menelan kepedihan dan rasa cemburunya yang kini ingin ia hilangkan . Dan mencoba mengikhlaskan.
Tapi itu sulit . Mereka yang hidup terpisah saja akan sangat sulit untuk melupakan kenangan , cinta , rindu dan harapan nya kepada mereka yang di kasihinya. Bagaimana dengan dia ? Yang setiap waktu harus bertemu dengan dirinya.
__ADS_1
*****