Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 73


__ADS_3

''Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Surya. Dia memperhatikan Zahra sedang menatapnya yang entah itu apa, dia tidak bisa mengartikan.


''Aku sedang memikirkan, kenapa sepertinya Mas Surya sedang menikmati hukuman ini. Seperti ini bukanlah hal besar.'' Jawab Zahra. Dia memalingkan mukanya dan kemudian menatapnya lagi.


''Mana ada orang yang menikmati hukuman. Nabi Yusuf saja saat di tuduh menodai Zulaikha meminta kepada Alloh untuk segera mengungkapkan kebenaran. Apa lagi aku yang hanya manusia biasa."


"Lantas apa yang sedang kamu usahakan?" Tanya Zahra.


''Selain berdoa. Aku sedang menunggu Hanan mendapatkan bukti-bukti bahwa kami sama sekali tidak menyekap Elena. Dia ada di rumah kami atas kemauannya sendiri bukan karena keterpaksaan. Apalagi sampai kami ingin menyekapnya atau menyembunyikan dirinya. Para tetangga tahu itu, karena itu kami meminta beberapa tetangga untuk menjadi saksi.'' Jawab Surya.


''Tapi melihat sikap mereka tadi malam yang sama sekali tidak mendukung mu apa kamu akan percaya bahwa mereka akan berpihak kepadamu?" Tanya Zahra mengingat bahwa para tetangga malah membela Elena, dan bahkan mengatai Surya dengan tuduhan kotor.


''Di setiap jalan komplek kami ada Cctv. Kami juga akan memanfaatkan itu untuk melawan Elena. Dia sering ikut bik Asih membeli sayuran di depan rumah . Berbaur juga dengan para ibu lainya. Jika memang kita menyekapnya dia tidak akan kami biarkan bebas begitu saja.'' Jawab Surya menerangkan.


"Lagipula kenapa mas bisa percaya begitu saja dengan dirinya waktu itu. Sampai harus menampung di rumah selama itu pula. " Protes Zahra.


"Aku tidak tega. Itu saja."


''Apa mas memang tidak tegaan kepada semua wanita?''


''Tidak juga. Tapi setiap melihat wanita yang tersakiti aku teringat ibuku. Aku pernah melihat ketidakadilan terjadi kepada ibu ku, dan aku tidak mau jika ada wanita lain mengalami hal itu . Terlebih itu di depanku Mereka berhak bahagia dan mereka wajib kita jaga. Itu menurut ku sebagai lelaki.'' Jawab Surya dengan senyum mengembang.


''Ah. Kamu sangat menyayangi ibumu. Pasti dia bangga melihat mu sekarang Mas." Kata Zahra


''Amin. Aku tidak bisa menemuinya di saat-saat terakhirnya. Aku berharap tidak juga mengecewakan beliau dalam menjadi anaknya . Hehehehe," Surya sedang menyembunyikan kegundahan. Jika mengingat orang tuanya, mereka seperti rasa bahagia dan rasa sakitnya.


"Tahanan Surya. Waktu berkunjung sudah habis. Silahkan untuk kembali ke penjara." Kata salah satu polisi penjaga.


"Terima kasih sudah berkunjung. Masakan mu enak , semoga aku bisa mencicipinya lagi nanti." Kata Surya sebelum dia beranjak pergi.


''Besok aku bawakan lagi." Balas Zahra. Ah! Pertama kalinya ada seorang pria yang menyanjung masakannya.


''Jangan lupa kitab-kitabnya juga.'' PesanSurya.


''Baik. Insya Alloh,"

__ADS_1


''Assalamualaikum....'' Salam Surya


''Waalaikumsalam...'' Balas Zahra


Dia hanya diam melihat punggung Surya semakin jauh di bawa kedua polisi tersebut. Rasa sesak tiba-tiba menghampiri dirinya, seakan ruang hatinya sedang terikat dengan sangat kuatnya.


***


Di Rumah Zahwa.


''Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Zahwa . Dia mendapati Hanan dari pagi tidak hentinya melihat laptopnya.


''Lihatlah, Sini!'' Seru Hanan dengan menarik tangan Zahwa dan membawanya ke pangkuannya.


''Eh, bukanya ini rumahmu?" Tanya Zahwa setelah melihat isi monitor di laptop Hanan.


''Aku sudah memasang Cctv di berbagai tempat di rumah. Jadi kita tinggal menunggu Elena bicara jujur.'' Jawab Hanan. Dia menunjuk setiap sisi rumahnya dan keberadaan Elena sekarang. Dari rekaman Cctv itu dia sedang menikmati camilan di ruang tengah bersama ibunya.


"Sejak kapan Mas kamu memasangnya?, tidak takut ketahuan apa?''


''Lagian aku tanya cari apa kamu gak jawab.''


''Kalau aku jawab adanya aku gak jadi nyari. Tapi jawab pertanyaan mu. Kamu gak bisa diam , pasti tanya untuk apa? mau di buat apa? bagaimana? Kenapa? Aah, tambah lama nanti urusannya.''


''Jadi menurutmu aku menyusahkan gitu? Dan gak bisa di andalkan?" Rajuk Zahwa dengan manyun.


''Aku gak bilang begitu sayang..."' Kata Hanan dengan mencubit hidungnya dengan gemas.


''La itu tadi! Kamu punya rencana seperti itu tapi gak bilang sama aku. Katanya apa dulu apa? gak ada rahasia di antara kita. Tapi kamu menyembunyikannya ini semua.''


''Astaghfirullah... Ini juga sudah aku kasih tahu kan, kemarin aku mau ngasih tahu juga belum sempat.''


''Kalau kamu sudah punya rencana seperti ini kenapa masih membiarkan bik Asih tinggal bersama mereka? kasihan dia,''


''Aku menyuruh Bik Asih tinggal di sana untuk mengawasi mereka secara langsung. Kita tidak bisa mengandalkan Cctv ini saja. Lagipula Cctv ini terpasang hanya di beberapa tempat. Di kamar Elena gak ada. Kalau dia merencanakan sesuatu di dalam kamar bagaimana? atau mungkin dia menelepon seseorang yang mencurigakan di dalam kamar gimana? Kita gak akan bisa tahu." jelas Hanan.

__ADS_1


''La kenapa kita gak pasang Cctv di kamar dia juga?" Tanya Zahwa.


Hanan menghela nafas, entah memang istrinya itu polos atau tidak bisa berfikir luas. Tapi melihat dia seperti itu Hanan semakin gemas dengan dirinya


''Kami mau aku mengawasi Elena di dalam kamar juga. Kalau dia pas ganti pakaian gimana ? atau pas tidur gak pakai pakaian," jawab Hanan.


Zahwa langsung menguyel-uyel wajah suaminya itu. Hanan malah tertawa lebar.


''Awas aja...Dasar mesum!" Umpat Zahwa kesal


''Kamu mancing,'' Bela Hanan. Dia malah memeluk tubuh Zahwa yang masih di pangkuannya.


''Mulai sekarang aku yang mengawasi Elena. Kamu kerjain yang lain aja. Lama-lama kamu tertarik sama dia.''


''Hahahaha. Ya gak lah. Istri ku itu wanita pertama paling cantik sedunia. Gak bakal aku tertarik sama wanita lain.'' Puji Hanan dengan mulai memijat pundak Zahwa yang masih sewot.


''Maksud yang pertama bagaimana? jadi bakalan ada yang ke dua, tiga, empat gitu?!'' Sewot Zahwa.


''Heheheh gak papa kalau yang pertama mengizinkan." Goda Hanan dengan meringis.


''Ah. Kamu mah, bodoh amat. Aku mau jenguk Mas Surya.'' Kini Zahwa akan pergi dari pangkuan Hanan tapi di cegahnya.


''Sebentar dulu. Cium dulu dong." Pinta Hanan dengan memonyongkan bibirnya. Zahwa langsung menampiknya dengan telapak tangannya.


''Gak mau. Bau , kamu belum mandi.'' Ujar Zahwa berusaha melepas tangan Hanan dari tubuhnya.


''Alasan kamu mah,'' Kata Hanan dongkol.


''Ayolah. Udah sore, nanti keburu malam dan gak di bolehin jenguk Mas Surya.'' Ujar Zahwa kesal .


''Iya iya... Baru kali ini ada suami yang mau nganter Istrinya ketemu mantannya.'' Sindir Hanan.


Zahwa berbalik, melebarkan matanyan dengan berkacak pinggang. wajahnya kesal.


''Ok baiklah.Aku akan mandi.'' Kata Hanan dan segera beranjak dari duduknya.Kemudian berangsur pergi ke kamar untuk mandi.

__ADS_1


Dalam kehidupan berpasangan saat salah satu pasangan menyebutkan nama atau bahkan kisah masa lalunya, itu akan menjadi tombak pertama kehancuran hubungan mereka. Kecuali, jika mereka sudah benar-benar saling menerima.


__ADS_2