Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 30


__ADS_3

" kamu mau ke londen saja tidak memberi tahu ku , aku sampai harus mendengarkan itu dari orang lain " kata Zahwa .


Dia baru teringat tentang brosur yang di titipkan kepadanya .


" Apa itu penting bagi mu ? " Hanan sudah sedikit melonggarkan posisi duduknya .


" Kau kira ? Apa menurut mu saat suami akan pergi jauh , istri tidak perlu mengetahui nya . Suami macam apa kamu. "


" Hah. Akhir-akhir ini sepertinya kamu mengagungkan statusmu sebagai istri ku " goda Hanan


" Oh , jadi tuan . Sepertinya anda lebih menyukai jika orang tidak ada yang tahu bahwa anda sudah beristri "


Hanan sedikit terlihat berfikir , menimbang-nimbang . Dan melihat Zahwa dari atas sampai bawah.


" Bagaimana ya ngomong nya. Memang secara negara aku mempunyai istri , tapi dalam hal lainnya . Aku tidak merasakan nya " kata Hanan


" Maksud mu , kau selama ini tidak menganggap ku . Oh , aku tahu kau ingin terus di kejar-kejar pegawai magang mu itu. Bahkan orang kantor mengganggap mu masih perjaka "


" Oh , nona aku memang masih perjaka . Apa kau tidak percaya " tantang Hanan . Suaranya tidak kalah kerasnya .


Zahwa membuang muka . Tidak menyangka Hanan begitu tega tidak mengakui dirinya sebagai istrinya . Jadi menurut nya apa yang di lakukan selama ini tidak berarti apa-apa.


" Ternyata aku salah menilai mu . " Kata Zahwa . Ini lebih sakit dari pada dia harus melihat Surya memberi baju kepada elena.


" Apa kau ingin aku mengakui mu ? " Tanya Hanan , mendekati Zahwa .


" Aku memang istri mu kan , suka atau tidak suka itulah kenyataannya " kata Zahwa , dia sama sekali tidak menggubris Hanan yang semakin mendekati dirinya.


" Baik lah kalau begitu . Sepertinya aku memang harus mempertimbangkan keinginan mu itu "


" Sudah lah , aku sudah capek . " Ujar Zahwa dia mulai marah lagi , nasib nya begitu tak beruntung . Kekasihnya menjadi kakak iparnya , suaminya malah tidak mengakuinya.


" Baiklah istri ku , aku meminta maaf karena tidak mengakui mu selama ini . " Kata Hanan , dia menghadap ke arah Zahwa . Lagi-lagi Zahwa membuang muka.


" Kamu marah lagi , sudah berapa kali selama sehari kau marah seperti itu. Aku hanya bercanda tadi , '' kata Hanan.


" Hahahaha , aku juga bercanda . " Kata Zahwa dengan nada mengejek.


" Iya iya maaf , lagi pula wajar saja aku berkata begitu. "


" Wajar kata mu , terus apa menurut mu ? Aku tiap hari menjalankan tugas ku.  Menyiapkan makan , nyuci baju mu , ngatur keuangan rumah mu , memastikan kamu baik-baik saja dan tidak kekurangan apapun. He ! Apa aku hanya sebagai pembantu " kali ini Zahwa jengkel . Merasa tidak di hargai selama ini .


" Baiklah , aku tahu aku minta maaf . Sekarang giliran ku yang memenuhi tugus ku . Tapi masalah nya istri ku , aku lupa apa tugas ku "  kata Hanan , seakan mengingat-ingat dan berlagak bodoh .


Zahwa masih terlihat jengkel dan tidak ingin melihat Hanan. Sedangkan Hanan mengeluarkan ponselnya . Dia mengetik sesuatu .


" Tugas - tugas suami yang harus di penuhi . Satu , memberikan mas kawin . Istri ku aku sudah memberikan mas kawin bukan ? , " Kata Hanan.


" Kita sudah menikah , jelas tentu sudah . " Balas Zahwa .


" Kedua , memberikan rasa tenang dan rasa cinta . Istri ku , seperti aku belum bisa memberikan itu " kata Hanan .


" Itu tugas mu , kau harus memenuhi nya " kata Zahwa.


" Baiklah , beri aku waktu . Ke tiga , menjadi rahasia istri . Sepertinya kamu tidak memiliki rahasia bukan , jadi aku tidak perlu menjaganya " kali ini hanan tidak menanyakan hal tersebut . Karena dengan begitu akan membuat nya merasa bersalah , rahasianya adalah tentang hubungannya dengan kakaknya sendiri.


" Ke empat , memberikan nafkah . Sepertinya itu yang sudah aku lakukan. Bahkan kau mengambil kartu kredit ku " kata Hanan.


" Kau memberikan nya , bukan aku yang mengambilnya . Bedakan antara memberikan dan mengambil " protes Zahwa.


" Baiklah , aku salah lagi , " pasrah Hanan.


"Dan ke lima , Menjaga Istri dari Perbuatan Dosa . Kewajiban suami dalam rumah tangga yang lainnya adalah menjaga sang istri dari perbuatan dosa. Seorang suami harus menjaga istri dan keluarganya dari perbuatan dosa yang dapat mengakibatkan kesengsaraan bagi keluarga. " Baca Hanan dalam blog internet nya .


" Jadi , kau harus menuruti aku . Jika aku melarang mu , maka itu adalah perintah.  Jadi istri ku , untuk pertama kalinya aku mengajari mu untuk tidak marah-marah . Bisa kah kau tenang sekarang ," kata Hanan, dengan expresi menanyakan.


Zahwa menghela nafas , mencoba menurunkan emosinya .


" Bagus , dan ini yang terakhir  . " Hanan sedikit menelan ludah , melihat ke arah Zahwa lagi . Seperti menahan sesuatu .

__ADS_1


" kenapa ? Apa kamu tidak bisa memenuhi nya lagi ," kata Zahwa dia melihat perubahan sikap Hanan yang seakan tidak ingin Zahwa mengetahui isi blog yang sedang mereka diskusi itu.


" Emm , tidak . Tapi ini terlalu sulit , lebih baik tidak kita diskusi sekarang. Yang terpenting aku akan berusaha menjadi suami yang baik selama kamu menjadi istri ku . " Kata Hanan


" Kamu curang lagi , sini aku yang bacakan . " Ujar Zahwa . Dia berusaha merebut ponsel dari tangan Hanan.


" Tidak usah . Aku yakin kau juga tidak akan suka " elak Hanan , dia berusaha menjauh ponsel nya itu dari tangan Zahwa. Menyembunyikan ke belakang punggungnya .


Zahwa melototi nya , semakin penasaran dengan isi blog terakhir itu . Dia masih berusaha juga merebut ponsel Hanan.


" Aku bilang tidak usah , " ujar Hanan mencoba menghentikannya .


Tapi itu seperti nya sia-sia . Zahwa berhasil mendapatkan ponselnya. Dia berlari ke tengah ranjang duduk bersila dan semakin penasaran dengan isi blog bagian akhir itu .


Hanan segera merangkak , dan masih ingin mencegah Zahwa membacanya.


Menggauli Istri Secara Baik dan Adil


"Kewajiban suami dalam Islam salah satunya adalah menggauli (bersenggama) dengan istrinya secara baik dan adil. Karena ini termasuk inti dari pernikahan sehingga istri dapat memperoleh kenikmatan bersenggama dengan suaminya, begitu juga suami dapat memperoleh kenikmatan dari istrinya."


Sepertinya Hanan gagal mencegah Zahwa membaca isi blog terakhir itu.  Terlihat jelas  dari Rono wajahnya yang tiba-tiba merah padam . Hanan sudah duduk di samping Zahwa , dia memalingkan muka . Menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal .


" Sudah aku bilang kan , tidak usah . " Kata Hanan akhirnya .


Zahwa salah tingkah . Dia agak mengatur jarak kepada hanan. Dan meletakkan ponsel Hanan begitu saja .


" Aku akan ke kamar mandi dulu " kata Zahwa tiba-tiba . Dia bergegas masuk begitu saja dalam kamar mandi .


" Hah, jika begitu harus bagaimana? Membaca itu saja , sudah membuatku tak karuan seperti ini." Ujar Hanan kalang kabut . Dia mengusap-usap wajah nya , menenangkan hatinya yang tak karuan.  Detak jantungnya saja terdengar keras  sampai di telinganya.


Zahwa keluar dari kamar mandi , dia terlihat sudah segar . Mata mereka bertemu , tapi kemudian sama-sama di paling kan. Keduanya salah tingkah dan merasa Canggung satu sama lain.


Zahwa membuka lemari pakaian , mengambil baju daster yang biasa dia pakai untuk tidur . Dia sedikit lama membelakangi hanan , entah masih binggung memilih atau sekedar merapikan tumpukan bajunya lagi .


Hanan menahan nafas , baru kali ini dia merasa Zahwa terlihat mempesona . Padahal dia juga masih memakai pakai yang sama saat mereka pergi tadi . Tapi kali ini kenapa berbeda ? . Lihat punggung nya saja seakan ingin merengkuh nya.


" Aku akan pergi ambil minum . " Kata hanan tiba-tiba . Dia mencari alasan untuk pergi dari Zahwa . Mengambil teko kaca yang biasa di letakkan di laci lemari dekat ranjang nya. Biasanya Zahwa yang selalu mengisi nya .


Hanan tidak pergi ke dapur . Dia pergi ke taman belakang rumah , berjalan mondar mandir di tepian kolam renang besar.


" Tenang Hanan , tenang . Ingat dia calon kakak ipar mu . " Kata Hanan pada diri nya sendiri . Berkali-kali dia menarik nafas panjang dan melepas nya.


" Mas hanan, sedang apa ? " Tanya Bik asih , dia tiba-tiba datang dari sisi rumah .


" Mau ambil minum bik " jawab Hanan .


" Ambil minum di dapur mas , bukan di kolam renang . " Kata bik asih


" Oh iya bik , wanita itu . Apa dia sudah tidur ? " Tanya Hanan tiba-tiba , dia teringat pada elena.


" Maksud mas , mbak elena ? " Tanya Bik asih


'' Iya siapa lagi . "


" Mbak elena dia sedang di ruang tengah . "


Hanan langsung pergi dan menuju ke ruang tengah . Dia , elena sedang duduk dan membaca majalah , kakinya ia silang kan .


" Sudah seperti nyonya saja dia ''


" Aku ada perlu dengan mu " kata Hanan langsung .


" Mas Hanan , ada apa ? " Tanya elena . Dia langsung berdiri setelah mengetahui kehadiran hanan.


" Aku ingin melihat semua barang yang di berikan kakak ku pada mu "


Elena terlihat bingung. Berbeda dari Surya , Hanan sama sekali tidak simpatik dengan dirinya .


Tanpa menanggapi perkataan Hanan , elena berjalan menuju kamar tamu . Sesaat dia sudah keluar lagi membawa semua barang pemberian Surya . Dan Menyerahkan semua itu kepada Hanan.

__ADS_1


Hanan melihat semua barang tersebut satu persatu .


" Jika mas Hanan tidak suka aku menerima barang ini , saya dengan senang hati akan memberikan ini kepada anda " kata elena .


Hanan menatap tajam dan kembali fokus dengan barang-barang itu. Hanan terlihat muak dengan sikap elena yang berlagak manis .


" Aku tidak membutuhkan lagi . Kalau sekedar ini semua aku bisa mendapatkan nya dengan mudah "


Hanan melempar barang-barang itu pada elena . Dengan tanpa melihat lagi , Hanan meninggalkan elena yang tersungkur memunguti semua barang itu.


Hanan kembali ke kamar . Meletakkan teko yang sudah dia isi air . Bersyukur Zahwa sudah tidur . Jadi dia tidak perlu bicara lagi dengan dirinya.


Lagi pula ini sudah larut malam , dia juga lelah.


Hanan merebahkan tubuhnya . Melepas lelah sejenak . Memejamkan mata , mengingat kejadian hari ini dan kemudian dia tanpa sadar tersenyum dan melihat Zahwa yang sudah tertidur .


" Kamu itu galak , tapi nurut " kata Hanan tiba-tiba . Meskipun seharian Zahwa marah dia seperti tidak keberatan sama sekali . Atau mungkin dia lebih suka saat Zahwa marah dari pada melihatnya menangis .


Zahwa seakan tahu Hanan memperhatikan dirinya, membalikkan tubuh dan menghadap suaminya itu. Matanya masih terbuka lebar. Hanan kaget melihat perubahan posisi Zahwa.


" Kamu belum tidur ? " Tanya Hanan , agak terbata-bata . Jantung nya kembali berdetak kencang lagi , melihat wajah Zahwa hanya berjarak 10 cm dari dirinya .


" Nunggu kamu ," jawab Zahwa . Di terlihat sangat manis ketika bersikap lembut.


" Kenapa ? , Masih kurang bertengkar nya ? " Tanya Hanan sembarangan .


" Tidak , aku sudah lelah seharian bertengkar dengan mu " jawab Zahra . Kali ini dia sudah berbaring terlentang . Itu sedikit membuat Hanan bernafas lega . Tatapan kini pada langit-langit kamar .


" Bagus lah , aku juga lelah . "


" Apa kamu akan sungguh pergi ke London ? Apa kamu akan mengajak ku ? " Tanya Zahwa , kali ini dia terdengar serius .


" Jika mengajak mu aku harus bekerja lebih keras lagi , biaya hidup di sana sangat mahal " kata Hanan , dia mulai bercanda lagi.


" Baiklah , aku akan tinggal di Indonesia .  Tapi sampai saat kamu pulang dari Indonesia jangan menyesal jika aku di Indonesia mempunyai kekasih baru " ancam Zahwa .


" Jika dia bisa menjaga mu dan membahagiakan dirimu . Aku tidak masalah , lagi pula lelaki yang mana yang akan tahan hidup bersama mu , " ejek hanan


" Hahahaha . Kau meremehkan aku , bahkan saat di kampus aku cukup populer . " balas zahwa


" Ok . Jika begitu berarti banyak lelaki yang menyukai mu . Apa kau tidak memilih atau menyukai salah satunya ? " Tanya Hanan . Mungkin saja dengan ini Zahwa bisa jujur tentang hubungannya dengan kakaknya.


" Tentu saja ada . Tapi aku terpaksa menikah dengan mu , sebelum orang itu melamar ku . Jika tidak pasti aku sudah bahagia dengannya sekarang "


" Jadi kamu terpaksa menikah dengan ku ? Kamu menyesali nya "


" Tidak bukan begitu. Kita seharusnya saling bicara sejak dulu. Iya , kita memang sudah menikah. Tapi kita belum mengenal satu sama lain , dan aku berfikir kita perlu waktu untuk saling memahami. Lagipula tidak baik jika kita setiap hari bertengkar . Walaupun aku merasa , sebenarnya kamu tidak serius dalam menanggapi  pertengkaran kita. Aku senang akan itu , kita bertengkar dan kemudian beberapa saat sudah berdamai dan berbicara seperti ini . Seakan tadi tidak terjadi pertengkaran . "  Jelas Zahwa . Dia terlihat hati-hati dalam menyampaikan perkataan itu. Seakan takut Hanan akan terluka dan kecewa dengan penuturannya .


" Aku mengerti . Aku senang kamu  berfikir begitu . Jadi kita bisa memulai dengan pertemanan. " Kata Hanan , menebak maksud yang di utarakan Zahwa.


" Bukan , kenapa berteman saja. Kita sudah suami istri bukan ? Dalam hubungan itu kita sudah berteman , juga sudah menjadi keluarga . Hanya saja kita mungkin memerlukan waktu untuk itu " jelas Zahwa.


Hanan terlihat bingung dengan maksud yang sebenarnya . Dia mengira bahwa Zahwa mungkin mengajaknya berteman saja. Tetapi bukan itu.


" Apa kamu tidak faham ? " Tanya Zahwa menebak expresi Hanan yang bingung .


" Sedot kurang faham ," jawab Hanan .


Zahwa menghela nafas , dia terlihat canggung saat ingin menjelaskannya lagi .


" Maksud ku , kita perlu waktu untuk melakukan hubungan itu " ucap Zahwa dengan malu-malu .


Hanan mulai memahami maksudnya . Dia kemudian tertawa . Dan membuat Zahwa tersinggung .


" Kenapa tertawa , aku memang butuh waktu . Sepertinya kamu juga belum siap juga kan melakukan nya " seru Zahwa , dia sudah menanggung malu . Tapi Hanan malah tertawa .


" Tapi Zahwa , jika kita tetap seperti ini itu juga tidak baik . Itu tidak akan membuat hubungan kita menuju tingkat yang selanjutnya " kata Hanan , dia sudah menahan tawanya dan mencoba terlihat serius.


" Maksud mu ?" Tanya Zahwa curiga dengan maksud perkataan Hanan.

__ADS_1


" Kita perlu mencoba nya bukan . " Jawab Hanan , dia mulai memiringkan tubuhnya menghadap Zahwa . Matanya seperti mengisyaratkan sesuatu . Dan Zahwa sudah terlihat tegang .


__ADS_2