
"Apa yang kamu katakan Elena? Aku mencari Mas Surya. Apa salahnya, dia kakakku sekarang?" Balas Zahwa menindas.
"Kamu mempermainkan perasaan mereka berdua Mbak. Aku tidak akan membiarkan mereka terus menjadi budak mu!" Seru Elena.
"Aku sedang tidak ingin bertengkar. Di mana Mas Surya, aku ingin bertemu dengannya." Ujar Zahwa. Dia menguraikan Elena yang masih ingin menghardiknya.
"Mas Surya tidak ada di rumah. Dia pergi dan entah kemana," Kata Elena.
Elena turut khawatir dengan Surya. Jika pada Surya, dia memang tulus mengkhawatirkannya. Karena dia adalah penyelamat hidupnya.
"Tidak! Kamu bohong. Tadi malam dia menelpon Mas Hanan. Dan dia ada di rumah." Bantah Zahwa.
"Tidak, Non. Mas Surya memang tidak ada di rumah. Dia pergi tadi malam," sahut Bik Asih.
Zahwa tercengang. Kenapa Surya pergi dan tidak pulang? Dimana dia sekarang? Pertanyaan itu memutar di kepalanya.
"Aku akan mencari Mas Surya. Jika ada kabar, cepat kabari aku." Ujar Zahwa. Dia sudah berlalu dan pergi dari rumah tersebut.
Gelisah. Itu yang melandanya sekarang. Dia bahkan tidak tahu harus kemana mencari Surya. Sudah berulang kali dia menghubungi Nomer ponselnya, tapi tidak ada jawaban.
"Ah...Kak Bella," Dia teringat pada sepupu nya itu .Mungkin saja dia bisa mendapatkan informasi tentang teman-teman Surya.
"Kak! Mas Surya tidak pulang ke rumah. Apa kamu tahu. Biasanya dia ke mana?'' Tanya Zahwa. Dia sudah menelepon Bella dan langsung memberikan pertanyaan beruntun kepadanya.
"Memeng kenapa? Bukanya kamu sudah memilih Hanan. Untuk apa kamu mencari Surya." Jawab Bella enteng seakan dia sudah tahu tentang semua kejadiannya.
"Eh, Apa Mas Surya bersamamu?'' Tebak Zahwa.
Bella memutuskan panggilan. Membuat Zahwa penasaran dan mengulang panggilan tersebut . Belum juga di jawab. Ada pesan WhatsApp dari Bella. Zahwa langsung membuka pesan tersebut .
[Udah kayak anak di telantarin orang tuanya dia. Cepat ke rumah Ku.]
Isi pesan singkat dari Bella. Zahwa bernafas lega dia langsung tancap gas ke arah rumah Bella.
Mobil memasuki pekarangan rumah yang sudah di hafal. Masuk langsung ke halaman belakang rumah tersebut.
Di sana dia menemukan Bella dan juga Surya.
__ADS_1
"Assalamualaikum..." Salam Zahwa.
Surya tercekat mendapati kehadiran Zahwa. Kenapa dia di sini? Itu yang ada di pikirannya.
"Wassalamu'alaikum...." Balas Bella.
Zahwa langsung duduk di antara mereka. Meminum jus yang tadinya untuk Surya.
"Kenapa kamu ke sini?" Tanya Surya.
"Menurut mu? Mas tidak pulang. Pasti semuanya khawatir lah. Mana Elena itu menyalahkan aku." Jawab Zahwa jengkel.
"Surya datang tadi malam ke rumahku. Untung hanya aku dan Jauhar yang di rumah. Jika tidak dia sudah di gebukin warga gara-gara malam-malam pergi ke rumah wanita yang sudah berkeluarga." Jelas Bella.
Karena tugas di luar kota. Orang tua Bella menyuruh nya untuk pulang dan menunggu rumah. Dan Surya , entah bagaimana caranya dia menemukan alamatnya. Malam-malam bertamu dan mengajaknya berbicara.
"Wanita hanya bisa mengomel. Aku hanya sekali ini melakukan ini." Bela Surya untuk dirinya sendiri.
"Karena itulah yang membuat semua khawatir . Seperti bukan dirimu." Kata Zahwa.
Surya diam. Melawan Bella atau Zahwa akan sama saja .
"Baiklah. Ayo pulang." Ajak Zahwa.
"Dia masih ada urusan denganku. Kau saja yang pulang. " Usir Bella.Zahwa melongo. Bisa - bisanya dia mengusir saudaranya sendiri.
Dengan cepat Bella mengajak Zahwa pergi. Bella mengisyaratkan kepada Surya untuk tidak ikut campur kali ini.Surya yang akan beranjak menghentikan Bella , dia urungkan.
"Kamu pulang saja. Surya perlu waktu. Biarkan dia sendiri dahulu. Lebih baik lagi jika kalian tidak bertemu dulu." Tutur Bella
"Kenapa begitu? kita sudah bicara baik-baik waktu itu. Dan aku sudah menganggapnya sebagai kakak ku sekarang." Tolak Zahwa.
"Mengertilah sedikit Zahwa. Surya sedang terluka. Dia tidak mempunyai siapa-siapa untuk di ajak bicara. Keluarga satu-satunya menjadi penyebab patah hatinya,tapi di sisi lain dia harus bahagia. Dia akan baik-baik saja. Tapi untuk saat ini kalian jangan mengganggu nya dulu." Terang Bella.
Zahwa mudah move on dengan Surya karena ada Hanan bersamanya sekarang. Tapi Surya bagaimana dia? Dia tidak menemukan orang yang bisa sekedar mendengar keluh kesahnya.Hal yang baik untuk segera move on adalah menemukan cinta lain, tapi bagaimana Surya bisa. Jika dia harus bertemu Zahwa setiap hari. Itupun dengan suaminya yang juga adiknya sendiri.
"Aku mengerti. Aku hanya mengkhawatirkannya tadi. Bukan bermaksud ingin menyakitinya lagi." Kata Zahwa mengaku salah.
"Dia pergi juga untuk mu dan Hanan.Agar kalian tidak merasa terganggu oleh dirinya lagi, terutama kamu. Kamu bisa cepat melupakan dirinya dan hanya fokus pada suamimu." Ujar Bella .
__ADS_1
Bella tidak ingin Zahwa salah faham dan melakukan kesalahan lagi dengan membuat Surya berharap lagi.Keduanya memang perlu jarak saat ini .
"Sampaikan kata maaf ku kepada Mas Surya. Aku pulang dulu." Kata Zahwa dan kemudian pergi.
Surya sudah mendengar semuanya. Dia menguping di balik tembok. Hatinya hancur. Dia tahu rasa sakit itu harus dia tahannya lagi. Dia memang sedang benar-benar hancur. Tuhan memberikan rasa cinta, dan dia menjaga amanah tersebut. Tapi Tuhan telah menjauhkan dan mentakdirkan cintanya untuk orang lain.
"Dia sudah pergi. Jangan panggil lagi." Kata Bella. Dia melihat Surya menghapus air matanya .
"Terima kasih," Ucap Surya
Dia tidak salah memilih Bella sebagai teman curhatannya. Meskipun dia saudara Zahwa tapi dia juga bisa berperan ganda menjadi sahabat yang baik untuk dirinya. Dan tidak pernah pilih kasih terhadap dirinya ataupun Zahwa.
"Sekarang apa yang kamu mau lakukan. Jika kamu terus di sini, aku bisa di anggap mempunyai lelaki simpanan." Kata Bella .
"Aku tahu. Aku akan tinggal di Apartemen untuk sementara waktu." Kata Surya.
"Dan Wanita mu. Siapa namanya, Elena? Bagaimana dia nantinya?" Tanya Bella. Dari nadanya dia tidak menyukai wanita yang dia sebutkan tadi .
"Aku sudah menemukan tempat tinggal untuk dirinya , besok aku akan mengajaknya pindah, " Jawab Surya.
"Kamu akan ikut dengannya?'' Tanya Bella mencari kejelasan dengan kata aku akan mengajaknya pindah tadi
"Tidak. Dia saja yang pindah." Jawab Surya meluruskan salah faham Bella.
"Syukurlah jika begitu." Ucap Bella.
***
Malam nya Zahwa diam. Dia memikirkan ucapan Bella. Perasaan bersalah masih menyelimuti dirinya. Perasaannya terhadap Surya mungkin sudah berubah, tapi rasa khawatirnya masih saja melandanya.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Hanan.
Dia sedang berganti baju di depan Zahwa . Sontak membuat Zahwa menutup wajahnya. Dia belum terbiasa.
"Dasar mesum! Kenapa berganti baju di sini!'' Seru Zahwa.
"Sudah selesai. Buka matamu." Kata Hanan. Tidak menggubris perkataan Zahwa.
Dia sudah berganti dengan piyama tidurnya. Tapi masih belum belum menautkan kancing piyama tersebut. Membuat Zahwa bisa melihat dirinya dengan setengah telanjang.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa kamu sedang menggodaku?" tanya Zahwa dengan tatapan mencurigakan. Dia kembali menutup Matanya rapat-rapat. Di tambah dengan ke dua telapak tangannya yang dia letakkan untuk menutup wajahnya.