Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 50


__ADS_3

Hanan meremas surat dari Zahwa . Kacau, kenapa hatinya tidak bisa di kendalikan saat ini . Dia tidak


bisa jika hanya menunggu , dan Apa ? semua terserah dirinya , jika begitu kenapa dia tidak menunggu nya untuk mengungkap semuanya .


"Sial! " Umpat Hanan .


"Mas Hanan, semua sudah pergi. Apa mas Hanan mau aku siapkan makanan?" Elena. Dia yang di peruntungan dengan permasalahan ini.


"Jangan sok perhatian di hadapan ku. Pergi!" Bentak Hanan dia sudah tidak menahan muak terhadap wanita yang di hadapannya.


"Kenapa Mas Hanan tidak pernah suka dengan ku. Apa salah ku? Aku hanya menawarkan makanan. Apalagi Mbak Zahwa sudah tidak ada di sini," Kata Elena sedih


"Aku bilang Pergi! Apa kamu tidak punya telinga! " Bentak Hanan. Semua kemarahan dia lampiaskan kepada Elena. Karena dari awal dia sama sekali tidak menyukai wanita penjilat seperti dirinya.


Kejadian kemarin pun itu di karenakan dirinya. Jika saja dia tidak menggoda Surya dan Zahwa tidak cemburu. Mungkin kejadian kemarin tidak akan terjadi dan Zahwa masih bersama.


Elena masih bersikukuh membuat Hanan mempercayainya. Tapi Hanan tidak bergeming sekalipun dalam pendirian. Dia pergi dengan kemarahan. Meninggalkan Elena sendiri.


***


Di sebuah komplek perumahan. Bik Asih dan Surya berhenti di salah satu rumah yang lama tidak berpenghuni.


"Ini rumah Zahwa?" Tanya Surya


"Iya, Mas. Ini rumah peninggalan orang tau Non Zahwa. Di sini juga pertama kali saya bekerja menjadi asisten rumah tangga Mas," Jawab Bik Asih. Dia merindukan rumah itu. Dia melihat sekelilingnya. Banyak kenangan dengan majikannya yang dulu tapi kini rumah itu tidak lagi terawat.


"Ayo, Bik. Kita masuk!" Ajak Surya. Dia sudah khawatir dengan keadaan Zahwa.


Saat ingin masuk kedalam rumah pintu utama rumah itu terkunci. Mereka bertukar pandang curiga.


"Masih terkunci, Bik ? Apa ada jalan lain untuk kedalam rumah?" Tanya Surya.


"Ada Mas. Lewat belakang rumah. Tapi saya juga tidak yakin, apakah pintu belakang terbuka." Jawab Bik Asih.


"Kita Coba,"


Mereka memutar jalan menuju pintu belakang rumah itu. Sesampai di sana,mereka kecewa. Karena pintu itu juga terkunci.


" Zahwa tidak pulang ke sini.Tidak ada jejak mobil baru yang terlihat di garasi tadi." Kata Surya menerka-nerka.

__ADS_1


"Jika tidak pulang kesini , kemana Non Zahwa berada sekarang?" Bik Asih ikut khawatir sekarang.


Baru saja mereka beranjak dari pintu belakang . Ada suara mobil masuk ke halaman rumah. Segera mereka ingin tahu siapa yang baru saja datang.


"Non Zahwa!" Panggil Bik Asih .


Sepertinya ibu bertemu anaknya. Bik Asih langsung memeluk Zahwa. Bersyukur bahwa dirinya baik-baik saja.


"Bik Asih. Kenapa di sini? " Tanya Zahwa khawatir. Sebab dia pun tidak memberitahukan kepergiannya pada Bik Asih.


"Syukurlah, kamu baik-baik saja? Kami mencari mu," jawab Surya.


Kehadirannya baru saja terlihat oleh Zahwa. Beberapa detik kemudian, matanya masih mencoba mencari sosok yang membuat dia pergi dari rumahnya sebelahnya.


Kecewa, sebab hal itu percuma. Suaminya tidak ada bersama mereka.


"Mas Surya kenapa kesini? Jika Mas Hanan tahu, akan semakin rumit masalahnya nanti."


Hanan tidak ada, tapi yang di khawatirkan adalah dirinya.


"Hanan tahu aku kesini." Kata Surya.


"Kita bicara di dalam," Kata Zahwa


Mereka masuk ke dalam rumah, masih sedikit berantakan. Zahwa masih belum sempat membersihkan. Apalagi dia sampai rumah sudah pukul tiga pagi.


Zahwa menuju kamar nya sebentar. Beberapa saat sudah kembali dan terlihat segar. Surya menunggu di ruang tamu sesekali dia melihat-lihat isi rumah tersebut. Sedangkan Bik Asih tanpa di aba, beliau menyiapkan minuman untuk mereka.


"Ini pertama kalinya Mas Surya ke rumah ku. Tapi dalam keadaan seperti ini," Kata Zahwa, dia malu karena keadaan rumahnya berantakan.


"Tidak apa-apa. Wajar saja, rumah ini sudah lama tidak dihuni," balas Surya .


Diam. Mereka memikirkan apa yang harus di katakan ataupun di jelaskan. Di mulai dari mana pun akan terasa panjang nantinya.


"Kejadian kemarin, sebenarnya Aku dan Elena tidaklah seperti yang kamu anggap." Kata Surya pertama.


"Itu sudah tidak penting lagi, Mas. Lagipula semuanya sudah terjadi. Setidaknya aku lega. Aku tidak harus berbohong atau menyembunyikan apapun lagi dari Mas Hanan." Ujar Zahwa. Dia terlihat putus asa.


"Kenapa kamu pergi? Kamu masih istri Hanan Zahwa."

__ADS_1


Zahwa melihat Surya. Di matanya masih ada cinta untuk dirinya. Tapi dia coba untuk menepisnya.


"Karena sebentar lagi mungkin kita akan berpisah. Aku tidak ingin membuatnya susah lagi." Kata Zahwa. Dia teringat bagaimana Hanan marah dan bilang kalau dirinya tidak mencintai dirinya.


"Maaf. Aku menghancurkan hubungan kalian," Kali ini Surya mengalah. Dia memang sudah kalah sejak mereka sudah menikah.


"Tidak ada yang salah dalam hal ini. Ini sudah takdir yang harus di jalani."


Keduanya seakan putus asa dengan keadaan yang mereka alami. Tidak ada cinta yang bisa di takutkan. Semua sudah berantakan.


"Sebenarnya bagaimana perasaanmu? " Tanya Surya.


Zahwa diam. Diapun juga tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang. Bahkan hatinya sendiri seperti mati rasa.


"Tidak tahu. Aku bodoh sekali. Aku mempunyai suami, tapi aku masih saja cemburu saat melihat dirimu dengan wanita lain. Jika itu cinta, bagaimana dengan air mata ku yang juga jatuh ketika melihat Mas Hanan terluka."


Surya tertegun. Memikirkan bahwa Zahwa masih memiliki perasaan kepada dirinya.


"Aku butuh waktu." Tambah Zahwa


"Aku akan menunggu itu dan aku akan menerima semua keputusan mu." Kata Surya. Masih ada sedikit harapan untuk dirinya bersama Zahwa.


"Jika aku sekali lagi mengecewakan mu? Apa kamu akan tetap baik terhadapku." Kata Zahwa. Dia tidak ingin ada orang yang tersakiti lagi.


"Meskipun hampir tidak ada harapan. Aku akan tetap berusaha, " Kata Surya.


"Aku menumpahkan semua keputusan kepada Mas Hanan, dialah yang akan memutuskan semua. Jika dia ingin aku tetap tinggal. Aku akan berusaha mencintainya dan melupakanmu. Jika dia menginginkan aku pergi. Maaf. Mungkin aku akan perlu waktu lama untuk kembali kepadamu."


Semakin sempitnya harapan Surya untuk mendapatkan Zahwa kembali. Bahkan mungkin tidak ada dia hanya perlu sedikit lagi melupakannya. Kemudian hidup bahagia bersama Suaminya. Sekali lagi, dialah yang harus berkorban untuk membuat Zahwa dan Hanan menyadari perasaannya.


"Kamu tetap sama Zahwa. Sekali lagi kamu sudah memutuskan semuanya, tanpa menunggu waktu yang lama." Ujar Surya.


"Aku tidak mengerti," Kata Zahwa bingung.


"Kamu ingat saat aku menyatakan cinta kepadamu. Aku memberikan waktu untuk mu untuk menjawabnya.Tapi kamu langsung menerimaku saat itu juga, tanpa kamu sadari." Kata Surya mengingat kejadian malam itu di mana sejarah kotak biru itu terjadi.


"Sekarang pun, saat kamu bilang memerlukan waktu untuk memilih aku atau Hanan di hidupmu. Kmu sudah memutuskan bahwa Hananlah yang kamu pilih. Bukan aku," tambah Surya


Sekali lagi Zahwa hanya diam mendengar keputusan. Kenapa hanya Dirinya saja yang bodoh. Tidak bisa mengerti apapun, meskipun itu adalah tentang hati dan kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2