Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 41


__ADS_3

Zahwa kembali ke dalam kamarnya. Sebenarnya dia terlalu takut jika tidur sendirian di kamar besar itu.


Saat melewati koridor rumah dia melihat Hanan sedang bercanda dengan teman-temannya . Terlihat cukup jelas lewat kaca jendela . Tapi apa yang sedang mereka bicarakan sama sekali tidak bisa ia dengar kan.


"Mas Hanan juga butuh privasi. Aku tidak boleh overprotektif juga," kata Zahwa.


Kemudian dia berlalu pergi, menuju kamarnya. Sesampai di kamar dia ingin cepat tidur dia sangat lelah.


"Kenapa akhir-akhir ini aku sangat sensitif menyangkut mas Hanan. Apa benar? Aku sudah mulai mencintainya," guman Zahwa.


Dia memikirkan ucapan Hanan tadi. Kenapa juga dia seakan tidak rela jika Hanan tebar pesona dengan teman wanitanya.


"Ah, sudahlah, "


Akhirnya Zahwa berusaha tidur dengan kegundahan hati.


Hampir tengah malam , teman-teman Hanan baru berpamitan. Setelah mengantar mereka sampai depan rumah dan memastikan semua sudah pulang , Hanan langsung pergi ke kamar. Melihat Zahwa sudah tidur atau belum.


Sesampainya di kamar, ternyata Zahwa sudah tertidur. Hanan melihat wajah polos Zahwa, dia terlihat lelah. Dengan pelan, Hanan mengangkat kaki Zahwa di atas pangkuannya. Mulai memijatnya.


Mungkin sangat lelah, sehingga Zahwa tidak merasakan pijatan di kakinya. Hanan memijat cukup lama dan bergantian. Hanan juga sebenarnya lelah dia bekerja seharian dan hari ini ada temannya yang datang. Baru pulang setelah hampir tengah malam.


Tanpa sadar Hanan tertidur di samping bawah kaki Zahwa, masih dengan memegangnya. Karena dia tertidur saat memijatnya.


***

__ADS_1


Paginya saat terbangun Zahwa melihat Hanan tertidur di di posisi bawah kakinya. Dengan cepat dia memindahkan kakinya tersebut dan membuat Hanan tersentak, terbangun dari tidurnya.


"Maaf, aku tidak bermaksud membangunkan mau," Kata Zahwa. Dia sendiri kaget melihat posisi tidur Hanan.


"Iya tidak apa-apa. Apa sudah subuh?" tanya Hanan , dia bangun dari tidurnya. Mengganti posisi tidurnya seperti biasanya.


"Masih kurang satu jam lagi , ini masih jam 04.25," jawab Zahwa.


"Hmmm..."


Hanan tertidur lagi. Dia sangat mengantuk dan kembali terlelap.


Zahwa bangun ingin pergi ke kamar mandi . Sebelumnya dia menyelimuti Hanan. Fia terlihat menggigil kedinginan. Tangannya tanpa sadar menyentuh lengannya. Dia merasa lengan Zahwa tidak sepanas biasanya. Kemudian dia mamastikan lagi, dia menyentuh dahi Hanan. Suhu tubuhnya naik. Dia demam.


Zahwa bergegas keluar dari kamar menuju dapur. Membawa wadah dan air kompres untuk Hanan. Sesampai di kamar. Zahwa mengambil sapu tangan di dalam lemari. Baru setelah itu dia mengompres Hanan. Dia seperti terlelap, tapi tubuhnya menggigil kedinginan. Tapi suhu tubuhnya naik dia atas normal.


"Tidak. Aku tidak apa-apa," Jawab hanan malas.


"Tidak bagaimana? Badanmu panas, tapi kamu menggigil seperti itu," Protes Zahwa


Zahwa panik dia mencari obat di laci dan bingung dengan banyak macam obat yang dia temukan. Dia mengeluarkan semua obat-obat itu. Membaca sesuatu, mungkin dengan begitu dia tahu fungsi obat tersebut.


"Yang aku tahu parasetamol dan amoxillin," Ujarnya sendiri. Dia membuka satu persatu obat itu dari bungkusnya.


"Aish...aku lupa. Percuma jika dia belum makan," Tambah nya lagi.

__ADS_1


Zahwa meletakkan kedua obat itu di atas meja lacinya. Keluar kamar lagi. Lagi-lagi dia menuju dapur. Mencari sesuatu yang bisa di makan oleh Hanan untuk sementara waktu.


"Zahwa, apa yang kamu lakukan?" tanya Surya


"Mas Hanan demam. Aku sedang menyiapkan roti untuk dia makan sebelum dia minum obat," Jawab Zahwa. Tanpa melihat Surya yang ada di belakangnya.


"Hanan demam? Apa di menggigil?" Tanya Surya. Dari suaranya dia mulai khawatir juga.


"Iya, boleh bantu aku membuat kan dia teh hangat." Jawab Zahwa. Kali ini dia menghadap Surya. Dia terlihat sedang memakai baju Koko, sarung lengkap dengan pecinya. Zahwa memandang nya dengan kagum.


"Apa mas Surya habis Sholat malam?'' tanya Zahwa.


"Iya, setiap malam aku pergi ke masjid untuk sholat malam. Kenapa?"


"Tidak, ini pertama kalinya aku mengetahuinya,"


"Bukankah dulu aku selalu mengusik mu setiap sepertiga malam? Apa kamu tidak menyadarinya?''


Zahwa tidak menjawab. Dia teringat suaminya kembali.


"Tolong buatkan teh hangat ya kak . Nanti aku ambil setelah ini," Kata Zahwa. Dia sudah membawa piring berisi roti tawar dengan selai di dalamnya.


"Iya,"


Ada guratan kekecewaan di wajah Surya. Baru saja Zahwa kembali memandang nya dengan teduh seperti itu. Tapi dia kembali menghancurkan dengan mengabaikan dirinya.

__ADS_1


Walaupun begitu Surya masih membantu Zahwa membuatkan teh hangat untuk Hanan. Setelah siap dia mengantar nya ke kamar Hanan. Dia juga khawatir tentang adiknya itu.


__ADS_2