
''Ada apa? kenapa dengan kotak itu?'' Tanya Surya bingung. Masih tidak mengerti apa yang Zahwa lakukan.
''Ayo ikut'' Ajak Zahwa. Dia mengajak kakak iparnya ke arah balkon. Menatap malam , yang saat itu penuh dengan bintang .
''Ada apa Zahwa? aku tidak ingin ada kesalahpahaman lagi." Kata Surya.
Zahwa malah tersenyum dan menatap Surya dengan penuh arti.
''Malam ini hampir sama seperti malam itu. Kakak ingat?'' Tanya Zahwa
Surya tidak menjawab. Mana mungkin dia melupakan kenangan yang di rasa berarti itu tapi apa daya. Sekarang keadaan telah berubah . Untuk apa pula mengingat hal yang mungkin akan menumbuhkan luka lama. Kini rasa itu sudah ia pendam, dengan usaha yang tak pernah di bayangkan oleh manusia lain.
''Saat itu, kamu memberikan banyak janji untuk ku. Hingga membuat ku tidak pernah merasakan kesendirian, meskipun saat itu kamu akan pergi, dan jauh dari ku. Karena apa? aku percaya kamu akan tetep sama. Yah, dan itu terbukti. Hingga saat ini kamu tetep sama kak. Tetapi menjaga ku, tetep menyayangi ku, tetep melindungi ku, segalanya. Kamu tidak pernah sekalipun mengingkari janji mu kepada ku. Bahkan meskipun itu membuat mu terluka.'' Zahwa menghela nafas tiba-tiba kenangan bersama Surya terlintas dalam benaknya.
''Banyak hal yang terjadi dan kita tidak bisa menghindarinya. Andaikan waktu bisa terulang andai aku bisa memilih. Pilihan ku akan tetep terhadap mu kak. Tapi siapa yang menyangka , bahwa tidak hanya takdir yang sudah mengubah kita, tapi juga hati. Alloh menyimpan Mas Hanan untuk ku, menjadi cinta ku. Siapa yang menyangka , dia juga orang terdekat mu. Jika orang lain , mungkin kita tidak lagi seperti ini. Bahkan kita akan putus hubungan. Tapi tidak, masing-masing dari kita saling menerima, aku bersyukur dengan itu. Aku sudah menemukan cinta ku kak. Kini giliran mu, temukan cinta mu. Kali ini , jangan sampai dia pergi dan lepas lagi. Masing-masing dari kita adalah jawaban doa seseorang. Aku adalah jawaban doa dari mas Hanan. Dan saatnya kamu kak, temukan jawaban dari doa-doa mu.'' Lanjut Zahwa.
Surya diam, menghela nafas. Dia sudah sepenuhnya pasrah dengan takdir. Tapi menemukan seseorang yang di maksud oleh Zahwa, masih membuatnya jera. Dia masih butuh waktu, bukan untuk hatinya saja, tapi juga yang menjadi pasangannya. Dia tidak lagi ingin apa yang terjadi waktu lalu terulang kembali.
''Aku tahu maksud mu Zahwa. Tapi aku masih perlu waktu. Jika kamu anggap aku belum Move on dari mu kamu salah. Aku sudah menganggap kamu sebagai adik tidak lebih. Jadi biarkan aku yang sekarang dengan kesendirian ku dulu.'' Kata Surya meyakinkan.
''Aku tahu. Tapi yang aku maksud bukan itu, apa kakak tidak merasakan apapun di dalam hati Kakak. Apa aku terlalu istimewa sampai mengambil semua ke kepekaan dalam hati mu . Hehehehehe.:' Kata Zahwa dengan cengar-cengir.
''Aku gak ngerti maksud kamu?" Kata Surya bertambah binggung.
''Ah, aku memang terlalu sempurna ya . Sampai membuat mu tidak peka lagi.'' Ujar Zahwa dengan pe-de nya.
__ADS_1
''Haduh, kamu itu kok pe-de ya'' Balas Surya ngeles.
''Coba deh kak. Tanyain pada diri kakak, apa akhir-akhir ini ada yang berubah? Ada sesuatu gitu dalam diri kakak. Ada nada-nada dalam hati gitu, kayak kakak pas sama aku dulu. Maksud ku, kalau dulu pasti kakak suka pas lagi sama aku. Pengen ketemu terus suka ngelamun aku gitu. Atau gini aja pernah lagi gak deg-degan lagi sama kayak pas kakak sama aku dulu .'' Ujar Zahwa dengan menggebu-gebu. Berharap Surya peka akan perasaan sendiri.
''Kamu itu yang kok pe-de banget . Jelasin juga gak harus kayak itu to.'' Sahut Hanan yang sudah jalan ke arah mereka.
''Waduh. Siapa suruh ke sini, udah di bilangin gak boleh ganggu kok.' Celetuk Zahwa, kesal melihat suaminya datang.
''La kamu mbulet . Gak langsung aja, to the poin gitu. Malah sok mengenang masa lalu. Apaan kayak gitu.'' Sewot Hanan kesal.
''Ihh, Bilang aja cemburu. Dasar!'' Seru Zahwa tak kalah kesalnya.
''Kalian ini sebenarnya ada apa? kok malah bertengkar.'' Relai Surya.
''Gini Lo kak. Yang Zahwa maksud itu . Bagaimana perasaan kamu dengan Zahra gitu.'' Kata Hanan langsung. Membuat Zahwa tepuk jidat.
''Apa kak Ndak ada perasaan gitu sama Zahra. Kelihatannya kalian dekat, Zahra juga sepertinya suka dengan kakak . Dia dulu mati-matian bela kamu pas kasus sama Elena dulu .'' Jawab Hanan menerangkan.
''Aku dengan Zahra?'' Tanya Surya seakan dia sendiri tidak pernah terfikir dengan apa yang Hanan dan Zahwa fikirkan. Tapi dalam hatinya seperti menyadari sesuatu.
''Iya. Apa kakak gak ngerasain apa yang kakak rasain ke aku dulu kepada Zahra sekarang?'' Tanya Zahwa lebih memantapkan.
''Masih aja ngungkit-ngungkit.'' Sindir Hanan
"Diem!'' Bentak Zahwa.
__ADS_1
''Aku dan Zahra? Dia udah seperti teman , adik gak lebih . Aku gak ngerasain apa-apa." Kata Surya.
''Masak sih kak? Coba deh, ingat-ingat dan rasain. Selama ini kalian terlihat cocok dan nyambung. Aku saja sampai ngira kalau kakak suka sama Zahra.'' Ujar Zahwa.
''Iya. Sebelum terlambat, besok dia sudah ke UCL dan tidak menutup kemungkinan jika di sana nanti dia bertemu seseorang yang mau serius masa dia. Dan pulang dari UCL nikah atau mungkin jika dia gak di beri kepastian nikah sekalian di sana."' Kata Hanan.
Surya terdiam. Dia membayangkan wajah Zahra dengan laki-laki lain. Pandangannya menerawang
entah bayangan apa saja yang sedang berlarian dalam benaknya.
''Perempuan butuh kepastian kak . Jangan sampai lepas lagi." Bisik Zahwa tepat di telinganya.
''Bayangkan jika dia bersanding dengan laki-laki lain. Tersenyum dan tertawa, bergandengan dan melakukan sholat berjamaah bersama. Bagaimana tuh ? Masih baik-baik saja hati mu kak?'' Tambah Hanan dengan berbisik di telinga Surya satunya.
''Tidak. Aku tidak merasakan apapun." Kata Surya tiba-tiba sambil melirik ke dua adik dan adik iparnya itu yang lesu karena seketika gagal mempengaruhi fikiran Surya.
''La terus selam ini perhatian kamu ke Zahra itu apa? jahat banget, Zahra saja sampai ngerasa kalau kamu juga punya perasaan Lo ke kamu kak. '' Omel Zahwa kesal.
''Kalian salah faham, aku tidak pernah menganggap itu sebagai perasaan yang seperti kalian fikirkan. Jika aku terkadang bimbang di depan Zahra itu karena aku menghormati dirinya. Dia juga seperti guru bagi ku. Dan mana mungkin aku berani mencintai orang yang sudah aku anggap guru bagi ku.'' Kata Surya, tapi seakan ada yang tertahan.
''Jadi kami selama ini salah?'' Kata Zahwa kecewa. Hanan pun sepertinya juga kecewa. Dia juga menganggap bahwa Surya mencintai Zahra.
''Bukan salah. Hanya saja kurang tepat mengartikan saja. Tapi masalahnya sekarang , apa benar Zahra menyukai ku. Dan cara ku memperlakukan dia selama ini? Apa membuatnya menganggap seperti itu?" Tanya Surya. Ada perasaan yang bersalah dalam hatinya. Begitu kecewa dia nanti jika dia tahu bahwa dirinya tidak menganggap sama seperti anggapannya itu.
''Ah. Ya sudah lah. Aku kira aku akan menyuruh mu untuk mengejar Zahra. Dan berjanji untuk selalu menjaganya nanti. Tapi apalah , aku juga tidak akan memaksa mu.'' Kata Zahwa lunglai dan pergi begitu saja. Dia pun kecewa dengan kebenaran isi hati Surya. Dia yang pernah singgah di hati Surya saja merasakan cinta mantannya itu untuk Zahra. Tapi ternyata tidak.
__ADS_1
Bagaimana mungkin, jika manusia lainya bisa melihat cinta di antara mereka. Tapi ternyata salah satu subyek nya tidak merasakan itu semua.
Ibarat, setelah membangun chemistry di antara mereka. Dan ternyata itu hanya sebuah adegan panggung saja.