Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 119


__ADS_3

Selama resepsi ijab Qobul terlaksana, Zahra pengantin wanita. Duduk terdiam di dalam kamarnya dengan tangan yang beberapa kali di remasnya sendiri. Dia tegang bukan main. Zahwa yang di sampingnya mengapit pundaknya dia pun ikut merasakan tegang saat itu.


Derai suara riuh di luar sangatlah keras saat suara SAH itu di ucapkan. Membuat para tamu undangan dan semua orang di sana hampir bersamaan mengucapkan Hamdalah.


''Selamat ya Zahra. Barokalloh...''


Zahwa langsung memeluk tubuh Zahra , yang kini sudah resmi menjadi kakak iparnya. Dia terharu biru, matanya berkaca-kaca, bibirnya mengalun senyum.


''Terimakasih, ya..."


Zahra pun tak berhenti tersenyum. Mulai malam ini dia resmi menjadi istri dari seseorang yang dia idam-idamkan selama ini. Yang selalu berusaha ia doakan di sepertiga malamnya.


Beberapa waktu lalu, dia berfikir untuk lari dari kenyataan. Dari pernikahan ini. Namun, saat ini dia berubah kuthuk. Kesadaran akan takdir Alloh semakin membuatnya yakin. Jika kita mencintai manusia itu, mungkin saja nanti kita tidak akan mendapatkannya. Tapi, saat kita lebih mencintai pemiliknya maka kita akan di berikan apa saja. Itupun tanpa di duga.


Seperti kisah Sulaikha dan Nabi Yusuf. Zulaikha sangat menginginkan Nabi Yusuf , dia ingin nabi Yusuf menjadi miliknya. Namun ternyata, hal itu tidak terjadi . Bahkan Yusuf, menolak dirinya dan ingin jauh dari dirinya. Sedikit pun Yusuf tidak memiliki perasaan kepada Zulaikha. Itu sebuah cambukan untuk Zulaikha. Semua laki-laki terpana akan kecantikannya, namun Yusuf sama sekali tidak pernah meliriknya.


Hingga waktu di mana Alloh mengubah kehidupan Zulaikha. Dia tak lagi menjadi siapapun, keagungan dan kecantikan telah lenyap dari tangganya. Namun, keimanan dan juga cintanya kepada Alloh semakin bertambah. Dia Ikhlas akan setiap takdir Alloh dia lebih menghabiskan waktunya untuk bercengkrama dengan Alloh. Dalam hatinya hanya ada Alloh, Alloh dulu, Alloh lagi dan Alloh terus.


Singkat cerita, setelah sekian lam Yusuf sudah menjadi pengantin raja. Dia di pertemuan lagi dengan Zulaikha. Saat itu Yusuf tidak mengenalinya sama sekali, hingga mengharuskan Zulaikha menceritakan bahwa dirinya adalah ibu angkatnya dahulu.


Begitu terkejutnya Yusuf melihat Zulaikha saat itu. Dia tak lagi tua, tak mempunyai harta dan juga tahta. Namun, kehendak Alloh hati Yusuf bergetar saat melihat keimanan Zulaikha. Dia tidak menginginkan kembali dunianya, dia hanya ingin hidup seperti itu dengan keimanan dalam hatinya. Alloh sang membolak-balik hati manusia, tanpa ragu lagi Yusuf menikahi Zulaikha.


''Ayo! Kia sudah di panggil.''

__ADS_1


Zahwa mengandeng Zahra yang malam itu telah di sulap menjadi seorang putri raja. Gaun gold menjuntai indah di tubuhnya. Mahkota kecil dan beberapa pernik permata menghiasi hijabnya. Dia sangat anggun nan mempesona. Sejak awal dia sudah cantik di tambah sedikit riasan membuatnya semakin menarik perhatian.


''Masya Alloh. Magklingi Ning Zahra, Barokalloh.''


Baru saja di keluar kamar. Suara riuh menyambutnya semua terpana akan kecantikan Zahra. Tak henti mata memandangnya hingga dia keluar dari ndaleme dan di tuntun ke altar pernikahan untuk bertemu suaminya.


Dentuman sholat badar menjadi backsound mereka. Mengantar ke dua insan untuk pertama kalinya bertemu setelah sah menjadi suami istri.


Zahra mengecup punggung tangan Surya. Sempat gemetar. Karena ini pertama kalinya bagian tubuh mereka bersentuhan. Tidak hanya Zahra, Surya pun tidak hentinya memanjatkan sholawat untuk ketenangan hatinya yang sejak tadi tak berhenti berdetak keras.


Surya menggapai ubun-ubun Zahra. Merapal doa yang di tuntun langsung oleh Kyai Jauhari dan dengan lembut mengecup kening Zahra.


Kedua pengantin, dibawa ke altar dan di persilahkan duduk bersanding di sana. Semua mata tertuju pada keduanya. Tak henti mereka mengucapkan ketakjuban. Mereka begitu serasi dan manis sekali.


Kedua pengantin sangat manis. Mereka masih malu-malu, dan merasa canggung satu salam lain. Pandangan yang tiba-tiba bertemu saja , langsung mereka palingkan. Hal itu semakin membuat para sanak keluarga ingin terus menggodanya.


Sesi pemotretan di tunda, karena malam semakin larut. Dan langsung di isi oleh sambutan-sambutan dari para kyai dan gawagis yang telah di udang.


Mereka memberikan nasihat pernikahan dan juga doa. Termasuk Gus Hakim yang menjadi Pujer dari acara tersebut.


Beliau memberikan banyak nasihat tapi juga candaan. Beliau baru tahu, jika ke dua pengantin tersebut sebelumnya tidak saling tahu jika ingin di nikahkan. Bahkan sang pengantin laki-laki menganggap bahwa dirinyalah yang akan menikah dengan Zahra.


''Saya tahu, jika seorang laki-laki itu boleh menikah lebih dari satu. Asal bisa adil dan beradab. Kayak Pancasila," Lontar Gus Hakim

__ADS_1


''Apalagi istrinya Ning Zahw Masya Alloh mboten nolak Kulo. Tapi, Kulo gadah hati yang Kedah di jaga. Istri Kulo,'' Lanjut Gus Hakim.


Suara riuh terdengar dari para tamu undangan. Mereka menganggap apa yang di ucapkan Gus hakim sangat istimewa. Apalagi buat para tamu wanita. Gus Hakim langsung dihujani pujian dan juga kekaguman.


Gus hakim juga mengatakan bahwa ada seorang sastrawan dia non Islam. Namanya Khahlil Gibran, dalam tulisannya mengatakan bahwa Pernikahan adalah cincin emas pada rantai pertama yaitu pandangan dan di bagian Akhirnya adalah keabadian.


''Itu artinya, jika bisa dalam kehidupan itu kita menikah satu kali. Cukup satu, dan kemudian abadi. Abadi di dunia dan nanti di akhirat.'' Ucapnya.


Banyak pembahasan, beliau juga mengutip sebuah Dawuh dari guru besarnya Al habib Muhammad bin Baharun yang tentang nasihat pernikahan yaitu Jangan biarkan pasangan mu bertahan dengan mu karena SABAR, tapi buatlah dia bertahan karena Cinta .


"Ketika dia insan belum menikah, mereka akan merasakan nikmatnya jatuh cinta, perasaan cinta tersebut. Hal itu terjadi karena setan ada di sekitar mereka. Beda saat, sudah menikah. Apalagi kalau nikahnya sudah lama , pengantin lawas. Pasti banyak Selis pahamnya dari pada sayang - sayangnya. Karena apa? Setan gak suka ketika pasangan suami istri itu akur. Menikah itu ibadah paling lama , penyempurnaan agama. Satu salam cinta saja untuk pasangannya, itu sudah menjadi ibadah untuk mereka. Apalagi l, melakukan ibadah lainnya. Mangkanya, setan tidak suka. Menggoda manusia untuk menghilangkan rasa cintanya dan hanya meninggalkan perasaan sabar saja.'' Terang Gus Hakim.


Zahwa yang saat itu sudah duduk bersanding dengan Hanan melirik suaminya.dan mendekati telinga suaminya .


''Kamu pernah mengatakan hal itu juga padaku. Apa itu juga dari nasihat beliau juga.'' Bisik Zahwa. Dia ingat, Hanan pernah mengatakan jika dia akan membuat dirinya bertahan bukan karena kesabaran, tapi kerena cinta.


''Bisa jadi,'' Balas Hanan.


''Aku kira itu kata-kata untuk ku dari lubuk hatimu, ternyata copy paste."


"Yang terpenting, aku akan melakukan hal itu untukmu.''


Hanan mengatakan itu dengan menatap tajam istrinya. Zahwa melihat keseriusan di dalamnya

__ADS_1


Bukan soal bagaimana seseorang itu mencari cara untuk membuatnya bahagia, tapi kini tentang kepercayaan kepada pasangannya. Bahwa dia tidak akan mendustai dirinya.


__ADS_2