Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
episode 11


__ADS_3

" Kak Surya belum turun ? " Tanya Hanan .


" Tadi sudah saya panggil mas , tapi  mas Surya menolak makan bersama . Katanya dia mau istirahat duluan. Mungkin capek setelah perjalanan " jawab bik asih.


" Oh "


Zahwa hanya terdiam . Dia berusaha bersikap normal di depan Hanan. Mengambil makan dan langsung menyantap nya , tanpa berbicara .


Hanan melihat Zahwa , seperti tidak biasanya.


" Kamu nanti antar makanan ke kakak. Dia pasti belum makan " Kata Hanan setelah selesai makan.


" Aku , kenapa tidak bik asih. Bik tolong antar makanan nya ," Bantah Zahwa, dan langsung meminta bin asih.


" Iya non " kata bik asih , dia sedang mencuci piring dan beberapa peralatan dapur.


" Bik asih masih mau bares-beres . Nanti kelamaan , " kata Hanan.


Dia mengambil nampan , meletakkan sepiring makanan lengkap dengan sayur dan lauk nya, dan segelas air minum. Menyodorkan ke Zahwa.


Zahwa ragu menerimanya. Dia melihat Hanan , dengan wajah memelas. Tapi Hanan tidak terpengaruh sama sekali.


" Temani aku " kata Zahwa , akhirnya menerima nampan itu.


" Ngantar makan saja minta di antar , " kata Hanan mengejek.


Wajah Zahwa memelas , kini di tambah raut wajah memohon.


" Iya iya , kirain setelah ketemu kakak ku kamu akan senang . Ternyata malah kayak ketemu hantu " kata Hanan. Akhirnya dia menyerah . Mereka berjalan menuju kamar Surya.


" Kamu ngatain kakak mu hantu ? " Celetuk Zahwa ,


" Siapa bilang ? "


"Barusan , Katanya aku kayak ketemu hantu "


" Hah. Udahlah , terserah " kesal Hanan.


Tok tok tok


" Kak , aku ngantar makan nih. Buka pintu nya " Teriak Hanan.  Di depan pintu kamar .


Tangan Zahwa gemetar . Aliran darahnya tiba-tiba terasa panas dan deras . Dan lagi , jantung nya berdetak lebih kencang.

__ADS_1


Hanan tidak menyadari.


" Masuk aja , gak di kunci,"


Suara dari dalam kamar ,tanpa menunggu Hanan langsung membuka pintu tersebut.


Terlihat Surya sedang merebahkan tubuhnya dengan agak bersandar . Tangan kirinya mengepal dia letakkan di atas dahinya. Dia terlihat frustasi .


Zahwa masuk dan langsung meletakkan nampan berisi makanan pada meja yang berada pada sisi sofa kamar tersebut.


Tanpa bertanya , atau pun bicara dia langsung keluar tanpa permisi.


Dia tahu , kedua lelaki itu sedang menatap nya. Terlebih Surya .


" Aku kira dia akan suka dengan mu kak , tapi ternyata malah terlihat takut " kata Hanan. Setelah Zahwa pergi dan meninggalkan mereka berdua.


" Kenapa memang nya? " Tanya Surya .


Hati masih belum menerima jika Zahwa yang dia cintai ternyata ada istri adiknya sendiri. Terlebih belum ada penjelasan apapun dari Zahwa.


Sesakit apapun pun itu. Ternyata jika ada yang membicarakan tentang Zahwa dia tetap ingin mengetahui nya. Sekecil apapun.


" Sebelum kamu pulang , dia yang membersihkan kamar mu. Dia terlihat senang dengan kamar mu.


Kata bik asih , sama seperti kamar nya dulu. Sampai-sampai dia juga tidur disini  . Bahkan dia terlihat penasaran dengan mu , ku Fikir dia akan jatuh cinta kepada mu saat kamu datang " Ujar Hanan panjang lebar .


" He, maksud mu ? "tanya Hanan. Dia terlihat bingung dan penasaran dengan apa yang di maksud kakak nya itu.


" Apa kamu tidak mencintainya ? "Tanya Surya .dia menambah binggung Hanan.


" Mencintai nya. Aku tidak tahu, tapi aku merasa biasa saja saat bersamaan nya " jawab Hanan santai.


" Seandainya , ada laki-laki yang mencintainya dan ingin menikahinya bagaimana ? " Tanya Surya .


Entah Hanan menganggap itu hanya pertanyaan bisa , lelucon atau memang sebuah pernyataan . Tapi Surya benar- benar ingin mendengar jawaban yang sesungguhnya dari adiknya itu.


Munafik , jika dia tidak lagi menginginkan Zahwa. Dia sudah lama menunggu hari dimana hari ini tiba .


Tepat dimana dia menyelesaikan kuliah dan kembali ke tanah airnya.


Angannya beberapa hari sebelum dia kembali. Ingin memberikan kejutan untuk Zahwa. Memberitahukan bahwa dia tidak akan pergi lagi , tidak akan meninggalkan lagi. Dia sudah berjanji , dan dia akan benar-benar menepati setiap janji itu.


Mengajak nya jalan-jalan dan pergi ketempat kenangan merek berdua. Sangat menyenangkan , melihat senyumnya , terlebih tawanya. Apalagi saat harus mendengarkan dia bercerita.

__ADS_1


Dan pada akhirnya , dia akan menemui orang tuanya. Dan melamarnya.


" He , kak kamu baik-baik saja ?" Tanya Hanan. Surya terbangun dari lamunannya. Tersadar bahwa sedari tadi dia hanya membayangkan saja.


" Aku baik - baik saja . Aku akan makan dan cepat tidur " Jawab Surya.


Dia melangkah mengambil makanan yang di bawa kan oleh Zahwa tadi.


" Baik lah. Aku juga lelah dan ingin cepat tidur. " Kata Hanan dan beranjak keluar.


Surya menghentikan makanan. Tidur , fikiran tak menentu. Bayangan Hanan dan Zahwa yang akan satu kamar tergambar di kepalanya.


" Dan soal Zahwa . Yang aku tahu saat ini dia istri ku . Dan jika ada orang lain yang mencintainya , sepertinya itu bukan urusan ku " Kata Hanan sebelum dia menutup pintu kamar kakaknya.


Surya terdiam . Apa Hanan sudah tahu tentang hubungannya dengan zahwa?


Surya meletakkan nampan di meja. Beranjak dari duduknya dan membuka pintu kamarnya.


Dilihat nya Hanan masuk kedalam kamarnya. Entah kenapa , ada rasa sakit di dadanya .


Tanpa sadar , dia mengikuti dan sudah berdiri di depan pintu kamar adiknya itu.


Hatinya tidak karuan . Begitu banyak pertanyaan dan kegundahan.


" Kenapa harus Hanan , mungkin jika orang lain . Hati ku tidak akan sesakit ini " batin Surya .


Hanan kembali ke kamar nya . Tidak lagi peduli dengan makanan dan perutnya yang sebenarnya merasa lapar. Rasa sakit di hatinya lebih menguasai dirinya.


Begitu menyakitkan kan kah ?


Sampai raga ini tidak bisa merasakan jiwanya.


Untuk janji yang dia tulis. Untuk impian yang dia ingin nyatakan. Untuk perjuangan yang hanya untuk dirinya. Untuk penantian yang ia jaga . Terlebih rindu yang selalu menderu . Semua itu seakan sia-sia.


Di sudut lain , di kegelapan ruangan . Sunyi , sepi dia juga merasakan . Tersungkur penuh nestapa .


Bendungan yang sedari tadi jaga . Kini tidak mampu dia bendung lagi. Mungkin hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini. Meluapkan emosinya dengan air mata.


Isakan itu dia tahan sekuat tenaga , agar hanya dia yang mendengar nya. Hanya agar dia yang merasakannya.


Sesakit itu kah ?


Mungkin manusia bisa saja melawan dunia. Tapi apa manusia bisa melawan takdir , yang menjadi ketentuan dari DIA yang menjadikan mereka.

__ADS_1


Bukankah DIA juga yang menyatukan hati, tapi terkadang kita lupa , dia juga bisa mematahkan hati juga .


****


__ADS_2