Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 80


__ADS_3

Elena terlihat sedang memilih menu. Dia juga menanyakan apa yang di inginkan Hanan. Hanan menjawab dengan acuh dan menyerahkan semua kepada Elena.


''Jadi Mas. Kapan kamu akan menikahi ku?''


''Cabut tuntutan mu terhadap kakak ku. Setelah itu aku akan memikirkannya.''


''Tidak. Aku mau kita segera menikah. Setelah itu baru aku cabut tuntutan itu."


Hanan menghela nafas. Dia mencoba menahan emosinya. Berkali-kali dia menetralisir keadaan .


''Kau tau Mas. Aku jatuh cinta kepada mu saat pertama kali bertemu dengan mu. Yah, mungkin di banding Mas Surya sebenarnya kamu cuek. Acuh dan tidak peduli. Tapi entah mengapa sifat itulah yang membuat ku tertarik dengan mu. Apalagi saat melihat mu begitu perhatian. Kamu begitu cuek dengan wanita tapi saat bersama istri mu . Kamu begitu peduli. Aku cemburu, aku ingin ada di posisi Mbak Zahwa. Di cintai dan di Lindungi. Dan menjadi satu-satunya yang akan selalu di pedulikan. Dan aku bersyukur bahwa mimpi ku akan terwujud beberapa waktu lagi.''


Hanan hanya tersenyum tipis. Dia hanya sekilas menatap dan kemudian melanjutkan makan.


''Mbak Zahwa begitu beruntung memiliki mu. Tapi nanti dia juga akan tetap baik-baik saja saat ada Mas Surya. Aku janji setelah kita menikah aku akan mengubah kepribadian ku. Aku akan menjadi wanita baik-baik dan menganggap Mbak Zahwa sebagai kakak ku. Mas Surya pasti juga akan bisa membahagiakan dirinya. Dia begitu mencintai Mbak Zahwa. Dan lagi, mereka sudah pernah saling mencintai.''


Berkali-kali Hanan menggigit bibir bawahnya. Mencekram sendok garpu dan pisau dengan kuat. Dia Melampiaskan rasa kesalnya pada makan di depannya.


''Apa kamu yakin aku bisa mencintai mu? Sampai sekarang saja aku masih mencintai Zahwa."


''Aku yakin. Aku akan berusaha akan itu. Dan membuat mu jatuh cinta sangatlah mudah. Apalagi aku lebih berpengalaman dari pada Mbak Zahwa.'' Rayu Elena dengan begitu menggoda.


Hanan menatap risih.


''Aku maklumi jika Mas masih acuh dengan ku. Tapi tolong hargai usaha ku.'' tambah Elena.


''Hemm ... terimakasih.''


Banyak hal yang di bicarakan oleh Elena. Dia begitu bahagia sedang Hanan hanya beberapa kali menanggapi dengan berkata Iya dan Tidak.


Setelah selesai makan. Hanan mengajaknya ke Mall. Dia menyuruh Elena memilih apapun itu untuk dirinya. Masih dengan kepura-puraan. Itupun juga untuk memecah fokus Elena agar dia bisa leluasa berhubungan dengan Zahwa.


Semua bukti sudah terkumpul. Aku akan langsung ke kantor polisi.


Chat dari Zahwa. Membuat senyum mengembang dari bibir Hanan. Dia begitu lega. Elena melihat senyum Hanan mengira bahwa senyum itu untuk dirinya.


''Mas apa boleh aku membeli ini semua?'' Tanya Elena. Dia sudah memilih beberapa baju dan lainya.


''Silahkan...Asal kamu senang,'' jawab Hanan dengan senyum mengembang. Dalam hatinya. Ini untuk pertama dan terakhir untuk dirinya.


''Terima kasih!'' Seru Elena girang. Dia hampir memeluk Hanan. Tapi Hanan cepat menghindar.


''Aku ke toilet sebentar.'' Kata Hanan.


''Oh ok. Jangan lama-lama,''

__ADS_1


Hanan senyum. Tanpa menunggu dia langsung meninggalkan Elena. Sedang Elena dia kembali berbelanja.


Sesaat setelah meninggal Elena. Hanan tidaklah ke toilet tapi dia keluar dari Mall tersebut. Menuju parkiran dan pergi meninggalkan Mall tersebut.


Melajukan mobilnya ke arah kantor polisi yang kebetulan tidak jauh dari posisinya.


''Sayang!" Seru Hanan ketika dia sampai di halaman kantor polisi.


Zahwa yang baru saja datang bersama Zahra bersamaan menoleh ke arah panggilan tersebut.


''Mas,'' Kata Zahwa segera menghampiri Hanan . keduanya berpelukan.


''Kamu di sini? di mana Elena?'' Tanya Zahra


''Dia aku tinggal di Mall. Biarin," jawab Hanan setelah melepaskan pelukan Zahwa.


''Aku sudah membawa bukti-buktinya. Kita harus segera menyerahkan semuanya kepada polisi.'' Kata Zahwa.


Zahra dan Hanan mengangguk. Ke tiganya bersama-sama menuju ke kantor polisi.


''Aku akan menjenguk mas Surya dulu.'' Kata Zahra.


''Baiklah.'' Jawab Zahwa.


Sedang Hanan dan Zahwa menemui polisi yang menangani kasus Surya. Dia juga meminta pengacara keluarga mereka untuk datang . Beberapa tetangga juga di minta khusus untuk menjadi saksi. Bahwa Elena tinggal di rumah mereka secara suka rela. Bukan karena terpaksa apalagi berniat menyekapnya.


''Ini bisa menjadi bukti yang kuat.Surya bebas. Dan kami akan menangkap saudari Elena dan ibunya dengan tuduhan pencemaran nama baik.' Jawab polisi tersebut.


''Alhamdulillah...'' Kata Zahwa, Hanan dan beberapa Orang saksi lainya.


''Pak. Tahanan atas nama Surya bebas.'' Kata Polisi pada sipir polisi yang bertugas menjaga penjara. Dengan sigap sipir tersebut menuju penjara dan membebaskan Surya.


Hanan dan Zahwa segera menemui Surya. Di sana Surya sudah bersama Zahra.


' Selamat, kak! Kamu bebas!'' Seru Hanan seraya memeluk Surya.


''Terima kasih.'' Balas Surya.


Zahwa menyalami Surya. Dia juga begitu bahagia melihat kebebasan Surya.


''Selamat ya Mas Surya.'' Kata Zahra.


''Terima kasih ya Zahra." Balas Surya dengan senyum . Zahra mengangguk haru.


''Sepertinya harus ada yang di desak ya biar peka.'' Sindir Hanan.

__ADS_1


''Apaan sih mas,'' Kata Zahwa tidak mengerti.


''Bukan kamu,'' Kata Hanan dengan mengisyaratkan ke arah Zahra dan Surya .


''Oh... Hehehehe.''


''Bagaimana dengan Elena?'' Tanya Surya.


''Dia. Dia di Mall paling bentar lagi ke sini. Gantiin ngisi ruangan penjara kamu."Jawab Hanan.


''Hah. Kalian mau Elena di penjara?'' Tanya Surya kaget.


''La gimana? diakan memang salah.'' Jawab Hanan.


''Jika kita membalas keburukan dia apa bedanya kita dengan dirinya. Udah biarin dia bebas. Asal tidak menggangu kita lagi. Apalagi dia sedang mengandung.


Zahwa dan Hanan berpandangan. Zahra memandang Surya kagum.


''Apa bukan mas suka dengan Elena?'' Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut Zahra.


''Hah!'' Surya kaget dengan pertanyaan Zahra.


''Emang iya ? Mas suka sama Elena?" Tanya Zahwa .Dia jadi ikut penasaran.


Kedua pasang mata wanita itu melotot menunggu jawaban dari Surya.


''Kalian ngapain sih antusias banget. Ya gak mungkin kakak ku suka sama Elena.Kayak gak ada wanita lain aja.'' Sahut Hanan. Dia kesal melihat Zahwa ikut penasaran tentang jawaban kakaknya .


''Bukan begitu. Kasihan aja.'' Jawab Surya akhirnya.


''Ah. Syukurlah...'' Kata Zahra tiba-tiba. Seakan lega.


Semua mata sontak tertuju pada dirinya. Membuat kikuk dan binggung.


''Maksudnya, Mas Surya kan bisa dapat wanita yang lebih baik lagi gitu.'' Terang Zahra.


''Oh.'' Jawab Zahwa dan hanan dengan sedikit menggoda.


''Peka atuh Mas'' Kata Zahwa kepada Surya. Surya hanya cengengesan . Antara tahu atau tidak tahu tentang apa yang Zahwa maksud.


''Ayo kita pulang. Kita rayakan kebebasan kakak." Ujar Hanan.


''Ayo!' Seru mereka semua.


Sebelumnya mereka berterima kasih kepada para saksi dan juga pengacara mereka. Tanpa mereka, mungkin kebebasan Surya akan lama.

__ADS_1


''Surya!'' Bella dengan langkah cepat menghampiri mereka.


''Bella?'' Mereka semua terkejut dengan kedatangan Bella. Termasuk Zahra , yang belum mengenal Bella. Ada rasa penasaran akan wanita yang baru saja datang menghampiri mereka. Terlebih melihat kedekatan Surya dan Bella. Belum lagi, Zahwa juga seperti lebih senang akan kedatangannya.


__ADS_2