Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
episode 6


__ADS_3

_" Jika seseorang memilih terluka hanya untuk bersamamu, itu berarti dia tidak hanya mencintai mu"_


Mungkin bersama seperti impian semua orang. Tetapi jika untuk tersakiti,kenapa seseorang tetap ingin bersama. Apa rasa cinta segila itu , hingga dia tidak bisa membedakan rasa sakit dan bahagia.


Kotak biru itu masih di depannya, dia pegang dengan erat . Keringat dingin membasahi telapak tangannya, tetapi tidak di hiraukannya . Hatinya berdetak lebih cepat dari detik jam.


Beberapa waktu lalu . Bik asih memberikan kotak biru itu kepadanya. Berkata bahwa dia menemukan kotak itu di bawah tempat tidur kakak iparnya . kamar yang membuat nyaman beberapa waktu yang lalu. Tiba-tiba terasa sesak , pendingin ruangan menyala , angin dari balkon juga tidak terhalang apapun. Tetapi kenapa masih terasa sesak dan panas?


" Zahwa , kamu masih disini ? " Tanya hanan. Zahwa terbangun dari lamunannya.


" Ah , maaf mas. " Zahwa langsung meletakkan kotak biru itu pada tepian ranjang. Dan segera menghampiri suaminya.


Sudah jam 08.00 , waktunya dia berangkat kerja.


" Kotak itu , tadinya ada di kamar ku. Beberapa hari yang lalu aku kembalikan kesini. " Kata Hanan seakan tahu kalo Zahwa akan menanyakan soal kotak biru tersebut.


" Ini milik kakak ipar ?, Kenapa bisa ada disini ? " Tanya Zahwa


" Karena itu miliknya . Ya ada disini. Sebelum nya memang ada di kamar ku. Di titipkan kepada ku ,karena dia tidak ingin orang lain tahu isi kotak itu ," terang Zahwa.


" Mas Hanan tahu apa isi kotak ini ?." Tanya Zahwa. Hatinya semakin bergemuruh.


" Mana aku tahu , aku juga tidak di beri izin untuk membukanya. " Jawab Hanan. Dia  menyandarkan tubuhnya pada pintu menyilang kan kedua tangannya di atas perut , seperti tahu kalo Zahwa akan menanyakan sesuatu lagi.


" Meskipun begitu kamu tidak penasaran ? " Tanya Zahwa. Hanan hanya tersenyum . Merasa lucu dan mengganggap Zahwa itu orang yang kepo , atau senang mengurusi permasalahan orang .

__ADS_1


" Sudahlah . Jika kamu penasaran sekali , besok ikut aku menjemput kakak ku . Tapi aku harap kamu tidak jatuh cinta dengan dia " kata Hanan meledak. Tapi itu semakin membuat Zahwa tegang.


" Ah ,,, itu tidak mungkin " balas Zahwa. Meskipun dengan sedikit ragu.


" Aku akan berangkat kerja , apa kamu masih ingin disini ? "


" Tidak , aku akan antar mas kedepan. "


" Tidak usah , sepertinya kamu terpaksa."


Hanan langsung pergi . Tanpa menghiraukan Zahwa lagi.


" Ahh ,, kenapa dengan dia sebenarnya, " kesal zahwa. Dia sama sekali belum mengerti tentang suaminya itu. Akhirnya dengan berjalan cepat, dia menyusul. Mengantarkan sampai depan pintu dan mencium punggung tangannya.


Meskipun agak malas , akhirnya dia sarapan . Perutnya tidak bisa dia abaikan begitu saja kan, terlebih dia mempunyai penyakit maag.


" Aku ingin melihat isi kotak itu , aku semakin penasaran dengan kakak ipar ku. Kenapa semuanya serba kebetulan. Aku harap ketakutan ku hanya ketakutan sesaat. " Fikir zahwa , dia semakin tergantung dengan semua itu.


****


12.30


Rumah makan itu terlihat ramai. Terlebih , saat itu jam makan siang. Hampir dari semua pengunjung adalah karyawan kantoran. Memang tata letak rumah makan sangat strategis , di antara beberapa kantor dan salah satu taman kota.


Zahwa terlihat melambaikan tangan kepada seseorang yang baru saja memasuki rumah makan tersebut. Seorang perempuan dengan krudung ungu motif . Setelan gamis dengan warna senada. Menambah keanggunan yang memakainya.

__ADS_1


" Sudah lama ,maaf banget . " Kata perempuan tersebut. Dia duduk di depan Zahwa. Wajahnya memperlihatkan penyesalan karena sedikit terlambat.


" Tidak apa kak , santai saja. Aku juga baru saja sampai."


" Sudah pesan makanan ? "


" Belum , masih minum . Kak Bella mau minum atau makan ? " Tanya Zahwa.


" Seperti biasa saja . Jus jeruk dan Ayam gepyek. " Jawab Bella , nama perempuan itu.


Dia kakak sepupu Zahwa , putri dari kakak ayahnya . Selain itu juga menjadi sahabat Zahwa dari kecil. Selisih umur yang hanya 3 tahun membuat mereka awet dalam hubungan. Seperti teman sebaya.


" Aku mendengar kamu sudah menikah. Begitu mendadak , aku tidak bisa hadir."


" Tidak apa kak , memang sangat mendadak . Aku menikah juga di rumah sakit "


" Kamu bahagia ? " Tanya Bella .


Pertanyaan yang membuat sakit hati nya.


Pernikahan yang berdasarkan keinginan orang tua. Bahagia atau tidak apa bedanya. Semua juga sudah terlanjur begini adanya.


Saat itu tidak ada yang menanyakan apakah dia mau atau tidak ? Apakah dia bahagia atau tidak ?. Hanya kata kamu harus menikah dengan dia. Lantas , apa yang harus dia lakukan ,kalau bukan menerima nya begitu saja.


Terlebih , seseorang yang dia nikahi sama sekali belum dia kenal . Dan apakah nanti mereka akan saling mencintai atau tidak , itu semua belum pasti adanya.

__ADS_1


__ADS_2