
Flash back Surya
"Ini semua milik mu ," Kata orang tua itu dengan senyum.
Dia berbicara dengan pemuda di depannya . Sudah lama sejak dia pergi dari desa ini , dan tidak memberikan kabar sama sekali .
Keponakan , anak dari adik perempuannya , Surya . Tidak diragukan , meski dulu kehidupan nya di bilang kekurangan , saat ini mereka kembali dengan kekayaan.
Kabarnya , suami dari adik nya mulai bekerja sebagai arsitektur.
Tidak diragukan lagi , kemampuan dalam bidang desain menjadikan dia mudah untuk menjadi Dekorator interior juga.
Saat kuliah di bidang tersebut , beliau menjadi mahasiswa lulusan terbaik pada angkatan nya.
Tapi sayang , setelah menikah ilmu dan kerja kerasnya saat kuliah dulu seakan sia-sia.
Hidup di sebuah pedesaan yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani . Dan kehidupan orang desa yang di bilang nerimo . Menjadi dia tidak dapat mengasah kemampuan nya.
Di desa hampir semua rumah dan bangunan nya memiliki rupa yang sama. Bentuk ,ukuran dan desainnya. Mungkin , hanya warna yang sedikit membedakan.
Sedikit yang menginginkan desain yang berbeda.
Itulah kenapa kemampuan arsitektur kurang bermanfaat.
Bahkan , beliau rela menjadi seorang tukang bangunan. Demi bisa sedikit mengembangkan kemampuan nya.
"Untuk apa ? Untuk aku rawat dan kamu menikmati hasilnya, maaf tuan aku tidak sebodoh dulu " Ketus Surya
" Tidak, untuk apa aku berfikir seperti itu.Aku sudah tua , aku tak mungkin lagi bekerja. "
Surya tersenyum , senyum mengejek .
" Anda tidak berubah tuan. Maaf , saya kesini hanya bermain bukan ingin bekerja. Jika anda fikir setiap orang bisa Anda kendalikan itu salah, sekali lagi maaf " kata Surya lagi.
Dia tidak memberikan lelaki tua di depannya menang dari nya lagi.
Dulu , saat dirinya dan keluarganya tidak memiliki apapun . Lelaki tua itu adalah satu- satunya keluarga . Banyak orang menganggap nya orang baik , tidak ada celah kesalahan satupun pada dirinya.
Tapi tidak dengan keluarga nya . Terutama dia yang menjadi anak pertama.
__ADS_1
Ayahnya bekerja , dan ibunya mencoba membantu mencari tambahan uang . Dengan membantu sebisanya di ladang pamannya itu.
Setiap hari ibunya ke sana . Jika tidak ke ladang , pasti di rumahnya.
Hingga akhirnya , Hanan yang saat itu masih di bangku kelas 3 SMP . Menemui ibunya ke rumah paman itu , untuk menemui nya.
Alangkah terkejutnya , dia menemukan ibunya sedang bekerja di dapur. Entah mencuci , menyapu dan membereskan semuanya. Seperti pembantu.
Saat itu ibu nya sedang meminta bayaran , hal yang lumrah jika memang yang di lakukan sudah seperti seorang pembantu.
Paman itu mengeluarkan uang dari sakunya. Dia memberikan seratus lima puluh ribu. Untuk seminggu ibunya bekerja.
Saat itu Surya ingin marah dan segera menonjok nya. Tapi amarahnya itu tertahan saat ibunya hanya menerimanya dengan lapang dada .
Dia baru tersadar . Bahwa ibunya mengorbankan semuanya untuk menjadi pembantu , dan itu semua untuk sedikit menambah keuangan keluarganya.
Sepulang dari rumah. Surya yang saat itu mengurungkan niat menemui ibunya langsung menanyai banyak pertanyaan saat ibunya itu pulang .
Kenapa ibunya mau , kenapa seperti itu dan bagaimana bisa Pamannya bersikap seperti itu dan masih banyak lagi .
Tanpa di duga ibunya hanya tersenyum. Dan mengatakan
Hanan yang saat itu masih belum mempunyai keberanian dan kuasa apa-apa hanya diam . Dan akhirnya ikut membantu ibunya bekerja dengan pamannya itu.
Dan menerima perlakuan yang tidak ada bedanya seperti pembantu. Apalagi bayaran tidak sepadan dengan apa yang di kerjakan.
" Aku tau aku pernah menyakiti mu dulu , tapi aku sudah berubah. Aku sudah tidak sanggup lagi, jadi tolong terimalah " Laki laki tua itu seakan mengiba.
" Sekali lagi saya mohon maaf, saya tidak bisa menerima nya.anda mengatakan anda sedah berubah, tapi yang anda lakukan saat ini sama seperti waktu dulu, anda memaksakan kehendak anda pada saya."
" Bukan begitu , saya hanya ingin meyakinkan. "
Sedikit terkejut pak tua itu dengan perkataan surya. Ia tersadar dia tak lagi seperti dulu , yang hanya akan patuh pada permintaan nya.
" Aku paman mu , kamu tidak perlu sungkan. Apalagi cara memanggil ku dengan kata tuan " Tambah paman tua itu. Mungkin dengan mengakrabkan , Surya bisa luluh.
" Bukanya itu pangilan yang pantas untuk seorang pembantu untuk majikan nya. " Bantah Surya , tidak lagi ingin menggubris nya. Dia meninggalkan paman tua itu.
Terlalu sakit mungkin jika harus mengingat apa yang dulu pernah dia lakukan kepada dia dan ibunya .
__ADS_1
" Maaf kak , aku bukan nya mau ikut campur dengan masalah mu. Tapi, sikap mu dengan pak tua itu terlihat kurang baik. " Kata gadis yang entah sejak kapan ada di samping nya. Berjajar menyeimbangi langkahnya.
Surya tersenyum . Gadis dengan wajah bundar dan mata bulat . Jika dia tersenyum matanya akan terlihat menyipit. Seperti gadis cina .
" Mungkin dia pernah berbuat salah. Tapi jika kamu bersikap seperti tadi, aku berfikir apa bedanya kamu dan orang tua tadi " Tambah gadis itu.
Surya hanya tersenyum . Mendengar kan celoteh gadis yang belum dia ketahui namanya itu. Dia mengatakan banyak hal , seperti lupa bahwa lelaki yang di ajaknya bicara adalah orang yang belum dia kenal.
" Kenapa hanya diam . Kamu juga akan menyalahkan aku karena menasihati mu . " Katanya saat aku hanya diam menanggapi nya.
" Tidak. Kamu tidak salah, bukanya kamu yang bilang akulah yang salah dari tadi. " Kata ku mengejek.
Dia terlihat mengigit bibirnya. Sepertinya dia malu.
" Tidak apa , oh iya siapa nama mu ? " Tanya ku . Mencairkan suasana canggung yang tiba-tiba baru terasa.
" Zahwa , aku anak semester 3 " katanya tanpa beban lagi.
" Oh , terima kasih . Sudah mengingatkan aku. " Kata Surya dengan senyum.
" Zahwa,, ayo kita akan ketinggalan bus " teriak salah satu temannya yang sudah berada di dekat bis karya wisata kampus.
" Oh. Maaf aku harus pergi, " kata Zahwa. Dia bergegas pergi . Dan berlari.
" Hay ! " Seru Surya. Zahwa yang merasa terpanggil menoleh. Dan berhenti sejenak.
" Lain kali , jangan menguping pembicaraan orang. Itu tidak baik " kata Surya . Dengan senyum manisnya.
Zahwa terlihat malu , mungkin jika dia ada waktu untuk kembali menghampiri Surya dia akan memukulnya.
Tapi tidak , tidak sempat. Dia memilih berlari dengan kesal kearah teman- temanya.
" Zahwa , " Sebut Surya lirih. Mungkin hanya dia dan hati nya yang bisa mendengar nya.
Itu pertama kali dia bertemu dengan Zahwa. Gadis yang tanpa sadar sudah merubah sudut pandangnya tentang banyak orang.
Dia mencari informasi tentang Zahwa. Dan baru dapat setelah dia bertanya pada Bella , partner di asrama putrinya.
Tanpa di duga dia adik sepupu partner kerjanya itu. Dan sejak saat itu dia mulai mendekati nya .
__ADS_1
*****