Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 12


__ADS_3

Hanan , dia baru saja keluar dari kamar mandi . Rambut nya masih basah oleh air. Dan aroma harum tercium dari tubuhnya. Dia masih mengenakan kaos putih tipis dan sarung yang tadi juga dia gunakan pada waktu sholat subuh.


Baru saja dia ingin membuka lemari , ingin mengambil pakaian. Tetapi satu set kemeja dan jas sudah tergeletak di tempat tidurnya.


Zahwa yang menyimpan kan.  Siapa lagi ? Hanan mengambil dan mengenakannya .


" Ada apa ? " Tanya Hanan. Dia melihat Zahwa terpaku. Seperti menunggu dirinya.


Zahwa masih tampak ragu , kedua jemari tangannya dia taut kan meres-remasnya sendiri.


" Apa kamu perlu sesuatu?" Tanya Hanan lagi . Kini dia menghadap istri itu. Zahwa semakin tercekat , dan sulit untuk mengatakan sesuatu.


" Hari ini kerja ? Pulang jam berapa ?" Tanya Zahwa . Jelas bukan itu yang ingin dia tanyakan. Pertanyaan itu hanya untuk sekedar alasan.


Zahwa meringis , sedikit menyembunyikan ketegangannya.


" Kenapa ? Kamu bosen di rumah ? Kalau bosen jalan aja , atau terserah kamu mau kemana. Kamu juga bisa ngajak mas Surya . Mungkin kalian cocok . "  Kata hanan.


Tapi sepertinya malah membuat Zahwa semakin ciut. Bosen iya , wajar beberapa hari hanya di rumah.


Permasalah nya ada apa kakak iparnya . Tapi suaminya malah membuat dia di biarkan bersama dengan kakaknya tersebut .


" Aku boleh ikut ke kantor ?" Kata Zahwa akhirnya . Lagi-lagi perasaan takut itu muncul , takut kalau-kalau suaminya terbebani. Dia menggigit bibir bawahnya.  Sepertinya sudah menjadi kebiasaan nya melakukan hal tersebut.


Hanan memicingkan mata . Mencari alasan kenapa dia ingin ikut dengan dirinya.


" Aku ingin lihat kantor mu , heheheh boleh ? " Kata Zahwa , agak merayu.


" Ok . Tapi jika kamu nanti tambah bosan tanggung sendiri " ujar Hanan .


Senyum sumringah menghiasi wajah Zahwa. Seakan terbebas dari belenggu.


" Terima kasih " kata Zahwa


Hanan hanya melihat nya sekilas . Dan tersenyum geli, tapi Zahwa tidak melihat nya. Dia sudah sibuk mencari bajunya dan bersiap .


" Aku tunggu di bawah , kita sarapan dulu " kata Hanan. Dia membereskan beberapa kertas kerja nya . Dan memasukkan ke dalam tasnya.


" Aku sudah sarapan tadi . Mas sarapan dulu saja. " Kata Zahwa dalam kamar mandi.  Sedikit berteriak , Hanan geleng-geleng.


Sesampainya di ruang makan sudah terlihat Surya sudah memulai akan sarapan.


" Selamat pagi " Sapa Surya .

__ADS_1


" Pagi "


Hanan langsung sarapan. Berbicara pada waktu makan bukanlah kebiasaan nya. Jadi mereka hanya terdiam dan menikmati sarapan masing-masing.


Berbeda dengan Hanan yang sedari tadi fokus dengan sarapan nya. Surya sedikit terganggu dengan penampilan Hanan. Hari ini dia terlihat lebih segar, perpaduan kemeja cream  dan jas coklat susu  . Dan lagi rambut basah yang sudah tersisir rapi .


'' Hari ini kamu terlihat berbeda , " kata Surya mengomentari.


" Aku ? " Tanya Hanan , sambil menunjuk dirinya sendiri.


" Beberapa tahun tidak bertemu selera mu ternyata bisa berubah , " kata Surya.


Perbedaan yang kontras antara kedua kakak beradik itu . Keduanya memang mewarisi kreatifitas dari ayahnya , tetapi selera mereka sangat berbeda.


Terlihat dari segi desain interior mereka. Hanan menyukai warna cerah dan Surya lebih ke warna gelap.


Lebih dari sekadar unsur estetik, warna memiliki efek langsung pada suasana dan karakter obyek tersebut. Misalkan saja warna cerah yang terkesan ceria atau warna gelap untuk menimbulkan kesan misterius dari pemilik hunian.


Namun itulah yang membuat para partner kerja  bertahan bekerja sama dengan mereka . Karena dengan begitu mereka bisa menyesuaikan dan bisa memilih sesuai keinginan klien.


" Zahwa yang memilih nya ," kata Hanan cuek.


" Dia sangat memperhatikan mu . Istri yang baik " komentar Surya. Sedikit menekan . Terlihat raut kekecewaan .


Hanan melirik , dia masih belum mengerti apapun. Mungkin kakaknya masih merasa kan Jat lag , karena itulah dia terlihat suram.


Menunggu Zahwa , yang sedari tadi belum juga turun.


" Nunggu Zahwa ? , Nanti biar aku yang bilang kalau kamu sudah berangkat " kata Surya , menyadari Hanan yang sedang menunggu Zahwa.


Belum sempat Hanan berbicara , Zahwa keluar dari kamar . Terlihat stylish dengan inner hitam berpadu outer abu kotak-kotak. Hijab hitam senada dengan tasnya.


Dia berlari kecil , melihat Hanan yang ternyata sudah menunggu.


" Lama ? , Maaf " kata Zahwa menyesal , setelah ada di hadapan Hanan.


" Ayo " ajak Hanan.


Zahwa mengangguk . Sebelum dia beranjak dia melihat ke arah Surya , dia sedang menatap nya . Tanpa berbicara Zahwa beranjak meninggalkan nya .


Beberapa menit kemudian , terdengar suara mobil meninggalkan perkarangan rumahnya.


" Bik , apa Zahwa selalu ikut Hanan ke kantor ? " Tanya Surya pada bik asih .

__ADS_1


Dia masih belum beranjak dari tempat nya. Segelas kopi yang sedari tadi di tangan nya sudah mulai dingin.


" Tidak , tapi hari ini tiba-tiba dia bilang ingin ikut. " Jawab bik asih.


" Ow , bik asih sudah lama bekerja di keluarga Zahwa ? "


" Sudah mas , sejak non Zahwa masih kecil . "


" Berarti bik asih tahu banyak tentang Zahwa , dia pernah cerita tidak kalau dulu mungkin , menyukai seseorang ? "


" Setahu bik asih Zahwa pernah keceplosan pada orang tuanya kalau dia punya seseorang yang di suka saat masih di kampus . "


" Terus tanggapan orang tua bagaimana ?"


Tidak usah bertanya siapa pemuda yang di maksud. Dia adalah Surya , karena sejak awal hanya dia yang dekat dengan Zahwa dan berani mengungkapkan perasaan nya.


Zahwa wanita yang lumayan di kagumi saat di kampus dulu. Tapi entah kenapa tidak ada satu lelaki pun yang berani mengungkapkan perasaannya.


Ada kabar juga , karena sudah minder dengan Surya. Memang kabar kedekatan mereka sempat menjadi topik panas di kampusnya dulu.


" Orang tua non Zahwa sangat baik. Mereka tidak melarang dan bahkan menyuruh laki-laki tersebut menemui mereka . Tapi saat itu katanya orang itu masih melanjutkan studinya di luar negeri mas . " Terang bik asih.


" Kalau memang begitu, kenapa Zahwa di paksa menikah dengan Hanan ? "


" Kalau itu saya tidak tahu. Karena setelah waktu itu , saya dengar orang tua non Zahwa mencari informasi tentang lelaki tersebut . Tanpa sepengetahuan non Zahwa. "


" Orang tua Zahwa mencari tahu tentang diri ku , tapi kenapa pada akhirnya Hanan yang menikahi Zahwa ? " Pertanyaan itu ada di benak Surya . Seperti menemukan keganjilan.


Surya sendiri pada waktu itu belum sempat memberitahu soal Zahwa kepada keluarga nya.


Hanya saja , saat dia akan di jodohkan dengan anak teman orang tuanya . Dia menolak dan mengatakan bahwa dia sudah memiliki pilihan nya sendiri , dan akan menikahinya sepulang dari studinya.


" Apa mungkin yang di maksud waktu itu adalah Zahwa. Jika itu benar begitu aku sendiri lah yang menolak pilihan ku " kata Surya lirih. Dia terlihat frustasi , gelas kopi yang sedari tadi di pegang nya dia letakkan dengan keras. Sampai-sampai bik asih kaget.


Sesampai di kamar dia melihat kotak biru . Kotak yang menghubungkan dirinya dengan Zahwa dulu.


Dia membuka dan membaca . Seperti anak kecil yang menemukan mainan , Surya terlihat senang . Membaca satu demi satu isi kertas dalam kotak tersebut. Dan tiba-tiba membantingnya , seperti mainan yang rusak atau mungkin sudah berusaha dia perbaiki tapi tetap tidak bisa di gunakan lagi.


Mengadupun terasa tidak mungkin bisa membuat kekasih nya kembali kepada nya.


Memasrahkan dan kembali mengikhlaskan , itu yang sedang dia paksaan pada dirinya. Atau mungkin hanya itulah yang bisa dia lakukan saat ini.


Kamu meminta bersama selamanya , tapi untuk bersama selamanya itu bukan tentang kekasih saja.

__ADS_1


Tuhan Mu sudah benar , tinggal bagaimana diri mu.


******


__ADS_2