Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 111


__ADS_3

''Ada apa?kenapa kamu ke sini?'' Tanya Hanan. Dia turun dari tangga bersama Zahwa.


Di depannya Aldian sedang duduk membelakangi mereka. Dia sedang makan dengan lahap, seperti beberapa hari saja tidak makan.


Hanan dan Zahwa menghampirinya. Terkejut melihat Aldian dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Wajahnya pucat, matanya berkantung, pipinya tirus, dan juga tubuhnya mulai kurus. Dia seperti tidak terurus.


''Ada apa denganmu? Kenapa, kau sampai seperti ini?'' Tanya Hanan. Dia prihatin melihat sektretarisnya.


''Bagaimana lagi bos? Kamu tidak ada di kantor, kakak mu juga tidak ada di sana. Aku di sana sendirian. Dan lihatlah, aku kelaparan, aku sampai tidak bisa tidur dengan banyaknya pekerjaan yang ada di pikiran ku. Setiap hari aku pulang lembur, belum lagi para klien , mereka seperti vampir yang kehausan darah. Menodong ku untuk segera menyelesaikan pesanannya.'' Jawab Aldian memelas.


Hanan dan Zahwa saling pandang. Aldian sudah bekerja keras. Sampai dia kelelahan.


''Baiklah Aldian. Kau bisa istirahat beberapa hari, aku akan menanggani pekerjaan di kantor. Kau juga bisa meminta apapun untuk gaji dan bonus dari perusahaan.'' Kata Hanan.


''Benarkah? Akhirnya, aku bisa liburan. Aku akan ke Turki, aku juga ingin keliling Asia. Bersama para wanita cantik!" Seru Aldian


''Ckckck...Itu berlebihan,'' Kata Hanan.


''Katamu aku bisa meminta apapun.'' Ujar Aldian kembali memelas.


''Aku akan memberikan hadiah itu, tapi saat ini belum saatnya. Kau boleh libur beberapa hari saja. Tapi aku dan kak Surya akan ke pondok Abah yai Jauhari besok lusa. Dan mungkin akan beberapa hari di sana.'' Terang Hanan.


Aldian menurunkan tubuhnya dengan lemas. Dia hanya berlibur beberapa hari saja dan kemudian kembali ke bekerja seperti kemarin lagi.


''Hah! Tidak, aku bisa mati jika hidup seperti itu lagi.'' Seru Aldian.


''Aku berterima kasih kepada mu Aldian. Kamu sudah bekerja keras untuk kami. Aku akan meminta teman ku untuk menemani mu, dia baru saja lulus dari kuliahnya tahun ini. Dia ahli di bidang arsitektur. Dia akan sangat membantu," Kata Zahwa.


''Siapa?" Tanya Aldian.


Zahwa memperhatikan foto seorang wanita dari ponselnya. Mata Aldian yang tadinya suram, langsung terbuka lebar melihat foto yang terpampang di depannya.


''Dia Adelia, adik kelasku. Dia sangat berbakat, sebelum dia melanjutkan kuliahnya keluar negeri. Aku akan meminta dia menjadi sekretaris mu. Membantumu, untuk menyelesaikan pekerjaamu." Kata Zahwa .


''Apa aku boleh meminta nomor telponnya, aku yang akan menghubunginya sendiri.'' Tanya Aldian.


''Boleh saja, katakan saja jika kamu sekretarisnya Mas Hanan. Dia akan langsung mengenalimu." Jawab Zahwa.


''Ok. Kalau begitu aku bisa lebih semangat bekerja. Semua cewek magang, tidak ada yang menarik. Dan aku bosan di sana.'' ujar Aldian.


''Kau mau kerja atau mencari cewek sebenarnya? Jangan mencoreng nama ku dengan menggoda mereka semua." Bantah Hanan.

__ADS_1


''Aku kerja, begitu keras malah. Kau lihat sendiri kan kondisi ku saat ini. Tapi, jika di sekitar ku ada seseorang yang bisa membuat ku semangat itu akan membuat ku lebih bekerja keras lagi.'' Kata Aldian.


Hanan menatap Zahwa. Dia tidak begitu setuju dengan cara Zahwa memperkerjakan temannya untuk membantu Aldian. Bukan karena meragukan kinerjanya. Tapi, dia tidak begitu mempercayai sektretarisnya itu. Bisa-bisa bukan bekerja, malah pacaran.


''Tenang - tenang.'' kata Zahwa pelan pada Hanan. Hingga tidak bisa terdengar oleh Aldian.


''Oh iya. Kata kakakmu, kamu sedang sakit bos?" Tanya Aldian.


''Sudah baikan, hanya kecapekan.'' Jawab Hanan. Tidak mungkin juga dia berkata sedang ngidam. Bisa habis di bully dan di tertawakan nanti sama sekretarisnya itu.


"Tapi bos, kenapa kalian mau ke kediaman kyai Jauhari. Apa ada masalah?'' Tanya Aldian.


''Kak Surya akan menikah di sana.'' Jawab Hanan


''Apa! Kakak mu Surya akan menikah? Berita sebesar ini kalian sembunyikan?'' Seru Aldian terkejut .


''Lalu harus bagaimana?" Tanya Hanan biasa. Dia meminum teh yang di sajikan oleh Bik Asih.


''Kalian berdua. Punya uang, tapi kenapa? tidak ada dari kalian yang mau mengadakan resepsi pernikahan.'' Jawab Aldian.


''Setelah pernikahan ini. Kami akan adakan resepsi berdua. Kau juga yang akan mempersiapkannya.'' Kata Hanan.


''Aku lagi?''


''Lagi?'' Tanya Hanan, dia sama sekali belum mengetahui itu juga.


''Iya, kamu kan yang menyerahkan semua vendor pada ku. Sekarang aku meminta Adelia, untuk mengurus itu semua.'' Jawab Zahwam


''Ok. Terserah.'' Pasrah Hanan.


''Baiklah. Dengan senang hati.'' Aldian merasa senang.


Dia terpikat dengan Adelia saat pandangan pertama. Wanita dengan wajah bulat dengan lesung pipi yang memanjakan wajah manisnya. Membuat siapapun yang menatap tak jenuh untuk memandang.


''Aku sudah kenyang. Aku akan pulang, tapi tolong bawakan aku makan. Kasihanilah, aku yang perjaka ini.''


''Bik, Ambilkan makan untuk di bawa pulang Aldian.'' Minta Zahwa.


Bik Asih segera menyiapkan makanan sesuai permintaan zahwa. Barulah setelah itu, Aldian pamit dan berkata jika dirinya akan liburan beberapa hari.


***

__ADS_1


Zahra. Di depan paviliun kamarnya dia mondar mandir dengan gelisah. Abahnya yai Jauhari beberapa waktu lalu menelponnya. Dia mengatakan jika dia akan di jodohkan dengan laki-laki yang telah di pilihnya.


Tidak kuasa menolak lagi. Ini adalah laki-laki yang sekian kali yang di tawarkan untuk dirinya. Tapi entah kenapa, abahnya yang biasa menurutnya kali ini tidak ingin mendengar kata bantahan dari dirinya.


''Aku bahkan tidak mengenalnya. Bagaimana bisa aku nanti mencintainya. Ya Alloh , hanya engkau yang bisa membantu ku.'' Keluhannya.


Di saat dia sedang benar-benar gelisah. Tiba-tiba dia di lempari batu kecil dari bawah. Zahra penasaran dan melihat siapa yang berani melemparinya dengan batu.


''Turun. Sini!'' Seru Hanif dari bawah apartemennya.


''Ada apa? kenapa malam-malam begini.'' Kesal Zahra . Dia sedang memikirkan dirinya sendiri, tapi sekarang saudara laki-lakinya itu mengganggunya.


''Jika dia kesini karena utusan Abah . Aku akan langsung meninggalkan dirinya.'' Kesal Zahra .


Setelah itu Zahra langsung pergi ke bawah. Menemui Hanif.


Udara sangat dingin, untuk pergi ke halaman depan saja. Mereka harus memakai pakaian yang berlapis-lapis.


''Ada apa?'' Celetuk Zahra.


''Nih. Aku bawa kebab,'' Hanif menyerahkan satu kresek putih pada Zahra. Berisikan satu kebab berukuran besar. Itu sudah menjadi daftar makan favorit Zahra setelah di London .


''Terima kasih.'' ucap Zahra


''Beberapa hari lagi kita pulang . Kenapa kau marah-marah?'' Tanya Hanif. Dia mengajak Zahra duduk di bangku di dekat Pepohonan yang ada di depan Apartemen.


''Kamu tahu semua , tapi tetap saja menganggap itu hal biasa.'' Serang Zahra.


''Apa yang aku ketahui , tidak sama dengan apa yang Alloh ketahui Zahra.'' ucap Hanif.


Zahra menatap Hanif lekat. Kenapa dia tiba-tiba berkata seperti itu?


''Abah mu sudah sepuh . Wajar jika dia meminta mu untuk menikah. Selama ini kamu sudah di berikan kebebasan untuk melakukan apa yang kamu mau. Kamu juga mengetahui bagaimana keluarga kita sebenarnya Zahra. Tidak ada dari keluarga kita yang keluar dari jalur pesantren.'' Kata Hanif.


''Mereka semua berjuang untuk agama . Membangun pesantren, sekolah Diniyah , TPA , Masjid. Harta, ilmu dan jiwa mereka abdikan pada agama. Tidak ada yang lain. Hanya kamu dan aku yang keluar dari zona tersebut.'' Tambah Hanif.


''Setiap orang mempunyai sayap. Seperti inilah cara ku menerbangkannya. Apa aku salah?'' tanya Zahra . Dia mulai menumpahkan kesedihannya.


''Namun, bukan berarti kamu lupa dengan dia yang mengajarkan mu untuk terbang. Dia yang melepaskanmu, menikmati udara yang kamu inginkan. Jika saatnya pulang,enapa tidak? k


Kita mempunyai rumah untuk kembali bukan?''

__ADS_1


Hanif semakin membuat Zahra gelisah. Bukanya menghibur ataupun memberikan nasihat dia malah menyudutkan dirinya. Seakan apa yang terjadi adalah kesalahannya sendiri.


Tidakkah maha cinta memberikan nafas untuk dirinya?meniupkan rasa cinta yang ingin dia inginkan. Apakah selama ini dia hanya akan berangan - angan? Mendapatkan seseorang yang dia cintai. Apakah itu sangat mustahil bagi penciptaNYA.


__ADS_2