
Ramai , orang-orang berlalu lalang di sekitar dia . Beberapa menjemput dan beberapa ada yang datang. Beberapa dari mereka menyeret koper . Dan sebagian menenteng tas besar .
Seruan dan cengkrama menjadi drama di depan matanya . Terlihat ada juga yang langsung pergi setelah bertemu.
Beberapa petugas bandara stand by untuk memandu penumpang yang membutuhkan informasi atau bantuan.
Lift dan eskalator telah berfungsi dengan baik untuk penumpang naik dan turun dari atas yakni area keberangkatan menuju gate di lantai bawah. Maupun sebaliknya ketika baru tiba dan akan naik ke area kedatangan.
Terdapat pula shuttle bus yang beroperasi mengangkut penumpang dari dan menuju terminal 1, 2, atau terminal 3 yang lama. Dijadwalkan akan ada 300 penerbangan yang terdiri dari penerbangan kedatangan dan keberangkatan per hari ini.
Di dalam bandara, mereka bertemu pandang dengan berpasang-pasang mata yang sama-sama mencari . Ada juga dari mereka yang merapatkan baju hangatnya di kursi-kursi ruang tunggu. Atau yang sedang menyeruput secangkir kopi hangat dengan leher berbalut syal atau neck-pillow. Menggeret koper dengan lesu setelah sebuah penerbangan yang melelahkan, atau berjalan tergesa menuju ruang tunggu mengejar jadwal penerbangan tanpa banyak sisa waktu.
" Ini lebih lama dari jadwal landing pesawat nya. Seharusnya 2 jam yang lalu sudah datang , " kata Hanan.
Sedari tadi dia terlihat sibuk dengan ponsel , dan mondar mandir menanyakan kapan datangnya pesawat dari Cairo pada pihak costemer service bandara. Tetapi mereka hanya bilang untuk sabar menunggu.
Pada umumnya penerbangan dari Bandara Internasional Cairo ( CAI ) ke Bandara Soekarno- Hatta sekitar kurang lebih 11 jam 15 menit .
Jika tidak terjadi keterlambatan penerbangan semestinya pesawat yang di tumpangi kakaknya sudah datang dari 2 jam yang lalu.
" Mungkin sebenar lagi " Kata Zahwa . Entah sudah berapa kali dia mengatakan itu sedari tadi.
Zahwa juga terlihat lelah , dia juga tidak membayangkan kalo akan menunggu selama ini.
Meskipun terlihat ramai , tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dia cukup bosan . Menunggu dan tidak melakukan apapun. Hanya beberapa kali mengecek ponselnya , memainkannya dan kembali memasukkan lagi ke dalam tas nya.
Bahkan sudah kosong gelas kopi yang Hanan berikan untuk dia.
" Kamu tunggu disini , aku akan pergi keluar sebentar. " Kata Hanan. Tanpa memberikan alasan apapun pada Zahwa , dan pergi meninggalkan dia sendiri seperti biasanya.
Zahwa menghela nafas .
" Kakak adik itu sama saja , semua membuat ku menunggu dan membiarkan aku begitu saja " celetuk Zahwa , dia kesal .
15 menit , pesawat dari Cairo di umum kan telah landing.
Zahwa mulai celingak-celinguk berharap dia bisa menemukan kakak iparnya.
" Bagaimana aku tahu kakak ipar yang mana ? Nama saja aku tidak tahu. " Kata Zahwa.
__ADS_1
Tiba-tiba kakinya kaku dan membeku . Tubuhnya bergetar , dan sulit bergerak . Jantung nya berdetak kencang. Matanya tertuju pada siapa yang datang menghampiri nya.
Sosok itu , telah lama menganggu fikirannya ,terlebih hatinya.
" Zahwa , " panggil lelaki itu , dia terlihat terkejut . Tidak percaya dengan apa yang di hadapan nya.
"Mas Surya , bagaimana bisa ? " Tanya Zahwa dia terlihat bingung .
Iya . Laki-laki itu Surya , lelaki yang sampai saat ini masih menjadi penguasa hatinya. Dan masih menjadi satu-satunya rindu yang selama ini dia pendam . Lelaki yang pertama kali mengajarkan dan merasakan cinta.
" Kakak , kamu sudah datang. Aku baru saja ingin pulang karena terlalu lama menunggu mu " Seru Hanan , di berlari kecil dari arah lain.
Wajah Zahwa terlihat pucat. Kakak , kata itu terdengar sangat jelas dari pangilan Hanan.
Seperti bangunan yang tadinya kokoh, seketika runtuh begitu saja. Tubuhnya terasa lemas begitu saja.
" Maaf , aku tadi ketinggalan pesawat. Dan akhirnya ikut penerbangan berikutnya " jelas Surya menyeringai.
Kedua kakak adik itu berpelukan dan melepas rindu.
" Zahwa , " panggil Surya .
" Iyalah dia...
" Kami barusan berkenalan , " sahut Zahwa . Memotong perkataan Surya.
Surya tertegun . Seperti ada yang salah dia antara mereka. Senyumnya memudar.
" Oh ! Kalau begitu ayo kita pulang. " Ajak Hanan.
" Sebentar , aku ingin berbicara dengan Zahwa " kata Surya .
Zahwa semakin tegang.
" Kalian bisa bicara di rumah . " Kata Hanan.
" Di rumah tapi Zahwa ,.. "
" Iya kak. Kita bisa bicara di rumah . " Sahut Zahwa. Dia mencoba tersenyum .
__ADS_1
Surya semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Sejak pertama kali dia bertemu Zahwa . Dia sama sekali tidak pernah memanggil nya kakak , dia biasa memanggilnya dengan " Mas " . Dan sikap nya itu seakan baru saja bertemu. Terlebih dia juga ikut pulang ke rumah.
Zahwa terdiam . Dia duduk di kursi belakang. Tidak berani melihat depan , hatinya berdetak tidak karuan.
Mobil melaju dengan cepat . Menelusuri jalanan yang padat dengan kendaraan. Senja adalah waktu yang menyenangkan,tapi juga menyebalkan karena akan banyak orang yang menyukainya , terlebih untuk menghabiskan waktu untuk bersama.
Sesampainya di rumah . Kakak beradik di kejutkan dengan dekorasi kecil penyambutan untuk Surya.
" Tumben ada penyambutan ? Biasanya hanya datang , bersalaman dan menghilang satu persatu " Ujar Surya , dia terlihat bahagia. Untuk pertama kalinya dia di sambut di rumahnya sendiri.
Begitu dingin kah keluarga mereka , hingga sambutan yang di rasa sederhana terlihat istimewa.
" Aku ingin sholat magrib dulu , kamu ikut atau masih ada yang ingin kamu kerjakan ? " tanya Hanan . Walaupun dia tidak melihat Zahwa yang masih mematung di ambang pintu masuk . Zahwa tahu kalau yang di ajak bicara adalah dirinya.
" Kamu ingin mengajak ku sholat jama,ah Hanan ? " Tanya Surya terheran.
Hanan menoleh kearah kakak nya . Apa kakak nya tidak merasa kalau yang di ajaknya adalah Zahwa, istrinya.
" Kalau kakak mau ayo lah..kita jama,ah bersama " kata Hanan akhirnya.
Zahwa mengikuti langkah Hanan. Menaiki tangga tapi tangannya di cegah oleh Surya.
Deg !
Desiran angin seakan merasuk dalam tubuhnya. Membuat tubuhnya membeku.
" Zahwa , aku lihat dari tadi kamu seperti mengekor terus pada Hanan, Apa kalian sudah sedekat itu ? Maksud ku , tidak apa-apa. Itu bagus , setidaknya setelah orang tua kita meninggal Hanan satu- satu-satunya keluarga ku. Aku ingin setelah ini kami bisa akrab seperti keluarga lainya " kata Surya . Zahwa masih menunggu sampai Hanan masuk dalam kamar.
" Kak , maaf . Setelah ini aku akan jelaskan , atau mungkin setengah nya kakak sudah tahu ceritanya. Hanya saja belum sepenuhnya " kata Zahwa. Dia memberanikan berkata , dan memilah kata agar lelaki di depannya tidak marah dengan kenyataan yang terjadi sekarang.
" Apa maksud mu , aku tidak faham. Dan sejak kapan kamu memanggil ku dengan sebutan kakak ? " Surya semakin terheran . Dia sama sekali tidak mengerti apapun.
Zahwa menghela nafas. Tubuhnya terasa panas dingin. Berlahan dia melepaskan pegangan tangan Surya , wajahnya merunduk . Wajah nya memerah. Dan lagi dia harus menahan bendungan yang sedari tadi ingin jebol.
" Sejak saya menjadi adik ipar kakak " kata Zahwa dan berlari meninggalkan Surya.
"Sejak saya menjadi adik ipar kakak "
Kata - kata itu terngiang - ingang di benak Surya. Tiba- tiba tubuhnya tersungkur tanpa dia rasa.
__ADS_1
*****