Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 74


__ADS_3

''Apa Mas baik - baik saja?'' tanya Zahwa.Dia prihatin luka lebam di wajah Surya. Meskipun begitu dia tetep tegar dan memberikan senyum saat mereka menunggunya.


''Tidak apa-apa aku baik-baik saja.'' Jawab Surya tenang.


''Kakak sebenarnya bisa keluar dengan jaminan. Tapi kamu tidak ingin keluar dari penjara?'' tanya Hanan. Dia sendiri tidak tega melihat kakaknya seperti itu.


''Jika aku keluar itu akan menambah prasangka buruk. Lebih baik aku di sini, biar mereka langsung mengawasiku. Lagipula ada kamu. Aku percaya kamu akan segera mengeluarkan aku.'' Jawab Surya.


''Aku sudah memasang Cctv di rumah dan di beberapa tempat lainya. Aku juga meminta hasil rekaman Cctv di jalanan kompleks. Aku meminta para tetangga untuk menjadi saksi juga. Beberapa ada yang menolak, tapi Alhamdulillah ada juga yang suka rela membantu kita.'' Terang Hanan.


''Alhamdulillah...Terus bagaimana dengan tes kehamilan? Apa benar Elena hamil?'' Tanya Surya penasaran.


''Kita akan melakukan tes besok. Syukur jika dia tidak hamil dan hanya berpura-pura. Tapi jika dia hamil, kita harus menangkap orang yang menghamilinya juga.'' Jawab Hanan.


''Selama ini dia ada di rumah. Jarang sekali keluar kecuali bersama Bik Asih. Bagaimana bisa dia hamil? Maksud ku dengan siapa dan kapan?'' Tanya Surya bingung.


''Mungkin saat Mas di kantor atau apalah aku tidak tahu." Sahut Zahwa. Dia juga memikirkan hal yang sama. Elena jarang keluar rumah dia juga terlihat oleh tetangga saat bersamaan Bik Asih dan dulu saat bersama saja.


''Kita akan selidiki nanti, saat ini mending siapkan makanan untuk kakak.'' Kata Hanan.


''Oh Maaf. Lupa," balas Zahwa dia segera membuka tas yang berisi kotak makan dengan macam-macam makanan.


''Terima kasih. Tadi pagi Zahra juga membawakan aku makanan." Kata Surya


''Dia sudah ke sini?'' tanya Zahwa


''Iya. Tadi pagi, tidak menyangka bakalan di perhatikan seperti ini.'' Jawab Surya.


''Seperti ada yang sedang Pdkt." Sindir Hanan


''Apa benar Mas? Kemarin dia juga sangat sedih melihat kamu di tangkap. Sampai nangis.'' Sahut Zahwa.


''Wajarlah, wanita memang suka baperan. Apalagi perempuan model Zahra , dia gak tegaan . Hatinya lembut , gampang tersentuh.'' Balas Surya.


''Tapi aku merasa dia jatuh cinta dengan Mas,'' Ujar Zahwa.


''Masak? Tahu dari mana?" Tanya Surya.


''Ya kelihatan saja. Masak kamu gak ngerasa sih Mas,'' selidik Zahwa.

__ADS_1


Surya geleng-geleng kepala.


''Ya iyalah kamu tahu. Kamu kan pernah juga seperti Zahra. Tertarik sama Kak Surya.'' Sahut Hanan sewot. Dari tadi dia hanya mendengar mantan kekasih itu berbincang seakan dirinya tidak ada di antara keduanya.


Surya tersenyum renyah. Dia tahu jika adiknya itu masih saja cemburu. Zahwa memukul lengannya dengan kesal. Masih saja suaminya itu membahas masa lalu mereka.


"Aku dan Zahra memang sedang dekat, itu karena aku meminta dia menyimak bacaan kitabku. Aku tidak mungkin ke pesantren tanpa persiapan." Kata Surya.


Sebenarnya saat di penjara saat ini, juga menjadi alasannya untuk bisa leluasa mendalami kitab-kitab pesantren. Andai saja dia tidak di penjara mungkin dia hanya bisa mempelajari saat sore saja bersama Zahra. Tapi saat di penjara dia bisa kapan saja mempelajarinya, terlebih Zahra bisa lebih lama bersamanya.


Sejak kapan, dia mulai nyaman dengan keberadaan Zahra di hari-harinya. Perempuan yang dulu pernah di gadang-gadang akan menjadi calonnya adiknya, kini malah dekat dengan dirinya. Dan perempuan yang dulu pernah di cintanya, kini menjadi satu-satunya kebahagiaan adiknya. Ah! dunia seperti lelucon. Mereka seperti sedang bertukar tempat.


''Aku lebih suka Kamu cinta sama dia, itu tandanya kamu udah Move on.'' Ujar Hanan.


''Tenang aja. Aku gak akan ngerebut Zahwa." Balas Surya terkekeh.


''Wah jangan Ge-er. Udah gak bisa kamu ngerebut Zahwa! Dia udah di gak mau sama kamu. Udah cinta mati sama aku." Tugas Hanan.


''Kata siapa? kalau mas Surya goda aku, pasti aku klepek-klepek." Sahut Zahwa menggoda.


''Istri macam apa kamu ini. Bisa-bisanya ngomong seperti itu.''


''Udah kak. Aku pulang saja. Kamu di penjara saja. Gak usah pulang sekalian.'' Ujar Hanan yang sudah beranjak dari duduknya. Surya dan Zahwa terkekeh. Melihat Hanan seperti anak kecil yang sedang ngambek.


''Lihat Mas. Tingkahnya masih kayak anak kecil. Gak ada dewasanya.'' Sindir Zahwa


''Ya udah kamu balik saja sama aku. Mana bisa di andalkan lelaki yang baperan seperti dia.'' Tambah Surya.


Zahwa dan Surya tambah menggoda Hanan. Hanna semakin kesal. Nasibnya tidak mujur, dia memiliki istri bekas pacar kakaknya. Lengah sedikit saja istri sudah berpaling lagi dengan mantan. Mana tiap hari harus berhubungan dan lagi bagaimana membedakan antara sayang terhadap pasangan dan keluarga. Menyesali pun tetap akan menjadi penyesalan. Semuanya memiliki cerita sendiri. Dan ini cerita hidupnya yang sudah di tulis Tuhan untuk dirinya.


''Kalian ini.'' Greget Hanan. Andai saja bukan Kakaknya dia pasti menonjok mantan pacar istri itu.


''Hahaha. Gak gak sayang. Uluh-uluh Sayang aku, imut nya aku. I Love You nya aku.'' Hibur Zahwa dengan langsung memeluknya.


Surya tersenyum dan kemudian memalingkan wajahnya. Dan meneruskan makan dan tidak ingin menggangu sepasang kekasih tersebut.


''Aku cium jika berani menggodaku seperti itu lagi." Ancam Hanan .


''Hahaha.''

__ADS_1


''Aku serius!'' seru Hanan mengancam.


''Iya. Hanya bercanda,''


Beberapa saat mereka bercanda sambil menunggu Surya menyelesaikan makanan.


Tiba-tiba ponsel Hanan berbunyi. Tertera nama Aldian di layar ponselnya.


''Ada kabar?"Tanya Hanan setelah telpon tersebut .


''Ini soal Elena." Jawab Aldian gopoh. Hanan langsung menekan tombol spiker agar semua dapat mendengar juga.


''Ada apa?'' Tanya Hanan.


''Dia keluar rumah membawa mobil , beberapa orang ku sedang mengikutinya sekarang. Aku juga sedang berusaha mengejar mereka." Jawab Aldian.


''Ikuti dia terus, jangan sampai lolos. Posisi sekarang di mana?'' Tanya Zahwa menyahut pembicaraan mereka.


''Ini baru saja keluar dari kompleks. Aku akan kirim lokasinya jika mereka berhenti di suatu tempat." Kata Aldian .


''Baiklah. Jangan sampai gegabah. Aku akan pulang sekarang. Mumpung dia di luar aku akan pasang sisi tv lagi.'' Kata Hanan.


''Baiklah. Aku akan kabari lagi,'' Balas Aldian.


''Ok . Hati-hati.'' Pesan Hanan .


Setelah menutup telponnya mereka segera berpamitan dengan Surya. Waktu kunjung juga sudah selesai.


''Hati-hati. Jangan terjebak lagi.'' Pesan Surya.


''Iya. Mas juga baik-baik. Jika ada kekerasan lagi, mendingan kita ambil jalur jaminan saja.'' Kata Zahwa.


''Aku akan meminta sipir kepolisian untuk tidak berbuat kasar dengan kakak. Jangan khawatir.'' Sahut Hanan.


''Terima kasih. Masakan mu enak, besok bawakan lagi.'' Kali ini permintaan itu hanya pada Zahwa.


''Gak lah, mending Mas belajar menyukai masakan Zahra saja.'' Balas Zahwa dengan senyum sumringah. Kedua tangannya mengapit lengan suaminya.


''OK. Aku akan mencoba.'' Balas Surya dengan senyum tak kalah manisnya.

__ADS_1


Pada akhirnya tidak ada dua cinta dalam satu hati. Semuanya akan kembali ke pemilik sejatinya.


__ADS_2