Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih
Episode 56


__ADS_3

Hanan melangkah ke tepian ranjang . Dia membuka ke dua tangan Zahwa yang menutupi wajahnya . Meskipun Zahwa melawan dengan sekuat tenaga dia tetap saja kalah dengan tenaga Hanan .


Hanan berhasil membuka tangannya , tapi mata Zahwa masih di tutup rapat-rapat . Hanan semakin gemas dengan tingkah Zahwa seperti itu . Dia meletakkan telapak tangan Zahwa pada dadanya yang tanpa sehelai kainpun . Sontak membuat Zahwa cepat ingin menjauhkannya . Tapi itu di cegah oleh Hanan . Dia membuat tangan Zahwa itu mulai meraba dadanya .


" Aku malu , hentikan " Kata Zahwa parau .


Hanan tidak mendengarkan . Dia mulai menindih tubuh Zahwa , jemarinya bermain di wajah Zahwa . Zahwa berusaha mendorongnya tapi sia-sia .


Hanan bertambah menikmati berontak nya Zahwa. Dengan lembut dia mencium kening Zahwa . Saat itu Zahwa mulai sedikit tenang . Dia membuka matanya , mata mereka bertemu . Berpandangan lama , menikmati keindahan wajah yang sedang mereka pandang masing-masing . Dengan pelan Hanan mencium pipi kanan Zahwa , membuat Zahwa terpejam lagi . Hanan tersenyum nakal dan kemudian mengulangi mencium pipi Zahwa sebelah kiri .


" Aku tidak suka saat kamu masih saja memikirkan kakak ku . Jika aku melihat mu masih gelisah memikirkan dia lagi , aku tidak akan mengampuni mu " Ujar Hanan lembut tapi mengancam.


Zahwa diam . Dia begitu tegang , kali ini Hanan tidak sedang main-main .


Tangan Hanan mulai membuka jilbab Zahwa . menampakkan mahkota hitam yang selama ini ia jaga dari pandangan orang yang bukan muhrimnya . Hanan terpana , ini pertama kalinya dia melihat Zahwa tanpa hijab dan dia begitu cantik . Hanan membelai mesra rambut Zahwa melepas ikat rambut nya dan membiarkan tergurai indah menutupi sebagian wajah Zahwa . Sedang Zahwa , dia memalingkan wajahnya , masih dengan menutup matanya . Sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan suaminya .


Hanan dengan lembut menyibakkan sebagai rambut yang menghalangi wajah Zahwa . Mencium rambut itu , seakan itu adalah permata berharga .

__ADS_1


" Kamu ingin aku mengajari mu untuk jatuh cinta kepada ku kan , maka inilah caranya " Kata Hanan dengan penuh hasrat . Dia mulai mencium leher Zahwa , membuat Zahwa menggeliat . Tubuhnya seakan bergetar hebat . Melihat itu Hanan semakin ingin terus Zahwa merasakannya . Dia mengulangi cumbuan itu berkali-kali . Hingga pada bagian paling sensitif pun , dia tidak segan untuk melakukan nya .


Bulan purnama di luar jendela terlihat mengintip malu di balik pepohonan . Seakan dia tahu bahwa dua insan itu sedang mengutarakan hasratnya .


***


Sekitar jam 04.30 Zahwa bangun . Dia menyadari tubuhnya sedang tidak memakai apapun hanya bad cover yang menutupi nya . Ada rasa nyeri di bagian kewanitaannya . Dia berusaha menahannya . Sedang Hanan dia masih tidur pulas , tangannya masih memeluk sebagian tubuh Zahwa . Dia bahkan hanya memakai celana boxer .


Berlahan Zahwa memindahkan tangan Hanan . Dan bisa membuat nya bangkit dari pembaringan . Zahwa bernafas lega , entah mengapa dia merasakan sakit pada bagian tubuhnya yang lain. Apa mungkin efek itu biasa terjadi saat melakukan hubungan suami istri , dia juga tidak tahu .


Hanan terbangun . Dengan lemas dia mengangkat tubuhnya yang sebelumnya tidur dengan tengkurap . Dia berbaring lagi dengan posisi yang lebih nyaman . Dia kehilangan rasa kantuknya ketika dia sadar bahwa dia hanya memakai boxer. Dia teringat bahwa malam tadi dia dan Zahwa terlah melakukan hubungan suami istri .


Ada senyum malu dia wajah Hanan . Dia tidak menyangka bahwa dirinya dan Zahwa sudah melakukan hal tersebut .


Zahwa keluar dari kamar mandi . Dia memakai piyama bulu dengan ikat tali di pinggangnya . Rambut hitam panjang nya masih basah oleh air , dia berusaha mengeringkannya dengan Handuk yang di bawanya . Harum badannya menyebar , membuat Hanan tergoda kembali . Apalagi melihat Zahwa begitu menawan dengan rambut basah yang sesekali di kibasnya .


Zahwa tidak menyadari mata suaminya sudah terbuka lebar , sedang menikmati dirinya . Hanan , dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menghampiri Zahwa , dia langsung memeluk tubuh Zahwa dari belakang . Sedangkan Zahwa dia sudah di depan meja rias nya berniat mau menyisir rambutnya yang masih berantakan .

__ADS_1


" Kamu sudah bangun ? Cepat mandi . Ini sudah subuh " Ujar Zahwa .


Hanan menghiraukan perintah Zahwa , dia malah menikmati keharuman tubuh istrinya itu dan berkali-kali mencium leher belakang Zahwa . Membuat Zahwa geli dan risih .


" Sudah Mas ! Cepat mandi . " Ujar Zahwa .


" Janji dulu . Kamu tidak akan mengingat Kakak ku lagi . " Kata Hanan dia masih saja bermain di punggung Zahwa .


" Ok . aku tidak akan mengingat nya lagi . Sekarang cepat mandi . " Perintah Zahwa . Kali ini dia berhasil lepas dari Hanan dan mendorong suaminya itu ke dalam kamar mandi .


" Ambilkan Baju ku . Atau kamu ingin aku tidak memakai baju saja ! " Seru Hanan di balik pintu kamar mandi . Dia ingin keluar lagi , tapi Zahwa menekan pintu tersebut agar tidak bisa di buka . Dia ingin Hanan cepat mandi dan tidak menganggu nya lagi .


" Mandilah dulu . Nanti aku ambilkan " Balas Zahwa. Dia mengelak alasan Hanan . Di dalam,b Hanan menuruti perintah Zahwa dengan malas dia mengguyur tubuhnya . Seketika membuat tubuhnya segar kembali .


Sesaat setelah mandi . Zahwa benar memberikan dia baju dan juga sarung untuk dia kenakan . Setelah itu Hanan sudah keluar dari kamar mandi . Zahwa sudah menata sajadah untuk mereka sholat berjamaah , dia juga sudah mengenakan mukenah . Siap untuk berjamaah .


Keduanya terlihat khusu' saat mereka mulai berjamaah .

__ADS_1


__ADS_2