
(Ku update pagi ini khusus menyemangati si cantik aku yang harus lembur di hari libur ini guys, semangat sayangπ hati-hati selaluπ)
...+--- Sang_Perindu ---+...
Di pagi hari pukul 08.00, Adam yang baru tersadar dari tidur nyenyak nya seakan merasakan mimpi yang begitu nyata bersama kekasihnya.
"Um.. ya ampun mimpi yang begitu nyata gila haha" Adam tersenyum manis lalu meraih hapenya.
π± "Selamat pagi sayang, happy weekend ya di minggu yang cerah ini ay" ketik Adam di tampilan chat whatapps lalu di kirimnya ke Ratu.
"Ah lemes banget njir seperti habis ngeluarin sesuatu haha" gumam Adam lalu beranjak ke kamar mandi sambil mengusap kejantanannya yang selalu tegak nan gagah setiap pagi saat Adam bangun tidur.
Sekitar 15 menitan Adam mandi, ia kembali ke kamarnya dan menemukan tisyu yang tergeletak di kolong meja.
"Lah tisu bekas apa ini?" tanya Adam dalam batin nya.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat cairan kental yang sudah agak mengering di tisu itu seperti..
Dengan segera Adam berlari keluar rumah, mencari bu Tini yang sedang menjemur pakaian dan menanyakan tentang Ratu yang selama ia ajak kerumah.
"Mah, Ratu mana?!" gumam Adam bertanya dengan panik ke mamahnya.
"Lah kan lu yang nganter pulang semalam. masa lupa" kesal bu Tini yang mendengar pertanyaan gak jelas dari anak nya.
"Um, beneran mah udah pulang?" tanya Adam sekali lagi untuk meyakinkan pikirannya.
"Iye udah ih!" bentak bu Tini yang langsung membuat Adam beranjak masuk kembali ke kamarnya.
"Bekas apaan ya ini?" dalam hati Adam masih bertanya-tanya sambil membuang tisu itu ke tempat sampah.
"Masa iya bekas sper... ah ga mungkin! gw ga ngerasa ngocok njir" dalam batin Adam masih terus bergulat dengan keraguannya.
Lalu Adam meraih ponselnya mencoba menelepon Ratu, namun sayang nya tak ada respon dari kekasihnya itu.
Yang tentu saja membuat rasa panik semakin menguasai pikiran Adam.
"Aduh kemana sih ay? apa kamu belum bangun ya?" tanya Adam pada dirinya sendiri.
"Gam lu harus jelasin sesuatu sama gw" ucap Adam yang kini berdiri memandangi pantulan dirinya di cermin kamarnya.
"Agam! keluar lu!" teriak Adam dalam batinnya.
Namun sayang, panggilan itu sama sekali tak direspon oleh kepribadian Agam.
Hingga membuat Adam nekat mengambil pisau lipat dilaci lemarinya untuk mengancam sosok Agam didalam tubuhnya.
"Keluar lu hayo?" ucap Adam dalam hati yang masih bergelut hebat dalam otak dan hatinya.
"Masih ga mau keluar ya hah?!" Adam semakin nekat mulai menekan bagian pisau yang tajam itu ke urat tangan kanannya.
"Glek" nampak Adam pun tak mempunyai cukup keberanian untuk melakukan hal senekat kembarannya itu.
Tapi demi mengetahui apa yang terjadi semalam, akhirnya Adam mengumpulkan semua tenaga nya untuk memberanikan diri menggores urat nadi di lengannya.
"Bismillah..!" ucap batin Adam lalu...
[Dirumah Ratu pukul 08.00]
__ADS_1
"Hoam" Ratu menguap sambil mengucek matanya.
"Mimpi apa ya semalam? Seakan mimpi itu nyata banget sih sama si ayang haha" Ratu perlahan duduk dan bersandar di bibir kasur sambil mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya kembali.
Saat jiwa dan kesadarannya pulih, Ratu segera beranjak dari kasurnya sambil meraih Bra yang tergeletak dikasur.
Setelah pembungkus bukit itu digantung dibelakang pintu kamar, Ratu merapihkan tempat tidurnya sejenak hingga tak sengaja ia melirik cermin yang menampilkan pantulan dirinya.
Wajahnya langsung menunjukkan ekspresi terkejut saat melihat plester menempel di leher putih nan bersihnya.
"Plester apaan ini? gw ga ngerasa ada luka disini deh" ucap Ratu yang semakin dibuat heran dengan adanya plester itu.
Ratu mencoba menekan plester itu, namun tak ada rasa sakit atau perih yang ia rasa disekitar lehernya. akhirnya Ratu yang penasaran pun langsung mencabut plester itu dari lehernya dan...
Betapa terkejud pakai D nya Ratu saat melihat tato merah pekat dilehernya.
"Oh my god..! apa yang lu lakuin kak semalam?!" Ratu begitu syok melihat tanda merah dilehernya.
"Aduh bahaya-bahaya nih!" Ratu yang sudah kepalang panik pun mencoba menggosok lehernya menggunakan air guna menghilangkan tanda merah itu, namun seperti yang kita tau cara itu nihil tak mampu menghilangkan tanda itu.
"Haduh kaga bisa lagi ya ampun" ucap Ratu yang masih sibuk di depan cermin sambil menggosok tanda dilehernya.
Dan sial nya, bu Nisa tiba-tiba masuk kamar yang membuat Ratu langsung panik bukan main.
Dengan segera Ratu meraih selimutnya lalu dililitkan di lehernya menutupi sesuatu yang ia sembunyikan.
"Neng mamah bentar lagi berangkat ya" ucap bu Nisa.
"Iya mah siap, hati-hati ya" balas Ratu.
"Itu selimut jangan lupa di lipet lagi neng nanti ya, jangan di belit-belit di leher hehe" sambung bu Nisa lalu mengecup kening Ratu.
Bu Nisa pun beranjak keluar kamar dan on the way ke kantor untuk mengambil beberapa bal Yak*lt.
"Masa iya sih gw ngelakuin hal begituan ya ampun" perlahan Ratu dibuat down karena kepikiran tanda merah dilehernya.
"Mandi dulu deh" ucap Ratu yang ingin mengambil handuk namun untuk kedua kali nya dibuat mematung terdiam saat melihat tanda merah kedua di pinggir atas gundukan kenyal miliknya.
"Ih kak Adam gila kali ya!" emosi Ratu hampir meledak saat dia menurunkan sebelah tali tanktop nya sampai ke lengan dan nampak jelas tanda merah itu diantara putihnya kulit Ratu.
"Fix pasti semalam dia nodai gw nih" dengan sigap Ratu kembali ke kasur mengambil hapenya yang sudah ada notif panggilan suara dari kekasihnya yang tak terjawab.
Setelah mencari nama kontak Adam, Ratu pun langsung segera menelepon balik pacarnya itu.
[Kembali di rumah Adam]
"Hm... yuk bisa yuk" saat Adam sudah yakin ingin memanggil Agam dengan cara menyayat urat nadi nya.
Telepon dari hape Adam berdering keras yang membuat perhatiannya menoleh kearah hapenya.
"Siapa sih ganggu ritual aja" Adam menaruh pisau itu sejenak dan mengambil hapenya.
"Hallo sayang" ucap Adam dengan senyum manis bercampur panik saat tau yang menelepon dirinya adalah Ratu.
π "Kita perlu ketemu kak, satu jam lagi aku tunggu di markas besar" dengan dinginnya Ratu berbicara dan langsung memutus teleponnya.
"Aduh mati deh gw" Adam yang begitu ketakutan Ratu hamil karena ulahnya semalam pun tak bisa berpikir jernih lagi.
__ADS_1
Dengan perlahan Adam mencari baju dan celana nya di lemari plastik miliknya.
Masih dengan tatapan kosong entah melihat kemana, Adam terus prepare memakai kaos dan celananya.
"Dah yuk" ucap Adam.
Namun ia merasakan lehernya tercekik dan burung kesayangannya pun terasa lebih dingin dari biasanya.
Saat bercermin Adam menyadari bahwa ia memakai kaos terbalik, ditambah lagi Cd yang masih tergeletak di lantai.
"Eh buset lupa pakai gw pantes terasa dingin, haduh lagi buru-buru juga ye" ucap Adam.
Beberapa menit kemudian, Adam segera mengeluarkan motornya dan izin dengan bu Tini untuk keluar sejenak.
Adam pun langsung on the way ke markas besar United Destroyers.
[Di markas besar Destroyers]
Saat Adam datang nampak motor kekasihnya sudah terparkir di depan ruko. setelah mematikan mesin motornya, Adam bergegas masuk kedalam markas.
Namun sayangnya, baru selangkah Adam melewati pintu masuk. dengan spontannya langsung disambut tendangan keras ala taekwondo Ratu yang tepat mengenai tulang belika Adam.
Tendangan itu bahkan membuat Adam terpental mengenai motor nya sendiri sampai terjatuh.
"Gebrak krektek"
Suara tubuh Adam menghantam motornya.
"Ah.. aw sayang kenapa?!" ucap Adam sambil mengusap dadanya merasa kesakitan.
"Bangun lu!" Ratu keluar dan membentak Adam untuk pertama kali nya.
"Ay.. tunggu ay aku bisa jelasin ke kamu" pinta Adam yang semakin ketakutan oleh sikap Ratu.
Dengan wajah memerah menahan emosi, Ratu menghampiri Adam dan memegang kerah jaketnya lalu...
...Bersambung......
Masih penasaran dengan rupa Agam dan Ratna? Yuk deh aku beritahu hehe..πππ»ππ»
Dari rupa tentu sama dong ya haha nama nya satu raga, but dari style dan auranya ya kalian bisa liat sendiri deh perbedaan mereka dengan sosok asli nya yang sudah aku suguhkan di episode sebelumnya ya ππ€π ππΌ.
Jangan lupa juga untuk...
...πππ LIKE πππ...
...π€΄π»π€΄π» KOMENT π€΄π»π€΄π»...
...π SHARE π...
...Dan...
...πππ Tap Love πππ...
__ADS_1
...See you on the next episode...ππ...