Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Tapi Ada Niat Busuk


__ADS_3

"Loh si Gaby sama si Roy kemana?" Tanya Adam pada Eka yang sedang duduk sendiri.


"Axel juga?" Sambung Adam sebelum Eka sempat menjawab.


"Iya kak mereka semua tadi ke warung depan tuh beli cemilan" Jawab Eka.


"Gw mau antar mereka dulu ya Ka" Ucap Adam.


"Ayo deh sekalian gw mau ke parkiran nih katanya kak Ferdi bawain gw makanan" Sahut Eka.


"Iya deh, yaudah ayo semua" Ucap Adam.


Mereka semua beranjak pergi ke arah parkiran.


"Dam pokoknya kalau ada apa-apa lu tolong kabarin kita semua ya?" Ucap Okto mencoba menenangkan Adam.


"Iya siap, makasih ya semuanya. oh ya by the way surat izin Ratu gimana ya To di kerjaan?" Tanya Adam yang cukup risau tentang kebijakan pabrik tempat istrinya bekerja.


"Guys, maaf ya kebelet panggilan alam niu gw" Ramon memotong obrolan sambil menekan bo kong nya.


"Hih ada-ada aja lu ah, gih sana pergi." Celetuk Septi.


"Jorok lu dasar!." Gertak Kiana.


"Maaf ya hehe" Ramon langsung berlari mencari toilet.


"Buat urusan surat izin Ratu lu tenang aja Dam. pak Yuda bantu ngurus ke bagian staff kok hehe, apalagi lu kan supplier pabrik kita nih pasti di beri kemudahan lah haha" Ledek kecil Okto memecah suasana sedih yang dari tadi menyelimuti hati Adam.


"Haha sa ae lu Kiana" Balas Adam yang langsung membuat pipi Kiana memerah.


"Ish ... apaan sih kok jadi bawa-bawa nama gw lu pada" Gerutuk Kiana yang langsung memutar kedua matanya dengan pipi yang memerah.


"Hahah ciye ... ." Ledek Septi yang langsung menyenggol pundak Kiana.


Beralih ke Ramon yang mencari toilet, alih-alih ingin buang hajat ternyata itu semua hanya alasan dia untuk masuk ke gudang rumah sakit.


Mencari mantel jas putih yang biasa para dokter pakai dan dengan perlahan ia menyamar lalu mengendap-endap berjalan santai menghindari sorotan kamera CCTV di setiap lorong yang ia lewati.


"Jalan tetap tenang Mon agar tidak terlihat mencurigakan di kamera yuk bisa yuk" Ucap Ramon yang gemetaran saat melewati beberapa kamera CCTV yang memang tak semuanya bisa ia hindari.


Setelah berhasil mengecoh para suster dan pasien lainnya di sepanjang lorong, kini Ramon berdiri tepat di depan ruangan Ratu dan langsung masuk dengan segera.


Melihat di dalam tak ada kamera CCTV, hal itu membuat Ramon dengan leluasa melepas mantel yang ia pakai tadi untuk penyamaran.


"Ah gerah anjir pakai gituan" Keluhnya sambil menyembunyikan mantel itu ke bawah ranjang tempat Ratu terbaring.


"Halo cantik haha, lagi sakit ya kamu" Tawa kecil Ramon yang nampak puas melihat keadaan Ratu yang sedang tak berdaya.


"Karena ini perintah bos gw dan anggap saja pembalasan gw atas penolakan yang lu berikan ke gw pas waktu itu mau nganter lu pulang, jadi mohon maaf ya sayang hehe" Ucap Ramon dan tanpa berdosanya ia menggunting selang oksigen yang mengalir ke alat pernafasan di hidung Ratu.


"Clekk"


"Yah putus deh haha maaf ya cantik see you again" Ramon langsung mengambil kembali mantel itu dan keluar ruangan Ratu dengan tergesa-gesa.


Kembali ke Okto, Kiana dan Septi pun mulai kesal dengan Ramon yang sedang BaB tapi tidak kunjung kembali.


"Mana sih tuh anak buset dah lama banget" Gerutu Kiana.


"Buang hajat atau hajatan dah nih orang lama amat gak balik-balik" Septi pun ikut emosi menunggu kedatangan Ramon.


Tak berselang lama datang lah Ramon dengan berlari kecil.

__ADS_1


"Huft ... lega gw sekarang hehe" Ucapnya sambil menepuk nepuk perutnya.


"Maaf ya nunggu lama" Sambung Ramon.


"Kelamaan lu, noh yang lain udah pada ngedumel aja nungguin lu" Celetuk Adam.


"Iya maaf bro haha" Sahut Ramon yang sebenarnya mengulur waktu Adam agar tak segera kembali ke ruangan Ratu.


Di kamar IGD, mulai nampak efek dari ulah Ramon barusan. tubuh Ratu bereaksi dengan dada yang kembang kempis mencari oksigen tambahan.


Detik demi detik yang terus berjalan semakin membuat Ratu tersiksa dengan tidak adanya alat bantu oksigen itu.


Paru-paru nya terus menghirup oksigen yang tersisa di sekitaran organ dalam nya, tubuh nya terus mengalami sesak yang semakin kronis.


Keadaan Ratu yang sempat membaik pun kini harus kembali berjuang di ujung tanduk lantaran dirinya kini sampai kejang-kejang merasakan sesak yang luar biasa sakit di paru-parunya.


Tangan nya semakin kuat meremas seprai ranjang rumah sakit, dari wajah semakin banyak keringat yang mengalir membasahi sekujur tubuhnya.


Hingga yang paling mengenaskan nya kedua mata Ratu sampai harus mengeluarkan tetesan airmata karena tidak kuat lagi bertahan dengan sisa oksigen seadanya.


Kembali ke Adam, ia masih tersenyum manis pada teman kerja Ratu yang sudah menghidupkan mesin motor.


"Hati-hati lay" Ucap Adam.


"Duh kok sesak amat ya dada gw tiba-tiba" Ucap Adam sambil mencengkram dadanya seakan ikatan batinnya memberi isyarat tentang kondisi sang istri saat ini.


"Yoi kabarin lagi ya keadaan Ratu Dam" Teriak Kiana.


"Iya teh siap" Sahut Adam.


Setelah mereka semua pergi dari parkiran, nampak Roy dan Gaby sedang melangkah menghampiri Adam.


Namun Adam yang sudah feeling tidak enak pun langsung beranjak duluan ke ruang IGD.


Karena Adam paham, dirinya tidak ada riwayat asma sama sekali. dan jika terjadi sesak nafas pasti itu isyarat batin dari Ratu yang terikat satu sama lain melalui perasaan yang menyatu sejak awal pertemuan mereka.


Di sepanjang jalan ia terus mengatur nafasnya agar sesak yang ia rasakan tidak terlalu menganggu.


Dan betapa terkejutnya Adam saat membuka pintu ruangan Ratu, nampak istri nya sudah kejang-kejang parah di atas ranjang dengan wajah yang begitu pucat.


Tepat sebelum kaki Adam melemah karena tak kuasa melihat keadaan sang istri, Agam berusaha keras menggerakan kedua kaki nya untuk berlari kembali ke lobby mencari pertolongan entah dokter atau suster yang lewat.


"Dokter ... !"


"Suster ... !"


Teriak Agam sambil terus berlari dan melompat menghindari pasien, troli makanan dan kursi-kursi tunggu yang berjajar rapih.


Bagaikan peserta ninja warrior, Agam melompat dan menunduk tanpa memikirkan urat malu nya yang seakan sudah putus dalam dirinya.


"Dokter ... !" Teriak Agam yang akhir melihat keberadaan Dokter yang meng'handle Ratu dari awal pemeriksaan.


"Dok cepat ke ruang IGD sekarang Dok! tolong istri saya sekarang Dok!" Panik Agam sambil membentak-bentak si dokter.


"Panggil dua perawat untuk menyusul saya ke ruang IGD pak cepat!" Perintah si Dokter pada OB yang kebetulan sedang menyapu di dekat situ.


"Iya pak siap" OB itu langsung menjatuhkan gagal sapu yang ia pegang dan bergegas masuk ke ruang petugas untuk mencari suster.


Agam dan si Dokter pun bergegas menuju ruang IGD dan langsung di susul oleh dua perawat.


Para Destroy yang baru kembali pun turut panik saat melihat Adam nampak terburu-buru.

__ADS_1


"Roy buruan Roy kenapa tuh si Adam" Axel langsung berlari juga ke ruang IGD.


...•••🤵🏻 IBG Season 3 'Setelah Nikah'👰🏻•••...


"Maaf pak anda tolong tunggu sejenak di luar" Pinta salah satu suster yang menghalangi Adam saat ingin menemui Ratu.


"Tapi dia istri saya Sus, saya perlu temani dia" Ucap Adam yang keras kepala.


"Tapi permintaan Dokter begitu pak tolong di mengerti" Sambung suster yang hanya mengikuti arahan Dokter.


"Saya harus temani istri saya Sus" Adam begitu keras kepala ingin menerobos pintu masuk.


Namun Axel yang baru sampai pun dengan segera menarik tubuh Adam untuk melerai perdebatannya dengan suster.


"Dam sabar Dam lu yang kudu ngerti bro" Ucap Axel sambil menahan tubuh Adam.


"Ratu butuh gw Xel please biarin gw ... " Ucap Adam dengan nada lemas.


"Ya tapi biarkan dokter yang menangani nya lay. tugas kita hanya bersabar dan berdoa" Axel terus memberi nasehat untuk Adam.


Setelah keadaan sedikit tenang di luar, sang suster pun langsung bergegas menghampiri dokter di dalam IGD.


"Ayo semua nya siap ya?"


"Satu, dua ... "


"Jeg-jeg ... tit ... "


"Sekali lagi ayo ... "


Adam hanya bisa melihat dari luar usaha si Dokter yang sedang mengejutkan detak jantung Ratu dengan alat kejut listrik.


"Tak ada respon Dok" Ucap si Suster dengan wajah panik bercampur pasrah.


"Ya Allah tolong selamat kan istri hamba, jika memang engkau ingin mengambilnya tolong ambil lah nyawa hamba duluan" Tubuh Adam pun lemas hingga dengan sigap Axel memeluknya untuk menahan tubuh besar Adam.


"(Menangis di pelukan Axel)."


"Hm ... Ratu belum seharus nya merasakan ini semua Xel hm.. hiks-hiks.." Adam memeluk erat Axel.


"Hust ... sabar Dam, Allah beri lu cobaan ini karena dia yakin bahwa lu kuat melewati semua ini." Ucap Axel sambil mengusap punggung Adam.


"Tapi gw gak sanggup melihat Ratu begini Xel hm.." Jawab Adam.


Adam kembali larut dalam pelukan Axel. membayangkan moment-moment indah bersama Ratu saat ia masih bisa tertawa bersama.


Semua terlintas kembali yang membuat Adam semakin terpuruk dalam kesedihannya.


Ferdi, Eka dan Tia yang baru sampai pun heran menapa mereka kembali bersedih sedangkan keadaan Ratu sebelum nya sudah membaik.


Tapi saat Eka dan Ferdi melihat perjuangan Dokter di dalam IGD yang sedang memegang alat kejut jantung, mereka semua pun ikut terdiam dan menunduk seakan mengerti keadaan.


Dengan refleks Tia bersandar di dada Ferdi, sedangkan Eka mengusap pundak Adam.


Kini mereka semua pasrah dengan keadaan. berserah diri dan begitu mengharapkan keajaiban datang dari sang kuasa, yang maha menguasai hidup dan matinya makhluk ciptaan-nya.


Bersambung...


..."Semangat Ratu, jangan menyerah ya karena masih banyak bahagia yang harus kamu rasakan"...


..."Pesan Author"...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2