
"Yuk terus ... terus ... terus, ya cukup" Ucap Yoga sambil meniup singkat pluit yang di gantung di lehernya.
"Nitip ya bang" Ucap seorang bapak-bapak yang keluar dari mobilnya.
"Siap pak, selamat berbelanja ya" Senyum kecil Yoga pada si bapak.
Lalu si bapak pun beranjak kedalam pasar sambil menggandeng istrinya.
Tak lama dari itu Malik dan Kusnadi pun menghampiri kawannya yang sedang merapihkan uang hasil parkir.
"Gimana Yog aman di sini?" Ucap Malik sambil menyalakan sebatang rokok.
"Aman Lik alhamdulilah haha. lu diluar gimana? aman gak?" Balik tanya Yoga ke Malik.
"Aman aja sih dari tadi masih terpantau" Jawab Malik.
Ditengah obrolan mereka, datang lah Erwin yang menyodorkan hasil iuran dari para pedagang.
"Nih bre setoran" Ucap Erwin.
"Okey siap" Balas Yoga dan menggabungkan uang itu dengan hasil parkirnya lalu disetor ke Malik.
"Lah si Zidan kemana Win?" Tanya Kusnadi karena seharusnya Erwin datang berdua dengan Zidan.
"Oh tadi mampir ke tukang nasi kuning dia, katanya lapar belum sarapan" Tutur Erwin.
"Ah ikut ah gw, kebetulan lapar juga nih gw belum nyarap hehe" Kusnadi langsung beranjak ke tukang nasi kuning.
"Woy tunggu!" Teriak Erwin yang mau ikut sarapan juga.
"Em alhamdulilah ya Yog, semenjak kita gabung Destroy ada aja berkah yang bisa kita ambil hehe" Ucap Malik.
"Iya, dulu kita mau makan aja harus malak dulu dari uang haram" Yoga menunduk karena malu jika mengingat hal keji yang pernah dilakukan genknya dulu.
"Intinya sekarang kita jangan lupa berbagi dan mensyukur apapun yang kita punya" Sambung Malik.
"Betul hehe"
"Oh ya sambil nunggu mereka sarapan, mending kita ngopi aja yuk haha" Sambung Yoga.
"Boleh, tapi biar gw aja yang ke warung ya" Ucap Malik menawarkan diri.
"Gak apa, gw aja dah ah kaya sama siapa aja lu haha" Ucap Yoga sambil tertawa kecil.
"Bukan masalah itu, tuh ada motor yang mau keluar. urus dulu baru ngopi" Balas Malik yang langsung ke warung memesan dua kopi.
"Oh iya haha sorry"
"Priit.. prit.. yuk mari teh" Yoga berlari kecil menghampiri wanita yang baru selesai belanja.
"Ini ya motornya? oke sebentar" Yoga dengan tanggung jawab membantu si wanita untuk mengeluarkan motornya dari barisan.
"Nah siap" Ucapnya sambil tersenyum.
"Terima kasih mas" Balas si wanita lalu memberi dua ribu rupiah pada Yoga.
"Iya sama-sama teh hati-hati dijalan utamakan keselamatan bukan kecepatan" Ramah Yoga.
"Iya mari"
"Eh ayo pak terus .. terus!" Teriak Yoga yang menyadari ada mobil yang ingin mundur dan langsung membantunya keluar dari barisan.
...
...
Begitu lah kini beberapa hari sudah para Destroyer yang menganggur disibukan dengan berjaga di pasar untuk menjaga keamanan dan mengurus lahan parkir para pengunjung pasar maupun pedagangnya.
Semua tertata dan terstruktur rapih di bawah kendali Adam.
Beralih ke rumah bu Nisa, tepatnya di hari sabtu yang kebetulan Ratu libur kerja karena kini sedang sepi orderan di pabriknya.
Di sore hari, nampak Adam yang masih tertidur pulas di kamar. Nila sedang sibuk bermain hp dan bu Nisa sedang siap-siap berangkat senam dengan yang lainnya di lapangan belakang rumah.
"Neng mamah berangkat dulu ya, kalau si abang bangun mau makan gorengin aja ayam ungkep di kulkas bawah ya" Ucap bu Nisa yang sedang memakai sepatu di teras.
"Iya mom hati-hati" Balas Ratu yang keluar rumah.
Tak berselang lama, saat Ratu masuk ke dalam kamar ia terkejut karena Adam sudah tak ada di kamar.
"Loh ay? ish ... sering banget ngilang sih tuh orang" Gerutu Ratu yang kesal.
Dan saat membalikkan badan ingin mencari Adam, Ratu langsung menubruk tubuh besar suaminya yang hanya mengenakan cel ana da lam.
"Ih sayang jorok banget sih ah sana-sana pakai baju!" Gertak Ratu sambil menutup mata setelah tak sengaja melihat jendulan besar dibawah perut suaminya.
"Yaelah kaya sama siapa aja sih kamu ah" Dengan santai nya Adam mencari celana pendek dan kaosnya dilemari.
"Ehm kamu lagian kenapa sih pakai acara tukar shift jadi shift 3 ay?" Ucap Ratu yang mulai melihat Adam dari belakang.
"Iya, teman ku lagi ada perlu katanya. makanya minta tukar shift" Jawab Adam sambil memakai celana boxernya.
Namun sayang seribu sayang jendulan yang tadi Ratu lihat mampu menghadirkan jiwa kembarannya yaitu Ratna.
"Wih besar banget tuh kayanya ya say haha" Ucap Ratna.
"Iya lah besar" Dengan polosnya Ratu menjawab pikirannya sendiri.
"Hah? apanya yang besar?" Ucap Adam.
"Eh.. em enggak itu ayam di kulkas besar-besar ay hehe yuk aku gorengin buat kamu makan" Ratu langsung mengalihkan pandangannya dan ke dapur.
"Ah bodoh banget sih lu malah keceplosan kan gw jawab" Gerutu Ratu pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ya maaf haha, abisnya menggoda banget Rat. wajar dong gw kan cewek hihi" Jawab manja Ratna sambil menemani kembarannya menggoreng ayam.
"Rat, izinin gw bermalam sama suami lu ya?" Pinta Ratna dengan sangat harap.
"Ih enggak ah! entar lu apa-apain dia lagi!" Bentak Ratu pada Ratna.
"Ya please lah gw juga kan pengen di belai suami lu say" Ratna terus merayu kembarannya.
Namun ditengah perdebatan hati itu, tiba-tiba tangan kekar melingkar di perut Ratna yang membuat Ratu terkejut.
"Awas gosong, bengong aja nih masaknya ya hehe" Ucap Adam berbisik di telinga Ratna.
"Iya sayang ini sebentar lagi matang kok hehe" Ratna menolehkan kepala ke arah Adam.
Tentu dengan refleks Adam memegang pipi Ratna untuk mengecup nya. tapi baru saja ingin melancarkan niatnya, aksinya itu harus terganggu dengan kedatangan Nila ke dapur yang memanggil kakak iparnya.
"Bang.. ups!" Nila langsung menutup mata sesaat sebelum melihat adegan ciuman live di dapur.
"Eh kenapa dek?" Adam melepas pelukannya dan menghampiri Nila.
"Maaf ganggu" Ucap Nila.
"Ini bantuin aku yuk tugas prakarya buat kerajinan tangan bang" Sambungnya dengan mengutarakan niatnya.
"Yaudah ayo coba abang lihat" Dengan sabar Adam menuruti permintaan adik iparnya itu.
"Huft gagal kan gw ah. gini nih kalau masih tinggal sama orang tua Rat, jadi gak bebas mau ngapa-ngapain" Celetuk Ratna sambil membalikkan ayam di wajan.
Ratu pun hanya bisa terdiam setelah di sindir halus oleh kembarannya.
Yang memang pada dasarnya omongan Ratna barusan benar, rumah tangga mereka harus di bangun lebih mandiri untuk mengerti arti hidup yang sesungguhnya.
Agar mengerti sulitnya beli garam, micin, gas dan air galon serta token listrik yang habis secara bersamaan.
Singkat cerita setelah selesai makan dan berbincang manja kini sudah waktunya Adam berangkat kerja.
Ratu nampak sibuk menyiapkan celana panjang, seragam hari sabtu serta tas yang biasa suaminya pakai.
"Please ya malam ini aja gw temani suami lu ya Rat please ya " Ratna benar-benar memohon pada Ratu untuk diberi kesempatan dengan suaminya.
"Yaudah-yaudah terserah lu deh" Respon Ratu yang geram.
Setelah selesai mandi, Adam langsung bergegas memakai seragamnya.
"Pelan-pelan sayang" Ucap Ratu sambil membantu Adam.
"Iya ay maaf ya hehe" Sahut Adam yang sudah siap berangkat.
"Yaudah aku berangkat dulu ya" Sambungnya lalu mengecup kening Ratu.
"Hati-hati yank" Jawab Ratu dan Ratna sambil mencium tangan pria yang mereka cintai.
"Assalamualaikum.."
"Udah ya sekarang biarkan Ratna yang menemani Adam tidur nanti hehe" Ucap Ratna sambil masuk ke kamar.
"Hm" Jawab singkat Ratu.
Sambil membuka dan memilih pakaian di lemari, nampak Ratna tersenyum licik seakan punya rencana lain untuk suami kembarannya.
"Mari kita beri dia hadiah haha" Tawanya kecil yang penuh maksud.
...•••🤵🏻 IBG Season 3 'Setelah Nikah'👰🏻•••...
Beralih sejenak kini Adam sudah mulai bekerja. yang awal nya dia pikir malam ini bisa sedikit santai di kerjaan, namun kondisi malah banding terbalik dengan ekspektasi nya.
Dimana banyak nya tugas dari supervisor dan ditambah padatnya masalah dari area produksi membuat Adam drop karena sulit mengatur jam saat masalah bergantian memanggil dirinya.
"Hadeh kebiasaan nih sibuknya di hari sabtu! kemarin-kemarin aman aja!" Gerutu Adam sambil bolak balik di area checking untuk mengukur panjang produk.
"Sabar bos ku hehe, makin ramai kan tandanya makin meningkat PO" Sahut Salim sambil mengecheck produk jatahnya.
"Ya tapi gak sepadat ini lay" Sambung Adam kembali.
Tak lama dari itu, telepon pun berbunyi yang mrmanggil Adam untuk mengecheck line yang baru mulai produksi.
"Iya nih gw ke sana sekarang" Ucap Adam menahan kesal.
"Panggilan ya?" Salim tersenyum meledek sahabatnya.
"Hm"
"Haha semangat Dam" Tawa nya kecil.
Dengan sigap Adam mengambil papan data dan pengukur suhu lalu turun ke bagian line produksi.
Adam terus bolak balik selama 5 jam kedepan hingga tak terasa sudah waktunya pulang 10 menit lagi.
Ia beranjak ke ruangan pojok dan menjatuhkan diri ke lantai begitu saja.
"Bbbrughh!"
"Hadeh, capek banget malam ini sumpah" Ucap Adam sambil mengatur nafas.
"Nih kerja apa di kerjain ya" Sambungnya dengan perlahan memejamkan mata tanpa sadar.
Baru sadar menutup mata, tiba-tiba Salim mengusik Adam membangunkan tidurnya karena jam pulang kerja sudah tiba.
"Wey bangun woy mau pulang gak lu Dam" Ucap Salim sambil menepuk nepuk pundak sahabat.
"Ya ampun baru juga merem dah ah buset" Adam segera bangkit dan bersiap untuk pulang.
__ADS_1
Ditengah perjalanan, Adam melipir sebentar untuk memesan nasi goreng porsi jumbo untuk membalaskan dendam nya karena semua tenaga sudah terkuras habis.
Singkat cerita sesampainya dirumah tepatnya pukul 00.35 wib, Adam langsung memasukkan motornya dan mengambil handuk untuk mandi tengah malam sekedar menyiram badan dari lengketnya keringat.
"Ah segar hehe" Ucap Adam dan membuka pintu kamar.
"Ay makan nasi gor ..." Mulut Adam langsung terbungkam dengan mata terbelalak saat melihat Ratna sedang duduk di tengah kasur mengenakan lingerie untuk pertama kalinya selama mereka menikah.
"Glek!" Agam pun ikut tertegun melihat daging segar diatas kasurnya.
"Loh sayang kok belum tidur hehe" Ucap Adam yang menaruh nasi gorengnya dimeja dan langsung menghampiri Ratna.
"Iya kan nunggu suami ku pulang" Ucap Ratna sambil menggeser tubuhnya dan menguncir rambutnya yang terurai.
"Cantik banget kamu malam ini ay" Ucap Adam sambil menciumi pundak Ratna.
"Iya ay aku lupa kalau momy pernah ngasih dress ini pas aku masih sekolah hehe. katanya buat nanti dipakai kalau sudah nikah sama kamu." Ucap Ratna.
"Dan sekarang ku persembahkan malam ini hanya untukmu" Sambung Ratna yang tersenyum manis.
Telinga Adam mendengar namun matanya sudah tak fokus melirik atas bawah dari tubuh istrinya.
Dengan lingerie tipis berwarna pink membuat kedua bukit kembar Ratna menyembul dengan sangat sempurna.
Penampilan Ratna malam ini sungguh menjadi penghilang lelah suaminya setelah pulang bekerja.
Dengan lembut dan penuh maksud Adam yang sebagai lelaki normal pun tak banyak bicara lagi, ia langsung menciumi pipi Ratna dan membelai lembut paha yang terpampang indah di bawah sana.
"Ehm.. sayang geli ah" Ucap Ratna yang sebenarnya merasa bahagia karena berhasil mendapat belaian cinta suaminya.
"Dingin. aku ganti baju dulu ya ay" Ucap Ratna yang beranjak dari kasur namun dengan sigap Adam menarik pinggul istrinya dan menjatuhkan nya kembali ke tengah kasur.
"Jangan ganti dulu, udah biarin pakai dress ini aja." Adam mulai kembali menciumi Ratna.
"Cantik dan seksi" Sambung Adam dan melahap bibir Ratna tanpa basa basi lagi.
Sebagai wanita normal, Ratna pun tak bisa membohongi hati dan gejolak panas yang sedang membakar tubuhnya.
Dengan perlahan ia melingkarkan tangannya dan membalas ciuman panas dari sang suami.
Belaian manja dan lembut dari Adam terus menja mah tubuh seksi Ratna mulai dari leher hingga bukit kembarnya.
Bibir mereka sibuk bertukar saliva ditambah tangan yang saling bergerilya satu sama lain.
Ratna dibuat menger ang dalam ci uman panas saat tangan suaminya mere mas dan me mijat pelan bukit kembarnya.
"Ehm.. ah ay" Ratna keceplosan saking menikm atinya.
Setelah puas bermain lidah, Adam langsung berpindah menyambar leher Ratna yang membuatnya semakin tak karuan.
Ditengah sibuknya Ratna yang merem melek dibuatnya, Adam memanfaatkan situasi itu untuk melucuti dress tipis yang sedari tadi membuat nafasnya tak karuan.
Tanpa sadar kini kain pink itu turun melewati kedua tangan Ratna terus turun hingga berhasil Adam lempar ke sembarang tanpa peduli.
Ia melepas kec upan di leher dan meraih kaitan dibelakang punggung Ratna.
"Ah sayang dingin ish ini udah malam loh waktunya tidur" Ucap Ratna yang langsung duduk ketika ada kesempatan untuk lepas dari cengkraman singa buasnya.
Namun Adam tak memperdulikan itu dan dengan sedikit usaha ia melepas kaitan itu dan ...
"Aduh sayang!" Ucap Ratna sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan da da.
"Siapa suruh kamu malam-malam gini pakai baju panas begitu hm?" Tanya Adam sambil menyingkirkan tangan istrinya yang menutupi pemandangan indah bagi dirinya.
"Hm..." Adam tersenyum liar saat melihat kedua buah kesayangannya menggantung bebas di depan matanya.
"Sayang sumpah aku malu loh!" Gertak Ratna yang hampir pasrah oleh perlakuan Adam.
"Aaa ahhh.. ehm..!" Ratna menger ang cukup keras saat lidah hangat melahap dan menyapu boba coklat diujung bukitnya.
Ia pasrah dan memeluk erat kepala Adam untuk terus menghisapnya lebih kuat.
Suasana kamar benar-benar pecah ditengah heningnya malam yang cerah di penuhi bintang dan rembulan.
10 menit sudah Adam puas membuat tanda manja di kedua bukit cantik milik Ratna, ia langsung melepas dan menarik kain tipis segitiga di bawah perut Ratna.
Mengusap, membelai dan mengelusnya dengan sangat lembut. namun tetap saja aksi itu membuat Ratna semakin tak karuan mengge liatkan badannya menahan geli dan kenik matan yang suaminya berikan.
"Aaaaaaahh ... ay!" Era ng Ratna kembali saat merasa ada ruas jari menembus masuk ke dalam lubang jeruknya.
"Ehm kenapa sayang?" Tanya Adam yang sok polos.
"Sakit" Ucap Ratna pelan sambil memejamkan matanya.
"Yaudah maaf ya" Sahut Adam sambil menarik kembali jari tengahnya.
Namun dengan refleks Ratna memegang tangan suaminya dan menahan jari yang sudah hampir tercabut.
Melihat lampu hijau yang menyala terang, Adam pun hanya tersenyum dan lanjut memaju mundurkan jari tengahnya di dalam jeruk segar milik Ratna.
"Ehm .. aah.. em.." Ratna pun sudah tak bisa menahan lagi suara nakal yang sedari tadi ia coba tahan. sungguh ia menik mati fing ering yang suaminya lakukan.
"Yeah keluarkan suara itu ay hehe" Bisik Adam sambil menjilat belakang telinga Ratna dan terus mengocok sesuatu di bawah sana dengan jari tengahnya.
"Ah udah ay aku gak kuat please" Ucap Ratna sambil menggigit bibir bawahnya yang hal itu mampu memancing g*irah Adam semakin on.
Namun bukan menghentikan aksinya, Adam malah menggeser posisi Ratna hingga te lentang dan ....
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...
__ADS_1