Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Niat Baik Tak Selalu Dinilai Baik


__ADS_3

Pagi hari tiba kala itu, sang mentari terbangun dari gelapnya malam, menunjukan indahnya kekuasaan sang pencipta dilangit yang begitu cerah.


"Kak Adam.." Ratu mengucek matanya yang baru terbangun dari lelap nya tertidur.


Nampak Dafa, Axel, dan Ferdi lagi bebersih halaman dan ruangan markas mereka.


"Ih..kak Adam..!!!" teriak Ratu keras.


"Heh..buawel amat sih lu?! ada apaan hah?!" Ferdi nongol sambil membawa sapu dengan nada kesalnya.


"Kakak gw mana ?!" tanya Ratu.


"Ada noh...lagi beli bubur dia ih!" jawab Ferdi.


"Okey hehe maaf maaf" Ratu cengar-cengir nahan malu.


Tak lama kemudian, Adam kembali masuk kedalam dan lesehan ngampar. mengajak semua teman nya untuk makan bareng. tak luput Ratu langsung turun dari sofa nya dan ikut lesehan.


"Yuk..yuk..Ratu kamu makan bubur aja ya biar cepet pulih, kita mah nasi padang ceban aje lay oke?" jelas Adam sambil membagikan nasi padang dan bubur pada Ratu.


"Kamu yang terluka kak, tapi kamu malah peduliin aku ehm..makasih kak" ucap batin Ratu terharu yang merenung melihat luka di pipi dan tangan Adam yang mulai mengering.


"Rat ayo makan hih wkwkw" Adam mencolek paha Ratu.


"Iya kak ayo.." senyum Ratu begitu manis.


Mereka berlima pun makan begitu lahap dengan nikmat yang mereka syukuri, selepas mereka makan Destroy bersiap-siap mengantar Ratu pulang.


Walau sebenarnya ada sedikit rasa ketakutan dihati mereka berempat, namun Adam meyakinkan mereka bahwa takkan terjadi apa-apa karena di dasari niat baik serta tulus.


"Yuk dek kamu siap ?" ucap Adam sambil mengancingkan sleting jaketnya.


"Ayo kak siap" balas Ratu.


Dafa, Axel dan Ferdi sudah siap terlebih dahulu stay di motor mereka. dan akhirnya perjalanan menuju rumah Ratu pun tiba.


Ditengah asik nya perjalanan diselingi nyanyian merdu dari Ratu menghiasi pagi yang cerah bagi mereka.


Lalu tiba-tiba tanpa disadari yang lain, Roy melintas didepan mereka menggandeng wanita lain di jok motor belakangnya.


Dengan sigap Adam mengejar Roy dengan penuh emosi dan dendam kala itu, destroy lainnya yang menyadari hal itu langsung bergegas mengejar Adam.


Namun sayangnya, pengejaran itu tak membuahkan hasil lantaran Adam Cs harus terjebak oleh macet dan kehilangan jejak Roy.


"Ah..shit!!" teriak Adam di tengah kesal nya sambil memukul motornya.


"Ih kakak kenapa?" tanya polos Ratu yang ternyata sedari tadi tak menyadari siapa yang Adam kejar.


"Eh engga, engga apa apa kok rat hehe maaf-maaf" balas Adam.


"Yaudah ayo jalan kak hey dah hijau tuh hehe" Ratu tepuk pundak Adam dan menunjuk lampu lalu lintas sudah menyala warna hijau.


"Eh iya siap hehe" Adam langsung gas poll motor nya yang tentu saja masih di kawal oleh ketiga rekan setianya itu.


....


"Ngiiiiiiks.."


Suara motor bobrok Adam mengerem tepat didepan rumah Ratu.

__ADS_1


"Ayo dek turun" ucap Adam perlahan membantu Ratu.


"Iya makasih ya kak" senyum manis Ratu.


Dafa, Axel dan Ferdi berbaris bak menyambut kedatangan seorang raja dan ratu.


Tak lama kemudian orang tua Ratu keluar menghampiri Adam dan Ratu, dengan wajah panik dan kesal mereka berdua menatap anak sulungnya itu.


"Mom, pah" ucap Ratu menyapa orang tuanya.


Bu Nisa langsung memeluk Ratu begitu erat, diikuti oleh pak Hendri yang mencium pucuk kepala Ratu.


Mereka berdua saling melirik seakan saling bertanda tanya. lalu tiba-tiba pak Hendri menjauh dari Ratu dan mamahnya.


"Sini..kamu!" ucap tegas pak Hendri menunjuk Adam.


"Iya pah kenapa?" balas Adam sambil menghampiri pak Hendri.


"Selama ini ga pernah ada yang ngajak keluar anak perawan saya, walau saya bapak tirinya dia saya ga pernah ngajarin yang ga baik untuk anak saya. lalu kamu tiba-tiba hadir mengajak anak saya ga pulang dan minum-minuman alkohol!" ucap tegas pak Hendri dengan nada berat disetiap penekanan ucapannya.


"Cowok macam apa kamu?!" sambung papahnya Ratu didepan wajah Adam.


Tiba-tiba...


"Bruuugh!"


Pak Hendri memberi pukulan kuat di perut Adam.


"Kak Adam!" teriak Ratu panik namun ditahan oleh mamahnya agar tak ikut campur urusan papahnya.


"Aaaarrrgh"


Sontak itu membuat Destroy kaget bukan kepalang hingga Dafa menarik kedua temannya untuk mundur beberapa langkah.


"Jangan sekali lagi kamu menginjakkan kaki dirumah ini, jauhi anak saya paham?!" bentak pak Hendri yang sudah begitu emosi apalagi saat mencium pucuk kepala Ratu tadi ada aroma alkohol ditubuhnya.


Ratu hanya bisa memelas berlinang air mata melihat kejadian itu.


"Sekarang pergi kalian!" bentak pak Hendri sambil menghantam lagi satu pukul keras tepat di dada Adam hingga kedua kalinya mulut Adam memuncratkan darah segar.


"Gebbbrak...brukk"


Tubuh Adam terpental hingga dua meter karena pukulan hebat itu.


"Kak!!" teriak Ratu histeris ingin menghampiri orang yang mencintainya tersebut.


Namun sayang bu Nisa langsung menarik Ratu kedalam dan menguncinya dikamar.


"Dam...!" teriak Axel yang panik dan langsung menghampiri ketuanya yang terbaring lemah ngegeletak di tanah.


"Lu ga apa-apa kan?!" tanya Ferdi.


"Ga kok, gw ga apa-apa fer bruhuk uhuk!" balas Adam diselingi batuk berdarahnya.


"Xel lawan kan badan lu gede." ucap Ferdi memerintah Axel.


"Dah gila kau orang tua mau dilawan bodoh!" jawab Axel dengan nada kesal.


"Pergi kalian!!" teriak pak Hendri sambil menunggu mereka.

__ADS_1


Adam mencoba berdiri ditengah sesaknya dada yang dia rasakan, menatap mata pak Hendri dan melangkah perlahan.


Langkah demi langkah Adam tempuh sambil memegangi dadanya. hingga tepat didepan pak Hendri yang bahkan sudah siap mengepal tangan kanannya karena berpikir Adam akan melawannya, namun hal tak terduga terjadi.


"Maaf pak, saya hanya menolong anak bapak dari orang-orang yang mau membahayakan Ratu, saya tak bisa menjelaskan kronologinya sekarang karena bapak lagi emosi, nanti yang ada saya hanya dikira membela diri. saya pulang dulu ya pak sesuai perintah bapak. Assalamualaikum" Adam bicara dengan lembut sambil meraih kepalan tangan pak Hendri dan menciumnya.


Pak Hendri begitu kaget melihat attitude Adam yang tidak pernah dia temukan diteman cowok Ratu sebelumnya.


Dengan berat langkah Adam memaksakan dirinya untuk beranjak pulang di bantu Destroy.


"Ayo bro pelan-pelan naikinnya xel" ucap Dafa yang sibuk nahanin motor Adam. Axel dan Ferdi membantu Adam duduk dibelakang Dafa.


Mereka pun menjauh dari rumah Ratu menuju Bc toko sepatu untuk salam perpisahan.


Di sisi lain, Ratu sedang bertengkar hebat dengan ibunya didalam kamar. Ratu yang sifatnya tak bisa dikekang dan emosian pun tak segan-segan beradu argumen hebat saat itu.


"Untuk apa sih kamu belain cowok breng*sek kaya begitu rat?" ucap bu Nisa.


"Momy ga bisa bilang begitu justru Kak Adam yang udah nolongin Ratu mah, Ratu hampir diperkosa sama cowo ga dikenal itu!!!" teriak Ratu kesal karena merasa dipojokkan.


Pak Hendri hanya memperhatikan perdebatan antara istri dan anak sulungnya.


"Ratu hampir hancur saat itu, kemana papah? kemana momy hah? ada kah kalian nolongin aku? ada ga? ga ada mah..ga ada kalian bantuin Ratu. kemana kalian saat Ratu hampir mati mah?!" ucap Ratu menangis.


Keadaan itu membuat Ratu perlahan menunjukkan gejala penyakit lamanya muncul kembali yaitu Depresi Mayor.


(Depresi mayor merupakan jenis depresi yang membuat penderitanya merasa sedih dan putus asa sepanjang waktu)


Depresi mayor yang diderita Ratu sudah cukup lama tak kembali karena terakhir depresi itu kambuh enam tahun lalu saat teman kecilnya meninggal tepat didepan mata Ratu saat dia sedang tawuran dengan sepupu kesayangannya yang tak lain dan tak bukan adalah Hadi Syahputra.


"Momy papah kemana saat Ratu digerayangi om-om itu hah?!" bentak Ratu emosinya meluap.


"Ga ada mah!!, cuma kak Adam dan teman-temannya yang nolong aku! mempertaruhkan nyawa demi anak kalian!, sekarang itu balasan kita buat mereka mah hah?!" tanya Ratu dengan penekanan disetiap ucapannya dibarengi isak tangis despresi.


Tentu bu Nisa dan pak Hendri sebagai orang tua tak kuasa tak tega melihat anaknya nangis begitu histeris demi membela cowok bernama Adam yang mereka kini paham bahwa Adam bukan lah seperti cowok begajulan pabalatak aur-auran diluaran sana.


"Maafin momy sama papah mu ya nak?" peluk erat bu Nisa yang langsung dirangkul oleh pak Hendri.


"Kini momy sadar maksudmu neng" sambung bu Nisa sambil mengusap kepala anak pertamanya itu.


Kembali ke Destroy, sesampainya di Bc mereka istirahat sejenak. kondisi Adam begitu ripuh laleseh setelah mendapat dua pukulan hebat dari papah Ratu yang kita tau dari cerita Ratu sebelumnya bahwa pak Hendri adalah mantan preman dan anak motor diwilayah itu.


"Entar dulu xel, sesak dada gw anjir" Adam meringis terus mengusap dadanya.


"Lu berani pulang ga kerumah? gw takut lu kenapa napa dam, udah semalaman loh lu nginep di sini" ucap Axel yang mengkhawatirkan ketua genknya itu.


"Semoga aja hehe..yuk ah bubar" ucap Adam dengan percaya diri.


Akhirnya mereka berempat pun bubar dan pulang masing-masing.


Di jalan Adam begitu khawatir tentang nasibnya nanti setelah ketemu mamahnya, akankah dia masih hidup atau tidak.


"Bismillah" ucap Adam senyum menguatkan tekadnya.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......

__ADS_1


__ADS_2