Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Good Bye My Self


__ADS_3

..."Salah Siapa Jika Sudah Begini?"...


...πŸ“– Happy Reading Guys... πŸ“–...


Emosi yang menyulut serta tangan kanan yang terus menarik tuas gas membuat motor Adam tiba-tiba oleng dan hampir saja diluar kendali.


Untungnya Adam sempat menarik kedua tuas rem depan dan belakang sesaat sebelum motornya menabrak tiang listrik di bahu jalan.


"Huh.. Astagfirullah" ucap Adam yang menyesali perbuatannya.


Hingga seakan awan mengerti perasaan Adam. hujan pun turun seketika membuat para pengguna jalan kocar kacir mencari tempat berteduh.


Ada yang berhenti di pinggir jalan sejenak untuk memakai mantel dan ada juga yang berteduh di toko atau warung terdekat.


Tapi yang jelas, tidak ada yang seperti Adam yang malah nampak santai walau deras hujan mulai membasahi sekujur tubuhnya.


Malah ia melanjutkan perjalanan nya ditengah terpa'an hujan yang menusuk-nusuk tubuh Adam.


Tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. yang Adam rasakan dan pikirkan kini hanya satu, yaitu mengapa Ratu bisa setega itu menutup hal yang paling Adam benci selama ini.


Untuk apa ia teleponan bahkan sampai video call dengan pria itu, apalagi harus diluar jam tidur tanpa sepengatahuan nya.


Sungguh sangat tidak percaya mengingat janji manis Ratu yang pernah ia ucap bahwa dia typikal orang yang setia.


Namun apa? semua seakan pupus hanya karena pria yang ia sebut Ayah itu.


Pikiran Adam tidak karuan bercampur aduk dengan Agam yang sesekali hadir untuk menenangkan emosinya.


"Udah Dam mending neduh dulu gih. nanti lu sakit gimana kerja?" ucap Agam yang turut prihatin dengan Adam.


"Tau ah pikiran gw udah gak karuan Gam" balas Adam yang masih nekat menyusuri ruas jalan di tengah besarnya hujan yang semakin mengaburkan pandangannya.


"Tanya kan dulu baik-baik ke Ratu minta penjelasan ke dia baru lu boleh marah. kan lu belum tau tujuan dan maksud Ratu apa sampai berani melakukan itu ke lu" Agam terus menenangkan kembaran nya.


Tapi sayang, semua nasehat dari dirinya tak di hirau satu kata pun. Adam tetap merasakan dan melihat semua kekecewaan ini melalui sudut pandang hatinya, bukan logikanya.


Masih tak menyangka dan membayangkan betapa mudahnya pria itu bisa teleponan dengan kekasih orang disaat kekasih wanita itu sedang tidur.


Rintikan hujan terus menyamarkan air mata yang membanjir pipi Adam.


...β€’β€’β€’| πŸ’”Introvert Berjiwa Ganda Season 2πŸ’” |β€’β€’β€’...


Sesampainya di rumah. penderitaan Adam tak cukup sampai di situ.


Saat bu Tini mengetahui anak bujang nya pulang dengan keadaan yang basah kuyup, bukannya di berikan handuk kering atau rasa iba yang bu Tini tunjukan.


Ia malah memarahi, memaki dan menghina Adam habis-habisan tanpa ampun atau rasa kasihan sedikit pun.


Bahkan sampai sesekali bu Tini bermain tangan dengan Adam. memukul dengan gagang sapu dan sampai harus menggunakan kepala ikat pinggang.


"Kaya bocah ingusan aja lu umur udah tua juga!" bentak bu Tini sambil menatap tajam dengan tatapan yang begitu menyeramkan.


"Udah tau hujan gede bukan nya neduh malah HUJAN-HUJANAN!!" teriak bu Tini yang kepalang emosi.


Bukan tanpa alasan bu Tini semarah itu. ia hanya khawatir dengan kesehatan Adam.


Yang bukan nya menjaga kesehatan karena kerjanya menggunakan sistem shifting, ini malah hujan-hujanan basah kuyup yang jika sakit hanya akan menjadi beban keluarga.


Setelah siraman di kamar mandi agar tidak pusing setelah bermandi kan air hujan, Adam segera pakai baju dan celana pendek lalu termenung di sudut kamar.


Masih memikirkan hal yang tak seharusnya ia pikirkan. hingga hape nya pun berbunyi dengan menampilkan nama kontak 'My Love', namun Adam hanya memperhatikan layar ponsel itu tanpa menyentuh nya apalagi menjawab notif panggilan itu.


"Ngapain kamu masih telepon aku hah? belum puas kah teleponan sama dia tengah malam di saat aku tidur?!" ucap ego nya dalam hati sambil meneteskan air mata.


Tapi lama kelamaan Adam pun tak tega dengan Ratu. hingga akhirnya Adam memberanikan diri untuk mengobrol via chat di WA bersama kekasihnya.


Bertanya perlahan tentang maksud Ratu yang melakukan hal itu tanpa seizin Adam. dan akhirnya Ratu pun jujur mengungkapkan bahwa ia sedang sakit.


Sakit yang tak bisa di prediksi oleh dokter atau dengan kata lain sakit karena hal yang tak terlihat.

__ADS_1


Dan kebetulan sekali pria yang dia sebut Ayah itu bisa mengobati Ratu dengan cara Video call di setiap malam jumat.


Mendengar alasan yang tidak masuk akal itu pun tentu Adam tak mempercayainya. tapi sayang seperti biasa.


Bukan nya menurut atau mendengarkan nasehat Adam, Ratu malah keras kepala dengan pendapatnya yang sudah terkontaminasi oleh pria itu.


Ya, pria mana yang terima jika wanitanya video call dengan cowok lain saat kekasihnya sedang tidur. yang Adam kira selama ini Ratu memberikan foto natural nya sebelum tidur hanya pada Adam.


Tapi sayang dugaan nya harus patah saat mengetahui bahwa pria lain bisa menikmati wajah natural Ratu sebelum tidur tanpa sepengatahuan Adam.


Mulai dari meminta halus, memaksa, memaki hingga menghina Ratu hanya untuk agar ia bersedia menghapus dan memblokir nomor pria itu, Ratu tetap tidak ikhlas jika harus kehilangan pria yang kini semakin dia anggap sebagai orang tuanya.


Semakin mengamuk dan serasa ingin pecah lah kepala Adam saat itu. ditambah Ratu yang bukannya meredakan emosinya tapi malah membela pria itu dan malah membalas hinaan serta makian yang Adam lontarkan.


Ratu menyalahkan Adam yang belakangan ini sifatnya berubah 180Β° semenjak Ratu lulus sekolah. Ratu hampir sudah tidak bisa melihat sosok abang dan papah pada diri Adam.


Semua jiwa dan raga Adam sudah dipenuhi rasa cemburu dan ego yang luar biasa tak mau kalah.


Ratu hanya ingin KEBEBASAN!, kebebasan yang dia rasakan seperti dulu bersama Reno semasa SMP.


Tidak seperti Adam yang begitu mengekang serta menuntut hidup Ratu.


πŸ“± "Ingat ay. cinta itu menerima apa ada nya, bukan mengubah yang sudah ada"


πŸ“± "Aku ingin bebas, kenal teman sana sini. tak ingin di kekang apalagi banyak aturan"


Ratu mengungkapkan ketidaknyamanan nya bersama sikap Adam yang semakin egois. Ratu sayang dengan Adam, tapi tidak dengan sifatnya yang kini semakin memburuk.


Tapi Adam yang memang pada dasar nya cemburuan dan tetap tidak terima dengan sikap friendly Ratu ke dunia luar.


Bagi Adam, Ratu harus bisa menjaga jarak dan mengurangi sikap friendly itu. jika ingin bebas ya silahkan tinggal kan Adam.


Memang itu sudah resiko punya pacar, jika masih ingin bebas ya silahkan menyendiri.


Perdebatan hebat terus terjadi di WA hingga akhirnya Adam menawarkan pilihan terakhir bagi hubungan mereka.


Pilih hapus dan blokir nomor Ayah onlinenya?


Mendengar pertanyaan yang tak bisa ia jawab, Ratu pun hanya terdiam sejenak dan menjawab..


πŸ“± "Terserah kamu ay, aku udah capek banyak di atur dan di tuntut ini itu ya.."


"Makasih" balas Adam dalam ketikannya.


Semakin remuk lah hati Adam mendengar jawaban Ratu yang tak bisa memilih antara hadirnya Ayah onlinenya atau sosok Adam yang sudah 2 tahun lebih menemaninya dari nol.


Tak kuasa menahan luka hati yang begitu dalam membuat Adam nekat memanggil sosok Agam untuk menahan luka yang tak berbekas itu.


Ia langsung mematikan data internet di hapenya dan beranjak ke lemari baju untuk mengambil sesuatu yang biasa ia gunakan untuk memanggil batin Agam.



Setelah meraih pisau lipat itu dengan nekatnya Adam langsung menggores dada kanannya menggunakan ujung pisau yang lancip dan tajam.


Tentu bukan lah sirup coco pandan yang keluar dari bekas goresan itu, melainkan darah kental berwarna merah yang menetes perlahan.


Membuat Adam berteriak sekencang mungkin hingga Agam pun hadir mengambil alih pikiran dan raga kembarannya.


"Aaaar..rrrrgh anjing lu semua! kenapa posisi gw harus kalah dengan pria yang baru dia kenal bang*sat!!" teriak Adam sekuat mungkin dalam batinnya sendiri.


Agam yang kini sudah mengambil alih raga Adam pun hanya bisa terdiam dan merasakan sakit luar biasa di hati dan dadanya.


"Puasin aja dulu Dam emosi lu" ucap Agam yang tenang.


Mengapa? mengapa Agam bisa tenang saat kembarannya merasakan sakit hati yang luar biasa?


Bukan kah Agam akan hadir jika Adam merasakan sakit yang luar biasa? ya itu benar. tapi sayang tidak untuk luka hati.


Agam tau dan mengerti 'apa itu sakit hati?' tapi dia 'tidak bisa merasakan apa itu sakit hati'. itu lah yang membuat Adam iri dengan kembaran batin nya yang mampu berpikir logika tanpa harus merasakan kecewa, sakit hati atau pun di selingkuhi.

__ADS_1


Adam mengutarakan kekesalannya pada Agam hingga perdebatan batin diantara pikiran dan hati mereka pun terjadi lagi, lagi dan lagi.


Di satu sisi Adam ingin seperti Reno yang bisa membebaskan Ratu dalam urusan bergaul dengan siapa saja tanpa merasa terkurung seperti burung dalam sangkar asmaranya.


Tapi hatinya sendiri tak terima jika Ratu harus kenal sana sini sekali pun itu hanya teman, apalagi yang baru kenal.


Adam hanya ingin Ratu tetap berada disisi nya tanpa kemana-mana. tentu itu di tolak Ratu mentah-mentah karena saat dia pacaran dengan mantan nya dulu tak ada satu pun yang mempunyai ego sebesar Adam.


Agam dan Adam menyadari bahwa sebenarnya selama beberapa waktu belakangan ini Ratu sangat tersiksa dengan obsesi Adam yang belum menjadi suami namun ingin memiliki Ratu seutuhnya.


Sampai akhirnya Agam yang muak dengan hubungan Adam dan Ratu yang RUTIN bertengkar hanya karena kecemburuan Adam pun berniat menggantikan sosok Adam sepenuhnya.


Jelas mendengar hal gila itu Adam menolak niatan dari kembarannya itu.


Tapi Agam tidak peduli dengan penolakan itu. perlahan dia meraih hapenya kembali dan mengabari Ratu lewat sms.


Untuk memberitahu nya bahwa mungkin mulai besok, Ratu akan bebas dari kekangan yang selama ini menuntut dan menghancurkan prinsip serta hak dari dirinya.


"Lu gak mungkin bisa hidup tanpa gw Gam ingat!" bentak Adam pada Agam.


"Kan gak ada yang tau Dam haha" balas Agam yang memainkan pisau lipat itu di kedua jari nya.


"Maksud lu?! lu mau bunuh gw hah?!" tanya Adam yang panik sambil melangkah mundur ke sudut kamarnya.


"Katanya mau bahagiain Ratu. dia tersiksa karena hadirnya elu Dam. dia terkekang karena kecemburuan lu sadar gak hehe" Agam terus mendekat dan memojokkan Adam.


"Gw sayang sama Ratu lu gak bisa pisahin gw sama dia Gam!" ucap Adam yang semakin ketakutan.


"Lagi pula lu akan dihargai kok jika dengan orang yang bisa nerima sifat lu" celetuknya.


"Gw gak pisahin kalian. gw cuma mau bahagiain pacar kita" sambung Agam mengedipkan sebelah matanya dan...


"Ssreet..!"


Dengan sigap Agam menggores pundak, tangan serta betis Adam secara tiba-tiba.


"Aw..ya Allah Gam gila lu ya hah.. gw ini elu bodoh!" teriak Adam sambil meringis kesakitan memegangi pundaknya yang mulai mengeluarkan cairan kental berwarna merah.


Agam hanya tersenyum manis melihat Adam yang tak berdaya, dia tau sosok dirinya akan semakin kuat dan hidup jika raga nya tersakiti oleh luka fisik.


Maka dari itu Agam terus menyayat, menggores dan tak juga lupa memukuli wajah Adam.


"SRREEETTT"


"BAGH BUGH BAGH BUGH BRUGH BRUG",


"PLAK! BLATAK! DAR! GUBRAK!"


Hingga setelah puas membuat tubuh Adam tak karuan, Agam menghampiri Adam kembali dan mengangkat tubuhnya berdiri hanya dengan satu tangan.


"Gini rasanya jadi si Bagas waktu itu kali ya Dam haha" celetuk Agam meledek.


"Gam please! gw ini diri lu sendiri Gam. lu.. lu gak mungkin bunuh gw kan.. uhuk-uhuk!" ucap Adam yang terbata-bata sampai harus batuk darah saat Agam mengencangkan cengkraman nya di leher Adam.


"Sorry Dam. gw cuma mau Ratu bahagia dalam kebebasan seperti inginnya. bukan mati dalam kekangan yang bertopeng kasih sayang" balas Agam yang penuh maksud dan penghayatan di setiap ucapannya.


Agam mulai mencekik batang leher Adam hingga Adam pun panik dan berusaha melepaskan cengkraman itu.


Namun usaha nya sia-sia karena tenaga Agam lebih kuat dibanding Adam, ia hanya bisa meneteskan air matanya saat mengingat kenangan manis bersama Ratu sebelum ia harus pergi untuk selamanya.


Tangan yang dari tadi berusaha memberontak kini kehilangan tenaganya dan di ikuti dua bola hitam di matanya yang berganti menjadi warna putih.


"Good bye my self haha" senyum iblis terpancar jelas dari wajah Agam merasa puas saat melihat kembarannya perlahan menutup kedua matanya.


Bersambung...


Merinding sumpah di episode kali iniπŸ˜₯, gak tega nulis titik terendahnya Adam. Sedih.. tapi apa boleh buat...πŸ‘‹πŸ»πŸ₯². entah apakah ini akan jadi akhir kisah Adam atau bukan. tunggu kelanjutannya di next episode ya..


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".

__ADS_1


...See you on the next episode...πŸŽ‰πŸ‘...


__ADS_2