
...ππ»Yuk malam jum'atan bareng pengantin baruππ»...
...ππ₯°...
"Iya pah" Jawab Adam sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Angkat kepala kamu, papah gak suka liat cowok yang merasa ketakutan" Sahut pak Yana.
Akhirnya Adam pun mengangkat kepalanya dan menatap papah mertuanya itu dengan penuh rasa percaya diri.
"Papah sudah jauh-jauh dari Subang ke sini hanya untuk wali'in pernikahan kamu dengan anak kandung papah" Ucap pak Yana.
Ratu hanya bisa tersenyum saja melihat obrolan kedua jagoannya.
"Jangan kamu sakitin Ratu apalagi mengulang kesalahan besar papah dimasa lalu"
"Ratu anak baik, hanya saja dia berbeda dari wanita lain. Hati nya terlalu mudah rapuh untuk tergores bentakan apalagi main tangan." Sambung pak Yana.
"Ingat ya Tam, cukup papah aja yang melakukan kesalahan bodoh itu. Kamu jangan sampai" Ucap pak Yana menegaskan.
"Jika sampai Ratu bilang ia tersakiti olehmu, papah gak segan-segan datang ke sini lagi untuk mencarimu" Ucap pak Yana sambil menarik kerah baju Adam.
"Pah.." Ucap Ratu yang menenangkan papahnya.
"Iya sayang hehe" Sahut pak Yana yang kembali lembut.
"Siap pah, makasih sebelum nya atas waktu dan restu yang udah papah berikan ke saya. Insyaallah saya akan jaga Ratu dengan sepenuh nyawa saya pah" Balas Adam sambil menunduk mencium lama tangan pak Yana.
"Terima kasih" Balas pak Yana yang mengusap rambut menantunya.
Pak Yana bergeser dan memeluk Ratu, kini gantian dengan adik-adiknya bu Nisa yang mengucapkan perpisahan oleh Ratu dan khususnya Adam.
Bi Ira dan bi Sari memeluk erat Adam bahkan dengan isak tangis yang mereka tahan saking terharunya tak menyangka bahwa gadis sulung dari kakak tertuanya kini sudah menjadi seorsng istri.
Mereka menangis sangat berharap pada Adam agar bisa memutus kesalahan keluarga nya yang rata-rata selalu gagal dalam pernikahan.
Bi Ira memeluk Adam dengan penuh rasa harap, Adam pun tak bisa berkata lagi saat kini dirinya di beri kepercayaan penuh oleh semua anggota keluarga istrinya.
Lalu saat bi Acha menghampiri Adam, nampak wajah sok jual mahal nya terlontar.
"Awas lu ya jika sampai nyakitin ponakan gw. Gw gamparan lu gak pakai ampun" Ancam bi Acha pada Adam.
"Iya bi" Balas Adam dengan wajah datar.
"Jangan iya-iya aja lu ih!" Bentak bi Acha yang langsung memeluk tubuh Adam.
Adam pun langsung terkejut bahkan sempat agak menolak karena menghargai istrinya. Mengingat umur dia dan bi Acha hanya selisih dua tahun yang tentu saja itu membuat Adam sedikit risih.
Namun saat menoleh ke arah Ratu yang tersenyum, kini Adam menyadari bahwa dirinya bukan lah lagi orang lain di keluarga ini melainkan sudah menjadi anggota keluarga besar bu Nisa.
Adam membalas pelukan hangat bi Acha yang mengutarakan harapannya agar Adam selalu ingat, bahwa di keluarga bu Nisa sering terjadi kegagalan dalam rumah tangga.
Semua bibi nya Ratu mengharapkan Adam agar bisa memutus kesalahan yang selalu menghampiri keluarga besar bu Nisa.
"Mengingat sikap Ratu yang sembrono, kasar, serta kadang masih kekanak-kanakan. Harap di maklum ya Tam karena seiring berjalannya waktu semua itu akan berubah menjadi sikap keibuan secara harfiah" Ucap bi Ira.
"Siap bi. Tama janji akan jaga Ratu dan memutus kesalahan yang seakan selalu menjadi turun temurun dikeluarga ini" Balas Adam yang sibuk mengusap air matanya.
"Mamang juga ya jaga bi Acha yang kadang masih suka rewel haha" Ucap Adam yang langsung memeluk suaminya bi Acha.
"Tenang aja, kita mah paling bisa manjain dia hehe" Sahut si mamang.
Singkat cerita setelah perpisahan kecil itu, akhirnya berangkatlah rombongan Subang itu menggunakan bus besar.
"Dadah bi.. Hati-hati" Ucap Adam yang melambaikan tangan.
"Bang anterin papah yuk ke pabrik, ada sisa besi di sana lumayan buat tambah-tambahan di sini" Ucap pak Hendri yang keluar sambil menghisap sebatang rokok.
"Oh ayo pah, sekarang?" Tanya Adam yang berusaha keras beradaptasi lebih dekat dengan pak Hendri.
Karena seperti yang kita tau walau Adam sudah di anggap anak oleh bu Nisa dan suaminya, Adam tetap lah masih merasa canggung jika harus berhadapan dengan pak Hendri.
Setelah suami dan papah nya pergi, Ratu di ajak masuk oleh bu Nisa untuk membantu nya bebersih rumah.
Menyapu, ngepel dan mengelap semua rak parabot serta pajangan yang sebelumnya jarang di sentuh apalagi di bersihkan.
__ADS_1
Bu Nisa tak pernah bosan untuk mengingatkan Ratu agar mulai sekarang harus lebih rajin lagi bersih-bersih karena sekarang ia sudah di persunting oleh Adam yang sangat telaten dalam hal kebersihan.
Mendengar nasehat itu, Ratu beranjak ke kamarnya dan mengganti celana levis nya dengan strecth pink pemberian momy nya.
"Aduh momy mah, mentang-mentang suka pink masa aku di kasih warna pink juga. Dah tau aku paling gak suka warna cewek ini huft..." Gerutu Ratu yang mau tak mau mengenakan celana pendek berwarna pink itu agar bu Nisa tidak kecewa.
"Gerah ah enak aja bebenah mau pakai celana levi's hehe, bisa kotor nanti celana aku" Ucap Ratu sambil menggantungkan celana panjangnya di belakang pintu.
Kini ia mencoba merapihkan lagi lemari pakaiannya yang juga sudah terisi oleh pakaian Adam sebagian.
"Hihi gak sangka ya ay akhirnya pakaian ku dan pakaian mu bisa berada dalam satu lemari yang sama" Ucap Ratu sambil melipat rapih celana pendek suaminya.
Namun ia terkejut saat melipat C d Adam yang cukup besar di luar dugaan nya.
"Haha, ukuran apa ini sayang. Besar banget" Celetuk Ratu sambil membolak balikkan C d yang ia pegang.
"Hm.. Besok udah mulai kerja lagi tapi kita belum ngerasain honey moon atau malam pertama gitu ay" Ucap Ratu yang mulai overthingking lagi dengan dirinya sendiri.
"Hm.. Mungkin aku terlalu lemah kali ya sampai suami ku belum berani menyentuh ku hehe" Ucap Ratu yang merasa bersedih.
"Neng.. mamah berangkat ya" Terdengar teriakan kecil bu Nisa dari luar kamar.
"Ouh iya mah" Balas Ratu yang langsung menghampiri momynya.
"Waduh udah gelap banget mah awan. Hati-hati takut keburu hujan mah" Ucap Ratu yang khawatir saat melihat awan sudah sangat gelap pertanda hujan pasti akan turun.
"Makanya ini mamah buru-buru takut keburu hujan neng" Balas bu Nisa yang nampak tergesa-gesa menyiapkan keranjang Yukalt ke motornya.
Tak tinggal diam, Ratu pun dengan sigap membantu memasukan beberapa bal/pack Yukalt ke dalam keranjang.
"Dah neng mamah berangkat ya, kalau si abang pulang mau makan masakin sesuatu aja tuh kan stock belanjaan kamu masih ada di kulkas. Nugget dan sosis mamah juga udah beli kemarin pas ada bibi tinggal olah aja ya?" Tutur bu Nisa sambil memakai helm dan menaiki motornya.
"Iya mah siap, hati-hati ya mah" Balas Ratu sambil mengecup tangan kanan bu Nisa.
"Assalamualaikum" Ucap bu Nisa dan menancap gas perlahan.
"Walaikumsalam" Balas Ratu yang masih memperhatikan momy nya yang perlahan menjauh dari pandangan nya.
Setelah itu Ratu melanjutkan bebersih kamar dan dapur. Menghabiskan semua cucian kotor yang belum sempat di cuci oleh bu Nisa.
Singkat cerita selesai menunaikan shalat Dzuhur ternyata dugaan Ratu benar, hujan turun cukup lebat di luar.
"Rebahan dulu ah sambil dengar musik" Ucap Ratu yang melompat ke kasur dan memasang earphone di telinganya.
Beberapa menit kemudian tanpa Ratu sadari, Adam sudah ada di kamarnya berdiri sambil handukan karena pulang kehujanan.
Saat menyadari ada bidadari yang sedang singgah di kasur tentu wajah yang tadi nya kesal berubah menjadi ceria.
Apalagi saat melihat Ratu yang terpejam menikmati lagu yang mengalun di telinganya, sunguh sangat terpancar aura cantiknya.
Adam tetap berdiri memperhatikan tubuh seksi istrinya yang hanya terbalut kaos dan celana pendek berwarna pink.
"Lucu juga kamu pakai warna pink ay hihi" Tawa Adam dalam hati.
Sebagai pria normal, tentu Adam merasakan getaran hasrat yang melonjak. Ditambah dengan adanya suara hujan serta gemuruh di luar, seakan cuaca begitu mendukung untuk berkembang biak.
Perlahan Adam mengunci pintu kamarnya dan menghampiri Ratu yang belum menyadari kehadirannya.
Adam pun memberanikan diri mengusap paha putih istrinya yang membuat Ratu langsung melotot dan ingin beranjak dari kasur.
Namun dengan sigap Adam meraih wajah Ratu dan...
"Cup"
"Muach.. am"
Dengan refleks bibir mereka saling terpagut dan langsung Adam lanjut dengan sedikit lum atan manja.
Memahami suami nya sedang on, Ratu pun melepas earphone yang menyangkut di telinga nya dan mulai merespon permainan bibir suami nya.
Adam terus memperdalam ci uman nya sampai tak sadar kini lidah keduanya sedang sibuk berdansa manja di dalam rongga mulut.
"Aw.. pelan-pelan sayang hehe" Ucap Ratu yang langsung melepas ciu man nya.
"Sorry hehe" Jawab Adam dan langsung menyambar leher putih istrinya.
"Ah.. mulai lagi deh hihi" Ucap Ratu yang menyadari bahwa sebentar lagi lehernya akan di hiasi tanda cinta dari suaminya seperti sebelumnya.
__ADS_1
Setelah di rasa cukup tanda yang ia ukir di leher Ratu, Adam melanjutkan permainan dengan memberanikan diri melepas kaos yang Ratu pakai.
Detak jantung yang semakin tak karuan mengiringi suasana hati Ratu saat kaos yang ia pakai perlahan terlepas dan di lempar sembarang oleh suaminya ke lantai.
"Sayang ish aku malu.." Ucap Ratu yang sibuk menutupi tubuhnya yang kini hanya mengenakan B ra dan celana pendek berwarna pink.
"Kenapa malu hah?" Tanya Adam yang masih sempat meledek istrinya, walau kedua bola matanya sudah terfokus pada belahan putih diantara kedua melon istrinya.
"Aduh dari kemarin gw yang kode, giliran udah waktu nya kok malah gak berani ya gw" Ucap Ratu dalam hatinya.
Perlahan Adam kembali menyambar bibir yang kini sudah menjadi candu baginya dengan maksud ingin menghilangkan keraguan di benak Ratu.
Setelah mengumpulkan keberanian, tangan Adam mulai mendongkrak pertahanan Ratu yang menutupi bagian dadanya.
Hingga akhirnya...
Kini Adam berhasil meraih kedua melon istrinya, ia langsung meremas dan memijit gundukan daging yang masih terbungkus oleh kain.
Dengan refleks Ratu langsung memegang tangan suaminya, Tapi Adam tak mau kalah ia pun langsung melingkarkan tangannya ke belakang tubuh Ratu dan melepaskan pengait yang ada disana.
Dan tumpahlah sepasang melon segar milik Ratu yang menggantung indah tanpa penghalang.
"Ehm.. a... Ay" Ucap Ratu yang tak di beri celah untuk bicara karena terus di hujani kecupan serta ci uman yang semakin memanas.
Akhirnya, Adam pun melepaskan bibir Ratu perlahan untuk memberinya nafas. Adam rebahan sejenak dengan tengkurap di tengah kaki Ratu yang terbuka sambil memperhatikan buah melon istrinya yang begitu menarik hasrat untuk berkembang biaknya..
"Sayang ih apaan sih aku malu tau!" Bentak Ratu yang mengambil bantal untuk menutupi dadanya.
Namun dengan sigap, singa di hadapannya pun langsung menepis kedua tangannya agar tak mengganggu pemandangan bukit yang begitu cantik.
"Sekarang kamu punya aku. Dari ujung rambut sampai ujung kaki semua milik aku, Paham kamu?!" Ucap Adam dengan tegas dan raut wajah yang penuh maksud.
"I.. iya sayang" Ucap Ratu dengan kedua pipi yang semakin memerah.
"Ya Ampun sumpah malu banget ih hm.." Gerutuk Ratu yang baru pertama kali nya bukit melon itu di tatap bebas oleh pria yang kini sudah menjadi suaminya.
"Nanti kalau momy pulang gimana?" Sambung Ratu yang mencari alasan.
"Momy pulang abis Ashar, masih lama. Udah gak usah nyari alasan lagi" Sahut Adam dengan singkat, padat dan jelas.
Adam pun melanjutkan permainan nya dengan meraih kedua melon yang sudah tergantung bebas di hadapannya.
Tangan nya meremas dan memijit secara perlahan di kedua melon yang kini sedang ia kagumi.
Aksi Adam itu pun tentu membuat gairah Ratu ikut terpancing.
"Ah.. anjir geli banget ay sumpah hm.." Ucap nya dalam hati.
"Ba.. ba.. bagaimana punya ku ay?" Sambung Ratu yang khawatir jika milik nya tak dapat memuaskan hasrat suaminya.
"Gak terlalu besar, gak terlalu kecil. Padat dan bulat kencang begitu sempurna untuk ku sayang" Ucap Adam yang sudah terbawa suasana.
Ia begitu mengagumi keindahan tubuh yang sang pencipta berikan pada istrinya, sampai kedua tangan nya pun tak bisa berhenti untuk meremas melon milik Ratu secara bergantian kiri dan kanan.
"Hm.. masa sih hehe a.. ah!" Suara nakal Ratu yang tak sengaja keceplosan saat lidah hangat suaminya menyapu area boba berwarna pink kecoklatan miliknya.
"Ehm... Sa.. yang!" Ucap Ratu yang akhirnya pasrah dengan permainan suaminya.
Mulut nya meminta menolak aksi Adam, namun hasratnya seakan tak mau menghentikan kenikmatan yang sedang berlangsung itu.
"Sudah ay geli" Pinta Ratu yang memejamkan mata sambil mengusap dan menekan kepala suaminya agar terus bermain di area sensitif dadanya.
Kedua tangan Adam pun tak mau kalah, tangan kiri nya langsung melucuti dan melempar celana pink yang Ratu kenakan.
"Eh.. Sa... Sayang ih!" Ucap Ratu yang panik sambil berusaha menahan celananya, walau usahanya itu sia-sia.
Singa yang begitu lapar tentu lebih cepat dibanding dirinya.
"Ah.. Sayang sudah kek ih geli" Ringis Ratu yang kewalahan dengan rasa nikmat yang Adam berikan saat bagian bobanya di hisap dan di pelintir oleh lidah suaminya.
"Sayang... Please stop honey!" Pinta Ratu yang tiba-tiba meremas kuat pundak suaminya sampai tak sadar kuku panjang itu menggores kulit Adam.
Bersambung...
π€π€£π
Hayo-hayo ngaku siapa yang udah ikut traveling makin jauh? Haha... Sabar ya guys sabar πͺπ».
__ADS_1
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
...π€΅π»π°π»Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...ππ...